Seorang pria yang mencinta wanita dalam diam. Bahkan saat wanita tersebut sudah menikah dan memiliki anak tapi cinta pria tersebut masih tetap ada.
Darren yang mencintai Mauren bahkan cintanya melebihi suaminya. Karena melihat penderitaan dan kesedihan Mauren terus menerus hingga akhirnya ia ingin merebut Mauren dari sang suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Mauren dan Miska tiba di sebuah mall yang ada di kota Jakarta. Mereka bergandengan sambil sesekali bernyanyi bersama. Mauren terlihat bahagia. Menjadi istri dari tuan Thomas dan mommy dari Miska yang cantik sungguh membuat semua orang iri.
"Kamu mau ke game fantasia sayang?" tanya Mauren.
"Iya mommy, ayo ke sana."
Mereka berdua berjalan menuju tempat game.
Di Yogyakarta.
Thomas baru selesai mandi. Ia bersiap untuk pulang ke Jakarta. Karena dirinya sudah berjanji untuk bertemu dengan Miska di hari minggu. Tentu saja sebagai seorang ayah ia masih memiliki nurani untuk memperhatikan anak kandung nya.
"Sayang, kamu beneran mau ke Jakarta?" tanya nya bergelayut manja di pundak Thomas.
"Iya, apa kamu mau ikut?" tanya Thomas.
"Boleh. Aku siap-siap dulu ya!"
"Iya."
Mereka berdua bersiap untuk pergi ke Jakarta bersama. Sungguh miris nasib Mauren yang sudah mencintai Thomas dengan tulus tapi di balas dengan pengkhianatan. Bagaimana mungkin bisa tidak ada timbul cinta di hati Thomas walaupun sedikit.
Di tempat lain.
Darren melihat ponsel nya berkali-kali. Ia menunggu pesan dari Mauren. Dari pagi tadi ia mengirim pesan tapi belum juga di balas oleh Mauren. Rasa khawatir nya sungguh melebihi sahabat. Dan cinta nya pada Mauren tidak perlu di ragukan lagi.
Tring... Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Darren.
"Ah, akhirnya dia balas pesan ku." Ucap Darren pada dirinya sendiri.
Ia baca kata demi kata dari Mauren yang mengatakan bahwa dirinya sedang berada di mall bersama Miska. Dengan cepat Darren bersiap untuk menyusul Mauren. Kaos putih serta celana jeans biru membuat ia semakin tampan.
" Ah, aku nunggu mama di bawah aja lah." Darren berjalan turun.
Seperti hari-hari yang lalu. Ia selalu mengajak sang mama ke mall dengan alasan untuk menemani nya mencari baju. Padahal ia sengaja ingin menemui Mauren dah Miska. Dan seolah ia membuat kalau hal itu kebetulan. Karena Darren tidak ingin kalau orang lain memandang negatif Mauren. Walaupun mereka berteman tapi tidak etis kalau Darren pergi bersama Miska dan Mauren tanpa Thomas. Jadi, sang mama selalu di jadikan alasan untuk hal itu.
"Ayo kita berangkat! Mama sudah siapa." Ajak Renata pada sang putra.
"Oke ma." Jawab Darren.
"Makanya cari istri. Biar ngga pergi sama mama terus. Kasian papa di rumah sendiri."
"Kan papa di temani tanaman nya di rumah kaca. Sambil bicara dengan kumbang dan kupu-kupu." Jawab Darren dengan tersenyum.
Ia itulah hobi sang Papa. Mempunyai rumah kaca dan berbagai bunga yang selalu ia rawat. Di buat sedemikian rupa menjadi tempat yang nyaman. Dan itu adalah tepat favorit papa dan mama Darren.
" Tadi di ajal tidak mau." Keluh Renata.
"Papa lebih sayang tanamannya dari pada mama."
"Oh, iya? Tanaman nya saja mama buang papa tak berani komentar. Papa galak cuma di kantor saja, kalau di rumah takut sama istri." Ucap Renata berbangga duri.
"Iya, kan istrinya juga galak jadi papa takut." Ejek Darren.
"Mana ada mama galak. Kan mama ngga penah marah."
"Iya ngga marah tapi langsung ngamuk."
Mereka berdua tertawa. Sungguh Renata adalah ratu di rumah nya. Mempunyai suami dan anak yang sangat menyayangi dirinya sepenuh hati dan mereka selalu kompak.