NovelToon NovelToon
Young Bride

Young Bride

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:672.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Grace Putry

Hanya kenyataan yang sangat cepat membuat ku merasakan hidup bersama orang baru yang sama sekali tidak aku kenal terlebih di usiaku yang baru menginjak 18 tahun.

Dan kejadian kejadian yang terjadi seperti proses kehidupan terkhusus untukku.
Angelina Clarzie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Grace Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Xavier POV

Akhirnya, seperti memenangkan taruhan bernilai tinggi dan juga keberuntungan berpihak kepadaku. Aku bisa mendapatkan Angelina dan lihatlah sekarang dia benar benar masuk kedalam hidup ku.

Aku melangkahkan kaki ku menuju ruang kerja. Disana sudah ada Adreas yang sedang menungguku.

"Ada apa?." Kataku lalu duduk di soffa di depannya.

"Sudah mendapatkan yang kau mau eh?." Katanya sambil menatap mengejek ke arahku. Wah, ternyata ekspresi senangku bisa tergambarkan dengan jelas saat ini.

"Dari mana kau tahu?." Tanyaku balik.

"Tidak susah mendapatkan informasi tentang mu X. Aku juga sudah mengenalmu dari kecil." Jawabnya santai sambil meminum wine yang dipegangnya. Well, memang benar aku dan Adreas sudah saling mengenal sejak kecil dan sudah seperti saudara. Dan untuk sebutan X untukku memang sudah menjadi kebiasaannya memanggil ku seperti itu. Dan hanya orang orang yang menjadi partner bisnisku yang memanggilku dengan nama X. Dan mungkin akan terdengar menyeramkan bagi orang orang yang sudah tahu seperti apa sifatku sejak dulu.

"Hmm.. Ada apa sehingga kau datang kemari?."

"Ada yang ingin ku bicarakan. Ini mengenai beberapa musuhmu X." Aku hanya menganggukan kepala lalu kembali menyimaknya. "Dari beberapa informasi yang baru ku dapat, musuhmu itu sudah tahu kau membawa seorang gadis ke rumah ini. Dan kau tahu apa selanjutnya rencana mereka."

"Sudah ku duga. Sepanjang perjalanan tadi pun aku merasa di ikuti tapi aku hanya bersikap biasa saja sebab ada Angelina bersamaku." Jawabku sambil mengoyangkan gelas berisi wine di tanganku.

"Aku hanya ingin mengingatkan mu saja X. Jangan menganggap remeh musuhmu yang satu ini. Kalian berdua sama-sama berambisi tinggi dan juga bisa terjadi perang antara kalian berdua kapan saja. Ingat dia juga bagian dari kita dulu." Ucap Adreas.

Ya, memang musuhku sekarang ini adalah salah satu sahabatku dulu. Dia benar benar membuatku murka beberapa tahun lalu sampai membuat tali pertemanan kami renggang sampai sekarang. Mengingat wajahnya saja membuat ku ingin merobek wajahnya menjadi beberapa bagian.

"Sialan... Aku benar benar ingin menghabisinya. Semua ini karena mu Adreas. Kalau saja kau tidak menahanku dulu mungkin sekarang dirinya hanya tinggal nama." Kataku berdesis.

"Membiarkan mu menghabisinya dan kau hidup sebagai seorang pembunuh? Itu sama saja dengan hidup dalam kehampaan X. Aku hanya membebaskan mu dari semua kerugian yang akan terjadi apabila kau membunuhnya."

"Aku tidak peduli Adreas. Dia sudah berani bermain main dengan milikku dulu dan sekarang dia kembali membuntutiku? Yang benar saja, sekali dia bertindak aku akan langsung turun tangan." Ucapku sambil mengepalkan tangan.

"Jangan gegabah X. Kau harus pikirkan kembali, sekarang kau memiliki seseorang yang sudah kau klaim dan itu artinya harus kau jaga." Ucap Adreas memperingatkan ku.

Damn... Benar, Angelina ya gadis itu sudah menjadi milikku sejak beberapa saat lalu dan itu artinya dia adalah prioritasku sekarang. Keselamatannya yang paling penting dan kalau ada yang menyentuhnya dan menyakitinya bahkan seujung rambut, maka bersiap siaplah nama X yang dulu sangat buas dan monster akan kembali hadir di masa sekarang.

"Aku pamit. Dan ingat semua yang ku bicarakan dengan mu tadi." Kata Adreas lalu pergi keluar ruang kerjaku.

*****

Setelah kepergian Adreas, aku menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor yang belum selesai. Dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, ahh saatnya makan siang.

Kira-kira apa yang sedang di lakukan oleh Angelina sekarang? Ahh hanya meninggalkan beberapa saat saja langsung membuat ku seperti ini. Mungkin bisa di bilang merindukannya?.

Aku melangkahkan kaki menuju kamar kami. Dan kudapati pemandangan terindah menurutku. Aku melihat Angelina yang sedang berbaring indah diatas kasur ku tanpa beban dan lihatlah wajahnya sangat cantik.

Aku melangkah mendekat kearahnya dan duduk di sampingnya. Aku mengelus wajahnya pelan lalu mengecup beberapan kali keningnya.

"Kamu tahu sayang? Baru kali ini aku terobsesi sampai seperti ini. Padahal kita baru saja berjumpa beberapa kali. Dan aku juga tidak akan melepaskan mu lagi. Apapun yang terjadi, Love." Kataku sambil mengecup bibirnya.

Aku memilih untuk masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Udara terasa sangat panas siang ini di tambah memandangi wajah Angelina yang membuatku tidak tahan untuk terus menyentuhnya.

Setelah membersihkan diri aku memakai celana pendek bahan dengan kaos putih yang tentu saja mencetak dengan jelas otot ototku. Aku melangkahkan kaki ke arah ranjang dan mengoyangkan bahu Angelina. Aku ingin membangunkannya untuk bersama sama makan siang.

"Engghh.." Aku melihatnya mengeliat dan membalikkan badannya lagi. Ah sungguh mengemaskan.

"Hey baby. Bangunlah. Ini sudah waktunya untuk kita makan siang hem?." Kataku sambil mengelus wajahnya.

Aku terus membangunkannya sampai dia benar benar bangun.

"Sudah bangun sayang?." Tanyaku sambil tersenyum lembut ke arahnya.

"Hemm. Aku masih ngantuk Xavie." Jawabnya sambil kembali berbaring. Aku yang melihatnya hanya tersenyum lebar. Sepertinya kesayanganku ini tidak lagi menolakku. Bahkan panggilan dari ku pun tidak di permasalahkan olehnya.

Oh God.. Semoga ini pertanda bagus untuk ku. Dengan sikap Angelina yang baru sehari saja sudah terbiasa dengan keberadaan dan panggilanku.

"No.. no no baby. Wake up. Saatnya makan siang. Mau bangun sekarang atau ku cium sampai kamu kebahisan nafas hem?." Mendengar ancamanku, Angelina langsung saja bangun dan turun dari ranjang sambil terus berjalan keluar kamar. Aku bisa mendengar gerutuannya akibat sebal dengan ancamanku.

Diruang makan kami berdua makan dengan diam. Aku terus memandangi Angelina yang terlihat sangat menikmati makan siang kami kali ini.

"Apa makanannya enak sayang?." Tanyaku. Dan Angelina hanya menganggukan kepala sambil menatap berbinar ke arahku. Well, untuk koki yang memasakkan makan siang kali ini akan ku beri bonus. Dia sudah bisa membuat Angelina makan dengan semangat dan itu saja sudah membuatku ikut senang.

"Baiklah makan yang banyak oke?." Kataku lagi sambil melanjutkan makananku. Aku bisa merasakan ada beberapa pelayan yang menatap ke arah kami tapi aku tidak peduli. Mungkin mereka aneh dengan sikapku yang bisa lembut seperti ini. Ya dan hanya kepada Angelina saja bisa membuatku tak berkutik.

*****

Angelina POV

Aku sangat kesal terhadap Xavie yang seenaknya menganggu tidur siang indahku. Tapi kekesalanku hilang begitu saja di saat melihat banyak sekali menu makan siang yang tertata indah di meja makan.

Sungguh lezat.... Aku makan dengan semangat dan aku merasa seperti terus terusan di tatap. Dan ya benar saja selama aku makan aku terus ditatap intens oleh pemilik mansion ini.

"Ahhhh kenyangnya.."Ucapku senang.

Tiba tiba terdengar bunyi deringan handphone dan ternyata itu ada bunyi handphone Xavie. Aku melihatnya mengangkat telepon dan berjalan menjauh dariku untuk mengangkat teleponnya.

Aku lebih memilih melangkahkan kaki menuju ruang keluarga yang tersedia tv berserta banyak sekali kaset kaset film. Ahh aku ingin menonton. Aku memasangkan sebuah kaset dan langsung duduk untuk menonton.

Aku memilih memutar film horror yang menjadi salah satu kegemaranku. Sedang seriusnya menonton, aku merasakan ada yang memegang bahuku. Dan langsung saja aku berbalik.

"Ish Xavie. Aku kaget tahu."Gerutuku kesal.

"Maafkan aku sayang. Tapi aku ingin pamit sebentar, tidak apa kalau kamu sendiri dulu sayang? Ada beberapa urusan mendadak yang harus segera ku urus sayang." Ucapnya kepadaku.

Huftt baru saja tinggal bersama beberapa jam aku sudah di tinggal pergi. Tahu akan seperti ini, lebih baik aku kembali ke rumahku.

"Ehem. Jangan berpikir macam-macam sayang. Aku pergi hanya sebentar. Sebelum makan malam aku janji sudah ada disini. Bagaimana?." Tawarnya lagi.

"Terserah kamu saja."Kataku langsung berbalik lagi untuk menonton.

"Aku pergi dulu baby."Ucapnya lagi dan aku merasakan elusan serta kecupan diatas kepalaku.

Demi apapun, aku sunggu malu tetapi juga berbunga bunga diperlakukan seperti ini. Kalau seperti ini, akan sangat mudah untuk bisa menyukainya ...

Ahhh parsetan.. Lebih baik aku menonton film saja.

Setelah tiga jam penayangan film horror kesukaanku aku bangun dan menuju ke kamar. Aku mengambil handphone ku dan mengecek. Ternyata ada beberapa pesan dari teman ku. Adrian Caleb.

Oh, dia mengajakku bertemu untuk membahas tugas kuliah kami. Aku hanya membalas tanda setuju dan langsung bersiap siap. Setelah itu langsung saja aku berangkat ke tempat janjian kami. Aku menolak di antar oleh supir yang ada dan meminta mereka untuk memanggilkan taksi saja untukku.

Dan soal Xavie, ahh aku belum memberitahu kepadanya kalau aku pergi mengerjakan tugas. Aku juga tidak memiliki kontaknya di handphone ku. Ahh sudahlah, urusan Xavie akan ku urus nanti saja.

1
Grace Putry
Hai gais kalo cerita ini aku revisi dan terbirkan jdi buku kalian mau ga buat dukung?🤭
Rhenii RA
baby, hem, ish😁
Grace Putry: Yukk kak mampir cerita baruku. Dijamin suka kayak cerita yg pertama 🥰
total 1 replies
Rhenii RA
nampan bukan mapan thor
Rhenii RA
Plin plan sekali jadi orang🥴
Rhenii RA
Iblisnya bisa diperdaya Xiela tapi😆
Rhenii RA
masalahnya berbelit2 gak kelar
Rhenii RA
Pertanyaannya kenapa dia cepet2 pengen liat Xavie kalau ujungnya lari lagi kaya kuda pengen e'ek?
Rhenii RA
dari dulu ancamannya itu terus mas Xavie, tapi tetep aja ngebiarin si Jal**g bebas berkeliaran🤪
Rhenii RA
terlalu baik membuat kita terlihat sangat lemah😑
Rhenii RA
Seharusnya itu si ibu tiri dimasukin dulu ke dalem karung, biar ga kabur2
Rhenii RA
tuh kan kebanyakan POV, ceritanya jadi ngulang2 thor😌
Rhenii RA
Saran aja thor, kalau bisa POVnya dikurangi agar ceritanya tidak terkesan berulang☺
Sudirman Sudirman
bkn main si babang main nyosor aja 😁😁😁
Sudirman Sudirman
baru baca sepertinya seru ....
Paramitha Tikva
kenapa gak dilaporin ke polisi aja
Paramitha Tikva
heis kenapa tdk minta tolong papanya X buat tanya nomor camernya biar dikasih nomor angel,,bah hidupmu X riweh amat
Ahmat Hapids
kalo gini caranya jangan salahin sikap angelina kedepannya kalo benci sama xavier
Ahmat Hapids
wow beda usia 18 tahun
Rhenii RA
labil sih ceweknya, malah kabur
Rhenii RA
antara baik dan bego hanya beda tipis😪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!