NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:416.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Di sebuah kamar yang sangat besar, seorang wanita yang terlihat sangat anggun sedang duduk di depan sebuah kanvas. Tangannya menari mengikuti isi pikiran dan hatinya memoles cat warna warni di atas kanvas itu. Senyumnya merekah seperti bulan purnama di kegelapan malam.

Wanita adalah Zahra, wanita yang telah melahirkan Kabir 27 tahun yang lalu. Wanita yang meski terlihat normal, namun sebenarnya ada kekurangan dalam dirinya.

Kabir masuk perlahan ke kamar besar itu, dan langsung berjalan tanpa suara langkah kaki. Karena setiap dia masuk ke kamar ibunya, Kabir akan membuka sepatunya. Bagi Kabir kamar ibunya adalah tempat suci. Dia bahkan meninggalkan senjata apinya di luar kamar.

Kabir langsung merangkul ibunya itu dari belakang. Membuah Zahra tersenyum. Langkah kaki Kabir memang nyaris tidak terdengar, namun hati dan perasaan seorang ibu tahu kalau anaknya datang menghampiri dirinya.

"Assalamualaikum ibu!" sapa Kabir.

Dan dengan mengusap wajah Kabir dengan tangan kanannya. Zahra meletakkan tangan kirinya dengan posisi menyilang di depan dadanya.

*Waalaikumsalam nak.

Jawaban seperti itulah yang ingin dikatakan oleh Zahra. Namun itulah kekurangan wanita yang nyaris sempurna itu. Dirinya tidak bisa bicara. Semua orang mengatakan pada Kabir, kalau ibunya memang tidak bisa bicara sejak kecil. Bahkan neneknya juga bilang begitu.

*Sudah pulang nak, bagaimana perjalanan mu?

Dengan bahasa isyarat, Zahra mengatakan hal itu pada Kabir.

Kabir mengangguk paham.

"Semuanya lancar Bu, aku merindukan ibu. Karena itu aku pulang sebentar...!"

Zahra langsung menarik tangan Kabir.

*Apa maksud mu sebentar? kamu mau pergi lagi?

Zahra bertanya dengan bahasa isyarat lagi, dan menunjukkan ekspresi wajah terkejut sekaligus tak rela kalau Kabir pergi lagi.

Zahra sangat rindu pada putranya itu, sudah hampir enam bulan mereka tidak bertemu. Dengan alasan Kabir sedang banyak pekerjaan kata suaminya. Tapi dia melihat anak suaminya dari istri yang lain tidak sesibuk Kabir. Bahkan beberapa dari mereka hanya menghamburkan uang ayah Kabir dengan berhura-hura dan berpesta tidak jelas.

Kabir tersenyum pada Zahra.

"Ibu tenang saja, hanya sedikit pekerjaan saja. Tidak berbulan-bulan seperti kemarin. Lagipula nanti malam aku menginap di sini. Ibu mau kan? memasak untuk ku?" tanya Kabir mengalihkan kesedihan ibunya.

Zahra dengan mata berkaca-kaca langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.

*Kamu mandi, ibu akan masak untukmu!

Dengan bahasa isyarat menggunakan gerakan tangannya. Zahra mengatakan hal itu pada Kabir. Zahra lalu segera meninggalkan semua kesibukannya tadi dan segera keluar dari kamar itu menuju dapur. Langkahnya begitu cepat, karena dia tidak ingin Kabir menunggu lama untuk bisa makan masakannya.

Kabir yang masih berdiri mematung disana, melihat ke arah kepergian ibunya. Lalu dia melihat lukisan sang ibu. Lukisan sebuah desa kecil dengan pemandangan yang indah. Rumah sederhana dengan banyak bunga-bunga di luar rumah.

Kabir tersenyum lirih melihat lukisan sang ibu.

'Aku janji Bu, setelah uangku cukup dan aku bisa membangun bisnisku sendiri, aku akan mengajak ibu pergi dari tempat yang sebenarnya membuat ibu sesak berada di dalamnya ini! kita akan segera bebas dari sini, Bu. Aku janji!' batin Kabir.

Tak seorang pun yang tahu, apa yang Kabir rencanakan ini. Bahkan Zahra sekalipun. Tapi memang Kabir sangat mengerti apa yang dirasakan ibunya, ibunya bukan satu-satunya istri dari ayahnya. Malah ibunya merupakan istri kedua dari Maaz Adnan. Istri Maaz Adnan benar-benar ada empat orang wanita. Dan yang nomer dua adalah Zahra.

Istri pertama Maaz, bernama Zulaikha mempunyai dua putra Mukhtar dan Rusman. Istri ketiga Maaz adalah Rosemary dan dia juga punya tiga orang anak, dua orang putri dan satu putra. Istri keempatnya bahkan masih sangat belia. Bahkan usianya di bawah usia Kabir. Namanya Anneke.

Hidup di bawah atap yang sama dengan para wanita yang juga mencintai suaminya dan di cintai oleh suaminya membuat Zahra sebenarnya sering menangis di malam hari. Dan Kabir kecil sering memergoki ibunya menangis tanpa suara. Itulah yang membuat Kabir ingin bekerja keras dan membawa ibunya keluar dari Istana Maaz Adnan ini.

Sejak usianya 17 tahun, Kabir sudah mulai masuk berkecimpung dalam usaha ayahnya yang merupakan wakil ketua Silver Shadow yang membuat sang ayah punya kuasa di kota ini. Hingga untuk lepas dari ayahnya sangatlah tidak mudah. Namun seorang pria tua yang awalnya menculik dan hampir menghabisi nyawa Kabir yang mengaku di khianati oleh Maaz malah mengatakan cara lepas dari Maaz Adnan adalah menghancurkan nya.

Sejak saat itu, meskipun sebenarnya Kabir terlihat bekerja untuk Maaz sebenarnya dia sedang mengumpulkan banyak uang dan kekuatan untuk menghancurkan Silver Shadow itu sendiri. Tanpa ada siapapun yang tahu.

Malam pun tiba. Kabir yang tertidur di kamarnya pun di bangunkan oleh sang ibu yang sudah selesai menyiapkan makanan.

*Mandilah nak, lalu turun ke meja makan. Kita makan malam bersama.

Zahra mengisyaratkan dengan tangannya sambil wajahnya tersenyum.

Kabir pun langsung mengangguk patuh.

Saat Kabir masuk ke dalam kamar mandi. Zahra berjalan menuju ke arah lemari dan mengambilkan pakaian ganti untuk Kabir. Setelah itu dia baru keluar dari kamar anaknya itu.

Saat di kamar mandi, Kabir yang melepaskan bajunya dengan perlahan karena masih merasakan sakit pada luka yang ada di perutnya. Kembali melihat perban yang tak beraturan hasil karya Laela. Saat Kabir melihat ke arah cermin, tiba-tiba saja wajah Laela muncul di sana. Tersenyum manis padanya.

Bahkan Kabir mendengar sapaan Laela yang menyebut dirinya dengan bang Kabir. Kabir mengernyitkan keningnya, dia lalu mengedipkan matanya dan bayangan Laela itu hilang dari cermin.

Kabir mendengus dan menggelengkan kepalanya perlahan.

"Tidak boleh ada yang mengganggu tujuan ku, tidak siapapun, termasuk wanita!" gumam Kabir kembali menguatkan tekadnya.

Kabir pun lantas mandi dan kembali membalut luka di perutnya. Setelah itu dia keluar, wajahnya tersenyum melihat pakaian yang ada di atas tempat tidurnya. Dia tahu itu adalah pakaian yang disiapkan oleh ibunya.

Setelah ganti pakaian Kabir pun turun ke lantai satu, karena kamarnya ada di lantai dua. Dia berjalan menuju meja makan. Kabir menghela nafasnya berat. Meja makan itu benar-benar panjang dan besar. Bagaimana tidak, ada 14 orang yang akan duduk disana tentu saja sangat panjang.

Begitu melihat Kabir, Anneke yang duduk di sebelah Maaz langsung berdiri. Dia tahu kalau para putra Maaz lah yang harus duduk di sisi Maaz.

"Kabir, kemari lah nak. Duduklah di samping ayah, putra kebanggaan ayah!" ucap Maaz sambil tersenyum senang.

Mendengar sanga ayah yang memang terlihat sangat membanggakan Kabir. Mukhtar dan Rusman terlihat tidak senang. Namun Zulaikha langsung memelototi kedua putranya itu lalu menyapa Kabir.

"Selamat malam Kabir, pantas saja hari ini Zahra turun ke dapur, ternyata kamu sudah pulang. Makanlah yang banyak nak, makanan ini semuanya di buat dengan lebih kasih sayang untukmu!" ucap Zulaikha tersenyum manis.

Kabir hanya mengangguk pelan.

'Heh, dasar bermuka dua!' batin Kabir memalingkan wajahnya dari Zulaikha.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
lontong sayur
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!