#2 My Daddy
Damian Xe Axelle Defron, bangsawan tampan yang mengalami kecelakaan hebat yang membuat matanya buta sebelah kanannya. sebenarnya ia bisa membuat matanya melihat kembali tapi ia harus melakukan sesuatu sebelum membuat matanya kembali normal.
Kelly De Savillion, gadis cinta pertamanya. Kini ia menemukan gadisnya di waktu yang tepat namun dengan matanya yang cacat.
"Gadis kecil, kita bertemu lagi. apa kau merindukan ku?" ujar Damian.
"Dami?"
"Yes, i am,"
Namun kali ini pertemuan mereka menghadapi situasi yang sangat sulit. seorang pria yang terobsesi dengan Kelly salah satu musuh Damian dan juga merupakan bangsawan ternama Calvin Molive Defron, memiliki marga yang sama dengan Damian karena mereka masih memiliki hubungan darah. sangat terobsesi gila dengan Kelly, gadis manis milik keluarga Xander dan Xavellion.
"Oh Damn! You touched something you shouldn't, you bastard!" Damian murka
Calvin menyeringai. "Why not? I'm crazy about that woman."
"She's mine dammit!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6.
Kelly menatap bingung saat semua perhiasan yang di berikan Damian sudah di pakai di tubuhnya. terlihat sangat glamor saat ia memakai semua perhiasan tersebut.
Kelly menghela nafas. Ia pun memasuki rumah nya dengan wajah lelah di ikuti Alex yang berjalan dari belakangnya.
"Aku pulang," ucap Kelly saat Alex membuka pintu rumahnya.
"Kakak!" teriak Kaisel sambil berlari dan memeluk tubuh Kelly dengan erat.
"Astaga!" ucap Kelly dengan terkejut. "Kau sudah pulang?"
Kaisel menganggukkan kepalanya. "Iya aku baru sampai. Dan kemana kakak kemarin? Kau membuatku khawatir! Kemana ponselmu?" omelnya dengan kesal.
Kelly hanya menggaruk pipinya. "Maafkan aku. Ponsel ku hilang tapi sekarang aku sudah mengganti ponsel baru," ucapnya.
Kaisel menatap Kelly sambil menyipitkan matanya. "Kemana ponselmu hilangnya? Kenapa bisa hilang?" tanyanya lagi.
Kelly tampak berpikir sejenak. "Ah itu. Tidak sengaja hilang. Aku tidak tau sekarang ponsel ku yang lama dimana," ucapnya.
Kaisel menatap ragu, ia pun menatap Alex yang berada di belakang Kelly. "Siapa dia? Apa dia kekasihmu?" tanyanya.
Kelly memukul pundak Kaisel dengan keras membuat adiknya mengaduh kesakitan. "Jangan sembarangan berbicara!" ucapnya sambil menatap kesal.
Kaisel mengusap pundak nya sambil mencibir kesal. "Aku kan hanya bertanya. kenapa kakak sensi sekali? Apa kau tidak tau bagaimana khawatirnya aku? Kau malah memukul ku kak," protesnya.
Kelly mendengus kesal. "Dimana Papa?" tanyanya sambil menatap kesana kemari.
"Disini sayang! Apa kau merindukan papa mu ini?" terdengar suara dari ujung tangga membuat Kelly menoleh.
Kelly tersenyum senang lalu berlari dan memeluk tubuh Xander. "Papa!" teriaknya.
Xander membalas pelukan Kelly. "Bagaimana jalan jalan mu? semuanya berjalan dengan baik kan?" tanyanya.
Kelly menganggukkan kepalanya. "Tadi Kelly bertemu dengan Damian," ucapnya.
Xander mengusap rambut Kelly. "Kenapa kau bisa bertemu bocah tengil itu disana?" tanyanya. "Kau sudah menjaga putriku dengan baik. Terima kasih," sambungnya sambil menatap Alex dengan senyuman tipisnya.
Alex menganggukkan kepalanya. "Itu sudah menjadi bagian dari tugasku. Tidak masalah,"
...∆∆∆...
Kelly membaringkan tubuhnya di atas kasur, ia pun menatap langit langit kamarnya sambil berpikir. Ia pun menyentuh kalung pemberian Damian.
"Sebenarnya apa yang ada di pikiran Dami?" gumamnya heran.
Cklek'
Kelly menoleh saat melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya, ia pun tersenyum.
"Mama boleh masuk kan sayang?" tanya Verisca sambil membawa nampan berisikan segelas susu dan roti isi. Kelly menganggukkan kepalanya, ia pun bangun dari tidurnya.
"Ini, makanlah. Kau harus makan yang banyak sayang," ucap Verisca sambil meletakkan nampan tersebut di atas meja.
"Baiklah," balas Kelly. Ia pun memakan roti isi tersebut dengan semangat.
"Jadi, apa sekarang kau sudah punya kekasih sayang?" tanya Verisca tiba tiba membuat Kelly tersedak saat memakan roti tersebut.
"Uhuk! Apa?" tanya Kelly tidak percaya.
Verisca menyunggingkan senyumnya. "Jangan tegang sayang. Mama hanya bertanya, apa kau sekarang sudah punya kekasih?" tanya nya penasaran.
Kelly menggelengkan kepalanya. "Kelly tidak punya ma," balasnya.
Verisca tersenyum. "Apa papa mu melarang mu lagi?" tanyanya.
Kelly menatap bingung. "Melarang? Papa tidak melarang Kelly. Tapi ini karena tidak ada pria yang mendekati Kelly," ucapnya.
Verisca tidak yakin dengan ucapan Kelly. Pasalnya paras kecantikan Kelly selalu bisa menarik perhatian semua pria. Dan Kelly berkata tidak ada yang mendekatinya? Ini pasti ulah suami nya dan ayah kandung Kelly.
"Begitu? Baiklah," ucap Verisca. "Tapi, bagaimana dengan teman masa kecilmu yang sudah bertemu dengan mu lagi?" tanyanya sambil menggenggam tangan Kelly.
"Dami? Kami berteman baik Mama. Dami sangat baik dengan Kelly," ucap Kelly dengan semangat.
Verisca menggelengkan kepalanya melihat sikap Kelly. Mungkin saja putrinya ini belum bisa membedakan tentang jatuh cinta. padahal ia bisa melihat jika tatapan Damian pada Kelly seperti tatapan orang yang sedang jatuh cinta bukan tatapan sebagai teman.
"Dari mana kau dapat kalung cantik itu Kelly?" tanya Verisca saat menatap kalung di leher Kelly yang begitu mengkilap.
Kelly menyentuh kalungnya. "Ini? Ini Dami yang memberikannya pada Kelly Ma," ucapnya .
Verisca menatap penuh arti kearah Kelly.
...∆∆∆...
Xander tampak sibuk membaca koran di meja. Sambil menikmati pemandangan di hadapan nya. Ia pun menoleh saat melihat istrinya mendekatinya.
Verisca membawa segelas kopi dan meletakkan nya di meja, ia pun duduk di hadapan Xander.
"Thank you sayang," ucap Xander sambil meminum kopinya. Verisca menganggukkan kepalanya.
"Xander, apa kau yang membuat banyak pria tidak bisa mendekati Kelly?" tanya Verisca.
Xander yang sedang membaca koran langsung menoleh menatap Verisca. "Sebagian aku dan sebagian Xavellion. Ada apa?" tanyanya heran.
Verisca menghela nafas, benar dugaannya. "Apa kau mau putrimu tidak menikah nantinya?" tanyanya.
Xander berdecak. "Tentu saja tidak," balasnya.
"Lalu?" tanya Verisca.
Xander mendengus. "Aku tidak ingin membuat putriku di dekati pria brengsek sialan itu! Aku bisa mencarikan pria yang bisa membuat Kelly bahagia," ucapnya.
Verisca menghela nafas. "Apa itu Damian yang kau maksud?" tanyanya.
Xander mendelik. "Kenapa kau malah membahas bocah tengil itu? Apa hubungannya?" tanyanya kesal.
"Apa kau tau jika Kelly mendapatkan perhiasan mewah di seluruh tubuhnya dari Damian? Dan mungkin bisa aku perkirakan harga nya lebih dari satu milliar," celetuk Verisca.
Xander menatap terkejut. "Bocah tengil itu yang memberikannya?" tanyanya memastikan lagi.
Verisca menganggukkan kepalanya. Xander langsung memukul mejanya membuat Verisca terkejut bukan main. Xander pun bangun dari duduknya dan bergegas keluar.
"Kau ingin kemana?" tanya Verisca bingung.
Xander menoleh, ia memasangkan jas di tubuhnya. "Apalagi? Tentu saja bertemu dengan bocah tengil itu! Aku tidak akan membiarkan putriku dekat dengan bocah itu! bocah itu cukup menyebalkan kau harus tau itu sayang," ucapnya dengan kesal.
Verisca menatap tidak percaya. "Kau ingin protes apa padanya?" tanyanya heran.
"Tentu saja protes dengan hadiah yang di berikan bocah itu. Apa dia pikir aku tidak bisa memberikan hadiah untuk putriku?" tanya Xander kesal. Verisca menggelengkan kepalanya, teryata Xander merasa harga dirinya jatuh dan juga merasa cemburu karena putrinya di dekati seorang pria
"Aku bisa memberikan nya lebih banyak dari apa yang dia berikan pada putriku! Memikirkannya saja membuat kepalaku mendidih! Aku tidak mau mendapatkan menantu seperti bocah tengil itu!"
...∆∆∆...
...TBC...
masa Damian hanya tau bucin doank
qu pikir bakal langsung perang saudara gitu