NovelToon NovelToon
Empire Strongest Knight

Empire Strongest Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Bawah Tanah dan Naga / Harem / Perperangan / Penyeberangan Dunia Lain / Epik Petualangan / Barat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aze07

•Disarankan untuk membaca setidaknya sampai ch.6 sebelum pindah ke novel lain!


Dua orang putri dari Kekaisaran Elgion telah lama terkenal karena mereka tidak pernah mendapatkan tunangan.

Untuk itu, tepat setelah hari kelulusan kedua nya, seorang Ksatria yang menyandang gelar terkuat dan tak terkalahkan - Zone Kursdizt - pun di beri tugas untuk mendidik keduanya agar dapat menemukan pasangan yang layak bagi keduanya oleh sang Permaisuri.

Sementara dirinya masih harus menjaga kondisi perang yang memanas di perbatasan Kekaisaran, Zone harus mengawasi kedua putri yang eksentrik.

Bagaimanakah kisah Zone sang Kesatria terkuat dalam menangani semua masalah yang datang mengancam kedamaian Kekaisaran? Yuk, ikutin terus novel ini!

#Karya orisinil ku sendiri. NO COPY DAN PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aze07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. Bebal atau jenius, mana yang lebih baik?(1)

Di sebuah tempat yang jauh, sangat jauh dari Kekaisaran, berdiri seorang pria berkulit hitam dan rambut putih setengah telanjang yang sedang berdiri di tengah dataran gosong. Pria itu melebarkan matanya sementara darah menutupi sosok nya. "Dia mati, kah..."

Meskipun dari jarak yang sangat jauh, pria itu dapat mengetahui bahwa salah satu bawahannya baru saja terbunuh. Namun, "Yah, tak apa. Jika dia gagal, maka... Aku mau tidak mau akan mengandalkan mereka." Kematian bawahan yang satu ini sebenarnya tak terlalu berarti bagi dirinya.

Ketika tetesan darah yang melumuri tubuhnya jatuh ke kolam darah yang terbentuk di bawah kaki nya, sosok pria itu telah menghilang dari tempat itu. Meninggalkan hanya tumpukan mayat dari berbagai jenis monster dan manusia di tempat itu.

***

"Hm? Tuan, anda bangun bahkan jauh lebih pagi dari biasanya...?" Saat Marie sedang mengumpulkan pakaian dan kain kotor yang perlu dicuci di saat matahari bahkan belum muncul dan sisi luar Mansion masih gelap, Marie melihat bahwa Zone sudah bangun disaat seperti ini walaupun biasanya Zone akan bangun sedikit lebih lama lagi, bahkan jika itu adalah hari kerja nya.

Untuk pertanyaan Marie, Zone menjawab sambil menggosok matanya dan sedikit merapikan rambut sehabis tidur nya. "Yah. Aku memiliki tugas baru mulai sekarang."

"Hmm..." Marie termenung, menatap sosok Zone. "Jadi, anda akan menjadi jauh lebih sibuk?"

Zone menggeleng, "Ksatria lain akan menggantikan ku untuk menjadi Ksatria pribadi Kaisar. Jadi, aku tidak akan sesibuk yang kamu pikirkan."

Melihat Marie, Zone menyimpulkan bahwa Marie mungkin mengkhawatirkan bahwa tuannya akan dibebankan dengan lebih banyak pekerjaan dan akan menghambatnya untuk pulang hingga menjadi jauh lebih lambat daripada biasanya. Setelah mendengar kata-kata Zone, Marie terlihat lebih lega dan kembali melanjutkan pekerjaan nya, lalu mulai memasak sarapan bagi Zone yang kembali dari latihan pedang dan lari hariannya.

"Aku berangkat," ucap Zone. Berjalan keluar rumah.

"Ya. Hati-hati, Tuan," balas Marie. Tersenyum dan mengantar keberangkatan tuannya di ambang gerbang pagar.

Terlepas dari keributan beberapa hari yang lalu dan segala macam masalah lain, sesi mengajar Zone untuk kedua putri yang dijadwalkan telah mengalami beberapa penundaan. Bahkan sang putri pertama, Lizzebeth, dilaporkan menghilang selama 3 hari penuh sebelum berhasil ditemukan satu minggu yang lalu. Hari ini, Zone akhirnya akan mulai melaksanakan tugas dari sang Permaisuri. Entah apa yang akan menantinya selama tugas ini, bahkan Zone sendiri tidak bisa yakin akan prospek masa depannya.

Menyusuri jalanan Ibukota yang ramai, Zone melangkahkan kaki nya menuju Istana kebanggaan Kekaisaran yang menjulang tinggi di bukit berbenteng berlapis-lapis yang berada di atas pulau kecil yang berada di tengah danau luas yang terbentuk di pusat kota.

Hal pertama yang Zone temui adalah sebuah gerbang kokoh setinggi lebih dari 5 meter yang terbuat dari campuran kayu putih dan logam yang telah dipoles dan dibentuk dengan sangat terampil hingga bahkan membuat gerbang itu sendiri bernilai seni.

Di kedua sisi gerbang, berjaga 3 orang ksatria masing-masing. Setelah menyadari kedatangan Zone, mereka semua membungkuk, lalu memberikan perintah pada para prajurit yang berjaga di atas benteng untuk memutar tuas untuk membuka gerbang. Dengan suara dentingan logam dan rantai, gerbang terbuka untuk Zone. Dengan itu, Zone pun melangkahkan kakinya ke istana putih indah yang telah lama menjadi tempatnya bekerja itu.

***

Di salah satu ruangan yang ada di istana, Lumina memasang wajah bosan sementara Lizzebeth tersenyum diatas kursi mereka masing-masing di dalam ruangan yang menyerupai ruang kelas. Dihadapan mereka, terlihat beberapa buku dan alat tulis berkualitas tinggi yang tentu mahal dengan sebuah meja hitam melengkung yang elegan sebagai alasnya.

Lumina mendecakkan lidahnya, membuat beberapa pelayan yang berjaga di sisi ruangan bergidik. "Kenapa aku harus belajar lagi tepat setelah aku lulus sebagai murid terbaik di seluruh Akademi?" gumam Lumina, kesal.

Suara Lumina kecil, namun masih menarik perhatian Lizzebeth. Gadis itu mengalihkan pandangannya kearah saudari kembarnya, melempar gumpalan kertas kearah nya.

"Untuk apa itu?!" Jelas, itu membuat Lumina semakin kesal. Memungut kembali gumpalan kertas yang Lizzebeth lempar kearahnya, Lumina melempar balik hal itu.

Namun, "Jangan membuat keributan, Lumina." Lizzebeth berhasil dengan mudah menangkap gumpalan kertas itu diantara jarinya. Lizzebeth tersenyum, mengatakan hal yang sangat tidak pantas dia ucapkan sebagai orang pertama yang bermain-main.

"Berisik, sialan!" Lumina memukul tinju nya ke atas meja. "MMMMRRRRRGGG!!" Wajah Lumina memerah pada saat dia berusaha keras untuk menahan amarahnya.

Mengawasi semua interaksi yang terjadi didalam ruangan, para pelayan hanya bisa menyembunyikan perasaan mereka yang sesungguhnya dan tersenyum atas tingkah laku tuan mereka yang konyol.

Pada saat itu, pintu masuk ruangan pun terbuka. Zone berjalan masuk kedalam ruangan, berjalan ke tengah ruangan, membungkuk, lalu mulai memperkenalkan dirinya sendiri. "Salam kenal, Tuan putri pertama, Nona Lizzebeth, dan Tuan putri kedua, Nona Lumina. Saya adalah ksatria yang telah dipilih oleh Sang Permaisuri untuk mendidik kalian sebelum kalian mulai mencari calon suami yang layak."

Dia adalah ksatria yang waktu itu.

Satu hal yang terpikirkan oleh putri kembar ketika melihat Zone adalah sosok ksatria yang telah menangani si penculik di insiden penculikan Lizzebeth sebelumnya.

Sementara Lumina dan Lizzebeth mendengarkan dalam diam, Zone melanjutkan. "Saya tidak yakin apakah saya mampu untuk memenuhi tugas penting ini atau tidak, tetapi, karena Sang Permaisuri, Nyonya Amertha telah menugaskan saya, maka saya akan melakukannya dengan cara saya."

"Pertama, yang terpenting, tentunya, adalah praktek!" Zone mengucapkan: "Ini harus dilakukan untuk mengukur kemampuan serta pengetahuan kalian." lalu, sejak hari itu, dimulailah pelatihan tuan putri kembar dibawah bimbingan ksatria terkuat kekaisaran. Pelatihan fisik seperti bela diri, pedang, menari serta etika, dan penguasaan senjata-senjata lain, hingga pelatihan akademik dan kecerdasan seperti aritmatika, pengetahuan umum, taktik perang, tata prilaku seorang Istri yang baik, hingga masalah yang serius seperti pemahaman geografis dan sihir diajarkan oleh Zone.

Pada awalnya, putri kembar telah terlihat mengikuti pelajaran dengan sangat giat dan tekun mengingat Zone melakukan ini atas perintah Ibu mereka - Amertha. Namun, setelah satu bulan berlalu, pemberontakan mulai tumbuh dari dalam diri putri kembar ini.

"Nona Lizzebeth, perhatikan pelajaran nya dengan benar."

"Baik~"

Zone menegur Lizzebeth, tetapi sebagai tanggapan, Lizzebeth hanya menjawab dengan enteng sebelum hanya tersenyum dengan wajah kosong seolah jiwanya bahkan telah hilang.

Pada awalnya, Zone mengira Lizzebeth adalah seorang putri yang tenang dan anggun dengan senyum lembut yang selalu terpampang diwajahnya. Zone bahkan mulai melihat citra diri Amertha di dalam dirinya.

Aku tidak tau apa yang dia pikirkan. Namun, setelah mengajar nya selama 1 bulan penuh dan telah cukup mengenal nya, itu lah kesan Zone atas Lizzebeth.

Disisi lain, Lumina...

"Nona Lumina, tolong dengarkan penjelasan saya dengan lebih serius."

"Untuk apa? Memangnya apa gunanya diriku mendengarkan semua yang sudah aku ketahui? Lebih baik aku menulis novel daripada membuang waktuku dengan mendengarkan mu!"

Si jenius ini sudah menemukan bahwa apa yang Zone ajarkan tak lebih dari apa yang telah ia ketahui, seperti halnya guru-gurunya di Akademi. Jadi, daripada mengikuti pelajaran Zone, Lumina menilai bahwa melanjutkan hobinya - menulis novel - jauh lebih penting.

Dihadapan keduanya, Zone tidak dapat menahan diri untuk menghela napas. Melihat kesulitan yang Zone alami, para pelayan yang berjaga hanya bisa berempati pada Zone, meski tak dapat menawarkan bantuan.

Apa yang harus kulakukan...

Setelah satu bulan sejak hari pertama tugas baru nya, Zone mengalami kesulitan dalam menangani kembar yang sangat berlawanan sifat ini. Disisi lain, Zone juga menjadi sedikit mengerti dengan alasan mengapa keduanya tidak pernah berhasil mendapatkan pasangan bagi mereka sampai saat ini.

1
Mr. Wilhelm
Tapi blum disebutin pengalaman sama sesama jenisnya? keknya 100 yak /Chuckle/
Mr. Wilhelm
Oalah akademi toh, kukira sistem Ward
Mr. Wilhelm
Kek Ward gtu yak istilahnya klw di Europe
Mr. Wilhelm
Itu karena kau MC bambang /Chuckle/
Mr. Wilhelm
Minusnya keluarga Kaisar bnyak bnget itu keknya jdi menurun yak ke spesialan mereka? 🤔
Mr. Wilhelm
Masih kalah sama Genghis Khan /Chuckle/
Mr. Wilhelm
Selir kali yak?
AZE: Para kesatria nya mah bukan. Ada yang lain selain Amertha
total 1 replies
Mr. Wilhelm
ini knapa paragrafnya di tengah Thor? 🤔
AZE: Kek nya gak deh, cuma ada '...' aja
total 2 replies
Mr. Wilhelm
Itu namanya mutasi keknya /Chuckle/
Mr. Wilhelm
klw aku nyebutnya caravan aja sih walaupun banyak reader yg gtw artinya /Sweat/
AZE: Bukannya caravan mah bahasa inggris ya? Karavan aja gitu, klo indo?
total 1 replies
Mr. Wilhelm
kata sosoknya hapus aja mnurutku
Mr. Wilhelm
'Kondisi kota tersebut cukup memprihatinkan karena peperangan.'
AZE: Banyak kata tak efektif ya?
total 1 replies
Mr. Wilhelm
'Aku akan memilih untuk kembali untuk saat ini' koreksi > "Aku akan memilih kembali untuk saat ini.
Gatot Suharyono
bukan polis putri pertama itu, tapi tolol !
Mr. Wilhelm
Harus revisi ya keknya sama beberapa diksi yg kurang pas
AZE: Bab pertama. Biasalah, memang biasa jelek dulu sebelum di tulis ulang
total 1 replies
Nameless
Apalah MC nya otak otot wkwk, yang di ajarin hampir semuanya tentang pertarungan🤣👍
AZE: Namanya Kesatria, disuruh ngajar, ya tentu dipikir pertama adalah tentang gulud-bergulud /Joyful/
total 1 replies
Nameless
lizeee astaga🤣 kelakuan nya..
AZE: Aku yang nulis pun selalu ngakak di scene ini, wkwkwk
total 1 replies
Nameless
Cinta buta.. putri kekaisaran pun di gas keren bos
Nameless
Hum... jadi bisa di bilang putri pertama ini cerdas dan pandai membaca situasi yak.. karena tau dia ga bisa di selamatin, dia milih tetep tenang buat ngehadapin hal selanjutnya.. baiklah baiklah
Nameless
pria otak otot ternyatah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!