Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07 - Menerima
Mira pun mengajak Thalia untuk membeli es cream untuk di beri kan pada Gisel,sambil Suryo menjelaskan apa yang perlu di jelas kan.
"Tapi semua kembali pada nak Gisel, mau atau tidak menerima Putra Paman" Lanjut suryo lagi
Gisel pun terdiam sejenak dan melihat kedua orang tua nya dan terlihat hanya diam dan tersenyum.
"Mama dan papa pasti sudah tahu semua ini, pria yang akan di jodoh kan dengan ku adalah Duda beranak 1" Gumam Gisel dalam hati
"Bagaimana soal Thalia,apa dia yang menghubungi ku selama ini? " Tanya Gisel
"Soal thalia, ini hanya kebetulan, bukan karena kami sengaja membiar kan dia menghubungi nak gisel, dia sangat merindu kan Ibu nya, brams tidak sengaja memberi kan nomor nak Gisel kepada Thalia, nomor itu di beri kan oleh istri ku kepada brams agar brams bisa menjalani komunikasi dengan nak Gisel,tapi setelah kami tahu nak gisel tidak keberatan, jadi kami membiar kan nya, maaf jika dia menganggu kamu" Jelas suryo panjang kali lebar
"Oh tidak apa - apa Paman, saya tidak merasa di ganggu"jawab Gisel
Tiba - tiba datang lah Seorang pria gagah,tinggi dan tampan datang dan duduk di samping Suryo.
"Maaf saya telat" Kata Brams dengan suara maco nya
"Ah ini anak Paman" kata Suryo
"Hallo saya Brams" Mengulur kan tangan
"Gisel" berjabat tangan
Tidak berapa lama, Thalia pun datang dan duduk di samping Gisel.
"Mama, ini Es cream untuk mama" Kata Thalia memberi kan segelas es Cream
"Thalia, kesini" Kata Brams karena tidak enak menganggu Gisel
"Nggak mau, aku mau sama mama" Kata Thalia Cemberut
"Thalia...! " kata Brams sedikit menaikan Nada suara nya
"Sudah lah Mas, tidak apa - apa, biar kan dia di sini dengan ku"kata Gisel memotong perkataan Brams
"Terimakasih sayang" Balas Gisel ke Thalia, Thalia pun sangat senang bisa bertemu Gisel yang di kira adalah ibu kandung nya.
Mira, Suryo serta kedua orang tua Gisel pun tampak senang melihat Kedekatan Gisel dengan Thalia, sementara Brams melihat Lekat wajah Gisel yang berbicara dengan Thalia.
"Hemm, jadi bagaimana Nak Gisel? kami sangat ingin mendengar jawaban dari kamu"Tanya Suryo lagi
"Baik lah, aku menerima nya Paman" Balas Gisel tersenyum kecil sambil menatap sekali Thalia yang duduk di samping nya.
Semua pun tampak senang mendengar jawaban dari Gisel, sementara Brams hanya bersikap biasa saja.
Brams sejak kehilangan istri nya, sangat jarang tersenyum, hanya pada Thalia dan kedua orang tua nya saja brams tersenyum.
Ke hilangan istri tercinta, seperti merebut setengah senyuman dan kebahagiaan nya.
Setelah pertemuan selesai, Kedua orang tua Brams dan Gisel pun membicara kan hari pertunangan brams dan Gisel,Thalia pun tertidur di sofa karena kelelahan.
Sementara Brams dan Gisel Berjalan di taman yang ada di restoran itu,untuk mengenal satu sama lain.
"Kamu sudah tahu soal Thalia? " Tanya Brams
"Iya Sudah" Jawab Gisel tersenyum
"Apa tidak apa - apa? "Tanya Brams
"Tidak apa - apa Mas, aku juga sangat menyayangi Thalia, Thalia lah yang membuat tekad ku bulat untuk menerima perjodohan ini, aku ingin menjadi ibu yang dia rindu kan selama ini.
"Terimakasih " Balas Brams
"Kalau boleh tahu, dimana Mama nya Thalia? " Tanya Gisel
"Sudah meninggal saat melahir kan Thalia" Jawab Brams
"Maaf mas, aku tidak tahu" Kata Gisel merasa tidak enak
"Tidak apa - apa, kamu juga harus tahu kan soal ini" Balas brams
Bersambung