pernikahan yang amelia putri jalani bersama irfan hakim awalnya berjalan baik dan nampak harmonis meskipun masih belum mendapat restu dari ibu mertua, seiring berjalanya waktu usaha yang dirintis bersama sama secara perlahan mulai berkembang dan sukses dengan cepat.
setelah sukses irfan mulai berulah dengan kembali menjalin hubungan secara diam2 dengan mantan kekasihnya dan mendapat dukungan dari ibu tercinta.
siapa mantan kekasihnya irfan...?? bagaimana reaksi amelia setelah tau suaminya selingkuh...?? autor ikuti terus jalan ceritanya ya...!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KANS J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
007
" Bagaimana...?, " tanya andika.
" Sukses besar bos, semua rencana berjalan sesuai prediksi kita, irfan betul2 mendapatkan syok terapi, perusahaanya juga kacau balau seperti apa yang kita inginkan dan irfan akhirnya tumbang saat mengetahui nona amel hamil, meskipun tidak sampai dibawa kerumah sakit, " jelas rio lugas dan jelas.
" Bagus, untuk pelajaran di awal cukup lah itu dulu, pembalasan yang sesungguhnya nanti kita tunggu waktu yang tepat. "
' Tugasmu selanjutnya buatlah perusahaan bayangan yang khusus memberikan pinjaman yang tak terbatas untuk perusahaanya irfan, kamu usahakan supaya dia ngambil pinjaman dalam jumlah yang besar, bagaimana caranya nanti kamu atur bersama alex yang jelas rencana kita harus berhasil kalo tidak kalian berdua tanggung akibatnya, " ancam dika tegas.
Glek.... Rio menelan ludahnya saat mendengar ancaman bosnya yang tidak pernah main2 dalam setiap ucapanya.
" Baik bos, saya akan bicarakan bersama alex dulu, " jawab rio percaya diri meskipun ada rasa gugup sedikit dihatinya tapi tidak akan menunjukan didepan bosnya karena itu sama saja dengan bunuh diri.
" Kemana tu anak, dari tadi tidak kelihatan batang hidungnya, " tanya dika yang baru sadar tidak melihat salah satu tangan kananya.
" Saya disini bos, " jawab alex yang tiba2 muncul dengan senyum khasnya.
" Dari mana kamu, kenapa baru muncul...?. "
" Saya dari rumah sakit bos untuk melihat langsung keadaan bapaknya irfan," jawab alex apa adanya.
" Memangnya bapaknya irfan sakit apa..?."
" Serangan jantung bos, lebih tepatnya jantungnya kambuh secara tiba2."
" Apakah dia tau masalah perceraian anaknya sehingga membuat penyakit jantungnya kambuh...?, " tanya dika menduga duga.
" Saya pastikan tidak bos, beliau belum tau soal itu, justru yang membuat penyakit jantungnya kambuh itu istrinya sendiri, tapi lebih tepatnya apa saya masih kurang yakin, apa perlu saya selidiki bos...?," Jelas dan tanya alex bersamaan.
" Tidak perlu, itu tidak penting untuk kita setidaknya untuk sementara ini, lebih baik kamu bantu rio saja biar segera terealisasi rencana yang sudah kita susun, " jawab dika dengan tegas.
" Satu info lagi bos, saat ini assistennya irfan lagi melakukan pendekatan dengan perusahaan SABDA PERKASA meminta bantuan untuk memulihkan keuangan mereka."
" Oh yaaa... Bukankah perusahaan itu ada kerja sama dengan kita....?."
" Betul bos...!. "
" Kalo begitu temui CEO nya, katakan padanya untuk tidak melakukan hal2 yang akan merugikan perusaahannya sendiri, tapi kalau dia tetap keras kepala kamu tau kan apa yang harus kalian lakukan. "
" Siap bos...!."
\=\=\=\=\=\=\=\=
" Vio.... mami minta uangnya dong, mami pengen beli tas keluaran terbaru nih, takutnya keburu dibeli orang nanti masalahnya tas itu limited edition, " mami vio langsung minta uang saat telponnya diterima viona.
" Mami ini apa2an sih, nelpon bukanya tanya kabar anaknya bagaimana malah minta uang, " viona merasa kesal dengan kebiasaan maminya yang taunya cuma uang dan uang saja.
" Harrooo... Stop lebay deh, mami tidak tanya karena mami yakin kamu baik2 saja dan bahagia pastinya sekarang,makanya mami malas tanya2 itu lagi, buang2 waktu saja tau gak, nanti tolong transfer 300 juta ya mami mau pake shoping tapi ingat jangan kasih tau papi kamu kalo mami minta uang, ya udah ya mami tunggu transferannya tidak pake lama, tut. "
" Mam.. hallo.. hallo mam....!." Iiishh mami ini kebiasaan deh, nyebelin banget sih, boro2 mau transfer mau pake sendiri saja uang pas2an, omel viona sendirian, lagian irfan ini kemana sih dari tadi ditelpon tidak di angkat2, apa lagi bareng istrinya ya makanya tidak angkat telponku, siaaalll, mana tadi saya lupa minta uang lagi sebelum irfan pergi.
1 jam berlalu mami vio mulai uring2an sendiri karena transferan yang di tunggu2 tidak kunjung masuk, sedari tadi tinggal sibuk bolak balik melihat hp berharap ada notifikasi masuk tapi yang di tunggu2 tak kunjung datang, kurang ajar kemana anak itu, kenapa uangnya tidak ditransfer juga, tidak mungkin kan dia tidak punya uang secara suaminya pengusaha sukses, sial... gagal deh saya beli tas idaman setiap kaum hawa itu, gerutu mami sambil mengucapkan sumpah serapah untuk anaknya.
Kesal karena transferan yang diharapkan berujung sia2 mami vio memutuskan untuk jalan2 ke mall tanpa ada niat untuk belanja apapun disamping ingin menghilangkan rasa kesal dihatinya, memang tidak ada niat belanja dan kebetulan cuma pegang uang yang tidak seberapa jumlahnya.
" Hai jeng...mau beli tas juga ya...?, tapi maaf tas nya sudah kami beli tadi, nih lihat bagus kan tasnya, mewah dan elegan, sangat cocok dengan penampilan kami yang memang sangat anggun dan elegan, " ucap salah satu temanya yang terkenal dengan kesombongannya.
Siaaall... Kenapa harus ketemu dengan 2 ular ini sih, mana momentnya sangat tidak tepat lagi, gimana aku mau balas kesombongan mereka coba sedangkan uangku tidak sampai 20 juta di atm, sedangkan di tas cuma ada sekitar 5 jutaan saja, sial sial siaaal.. Semua ini gara2 viona anak tidak tau diri itu.
" Hallo jeng, kok malah melamun sih."
" Ti ti dak... Siapa yang melamun, " jawab mami vio agak gugup namun detik berikutnya sudah kembali bisa menguasai rasa gugup dengan mengangkat dagunya agar tetap kelihatan elegan di depan 2 pesaingnya.
" Dia melamun mungkin karena terpesona dengan penampilan kita berdua jeng, apa lagi kita kan habis beli tas yang di impikan banyak wanita di luar sana, sayang lho tasnya sudah habis, kalo jeng gita mau nanti saja belinya setelah edisi terbaru keluar itupun kalo jeng gita sanggup belinya hahaha... Yuk ah capek ngomong sama orang yang pura2 kaya pada hal aslinya miskin."
Mendapat penghinaan yang merendahkannya, mami vio hanya bisa menahan amarah sambil mengepalkan tanganya tanpa bisa membalas kelakuan ke 2 temanya, semua ini gara2 viona, kalo saja tadi transfer apa yang aku minta pasti aku bisa membungkam 2 mulut sombong itu.
\=\=\=\=\=\=\=
" Assalamualaikum bu, bagaimana keadaan ba... "
" Kamu itu dari mana saja sih fan, kenapa jam begini baru datang, ibu capek tau gak jagain bapakmu sendirian tidak ada teman, " cerocos melisa saat melihat putranya datang.
" Astagfirullah bu... bukanya jawab salam malah nyerocos gak jelas begitu, irfan baru bisa datang karena ada kerjaan lumayan banyak tadi, lagian kenapa ibu tidak minta ditemani bibik, " protes irfan yang tidak mau disalahkan.
" Bibik lagi sibuk dirumah banyak kerjaan yang harus dia selesaikan, lagian yang benar saja kamu, masa ibu mau ditemani bibi, apa kata orang nanti, bikin harga diri ibu jatuh saja. "
Irfan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, " trus keadaan bapak bagaimana bu, kenapa bisa kambuh jantungnya, bukannya 5 tahun terakhir ini aman2 saja. "
" Ibu juga tidak tau, karyawan toko yang nelpon ibu kalo bapakmu dilarikan kerumah sakit, " jawab melisa acuh tidak merasa kuatir sama sekali dengan keadaan suaminya.
" Jadi saat bapak dibawa ke rumah sakit posisi ibu lagi dimana...?. "
" Ibu lagi kumpul sama teman2 ibu, karena dapat telpon ya terpaksa ibu tinggalkan teman2 ibu."
Apa bapak tau tentang perceraianku dan pernikahanku dengan viona ya, karena kaget makanya jadi kambuh lagi jantungnya, ucap irfan dalam benaknya.
" Bu... Apa jantung bapak kambuh gara2 tau pernikahanku dengan viona ya...?? Atau karena bapak tau kalau amel menceraikan irfan...?, " tanya irfan hati2 dengan suara pelan takut bapaknya dengar.
" Enggaklah, tidak mungkin bapakmu tau, kan tidak ada yang kasih tau. "
" APAAAA....!."
" Bu... Pelankan suaranya nanti bapak bangun," tegur irfan,
" Tunggu dulu, barusan kamu bilang apa kamu diceraikan amel si wanita bodoh dan kampungan itu, dia berani ceraikan kamu..?, kapan sidangnya, kok ibu tidak tau..?. "
" Irfan juga tidak tau kapan pasti sidangnya bu, tapi saat irfan pulang pagi tadi irfan dapat salinan akta cerai kami, itu artinya prosesnya sudah selesai tinggal aku mengucapkan talak yang belum, " jawab irfan lesu.
" Ciiih... berani juga wanita bodoh itu, " ucap melisa dengan wajah jijik,
" Tapi dapat uang dari mana dia buat ngurus semua itu...?, "
" Heeeiii.... Kenapa wajahmu lesu begitu, apakah kamu sedih karena diceraikan wanita bodoh itu, bukanya kamu tidak mencintainya jadi buat apa kamu sedih, harusnya kamu itu bahagia lepas dari wanita bodoh itu. "
" Masalahnya amel pergi dalam keadaan hamil anaku bu, amel membawa pergi anaku yang masih ada dalam kandungannya, " jawab irfan merasa putus asa.
" Ha hamil.....!," beo melisa gagap, meskipun sempat kaget tapi detik berikutnya melisa langsung bisa menguasai kegagapannya dan kembali ke sifat angkuh dan sombongnya.
" Jadi wanita bodoh itu hamil, kirain mandul ternyata bisa hamil juga, tapi apa kamu yakin di hamil anakmu...?. "
" Kenapa tidak yakin...?, " tanya irfan balik.
" Apa yang buat saya tidak yakin kalau itu anaku, sementara aku tau kalo amel tidak pernah aneh2, justru aku yang punya kelakuan bejat sampai2 aku diceraikan begitu saja tanpa diberi kesempatan.
" Lagian apa ibu lupa saat dokter bilang kalo aku mengalami kehamilan simpatik, kalau seandainya anak yang dikandung amel itu bukan anaku, kenapa aku yang merasakan ngidam, apakah ibu tidak mikir sampai disitu, dan satu lagi ibu STOP panggil wanita bodoh, namanya amel bu bukan wanita bodoh, dan iyaaa wanita yang ibu anggap bodoh itu saat ini sedang mengandung anaku, cucunya ibu. "
Bu melisa hanya melengos saat mendegar omelan putranya tanpa ada niat untuk menanggapinya, lebih tepatnya apa yang di omongkan putranya hanya di anggap angin lalu saja.
Tanpa mereka sadari pak pram mendengar semua apa yang dikatakan putra dan istrinya, sebenarnya sudah bangun dari tadi hanya saja saat akan membuka mata malah mendengar hal yang sangat membuatnya terkejut, sehingga ia memutuskan untuk tetap ber pura2 tidur, meskipun dadanya terasa nyeri dan sakit ia berusaha untuk menahanya.
" Eeeuuhh.... to to tolong sakiiiit.."
Irfan reflek langsung menoleh ke arah sumber suara dan seketika matanya membulat sempurna saat melihat bapaknya meringis kesakitan sambil memegang dadanya.
" Astagfirullah bapak...., " Teriaknya panik langsung menekan tombol darurat yang tersedia.
Tidak lama dokter dan perawat datang langsung memeriksa keadaan pak pram dan alhamdulilah dan pak pram sudah kembali tenang.
" Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan pak, apakah kita bisa bicara diluar..., " minta dokter yang menangani pak pram.
" Oh bisa dokter mari silahkan keluar duluan, " jawab irfan sopan dan ramah, lalu keluar di ikuti bu melisa dan irfan.
" Apakah pasien tadi ada mendengar sesuatu yang membuatnya kaget dan syok, " tanya dokter.
Deg.....
Irfan dan melisa kaget dengan pertanyaan dokter.
.
" Saya minta untuk sementara jangan membahas sesuatu yang bisa membuat jantungnya bereaksi secara berlebihan, beruntung tadi masih bisa kami tolong, tapi jika itu terulang bisa berakibat fatal, jadi tolong diperhatikan ya pak, bu."
" Baik dok, terima kasih, " jawab irfan sambil menyalami sang dokter.
" Bu apakah tadi bapak ada mendengar apa yang kita bicarakan ya, " tanya irfan penasaran dan merasa kuatir.
" Bagaimana bisa bapakmu dengar, kamu kan lihat sendiri tadi bapakmu lagi tidur dengan nyenyak, jadi kamu tidak usah kuatir dan menyalahkan diri sendiri begitu, memang dasarnya bapakmu saja yang penyakitan, benar2 merepotkan, " jelas melisa sekaligus merasa kesal karena harus menghabiskan waktu dirumah sakit dan meninggalkan kesenangannya bersama teman2nya.
" Astagfirullah bu, kenapa ibu tega sekali bicara begitu, bapak itu suami ibu lho kalau ibu lupa, dan dia bapaku, " irfan protes dan merasa geram dengan kelakukan ibunya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
" Dona nanti kalo juan datang suruh langsung ketemu saya ya..."
" kak juan tadi sudah datang bos , cuma lagi ke pantry bikin kopi kayaknya, " jawab dona apa adanya.
" Oh ya sudah, nanti kalau sudah balik bilang dia.."
" Kak juan disuruh menghadap bos," teriak dona saat melihat juan baru akan meminum kopi yang dibuatnya, tanpa menjawab juan langsung masuk ke ruangan tuanya.
" Bos cari saya..."
" Bagaimana hasil penyelidikanmu, bukankah harusnya hari ini kamu sudah memberikan hasilnya, " tanya irfan tanpa basa basi.
" Ck tidak sabaran sekali gumam juan dengan wajah kesalnya."
" Tidak usah ngedumel, berikan saja laporan yang saya minta, apa yang kamu dapat, cepat tidak pake lama, " ucap irfan dengan wajah datar sambil menghubungi dona lewat interkom.
" dona tolong suruh OB belikan rujak pedas 2 bungkus, cepat...!. "
" Dugaan saya benar bos memang nyonya amel tidak bergerak sendiri tapi ada orang2 yang membantunya secara total, tapi sayangnya saya tidak bisa melacak orang2 yang sudah membantu nyonya amel, sepertinya mereka bukan orang2 sembarangan karena saya dan orang2ku tidak bisa mengakses apapun untuk mencari informasinya."
" Dan saya juga belum bisa melacak keberadaan nyonya amel, pada hal semua tempat sudah diperiksa termasuk bandara, pelabuhan dan juga terminal2 tapi hasilnya nihil, orang2ku sampe sekarang masih menyebar untuk mencari info sekecil apapun itu tentang nyonya amel, " jelas juan panjang lebar.
Irfan jadi termenung saat mendengar penjelasan dari assistennya, masih tidak habis pikir dan ber tanya2 dibenaknya, sampai sekarangpun rasanya masih tidak percaya kalau amel yang kelihatan hanya sebagai ibu rumah tangga pada unumnya bisa melakukan semua itu, siapa kira2 yang membantu amel, hingga apa yang aku lakukan tidak satupun yang terlewatkan olehnya, siapa sebenarnya amel, pasti ada sesuatu yang tidak aku ketahui, aku harus menyelidiki semuanya, pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dalam pikiranya dan semua belum ada yang mendapat jawaban.
Tok
Tok
Tok
" masuk....!. "
Ce'klek
Dona masuk membawa rujak yang dipesan bosnya, " ini bos rujaknya..."
" Terima kasih dona, silahkan lanjutkan pekerjaanmu.."
" Kamu masih ngidam...? " Tanya juan saat melihat bosnya makan rujak dengan lahap.
" Hmmm, seperti yang kamu lihat, oo iya tolong kamu lanjutkan penyelidikanmu dan kerahkan orang2mu untuk terus mencari keberadaan istriku,bagaimanapun caranya istriku harus ketemu, " minta irfan.
" MANTAN bos bukan istri lagi, MA NTAN....!, " Tekan juan dengan sengaja.
Tatapan nyalang langsung irfan berikan pada juan saat mendengar kata mantan, hatinya benar2 panas dan tidak terima dengan kenyataan yang ada.
" Secara hukum memang sudah jadi mantan tapi secara agama masih istriku karena aku belum mengucapkan talak, paham kamu jadi jangan sembarangan bicara, " tegas irfan.
Juan hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban
" Oke akan saya perintahkan segera ke orang2ku biar mereka segera bertindak, oo iya nanti saat makan siang ada janji temu dengan assisten CEO AP GROUP di cafe MAK NYUSS sesuai dengan apa yang bos mau."
" Kok assisten, bukannya saya minta ketemu langsung dengan CEONYA...?," tanya irfan bingung.
" Iyaa bos maunya begitu, tapi ternyata CEO AP GROUP merasa tidak perlu untuk ketemu langsung sama bos, tapi untuk menghargaimu sebagai gantinya ditunjuklah assistennya itu, saya tidak bisa melakukan apa2 dengan keputusan yang mereka ambil, " juan berusaha memberikan jawaban sekaligus penjelasan yang di rasa masuk akal.
BRAAAAKKK....irfan menggebrak meja kaca hingga hancur berantakan, wajahnya merah padam, rahangnya mengeras menahan amarah yang berkobar didadanya.
" KURANG AJAR, ini namanya penghinaan buat saya."
Waaah... Ada yang marah2 karena merasa terhina ya hahaha..., sampai mana rasa marahnya irfan akan bertahan ya kira2...?
Lalu bagaimana dengan penyelidikan juan, akankah berhasil dan menemukan titik terang...?
Dan sebenaranya amel kemana ya, kok tidak pernah muncul, penasaran ya....?
Ikuti saja terus alur ceritanya.
Alvaro harus tegas contoh kak Bayu dan keluarga
Di lanjut kak author