[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Papah Reja memberikan Reygan dan juga Nasya rumah yang lumayan besar, malam itu mereka sudah ada di rumah tersebut.
Nasya memperhatikan sekitar, melihat dekorasi-dekorasi rumah yang terlihat mewah.
"Kamarmu ada di samping kamarku, jangan harap kau ingin tidur seranjang denganku." kata Reygan dingin.
"Cih siapa juga yang ingin satu kamar denganmu."
Reygan langsung masuk kedalam kamar begitupun Nasya. kamar gadis itu sangat bagus dan luas, mungkin dia akan betah seharian dikamar.
Dikamarnya juga ternyata ada walk in closet, Nasya langsung memasukinya.
Yang dibuat kagumnya ternyata sudah ada baju-bajunya disana, ada juga beberapa baju baru yang Nasya pikir itu adalah baju mahal.
Nasya melihat seragam sekolah yang sudah dipersiapkan dengan begitu rapih, gadis itu meraba baju tersebut sambil membaca name tag yang tertulis namanya.
"Aku akan sekolah lagi?"
Nasya hampir lupa dengan perkataan Papah Reja yang mengatakan jika dia akan satu sekolah dengan laki-laki yang berstatus suaminya sekarang.
"Semoga aja aku tidak satu kelas dengannya." gumam Nasya lalu keluar dari walk in closet.
Nasya menyalakan ponsel yang seharian ini sengaja ia matikan, benar saja dugaannya banyak sekali pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari mantan pacarnya itu.
Nasya berdecih melihatnya, ia pun langsung memblokir nomor tersebut.
Nasya menghelakan nafasnya lalu berjalan kearah kamar mandi, lagi-lagi dirinya dibuat kagum karena kamar mandi itu hanya dilapasi kaca saja.
Nasya langsung menyalakan shower dan mulai membersihkan tubuh lengketnya.
Setelah selesai mandi Nasya langsung memakai pakainnya dan keluar kamar.
Saat hendak pergi ke dapur Nasya mendengar suara bel, gadis itu langsung berjalan kearah pintu dan membukanya.
Nasya kembali dengan membawa kardus kotak yang berisi kue, gadis itu langsung menaruhnya di atas meja makan.
Nasya membuka kotak tersebut dan melihat isi surat yang ada di dalamnya, setelah membacanya Nasya langsung memasangkan lilin di atas kue tersebut dan menyalakan lilin tersebut menggunakan korek api.
Setelah selesai make a wish Nasya langsung meniup lilin itu, gadis itu tersenyum memperhatikan kue yang diberikan oleh sahabatnya.
Hanya Hera yang selalu mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikannya kue setiap tahunnya, entah ibu ataupun ayahnya mengingat ulang tahunnya atau tidak.
Nasya memotong sebagian kue itu dan langsung memakannya, beberapa menit setelah selesai dia langsung menyimpan sisa kue itu kedalam kulkas dan mencuci piring kotor yang baru saja ia gunakan tadi.
Reygan yang baru saja keluar dari kamar langsung berjalan kearah dapur dan melihat istrinya yang sedang mencuci piring, laki-laki itu tidak ingin peduli dengan kegiatan ataupun yang berhubungan dengan istrinya tersebut.
"Jika kau lapar makanlah kue yang ada dikulkas." kata Nasya lalu pergi meninggalkan Reygan di dapur sendirian.
Reygan melihat istrinya yang masuk kedalam kamar, setelah itu ia menghampiri kulkas dan membukanya.
Tangannya bergerak mengeluarkan kue ulang tahun, Reygan menebak jika hari ini adalah hari ulang tahun istrinya.
Tidak ingin peduli dan perut sudah berbunyi dari tadi laki-laki itupun langsung memakan kue itu hingga habis tidak tersisa.
***
Keesokan paginya Nasya sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, jam menunjukan pukul 06.12 tetapi suaminya itu tidak keluar kamar dari tadi.
Nasya mengetuk pintu kamar suaminya dan tidak lama terlihat Reygan membukakan pintu dengan kondisi yang baru saja selesai mandi, laki-laki itu menggunakan handuk yang diikat di pinggangnya lalu satu handuknya lagi ia gunakan untuk mengeringkan rambut.
"Apa?" tanya Reygan dingin.
"Aku sudah menyiapkan makanan untukmu, jika kau tidak ada waktu untuk sarapan bekal lah makanan itu kesekolah." kata Nasya
"Kau tidak perlu repot-repot menyiapkan makanan untukku, buang saja." kata Reygan langsung menutup kembali pintunya.
Nasya mengepalkan telapak tangannya, bukannya berterima kasih suaminya malah menyuruhnya membuang makanan yang sudah ia masak tadi.
"Baiklah itu mau mu, aku tidak akan melakukan kewajibanku sebagai seorang istri, aku tidak akan perduli denganmu." gumam Nasya sambil memindahkan makanan itu ke kotak makan untuk ia bekal kesekolah.
"Daripada aku membuangnya, lebih baik aku memakannya bersama Hera nanti." ucap gadis itu lalu mengambil kunci motor.
Saat Nasya mengeluarkan motornya di garasi, Reygan sudah keluar rumah dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
"Kau akan berangkat sekolah dengan siapa?" tanya Nasya sambil memakai helm.
"Kau tidak perlu tahu." jawab Reygan dengan suara dinginnya.
"Awas saja jika kau mengatakan jika kita sudah menikah, di sekolah maupun diluar bersikaplah seakan-akan kita tidak kenal." kata Reygan
"Siapa juga yang akan mengatakan jika kita sudah menikah? aku tidak ingin membuat masalah di sekolah baruku." jawab Nasya dengan ketus
"Sampai jumpa!" kata Nasya sambil melajukan motornya.
Reygan menghembuskan nafasnya, ia lupa tidak membawa motor dan juga mobilnya di rumah Mami Kala jadi sekarang ia harus menebeng di mobil si kembar.
Pap Nasya ke Hera
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah