mohon maaf saya menganti nama dari Kaisar agung jadi sang pewaris darah naga.
tiktok: barxzzz
setiap hari update: 2/3 bab.
al kisah seorang pemuda Lin Xieng yang di anggap gagal oleh keluarga nya, tapi suatu ketika di dalam hutan Lin xieng menemukan bola misterius yang ternyata bola misterius tersebut adalah inti fondasi kultivasi kaisar xuan pada zaman dinastiqi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Alfatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7; konspirasi di balik turnamen
Malam hari setelah pertarungan pertama, suasana Kota Lin masih dipenuhi riuh rendah para tamu dan peserta turnamen. Namun jauh dari keramaian, di dalam sebuah paviliun rahasia di sisi timur kota, sekelompok orang duduk melingkar, wajah mereka tertutup jubah hitam berlapis simbol keluarga masing-masing.
“Lin Xieng… anak itu tidak boleh dibiarkan naik terlalu cepat,” ujar seorang pria dengan suara berat. “Dia bukan hanya mengalahkan Wu Tang, tapi juga membuat semua orang mulai membicarakannya. Itu bisa mengganggu keseimbangan kekuatan.”
“Bocah itu dulu hanyalah sampah. Mengapa sekarang bisa memiliki kekuatan seperti itu?” tanya yang lain, dari Keluarga Qian.
“Menurut laporan mata-mata kami,” ucap pria berjubah biru dari Keluarga Zhen, “dia mungkin mendapatkan warisan dari ruang rahasia milik leluhur Lin. Itu menjelaskan kekuatan Tinju Api dan teknik gerakannya.”
“Kalau begitu, kita tidak bisa membiarkannya hidup terlalu lama.”
Sejenak keheningan menggantung.
Lalu pria berjubah hitam di tengah ruangan mengangkat tangan. “Tenang. Kita tidak perlu membunuhnya langsung. Tapi kita bisa pastikan dia tidak lolos dari turnamen ini. Kita akan atur agar dia menghadapi lawan yang mustahil dikalahkan.”
“Lin Han?” tanya salah satu dari mereka.
“Tidak. Lin Han terlalu berhati-hati. Tapi ada satu lagi…”
Ia membuka gulungan kertas. Di atasnya tertulis satu nama: Mo Feng.
“Jenius bayangan dari Sekte Darah Gelap?” bisik mereka dengan ngeri.
“Ya. Dia telah disusupkan ke dalam turnamen sebagai 'anggota keluarga kecil'. Tak ada yang tahu identitas aslinya. Dan jika dia berhadapan dengan Lin Xieng… semuanya akan selesai.”
Mereka semua mengangguk.
Konspirasi telah dimulai.
---
Di kediaman Lin Xieng, malam itu ia tengah merenung di balik jendela. Angin malam berembus membawa aroma tanah dan dedaunan. Di tangannya, sebuah batu komunikasi kecil bergetar. Ia mengaktifkannya.
“Xieng,” terdengar suara lirih dari seseorang—itu suara pamannya yang dulu tinggal jauh dari Kota Lin.
“Ada yang ingin mencelakakanmu dalam turnamen. Mereka takut pada kekuatanmu yang tiba-tiba melonjak. Berhati-hatilah. Jangan percaya siapa pun, bahkan mereka yang mengaku dari keluarga sendiri.”
Lin Xieng mengepalkan tangan.
“Jadi mereka benar-benar takut padaku…”
Ia berdiri, berjalan ke halaman, dan memulai latihan tengah malamnya. Api samar membungkus tubuhnya, namun ada hawa gelap yang mulai dia rasakan… seperti bayangan yang mengintainya dari kejauhan.
---
Keesokan harinya, turnamen dilanjutkan.
Pertarungan demi pertarungan berlangsung, dan nama-nama besar mulai menunjukkan taringnya. Qian Yuwei membekukan lawannya hanya dengan satu gerakan. Lin Han mengalahkan dua peserta sekaligus dalam pertarungan khusus.
Lalu undian spiritual kembali berputar.
[Pertandingan Khusus: Lin Xieng vs Feng Mo dari Keluarga Lou]
Lin Xieng mengerutkan kening. Nama itu asing. Tapi saat pria bertubuh kurus dengan tatapan tajam dan hawa dingin naik ke panggung, Lin Xieng langsung merasakan bahaya.
Aura pria itu… tidak seperti kultivator biasa.
“Pertandingan dimulai!”
Feng Mo langsung menyerang tanpa peringatan. Tangannya menghitam, menciptakan cakar bayangan yang menyerap energi di sekelilingnya.
Lin Xieng berkelit, tapi pukulan itu hampir menyentuh wajahnya—lebih cepat dari yang dia perkirakan.
“Teknik penghisap energi... bukan dari keluarga Lou,” gumam Lin Xieng.
Serangan berikutnya datang lebih agresif. Lin Xieng dipaksa terus bergerak, dan pada satu titik, dia terhantam di bahu.
Bugh!
Tubuhnya terlempar dua langkah.
Penonton mulai resah.
“Lin Xieng terdesak…”
“Siapa itu Feng Mo sebenarnya?”
Lin Xieng berdiri. Darah menetes dari sudut bibirnya. Tapi matanya menatap tajam.
“Kalau kau bukan dari keluarga Lou… siapa kau sebenarnya?” tanyanya pelan.
Feng Mo menyeringai. “Sudah telat untuk tahu, karena kau akan mati hari ini.”
Bayangan hitam mengelilingi tubuh Feng Mo, berubah menjadi wujud iblis hitam besar. Aura kegelapan mulai memakan cahaya di sekitar arena.
Para tetua mulai berdiri panik. “Itu teknik terlarang! Dia bukan peserta resmi!”
Namun sebelum mereka sempat turun tangan, Lin Xieng sudah bergerak.
“Kalau begitu, aku tak akan menahan lagi…”
TINJU API — PUKULAN MERAH MEMBAKAR LANGIT!
Ledakan api bercampur cahaya emas menyapu arena, menabrak iblis bayangan Feng Mo secara langsung. Asap tebal memenuhi arena, dan dari dalamnya terdengar raungan kesakitan.
Saat asap menghilang, tubuh Feng Mo terkapar tak bergerak, jubahnya terbakar habis. Tanda hitam di punggungnya—lambang Sekte Darah Gelap—terlihat jelas.
Penonton terdiam.
Lalu… ribut.
“Dia… dia dari sekte sesat?!”
“Lin Xieng mengalahkannya sendirian?!”
Para tetua naik ke panggung. Lin Xieng hanya berkata satu hal.
“Jika ada yang ingin menyingkirkanku dari panggung ini, kirimkan saja lebih banyak... aku akan hadapi mereka satu per satu.”
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
narasi doang, membosankan