Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aturan Main
"Pernikahan kurang dari seminggu lagi akan di laksanakan, sebaiknya kita perjelas aturan pernikahan kita!" kata Ares yang kini sedang melakukan pertemuan dengan Queen.
Hari ini adalah peremuan mereka setelah pertemuan pada malam itu di rumah Queen, meskipun pernikahan mereka hanya tinggal menghitung hari, mereka tidak pernah merasa khawatir apalagi sibuk seperti calon-calon mempelai pada umumnya, karena semua keperluan sudah diurus oleh wedding organizer dengan arahan kedua orang tua mereka, sementara mereka hanya perlu duduk manis i pelaminan saat hari H.
"Cih, pernikahan kita? Pernikahan para orangtua kita kali, mereka yang heboh sendiri tiap hari ngurusin acara pernikahan spektakuler." decih Queen.
"Iya,,, apapun itu tapi kita tetep harus memperjelas hubungan kita, meski status kita nanti sudah suami istri tapi itu hanya di atas kertas saja, bagaimana?" Ares menyodorkan selembar kertas berisi deretan tulisan dengan judul 'ATURAN MAIN'.
Ada beberpa point yang Ares tuliskan di atas kertas itu, diantaranya, tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing pasangan, tidak tidur satu ranjang dan tidak ada physical touch kecuali alasan tertentu, dan masih banyak lagi, mungkin totalnya ada sekitar 20 point.
"Wait,,, tidak tidur satu ranjang dan tidak ada physical touch kecuali alasan tertentu agak ganjal nih, alasan tertentu apa maksudnya?" protes Queen.
"Maksudnya jika ada orang tua kita, sebaiknya kita berpura-pura menjadi suami istri normal, gitu." terang Ares.
"Ah, lagian,,, apa mungkin orang tua kita ikut tidur satu kamar dengan kita, ambigu nih aturan!" kesal Queen.
"Eh,, kau itu bukan tipe ku, jadi gak usah ke pedean kau bakal aku apa-apain!" ujar Ares yang langsung mendapat pelototan dari Queen.
Mereka juga sepakat setelah menikah akan tinggal di apartemen milik Ares, meski sebelumnya Queen sempat protes karena dia ingin tetap tinggal di rumah orang tuanya, namun setelah Ares menjelaskan jika akan rentan sandiwara mereka tercium jika tinggal bersama orang tua, Queen akhirnya setuju, lagi pula dengan tinggal di apartemen milik Ares juga akan meminimalisir drama pura-pura pasangan mereka.
"Oke deal! Berarti maksimal setengah tahun kita harus mulai mencari alasan bagaimana caranya kita bercerai, aku setuju." kata Queen menanda tangani surat perjanjian 'aturan main' yang di buat oleh Ares.
"Oh iya, ada satu lagi yang sepertinya lupa aku tulis di sana, kita memang bebas untuk tetap berhubungan dengan kekasih kita masing-masing, tapi dilarang membawa kekasih kita masing-masing ke apartemen tempat tinggal kita," Ares menambahkan lagi satu peraturan yang nantinya harus mereka patuhi, entah apa alasan Ares tidak mengizinkan kekasih mereka datang ke tempat tinggal mereka, tapi Queen juga tidak terlalu ingin peduli dan tidak ingin di pusingkan dengan hal itu, selama dia masih bisa berhubungan dengan Reza dalam pernikahan pura-pura itu, untuknya itu sudah lebih dari cukup membahagiakan.
**
Hari pernikahan antara Queen dan Ares akhirnya datang juga, acara pernikahan itu benar-benar di gelar dengan sangat mewah di sebuah hotel berbintang mewah di ibu kota, hampir seribu tamu yang datang ke acara itu mulai dari pejabat, artis, pengusaha dan para kolega bisnis para orangtua mereka juga Ares, membuat kedua pengantin itu lelah karena harus terus memasang senyum palsunya dari pagi sampai malam hari.
Namun di antara banyaknya banyaknya tamu yang hadir, hanya Elsa dan Reza saja yang tidak datang ke acara pernikahan mereka itu, mereka sepakat untuk tidak mengundang kekasih mereka dalam acara ini, untuk menghargai perasaan kekasih mereka masing-masing meskipun pasangan mereka juga tentu saja tahu tentang pernikahan yang hanya sebuah kepalsuan dan hanya sementara waktu ini.
"Ishhh,,, kering gigi ku lama-lama nyengir terus sama tamu, rasanya penge kabur aja ke kost mu!" adu Queen saat dia bertelpon dengan Reza selepas acara pernikahan itu selesai.
Sementara Ares juga tengah asik bertelpon di balkon kamar pengantin mereka, sepertinya dia juga menelpon kekasihnya.
kamar suite room hotel yang sengaja di hias untuk menyambut malam pengantin mereka sepertinya tidak membuat kedua pasangan pengantin yang baru sah sebagai suami istri beberapa jam yang lalu itu tertarik, mereka lebih tertarik menghabiskan waktu dengan bercengkerama bersama kekasih mereka masing-masing di ujung telepon sana.
Sehingga malam pertama mereka sebagai suami istri terlewatkan begitu saja, dengan Ares yang tidur di sofa sementara Queen tidur di ranjang king size bertabur bunga mawar merah seorang diri dengan leluasa.
Jika sebelumnya baik Queen maupun Ares merasa takut jika kehidupan setelah pernikahan akan membuat mereka menjadi terkekang dan tidak bebas lagi,namun pada kenyataannya hidup mereka berjalan seperti biasanya, meski Queen dan Ares tinggal satu atap, mereka bisa di katakan jarang sekali bertemu.
bahkan setelah satu minggu pernikahan mereka, pasangan pengantin baru itu bahkan hanya bertatap muka sekitar satu atau dua kali saja, Ares yang seperti biasa sibuk dengan pekerjaannya setiap hari berangkat pagi dan pulang larut malam, saat Queen bangun, Ares sudah tidak ada di rumah, dan saat ares pulang Queen sudah tertidur lelap, terlebih mereka juga tidur di kamar yang terpisah.
Kali ini sepulang kuliah, Reza mengajaknya makan siang di sebuah restoran cepat saji, pria itu sudah kembali menempel pada Queen setelah tahu jika harta kekayaan kekasihnya itu sudah kembali dan bisa dia nikmati lagi.
Jam makan siang membuat restoran itu ramai sekali dengan pengunjung, kali ini antriannya sangat panjang, kaki Queen bahkan sudah terasa pegal akibat mengantri, sementara Reza memilih untuk menunggu dirinya dengan duduk manis di kursi.
Begitupun saat Queen kerepotan membawa pesanan makanan yang banyak di tangannya, tidak ada inisiatif sama sekali dari kekasihnya itu untuk membantu membawakan makanan yang sebagian banyak merupakan makanan pesanannya.
"Ambilin sambal sama mintain sendok lagi dong yang, sendok ku jatoh tuh! Sama beliin ayam satu lagi, Mega mau nyusul ke sini katanya." rengek Reza sembari menunjuk sendok yang terjatuh di lantai.
Dengan patuh Queen yang baru saja akan menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya kini beranjak dari tempat duduknya untuk menjalankan perintah kekasihnya, padahal perutnya terasa lapar sekali, sejak pagi dia belum makan akibat bangun kesiangan.
Di apartemen memang tidak ada asisten rumah tangga karena Ares tidak suka ada orang asing di dalam rumahnya, paling setiap tiga atau dua hari sekali ada layanan jasa bersih-bersih yang biasa datang ke sana, itu pun hanya bersih-bersih rumah saja, sementara cuci pakaian biasa di lakukan di laundry yang tersedia di apartemen, sehingga untuk urusan makanan dan cuci piring menjadi tugas masing-masing, apalagi Ares hampir tidak pernah makan di rumah, jadi tidak pernah ada stok bahan makanan di lemari pendingin mereka kecuali buah dan cemilan, itupun Queen yang membelinya.
Queen harus kembali mengantri untuk mendapatkan apa yang tadi di minta Reza, bahkan makanan untuk Mega yang akan menyusul mereka ke tempat ini saja harus menjadi tanggung jawab Queen yang terbiasa menjadi ratu dan di ratukan saat tinggal bersama orang tuanya, namun seperti itulah cinta terkadang membutakan, meski di perlakukan buruk, di poroti dan di babukan oleh Reza, buktinya Queen masih saja menjalani hubungan toxic itu.
"Jangan bergerak dan diam saja!" suara bisikan Ares yang tiba-tiba berdiri di sampingnya sambil memeluk bahunya membuat Queen merasa kaget bukan main.
"Mas?" Queen mengerutkan keningnya.
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia
tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja
author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor
pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)
ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian