NovelToon NovelToon
Selimut Hangat

Selimut Hangat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:74k
Nilai: 5
Nama Author: Cece Virgo

Kisah seorang wanita terpaksa menjual tubuhnya hanya untuk pengobatan suami. menjadi selimut hangat, menghangati tubuh seorang CEO yang ternyata punya maksud lain dibalik penawaran tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Walaupun suasana malam yang begitu gelap tanpa adanya sinar mentari yang menyinari penglihatan Arunika, tapi ia masih tetap dapat melihat pemandangan dihadapannya dari atas rooftop. sebagian tempat diberi lampu penerangan jalan dan hanya bermodalkan itulah Arunika dan Virendra bisa menikmati suasana disekitarnya. semilir angin juga cukup kencang menerpa kulit telanjang, membuat Arunika terus mendesis merasakan dinginnya cuaca dari atas sini

"Sejuk, ya?" Arunika mengelus-elus kedua lengannya

Mengenakan baju kaos berlengan pendek dan celana jeans, style Arunika pada malam ini memberikan kesan santai dimata Virendra. Virendra yang mengenakan hoodie, segera ia buka dan memberikannya kepada Arunika. Ia tidak tega melihat perempuan ini menggigil kedinginan

"Pakai ini,"

Arunika menatap pakaian hangat itu, kemudian mendongak menatap wajah Virendra lalu tubuh polosnya yang memperlihatkan otot-otot begitu mencolok. seketika saja Arunika menggelengkan kepalanya, ia menolak.

"Tidak, terima kasih." tolaknya dengan baik-baik, perempuan ini melangkah menuju kursi yang terbuat dari kayu jati. membenamkan bokongnya disana lalu meraih segelas teh hangat yang tersisa setengah lagi. tiada uap panas seperti pertama kali ingin menyesapnya, sudah mendingin akibat cuaca yang begitu sejuk

"Pakailah hoodie mu, Tuan." sambungnya, lalu menenggak teh sampai tak tersisa

"Yasudah kalau begitu, kita kembali ke kamar aja." Virendre menarik tangan Arunika dengan paksa, lantas segelas cangkir teh yang masih dipegang Arunika segera ia taruh di meja

"Nggak! saya mau disini," bantahnya

"Ini balasan kamu nolak pemberian saya! dan pemberian saya kali ini tidak bisa ditolak," tegas Virendra. tanpa banyak berkata lagi dengan wanita keras kepala ini, Virendra langsung merengkuh tubuh mungil Arunika ke dalam dekapannya. menggendongnya ala bridalstyle

"Lepas!" Arunika memberontak, memukul-mukul kulit dada telanjang pria disisinya. seketika wangi maskulin yang berasal dari tubuh itu menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya, sedikit membuatnya tenang, namun Arunika tetap terus memberontak mempertahankan pendiriannya

"Diamlah! lagian sudah malam, nanti kau masuk angin, bagaimana? pekerjaanmu sebagai OG harus tetap berjalan, begitu pula setiap malam bersamaku."

Arunika membelalak menatap wajah pria diatasnya, "Kau gila, Tuan! lalu bagaimana dengan suami saya? tidak ada yang menjaganya, membantunya, asal kau tau ya, dia nggak bisa berjalan dan baru saja selesai operasi." oceh Arunika meminta pengertian

Virendra mendengarnya dalam ketenangan, sedikit sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk seringaian. "Itu urusan kalian, mendapatkan uang dua milyar tanpa menggantinya, itu sangat sulit, bukan? titipkan saja dia pada orang tuanya, gampang!" usul Virendra tanpa ada belas kasih sedikit pun

Arunika memejamkan mata sejenak, kemudian menarik napas lalu mengembuskannya dengan kasar. sungguh ia merasa kesal menghadapi pria egois ini, tiada hati sedikit pun ini.

"Buka pintunya!" titah Virendra setibanya ia didepan kamar

"Malas!" bantah Arunika sembari melengos

Virendra memutar kedua bola matanyanya, merasa jengah dengan perempuan ini. "Oke, saya panggil Bibi saja. sekalian biar Bibi tahu kalau kamu--menjadi wanita malamku tanpa ikatan pernikahan. kamu tau kan, pandangan terhadap wanita yang mau menyerahkan tubuhnya tanpa ikatan, itu sangat buruk?"

"Ya ya ya! jangan panggil Bibi, aku saja!" turutnya dengan terpaksa, menekan handle pintu dan mendorongnya dari luar.

Virendra merasa puas, kuasa atas diri wanita ini telah berada ditangannya

***

Pagi-pagi sekali Arunika kembali ke Rumah Sakit, di mana--suaminya, Rama, masih dirawat dengan baik di tempat yang seharusnya. pukul empat subuh ia sudah bersiap-siap meninggalkan kediaman Virendra, dan tepat waktu adzan subuh menjelang, ia telah tiba di tempat Rama.

Ceklek,

Arunika terpaku memandangi tubuh lemah Rama yang tidak berdaya diatas brankar ranjangnya. pria tampan itu tampak masih terlelap dengan begitu pulasnya, hingga belum sadar akan kedatangan sang istri. Arunika menyandarkan punggung nya pada dinding sembari menyedekapkan kedua tangannya di dada, menatap sendu ke arah suaminya.

"Hhh .... aku berdosa besar, Mas." Ia menghela napas panjang, menyesali perbuatannya. namun mau bagaimana lagi, ia sudah terlanjur menuruti persyaratan itu. hanya dua minggu saja, kan, terdengar singkat tapi terasa lama bagi Arunika. jika saja Arunika tinggal disebuah daerah yang kental akan budaya Islam, sudah dipastikan ia akan dihukum rajam oleh masyarakat setempat.

Arunika melanjutkan langkahnya mencapai ranjang tunggal yang ukurannya pas untuk satu pasien saja, ia menggapai tangan suaminya lalu menyatukan jari jemari mereka hingga saling berpagutan. Arunika membenamkan bokong nya diatas kursi, menyandarkan kepalanya pada sisi ranjang disamping dada suaminya.

"Cepat sembuh, ya, Mas, maaf kalau Arun nggak bisa mencari seseorang yang sudah menabrakmu. andai saja dari awal kita memiliki banyak uang, Arun akan membayar orang untuk mencari pecundang itu!" gumamnya geram, memejamkan mata sekilas lalu membukanya kembali. ingatan memori percintaan tadi malam yang begitu panas, kembali merasuki pikirannya.

Mengapa rasanya menyenangkan? batin Arunika

~Bersambung~

1
IndaHque ARin
Luar biasa
Hana
semangat 💪
Wiran
woiiii mana
woi iiiii mana
woiiii
jangan main main.
Lenisulastri
Kasihan memang ujian dalam rumah tangga sangat berat..😂😂
Pono Pono
jngn2 yg nabrak suami arunika,bosnya yg cabul itu.
Wulan Dari
mana kelanjutan nya,d tunggu tunggu kog lama bgt
Wiran: autortt mana cerita selanjuttttttnyaaaaa
total 1 replies
Yuliana Tunru
ceeita x bagus walaupun agak riskqn di zamqn skrg arun terpaksa krn keadaan tp kan ada BPJS yhir..tp inikan duania halu..lanjt lahhh
Yuliana Tunru
boss bucin dgn mainanx gmn tdk main hati bebagi peluh dan cerita sdh 3 mlm..smoga z berakhir qrun dgn vendra beraatu krn rama bagiju suami edan ksh oenawaran 2M buat jual isri walaupun kepalang basah buat bwrobat tp rasax gmn gituuuu
Wiran
gasssssss
Wiran
sangat membuat penasaran
saya sdah tdak sabaran menunggu kisah selanjutnya.
author mmang terbaik.
Rosinda Sitinjak
lanjut
Rosinda Sitinjak
bagus
Dewi Purwanti
Pepet terus Rendra bentar lg jg bakalan jd is3 beneran 🙈😁😂
Dewi Purwanti
dasar suami durjana is3 berkorban banyak mikirin berfoya-foya gila lu ram,...
eiii
knp nggak dilnjt ka?
Marisa_icha
lanjut....🤭👍👍
Lisa Santia
saya sangat menyukai nya juga cerita sangat menarik
Yunix
sepertiny seru yaa.....ikutin dulu alurny

semangat Author
Sumawita
kak kisah mawar sm dave aq tunggu kelanjutan nya,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!