NovelToon NovelToon
I Dead And Was Reincarnated As A Young Princess

I Dead And Was Reincarnated As A Young Princess

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Akademi Sihir / Romansa / Penyeberangan Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

[Tidak lanjut]

Asano Yuji, tiba-tiba meninggal karena kesalahan teknis Dewa. Sebagai permintaan maaf Dewa memberikannya kesempatan untuk reinkarnasi dan hidup kembali, tapi....

"Kenapa aku berada di tubuh seorang putri kerajaan? Apakah Dewa mempermainkanku."

Bagaimana hidupku setelah ini? Aku laki-laki lo! Kenapa aku malah menjadi perempuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7. Saatnya menunjukkan kekuatanku

"Jadi apa kamu tahu di mana keberadaan teman-temanku, dasar orang gila?"

Aku menanyakan ini kepada Rosward, namun sekali lagi dia malah terlihat kenikmatan.

Serius, ada juga manusia seperti ini..

Pupil mataku mengecil tanpa sadar aku menatap jijik ke Rosward, reaksi ini sangatlah wajar karena dia adalah orang sakit.

"Ah~ hinaan dan tatapan dari Nona Alice sungguh luar biasa!"

Kedua bahuku terkejut dan melompat. Jujur saja ini adalah hal paling gila yang pernah kualami, Rosward sebenarnya apa hubungan Alice dengan dia? Apakah pelayanan dan tuan.

Jika dari sudut pandangku. Rosward terlihat seperti seorang pelayan yang patuh ke tuanya, dan aku yakin hubungan mereka baik. Tapi... Jika sifat si pelayanan seperti ini..

Aku jadi cukup iba dengan Alice..

Anda menjijikkan mati!

Aku ingin berkata demikian, tapi aku yakin orang gila ini malah akan semakin terangsang, jadi aku memutuskan untuk membatin di hati.

Dan dia seperti bisa membaca pikiranku, wajahnya tersenyum. Mungkin dia menyadari apa yang kupikirkan dari ekpresiku.

"Nona Alice, sebagai hadiah tolong pukul aku-"

Brak

Aku memukul dia dengan sangat keras. Ini adalah cara melindungi diri, ini tidak seperti aku melakukan hal yang dia mau.

Si gila ini baru saja melompat ke arahku jadi sebagai perlindungan diri aku memukulnya.

masokisstis seperti dia pasti malah senang.

Itulah yang kupikirkan jadi aku tidak peduli dengan kondisinya.

"Aku bisa mati dengan terhormat~" Dia tersenyum seperti ini adalah hal terbaik.

Itu benar matilah...

...****...

"Teman-teman Nona Alice berada di tempat latihan sihir."

Seorang yang berkata seperti ini tidak lain adalah Rosward. Rambut hitam lebatnya terlihat panjang, memancarkan kerapian serta ketenangan, mata hijau miliknya berbinar saat berbicara denganku.

Rosward sebenarnya adalah orang yang memiliki wajah cukup bagus, jika sifatnya tidak gila seperti itu.

Setelah selesai dengan candaan tadi kami kembali ke topik semula.

"Jadi di mana tempat itu?"

Aku masih menunjukkan ekpresi perlawanan, apapun itu dia adalah orang mesum. Aku sebisa mungkin tidak mau mendekati dia.

"Ah~ aku suka tatapan itu... Kembali ke topik, Nona bisa ikuti saya."

Dia baru saja mendesah kenikmatan. Dasar mesum. Tidak lebih tepat jika dibilang gila.

Aku mau tidak mau mengikuti langkah Rosward yang memanduku.

Dan setelah melangkah beberapa menit akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

Tempat dengan sangat luas bahkan cukup untuk dimasukkan ratusan orang. Dinding di tempat ini sangatlah tebal, berwarna keputihan.

Ruangan kokoh ini hanya akan digunakan untuk sekitar puluhan orang. Selain luas dan kuat, ruangan ini beneran tidak memiliki apapun.

Tempat yang cocok untuk tes sihir yang dimana akan membuat bangunan hancur.

"Kita sudah sampai Nona Alice."

"Hmm~ Terima kasih, Rosward."

Aku masih tahu diri, jika dibantu aku akan tersenyum dan berterima kasih, namun Rosward malah berdesis kesal dan menatap tajam ke arahku. Seperti tidak senang akan sikap ramah ini.

Aku makin sadar bahwa dia M sejati.

"... Untuk seukuran babi sepertimu ini lumayan! terima kasih."

Aku menyadari ketidak puasan pelayananku. Sebagai tuan yang baik tentu aku akan memberikan apa yang dia mau.

"Dengan senang hati~" Dia menundukkan kepala dan kegirangan.

Seperti dugaan hinaan dan tatapan sinis adalah hadiah bagi Rosward.

Sudah kuduga, dia orang gila..

Mengabaikan orang gila yang memerah karena hinaan aku menuju ke Liana yang berkumpul dengan anak-anak lain.

Dia terlihat berbicara dengan Alex.

Menyadari keberadaanku mereka berdua menoleh. Liana tersenyum, namun Alex menjadi gugup dengan cepat.

"Apa yang kamu lakukan dari tadi? Aku takut jika sesuatu terjadi!"

Yang bertanya seperti ini adalah Liana dia mengembungkan pipi, cemberut.

"Hei! K-kenapa bisa-bisanya kamu terlambat untuk masuk? Kamu memalukan."

Alex mencoba mengejek, namun cara omongan dia yang gugup mengundang tawa di hatiku. Aku hanya menerima ucapan Alex dan tersenyum ke arahnya.

"... Apaan dengan senyuman sok imut itu!? Apakah kamu ingin berkelahi?"

Cih dasar bocah. Apa dia tidak sadar bahwa aku terlambat masuk kelas karena dia?

"Sudah-sudah, jangan bertengkar!" Liana menjadi penengah kami.

"Maaf, aku tadi memiliki beberapa alasan."

Pertama aku harus mengurus si M itu dan bocah di sampingmu... Yah, aku tidak bisa mengatakan hal seperti itu.

"Dari pada itu... Alice dengar." Liana mulai membiasakan sesuatu. "Kamu-"

Belum selesai bicara ucapan Liana terpotong.

"Oi! Kamu Alice, kan? Beraninya kamu bolos hampir setengah jam pelajaranku... Meskipun kamu anak raja Aron. Tidak ada belas kasih di sini!" Ini adalah ucapan Lisa. Dia guru dengan rambut coklat dan mata ungu.

Alex seperti kesal dengan umpanan Lisa dan ingin mengatakan sesuatu, tapi bahkan tidak perlu bantuannya aku sudah bisa mengatakan apa yang seharusnya.

"Mohon maaf atas kelalaian saya. Saya tidak akan mengelak atas perbuatan kecerobohan yang telah saya alami dan sebagai permintaan maaf, Bu Lisa bisa menghukum saya sesuka hati... kecerobohan yang telah terjadi sungguh hal memalukan. saya Alice, siap menerima hukuman apa saja."

Aku sedikit mengangkat rok panjangku dan menundukkan kepala. Sama seperti yang kulakukan di depan Rosward, ini adalah kehormatan yang baru saja kupelajari di satu minggu ini.

Walaupun belum sempurna, tapi setidaknya bisa membuat wibawaku naik.

Dengan sikap dewasa ini Alex terdiam dan entah kenapa Liana makin menatapku dengan kagum.

"... Baiklah, hukuman dariku adalah coba keluarkan sihir apapun yang bisa kamu lakukan."

"Tapi Bu untuk mengeluarkan sihir diperlukan umur sekitar 13 tahun ke atas. Kita baru saja memproduksi mana di tubuh, jadi itu adalah hal mustahil!" Liana membantah.

Di dunia ini sihir baru bisa digunakan untuk orang umuran 13 tahun keatas. Sedangkan diumurku sekarang 10 tahun baru saja memproduksi mana di tubuhnya. Maka dari itulah sekolah dimulai sejak 10 tahun, untuk belajar teori sebelum umur 13 tahun.

"Tidak ada penolakan! Dia bilang menerima hukuman apapun, jadi biarkan dia melakukan apa yang kumau!"

Bersamaan dengan tegasan ini para siswa menjadi panik serta menatap ke arahku.

Ini adalah hal mustahil yang dilakukan. Kemungkinan besar Bu Lisa sengaja melakukan hukuman ini agar bisa mempermalukan dan membuat alasan untuk mengeluarkanku.

"Dan Alice, bila kamu gagal kamu akan keluar!"

Sesuai dugaan..

Tapi ini menjadi makin menarik. "baik, akan saya lakukan sesuai perintah."

Aku mengangkat posisi menunduk ini dan berjalan ke depan para siswa hendak menunjukkan kemampuan yang kumiliki.

Dengan tekad yang kutunjukkan berhasil mengundang senyuman di wajah Bu Lisa.

"Yosh lakukan!"

Aku menghirup napas dan merentangkan tangan ke depan, menujuk ke dinding putih yang kokoh itu.

Saat aku melakukan ini terdengar bisikan yang mengkhawatirkanku bila gagal.

Tapi aku pasti berhasil, meskipun ini pertama kali aku menggunakan sihir dan bahkan tidak belum belajar apapun.

Mataku perlahan tertutup. Jika di Anime aku hanya perlu membayangkan apapun itu dan terjadilah.

Ketika selesai dengan pikiranku. Ruangan sekitar menjadi dingin, udara mengitari aku yang sedang fokus. semakin lama udara itu semakin kencang.

Rambut silverku bergoyang dengan udara kencang ini.

Saat aku menaikan tingkat konsentrasi, aku dapat merasakan sesuatu mengalir dari tubuh melalui tanganku.

Terdengar beberapa suara yang menandakan kekaguman, sedangkan Bu Lisa tidak mengatakan apapun.

Perlahan aku membuka mata.

"Keluarlah apapun itu.."

Sebuah energi berwarna biru meluncur dengan kecepatan luar biasa mengenai dinding kokoh dan membuat dinding tersebut bolong untuk ukuran orang dewasa.

Aku menatap tanganku, terkejut dengan yang baru saja terjadi. Namun keterkejutan itu terganti akan senyuman.

Aku berhasil...

1
Zifa
ini nggak di lanjutin ya?
Manusia Biasa: udah lama gak up kak, author sibuk Ama kerjaan real life😫🤣
total 1 replies
theta
novel tmat bru ku baca/Sob//Sob/
Made In Earth
kaka sori ganggu ka kenal akun renfiansyah yang tulis cerita ini? aku lagi nyari orangnya di real life karena dia plagiat ceritaku dan mau bawa ke pengadilan sama penerbitku. kaka bakal dikasih imbalan sejumlah uang kalo kasi tau identitas pribadinya
Riru Saya hebat
kapan lanjut lagi bang
Made In Earth: dia ga bisa nulis. bisanya plagiat
total 1 replies
M.H.Najah
kan elo yang bikin bngst 😂
Vladimir Stella
Bang, kapan update?
Made In Earth: dia gak bisa nulis, bisanya plagiat ceritaku
total 2 replies
Ariel
ini nyatanya sih di dunia kita juga
bikin deg degan
Silsilia Von Angstam
Menurut saya, ini benar-benar novel yang luar biasa dan sesuai dengan selera membaca saya. Namun, sayang sekali, masih ada beberapa kesalahan dalam penulisan kata. Menurut saya pribadi, komunikasi antar karakter harus dibuat lebih nyata dan mudah dipahami bagi pembaca. Jujur, bagi orang seperti saya yang tidak terlalu suka membaca dialog yang terasa kaku dan kadang berbelit-belit, menjadi salah satu hal yang membuat saya merasa kurang tertarik dalam membaca. Ini bukan berarti saya mengejek, ya, Thor. Jujur, saya sangat menyukai kisah novel ini. Namun, karena beberapa hal yang disebutkan di atas, minat membaca saya turun. Untuk sisanya, menurutku novel ini benar-benar bagus, terutama dalam pendeskripsian karakter. Saya juga sangat memuji Anda, yang menyiapkan ilustrasi fisik karakter, yang membuat pembaca merasa lebih enak saat membayangkan setiap adegan di dalam novel. Semangat, Thor! Teruslah menghasilkan karya yang menakjubkan!"
Silsilia Von Angstam: Sama-sama. Semangat ya, ngetiknya☺
total 2 replies
Silsilia Von Angstam
Novelnya mantap Thor! Semangat selalu ya
Manusia Biasa: makasih kak
total 1 replies
Isekai Reality
Awokwok harapan palsu
ANONIM
p
Tanata✨
setuju thor👍
Tanata✨
wkwkkw🤣🤣 selamat sebentar lagi anda akan menjadi perempuan tulen
Tanata✨
"deakat" -> "dekat"
Tanata✨
"sebagi" -> "sebagai"
Tanata✨
bocil semua ternyata🤣
Tanata✨: bagus bagus aja sih😆
total 2 replies
Mas Petrok
Wong setres, padahal dia juga bisa cium wanginya sendiri
Mas Petrok
Tanda petik duanya cukup satu aja bang, gak usah dua (mungkin?)
Mas Petrok
"Lama, dasar bodoh"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!