Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 7 - Sekte Gerbang Kematian
"Tuan Yu, saya mengantarkan orang untuk anda." Ucap Penjaga kepada ketua cabang paviliun seribu bambu.
Ketua cabang paviliun yang sedari tadi menulis berbagai dokumen seketika menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah Lu Ming dan patriak sekte Guangling.
"Saudara San, lama sekali anda tidak berkunjung kepaviliun ini." Ucap ketua Yu yang melihat teman lamanya.
"Hahaha... Akhir- akhir ini aku sangat sibuk akan urusan sekte yang begitu banyak, dan tidak sempat mampir kesini." Ujar Guang San atau patriak sekte Pedang Guangling.
"Hmm... Sejak gurumu menghilang kau orang yang dulunya pemalas menjadi orang yang sibuk." Ujar Ketua Yu.
"Yah, guru tidak bertanggung jawab itu memang menyebalkan, bisa-bisanya dia menyerahkan sektenya kepadaku." Ucap Guang San.
"Oh, iya... Tujuanku kemari adalah mengantarkan temanku yang ingin melelang Barang." Ucap GuangSan.
"Hmmm... Jadi apa yang akan teman anda lelang." Tanya ketua Yu.
"Tuan Yu, panggil saja aku Lu Ming... Aku disini akan melelang beberapa kendi air spiritual." Ucap Lu Ming Santai
"Apa...! air spiritual."Mendengar itu keduanya terkejut.
air spiritual di daratan ini sangat langka, bahkan jika ada air spiritual itu akan dibandrol dengan harga yang sangat mahal.
Air spiritual bagi kultivator sangat penting karena dengan meminum atau mandi dengan air spiritual dapat meningkatkan kekuatan tubuh dan bahkan dapat memperlancar peredaran Qi kearah Dantian, selain itu air spiritual juga sangat penting bagi alkimia karena bahan utama obat untuk menerobos harus menggunakan air spiritual.
5 kendi air spiritual terletak dengan rapi dilantai.
"Ini... Tuan bagaimana jika anda tidak usah melelangnya, biar saya yang saja yang membelinya." Ucap ketua Yu menyarankan.
"Emm... Sebenarnya aku tidak masalah jika tuan membelinya, tapi aku ingin tuan memberikanku 1000 koin emas, dan sisanya tuan berikan bahan obat yang ada didaftar bahan obat ini." Ujar Lu Ming menyodorkan kertas yang berisi bahan obat.
Ketua Yu melihat itu bersemangat, tapi juga agak berat karena bahan obat yang dimaksud Lu Ming adalah bahan obat yang sangat langka.
Paviliun ini memang memiliki beberapa bahan obat yang berada didalam daftar, tapi ada 2 bahan obat yang tidak ada didalam paviliun, dan bahkan ketua Yu terlihat asing dengan 2 nama bahan obat itu.
"Tuan Lu, paviliun kami memiliki 5 obat didalam daftar, tapi 2 bahan obat lainya paviliun kami tidak memilikinya." Ujar Ketua Yu.
"Emmm.... baiklah, aku akan menerima 5 bahan obat itu, dan sisanya aku akan mencarinya sendiri." Ujar Lu Ming menyetujuinya.
"Kalau begitu kalian berdua tunggu sebentar, saya akan ambilkan uang dan bahan obatnya terlebih dahulu." ketua Yu lalu masuk kedalam, sementara itu Lu Ming dan ketua Yu menunggu diruangan ketua Yu.
Beberapa saat menunggu, Panutua Yu membawa kotak brokat dan juga sekantong koin emas sebanyak 5000 koin emas.
"Tuan Yu bukankah aku mengatakan hanya 1000 koin emas saja." Ucap Lu Ming.
"Tuan Lu, itu karena kami hanya memiliki 5 bahan obat jadi kami menambah beberapa koin emas, lagi pula itu hanya beberapa Koin emas, sedangkan air spiritual itu lebih berharga dari beberapa koin emas itu.' Ujar Ketua Yu.
"Baiklah, kalau begitu terima kasih atas negosiasinya, kami akan pergi dulu." Ujar Lu Ming berterimakasih.
"Tunggu tuan, karena tuan adalah tamu spesial, Tuan harap terima token emas ini, dengan token emas ini tuan bisa menjadi tamu VIP di semua paviliun seribu bambu." Ujar Ketua Yu memberikan sebuah token berwarna emas dengan logo paviliun seribu bambu.
"Baiklah, karena tuan Yu memaksa maka aku akan mengambilnya." Ujar Lu Ming menerima token emas itu.
Setelah itu mereka keluar dari paviliun dan segera kembali menuju sekte.
"Tuan Lu, apakah anda benar-benar tidak ingin menjadi wakil ketua sekte." Tanya Guang San.
"Patriak San, aku benar-benar tidak bisa menjadi wakil ketua sekte, dan juga tidak mau, lagi pula menjadi tukang sapu itu menyenangkan."Ucap Lu Ming dengan tegas.
Saat keduanya sedang berbincang-bincang tiba-tiba saja sang kusir menghentikan keretanya.
"Tuan, ada banyak orang yang mengepung kita." Ujar sang kusir dengan panik.
Guang San dan Lu Ming keluar dari kereta kuda, mereka melihat puluhan orang sedang berdiri menghalangi jalan.
"Merek bukan manusia, mereka adalah roh yang dikendalikan." Ujar Lu Ming.
"Benar, mereka adalah roh, tapi kenapa roh seperti mereka menghentikan jalan kita." Ucap Guang San sedikit bingung.
"Tentu saja mereka ada yang mengendalikannya, mungkin kau memiliki musuh yang dapat mengendalikan Jiwa yang mati." Ujar Lu Ming.
"Emm. Sebenarnya ada satu musuh yang memiliki teknik roh, mereka adalah sekte gerbang kematian."Ujar Guang San mengingatnya.
"Bisakah patriak jelaskan seperti apa sekte gerbang kematian itu." tanya Lu Ming.
"Sekte gerbang kematian adalah sekte sesat yang selama ini berdiri dengan cara mengumpulkan banyak roh, entah apa yang mereka lakukan dengan roh-roh itu, tapi yang jelas hal yang mereka lakukan sangat kejam, karena dengan mengumpulkan setiap roh maka itu akan menunda siklus reinkarnasi." Jelas Guan San.
Beberapa saat kemudian roh-roh yang terdiam ditempatnya tiba-tiba berteriak melengking dan mulai menyerang kearah Guang San dan Lu Ming.
"Tuan Lu biar aku saja yang memusnahkan mereka." Ujar Guang San yang berdiri didepan Lu Ming.
"Jangan, jika kau memusnahkannya sama saja kau menghancurkan kesempatan reinkarnasi pada semua orang ini." Ujar Lu Ming menghentikan tindakan dari Guang San yang malah akan memperburuk keadaan.
Guang San mengangguk dan mundur.
Sementara itu Lu Ming terdiam dan hanya melambaikan jarinya, seketika sebuah cahaya putih terang bersinar dengan indah.
Ketika cahaya itu menyinari para Roh, Roh itu seketika terbebas dari belenggu tahanan. Mereka semua terlihat tersenyum dan melambaikan tangan transparan mereka sebagai tanda terima kasih pada Lu Ming karena telah menyelamatkan mereka.
"Sekarang kalian bisa bereinkarnasi dengan tenang." Ujar Lu Ming menatap para roh yang menghilang.
Ketika para roh menghilang terdengar suara langkah kaki, yang tak jauh dari mereka berdiri.
Mereka mengenakan jubah Hitam, dan berjumlah 4 orang.
"Kalian berani sekali membebaskan roh milik kami, apakah kalian tidak tahu siapa kami." Ujar pemimpin orang berjubah hitam.
"Tentu saja aku tahu , tapi aku tidak peduli." Ujar Lu Ming menyeringai.
"Sialan, apakah kau meremehkan sekte gerbang kematian kami, semua maju dan mari kita ambil dan siksa jiwa orang ini." Ujar Pemimpin berjubah Hitam.
Mereka semua kemudian menyerang kearah Lu Ming dengan menggunakan lonceng pengikis roh yang biasanya digunakan untuk merusak roh manusia.
Tapi walau bagaimanapun Lu Ming dalah seorang dewa dan kekuatan spiritualnya sudah berada ditingkat tinggi, jadi Lonceng itu sama sekali tidak mempengaruhinya.
Lu Ming kemudian mengangkat jarinya dan dalam sekejap mata mereka semua mati dengan kepala yang terputus menjadi dua.
.......
(Maaf hari ini satu dulu, author cpke banget soalnya.)
BERSAMBUNG
ceritanya pendek²