NovelToon NovelToon
Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Dia Bukan Suami Ku Seasons 1 & 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:690.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lemb@yung

Salam kenal Reader, tulisan perdana ku semoga kalian suka 😊😊


Ada perasaan yang aneh yang membuat ku merasa bahwa dia bukan belahan jiwaku,,,,

Entah datang dari mana perasaan itu terus menghantui ku....

Aku berusaha untuk menepis semua perasaan itu.

Akan tetapi kenyataan telah membuka mata ku dan menyandarkan ku bahwa semua perasaan itu terjadi didalam kehidupan ku...

Sebuah mimpi yang menjadi nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lemb@yung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 7 Mencari Kerja

"Terima kasih nak Galang sudah mengatar Hanum sampai kerumah. Hanum sudah banyak sekali merepotkan mu, apa lagi diakhir perkuliahannya." Ujar ibu membuka pembicaraan.

"Jangan bicara begitu ibu, saya senang bisa membantu Hanum," jawab Galang dengan menatap wajah ku.

"Kak, kapan ajak kak Hanum bertemu orang tua kakak ?, ayah dan ibu pasti udah memberikan SIM (Surat Izin Married) ke kak Hanum tuh !! ledek Nina."

"Secepatnya kakak akan bawa kakak mu Nin, tapi perlu izin ayah sama ibu untuk itu," ungkap Galang.

"Ayah terserah pada kalian, jika kalian berdua sudah memutuskan hubungan ini untuk lebih serius, maka ayah tidak melarangnya." Ucap ayah.

Perkataan ayah memberikan lampu hijau untuk hubungan kami berdua. Senyum mengembang dibibirku mendengar perkataan ayah.

"Cieeee.....Setelah mendapat gelar sarjana bakal dapat gelar kedua sebagai nyonya Galang Hadi Kusuma," ledek Nina kepada ku sembari mencuil pinggangku.

"Apa sih kamu dek." Ucap Hanum tersipu malu.

Hani yang sedari tadi diam, ikut tersenyum mendengar celotehan Nina.

"Sepertinya Nina yang ga sabaran mau jadikan kak Galang sebagai kakak ipar, karena ada maunya tuh kak !!, ledek Hani."

"Ihhhh....Kak Hani ngasal aja !, jawah Nina sembari berlalu pergi dari ruang tamu."

***

Pagi ini, mentari menampakan sinarnya yg cerah, mengeringkan secara perlahan bulir-bulir embun didedaunan.

Hati ku secerah mentari pagi ini, dengan senyum yang mengembang diujung bibir. Ku sematkan semangat yang tinggi untuk hari ini.

Dua map telah ku persiapkan, surat lamaran beserta syarat yang lain ku selipkan didalam.

Semoga keberuntungan memihak pada ku hari.

Ku hidupkan motor jadul ayah, dengan ucapan: "Bismillah".

Ku gas motor dengan perlahan. Sudah banyak perubahan di kota kelahiranku. Walaupun perkembangannya tidak sepesat kota.

Ku berhenti pada sebuah gerbang sekolah menengah atas, ku pandangin sekolah tempat dahulu nya aku menimba ilmu.

Sudah banyak perubahan pada gedung sekolah itu. dalam kurun waktu tiga tahun setengah setelah ku tinggalkan terjadi perubahan pada ruang kelas, yang semula bangunan biasa kini menjadi rung kelas yang bertingkat.

"Pagi pak." Ku sapa satpam penjaga sekolah.

"Pagi neng, ada yang bisa dibantu? ujarnya."

"Bapak kepala sekolahnya ada?."

"Ada neng, baru saja sampai. Ada perlu apa neng?, tanya nya kembali."

"Saya mau melamar jadi pengajar disini pak." Jawab ku dengan tersenyum.

"Ooh gitu, mari saya hantarkan keruangannya." Pak satpam dengan ramah mengatar ke tujuan

Ku berjalan dibelakang pak satpam menuju ruangan kepala sekolah. Tidak begitu jauh dari pos satpam, kaki ku terhenti.

"Ini neng ruangannya, silahkan," ujar pak satpam.

"Terima kasih pak sudah merepotkan," sambil tersenyum menatap wajah pak satpam.

Ku ketuk pintu sampai tiga kali, baru terdengar suara dari dalam mempersilakan masuk.

"Permisi pak," ku mengawali langkah kaki untuk masuk kedalam rungan.

"Mari silahkan," jawab nya dengan ramah.

"Ehhh.. ini Hanum kan ?, ungkapnya dengan wajah penasaran."

"Iya bener pak, saya Hanum alumni sekolah ini."

"Ada perlu apa kemari ?, tanya pak kepala sekolah."

"Kalau bapak berkenan saya ingin menjadi pengajar disini, ungkap ku."

"Oh.... Hanum sudah selesai kuliah, sungguh kebetulan sekali kami kekurangan tenaga pengajar disini. Mengambil bidang studi apa?, tanya pak kepala sekolah."

"Biologi pak." Jawab ku.

"Pas sekali kalau begitu, jam untuk mata pelajaran itu banyak sedangkan guru yang sesuai dengan jurusan itu tidak ada, ungkap pak kepala sekolah".

"Baik, Terima kasih atas kesempatan yang diberikan, sembari berjabat tangan mengakhiri pembicaraan."

###

Like 👍👍

Komen 📩

Rate bintang 5🌟🌟🌟🌟🌟

Tanda hati sebagai tulisan favorite ❤❤❤

Votenya sebanyak banyaknya 📢📢📢

Terima Kasih...🙏🙏

Salam Hangat Lemb@gung

1
Muna Junaidi
👍👍👍👍
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
keren
Ahmad Alfarizi
,❤️
Ahmad Alfarizi
keren masyaallah tabarakallah
Gechabella
tak putus dirundung malang
Yoo_Rachel
5 boom like...
Yoo_Rachel
Hadir Thor☝️Like Mendarat 🚀 Semangat selalu Yah..💪 Ditunggu kedatangannya di karya aku..
📗MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU
📘THE POWER OF FIRST LOVE
See You In The Comment...🙏

Wanda Handayani
Aku mampir kak :)
Wanda Handayani
SEMANGAAAAAT
Ghazy Al Ghifari
sediiiih
Ghazy Al Ghifari
duuuuh,,,,gimana tu thor
Ghazy Al Ghifari
bingung
Ghazy Al Ghifari
senangnya
Ghazy Al Ghifari
so sweet
Ghazy Al Ghifari
sediiih
Ghazy Al Ghifari
wow
Ghazy Al Ghifari
lanjuuut
Ghazy Al Ghifari
hadir
abra
salam dari CINTA TAK BERUJUNG
Galuh: baiklah segera meluncur
total 1 replies
🌸ALNA SELVIATA🌸
salam dari "bidikan cinta untuk kim dae ju g"
Galuh: meluncur
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!