NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Terjerat Cinta Hot Bodyguard

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: GrendysS_08

Geofanny Guwencia Gabriel, seorang sosialita sekaligus putri sulung seorang taipan bisnis, merasa dunianya dijungkirbalikkan. Kebebasannya yang ia agung-agungkan direnggut paksa setelah serangkaian ancaman serius ditujukan kepadanya. Sang ayah pun menyewa seorang pengawal pribadi untuk melindunginya setiap saat.
​Masuklah Eric Abram. Seorang pria yang lebih mirip patung Yunani daripada manusia: tinggi, tegap, dengan wajah dingin dan tatapan setajam elang. Bagi Geofanny, Eric adalah pengganggu nomor satu, seorang "babysitter berotot" yang mengikuti setiap geraknya dan merusak semua rencananya. Geofanny bertekad untuk membuat pria itu tidak betah dan berhenti dari pekerjaannya.
​Namun, semua usahanya sia-sia. Eric adalah seorang profesional sejati yang tak tergoyahkan. Di balik sikapnya yang kaku, Geofanny tanpa sengaja melihat kilasan kerapuhan dan masa lalu kelam yang membentuk pria itu menjadi pelindung yang tangguh.
​Ketika ancaman itu bukan lagi sekadar gertakan dan sebuah serangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GrendysS_08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 | Penyelidikan

Perusahaan Gabriel Piala Media...

Seorang perempuan kisaran usia dua puluh tujuh tahun, duduk di kursi kerja di sebuah ruangan yang nampak bersih dan luas, tertulis Nana di tanda pengenal dada yang tertempel di kemeja panjang berwarna biru yang di kena kannya, tangan nya menempelkan ponsel pintarnya pada daun telinganya.

"Halo"

"Halo Nona, ada yang dapat saya bantu Nona? "

"Cek E-mail mu, aku mengirimkan beberapa file tentang seseorang, aku dengar orang itu di putus hubungan kerja dari perusahaan kita, kamu cari tahu, apa kesalahan atau apapun yang membuatnya dapat di putus hubungan kerja oleh perusahaan kita"

"Baik Nona"

"Tulis nama - nama yang sekiranya bersalah dalam hal ini, jika ada"

"Baik Nona"

"Apa kamu bisa mengerjakannya segera? dan memberikan informasi yang akurat dengan cepat pada ku Na? "

"Baik, di mengerti Nona, jika semuanya sudah saya dapatkan dan akurat, saya akan segera melaporkan pada Anda Nona"

"Terimakasih Nana, ku tahu, kamu dapat ku andalkan, semangat bekerja"

"Tunggu Nona, maaf apa Anda hari ini akan ke kantor? "

"Ada apa memangnya Na? apa ada pertemuan yang harus ku datangi dan tak bisa kamu wakilkan hari ini Na? "

"Tidak Nona, maaf"

"Semangat bekerja Na, terimakasih banyak"

Panggilan tersebut nampak sudah usai setelah Nan menurunkan ponsel dari daun telinganya dan memasukannya ke dalam laci bawah meja kerjanya, tangannya beralih bergerak lincah di atas keyboard komputer untuk membuka dan melihat E-mail yang di kirimkan oleh atasannya.

"Eric Abram, office boy? "

Monolog Nana, matanya melihat huruf demi huruf yang tertera dalam berkas yang di kirimkan atasannya.

Semua berkas file yang dikirimkan atasannya kepadanya, Nana meraih gagang telpon yang terdapat di atas meja kerjanya dan jarinya nampak memasukan sebuah nomor telepon untuk di hubungi.

"Halo Nona Nana"

Terdengar sahutan dari balik telepon setelah orang dari seberang mengangkat panggilan Nan.

"Halo, kemari lah bawa berkas atas nama Eric Abram office boy"

"Maaf Nona orang yang Nona maksud sudah tidak lagi bekerja"

"Bawa saja surat lamaran kerja miliknya, saya tungga di ruangan saya lima menit dari sekarang! "

Nana segera memutuskan panggilannya setelah menghubungi HRD di perusahaan tersebut, setelahnya Nana kembali menghubungi seseorang dan segera berbicara setelah panggilannya tersambung.

"Halo Nona"

"Halo Mbak Siska, maaf jika saya mengganggu Anda Mbak"

"Tidak Nona, ada yang bisa saya bantu Nona? "

"Apa Anda bisa keruangan saya Mbak? "

"Bisa Nona"

"Baik, saya tunggu lima belas menit dari sekarang"

Nana memutuskan panggilan setelah mendapatkan jawaban dari Siska, kembali Nana menghubungi seseorang dan mulai berbicara setelah panggilannya terhubung dengan orang yang di hubungi.

"Halo Nona"

"Halo Pak, tolong kirimkan akses CCTV seluruh ruangan di perusahaan ke komputer saya, di hari Senin, 15 Mei 2023"

"Maaf Nona untuk apa? "

Seseorang di balik telepon yang merupakan kepala keamanan di perusahaan tersebut, meski ia tahu bahwa Nana adalah sekretaris pimpinan mereka, namun tak membuatnya langsung dengan mudah memberikan rekaman CCTV di hari yang di minta Nana, sebab ia tahu bahwa semua hasil rekaman CCTV di perusahaan itu di jaga dengan ketat juga bersifat tertutup dan rahasia.

"G3gfYGecAGbrL"

Nana menyebutkan sebuah sandi khusus, yang dikirimkan atasannya bersama dengan file yang di kirimkan melalui E-mail nya.

"Baik Nona, saya akan mengirimkannya sekarang"

Panggilannya di putuskan oleh Nana.

Tok.. tok.. tok..

"Permisi Nona"

Suara pintu yang di ketuk dari luar membuat Nana segera menegakan posisi tubuhnya tak lupa memakai kacamatanya.

"Masuk"

Sahut Nana, orang yang mengetuk pintu ruangan itu pun segera masuk dan segera duduk di kursi bersebrangan dengan Nana.

"Ini berkas lamaran kerja Eric Abram office boy yang Anda minta Nona"

Nana mengambil berkas yang di bawa oleh sang HRD, dan segera membacanya dengan seksama dan teliti, Nana hingga memastikan tak ada satu huruf pun yang terlewatkan.

"Mengapa laki - laki ini di putus hubungan kerja? apa ada alasan yang mendasar dan jelas yang membuat office boy itu di putus hubungan kerja? "

Nana menatap lekat wajah HRD tersebut, mengamati setiap jengkal wajah HRD tersebut, setiap gerakan dan ekspresi yang di lakukan HRD tersebut tak luput dari mata jeli nya.

"Tidak Nona"

HRD tersebut menjawab dengan sedikit gugup, nampak HRD tersebut berusaha menutupi kegugupannya, namun hal itu dapat di lihat jelas oleh Nana.

Mana berdiri dari kursi kerjanya, Nana meletakan kacamatanya di atas meja, kemudian berjalan mengikis jarak dengan HRD tersebut, matanya menyorot tajam HRD tersebut.

"Anda memang mempunyai wewenang untuk memecat bawahan Anda, namun Anda harus ingat, ada saya yang sudah cukup bisa untuk memecat Anda atau bahkan, mem black list nama Anda di seluruh perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan ini, saya tahu Anda tidak mungkin mengecewakan kami, jika tidak ada sesuatu yang Anda sembunyikan"

Nana berbicara dengan suara sangat lembut, bibirnya menyunggingkan senyum manis, namun yang di lihat HRD tersebut, jika saat ini Nana tengah berbicara dengan nada penuh intimidasi dengan bibir menyeringai.

"Katakan, apa yang sebenarnya Anda sembunyikan? "

Nana terus menekan posisi HRD tersebut, namun HRD tersebut tak kunjung membuka suara.

"Anda masih menyayangi istri dan anak Anda bukan? bukankah mereka akan sedih, jika mengetahui bahwa Anda tidak lagi bekerja di perusahaan ini, dan tidak akan pernah bisa kembali bekerja di perusahaan apapun dan di mana pun"

Nana kembali duduk di kursi kerjanya, matanya menatap tajam HRD di depannya, hingga membuat HRD tersebut semakin terpojok, hingga akhirnya HRD tersebut membuka suara, karena ia memikirkan bagaimana tanggapan keluarganya.

"Hari itu tiba - tiba manajer keuangan meminta saya untuk memberi surat putusan hubungan kerja untuk nya, semula saya tak ingin, namun Nona itu tetap memaksa dan memberikan saya uang dengan paksa, dan memaksa saya untuk melakukan apa yang di inginkannya"

Nana mengangguk, matanya melihat kejujuran dari mata HRD tersebut.

"Baik terimakasih waktunya, biarkan berkas itu di meja saya, Anda keluarlah dan kembali melanjutkan pekerjaanmu"

"Baik Nona, permisi"

"Jadi benar kamulah yang selama ini duri dalam daging"

Monolog Nana.

...****************...

1
🍒WINA🍒
Bagus eric memberitahukan kpd pemilik kost menolong seorang gadis dijln....
Yati Suryati
ceritanya tersusun menarik
🍒WINA🍒
eric menolong gadis dibawa kekostnya...
🍒WINA🍒
mampir thor kayaknya bagus cerita ini.......tetep semangaf kak
arfan
up bos
Benediktus Grendys Sukresna
Semangat membaca!
vall
mampir ya kakak ... :)
Penelop3
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!