Mencintai jauh lebih mudah dari pada dicintai. Di saat Tita mencintai seseorang tapi sayangnta cinta hanya Cinta Sepihak. Mencintai tanpa di cintai sangat menyakitkan, sampai hati tak berhenti tersakiti.
Dari banyaknya perjuangan akankah Tita mendapatkan cinta dari sanga pujaan hati, atau justru Tita akan menemukan laki laki yang mencintainya apa adanya?
Simak terus kisah cinta Tita selanjutnya. Jangan lupa beri like, dan tanda love.
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 07
Setelalh sampai rumah Tita segera masuk kedalam rumah, lalu menuju kamar. Panas terik membutnya kelelahan sampai butilan keringat membasahi kening.
"Hari ini cuaca panas sekali...."Ucapnya sambil merebahkan diri di atas kasur.
Tersenyum puas "Tidak menyangka sakitku kemaren membawa berkahhh" Lirih Tita sambil memeluk boneka pemberian Alan. Selama ini tidak pernah terpikir olehkan akan mendapat hadiah isrimewa dari sang pujaan hati.
"Dekkkkk......" Panggil Bagar dari luar kamar.
"Iya, bang sebentar" segera membuka pintu kamarnya.
"lho tumben Abang kesini, ada apa??" Heran Tita.
Bagas tak menjawab pertanyaan adiknya itu, Bagas langsung membaringkan badan di atas ranjang "Huff...." Menghela nafas panjang "Hari ini cuaca panas sekali" Sambil sesekali mengipas tangan.
Tita memicingkan mata "Pasti abang ada masalah ya? nggak biasanya wajah abang kaya orang frustasi gitu?"
"Nggak apa kok. Malem ini abang tidur di sini ya dek" pinta Bagas dengan muka memelasnya.
"Ya udah Abang tidur di kamar bunda aja"
"Ogah, gua mau tidur Ama lo, Abang kangen dek masa2 kecil kita dulu. Sekarang kita kan gak pernah tidur bareng lagi" Sebenarnya Bagas tau klaau adiknya baru saja beetemu dengan seseorang. Sejak kejadian itu Diam diam Bagas selalu memperhatikan sang adik dari kejauhan.
Tita mengangguk, mengiyakan dia tidur bersamanya malam ini. Memang sejak lama mereka tidak tinggal bersama. Bagi Tita abangnya tidak sekedar kakak kandung saja, melainkan menjadi sosok orang tua yang selama ini menjaganya.
Tita sudah terbiasa makan dari tangan abangnya, bahkan Bagas jugalah yang selama ini menemani Tita kemana pun Tita pergi, sebelum Tita bertemu Mia sahabat sejatinya sekarang.
"Bang aku tidur dulu ya" segera menarik selimut, lalu membelakangi Bagas.
Brukkkkk....
Bagas dan tita kaget dengan suara benda jatuh barusan. Bagas mencoba melihat apa yang jatuh "Dek ini boneka siapa kok aku baru liat?"
"Emmm....anu bang dari kak Alan " Jawab Tita dengan wajah merah merona.
"Dek..."Bagas menyentuh bahu sang adik "Sekarang kamu sudah dewasa, kamu sudah tau bagaimana harus memilih dek. Jika bertahan dengan kesakitan kamu bisa mendapat cinta, maka pertahankan. Namun ketika sakitmu sia sia, maka kamu harus segera melupakan di" Ucapan Bagas seakan memperingatkan dirinya untuk bisa memilih jalan cerita cintanya.
"Iya, bang. Tita siap atas konsekuensinya. Tita sangat mencinta kak Alan"
"Apa pun pilihan kamu, abang selalu mendukungnya. Yang terpenting kamu bahagia" Bagas memeluk erat adiknya, seolah dia ikut merasakan sakit yang di rasa Tita selama ini.
Bagas tak ingin mencampuri percintaan adiknya "Bukan maksud abanh ikut campur sama urusan kamu, tapi abang tidak mau kamu salah pilih" Ssbagai seoramg kakak tentu dia tak ingin adiknya sakit karena cinta.
Bagas ingin membentuk Tita menjadi wanita tangguh, yang tak bergantung pada siapapun. Hingga saatnya Tita di haruskan mampu bertahan dalam kondisi apapun yang sedang dia hadapi kedepan, tanpa harus merasa takut saat orang yang selalu membantunya pergi.
Sebab tidak selamanya orang tua, saudara, sahabat akan selalu ada di dekat Kita. Suatu saat nanti akan tiba masanya mereka berpisah jarak dan waktu.
"Iya kak Tita akan mengikuti kata hati Tita, tapi kak..."
"Hemmmm....tapi apa dek?" Bagas memotong perkataan tita
"Maaf saat ini aku memilih bertahan sama cinta ini " Segera ia memeluk abangnya.
Bagas hanya membalas pelukan tita
dan mereka pun tertidur lelap dengan tangan mereka yang saling memeluk
kringggggg...
alarm berbunyi kencang
Jan menunjuk kan pulul 07 00
tita terbangun dan mematikan alarm
tita beranjak dari tempat tidur dan mengusap mata...
bang Bagas kemana sih jam segini masa dia udah bangun kan hari ini Minggu!!
celetuk tita dan membuka pintu kamar
emmmmm...,.
bau wangi masakan rumahan nih!!
kata tita dalam hati
" pagi adik ku sayang"
tita tertegun dengan apa yang dia lihat di hadapan nya
tita mendapati banyak makanan enak bin nikmat
"Abang ku emang tau aja kalo aku laper"
tita nyomot tempe goreng
plak....
tangan tita di pukul Bagas
" cuci muka, gosok gigi, cuci tangan!! cantik lagi kalo Lo mandi skalian ....baru Saparan"Bagas mencoba menasehati adiknya
" ihhhhh pelit...."
"susah dapet jodoh nanti kak kalo galak2 gitu...wekkkkkk" tita menjulurkan lidahnya 😝
tita berlari kecil menuju kamar mandi
Bagas geleng kepala melihat tingkah imut dari adiknya
" kalo aja Lo bukan adik gua..udah gua pacarin Lo dek hehehe" tawa pelan Bagas
lima belas menit berlalu
tita menghampiri kakak nya dan mereka sarapan bersama
sungguh pemandangan yang sulit kita temukan saat ini.
kasih sayang dari seorang kakak yang amat menyayangi saudarinya..
kebahagiaan tidak dapat kita cari
karna kita sendirilan yang mampu menciptakan kebahagiaan 😍😍😍
Salam dari
Bianca
Mencintaimu.
Thx
yang lain aja napa kak.
mau revisi aja belum sempet😔 tau gitu kemaren tak revisi dulu🙄🙄
nnti Mau Jdi PeLakor di Hubungan Orgg
baca novelku MY TIME FOR YOU🤗
ada bts,exo🤗 silahkan dibaca semua jika kalian minat😚
terimakasih🤗♥