NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir Tokoh Utama

Mengubah Takdir Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:136.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

BUDAYAKAN BACA SKRIPSI DULU. TYPO, MAKSUDNYA DESKRIPSI!!

WARNING☇☇
DILARANG BOOM LIKE (SPAM LIKE). KASIH JEDA WAKTU MINIMAL 1 atau 2 MENIT!!!

Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu masuk ke Dunia Novel dan tidak bisa kembali ke Dunia nyata?

Adinda yang notabene seorang sekretaris, ia adalah orang yang tidak mudah menangis dan percaya diri, tiba-tiba keluar dari dunianya dan masuk ke dunia novel yang ia baca.

Adinda terkejut saat membuka mata, ia bergumam, "Dimana aku?". Adinda semakin terkejut dengan rasa tidak percayanya melihat lingkungan sekitar dan tubuhnya bukanlah dirinya sendiri melainkan tokoh utama dari novel tersebut yang mana ia adalah korban bullying.

Bersusah payah kembali ke dunia asalnya, ia akhirnya memutuskan untuk menetap dan mengubah takdir sang tokoh utama. Apakah ia berhasil mengubah takdir tokoh utama dari novel tersebut dan bisa kembali ke dunia nyata? Ataukah ia akan gagal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Tidak Semua yang Kita Rencanakan Bisa Terlaksana dengan Mulus

Setelah selesai urusannya di kamar mandi, Larina bergegas menuju kelasnya. Ia diam membisu saat melihat tas sudah penuh coretan menggunakan spidol dan pulpen.

Larina memandangi tas nya, ia menahan emosinya. Larina menoleh ke arah Doni dan kelompoknya yang tertawa melihat ekspresi Larina. Larina membuang nafas berat, ia meraih tas nya dan membukanya. Ia kembali dibuat emosi dengan kondisi tas nya yang sudah penuh berisikan sampah-sampah palstik makanan bahkan tisu bekas mengelap ingus.

"Kalian.." Larina mengepalkan tangan. Ia mengatur nafasnya.

Setelah tenang, Larina berjalan keluar kelas sambil membawa tasnya. Ia mengeluarkan sampah-sampah di dalamnya ke dalam tempat sampah.

"Huufft, nyatanya hal ini tidaklah semulus yang ku inginkan." Gumam Larina sambil terus menenangkan hatinya

Matanya berkaca-kaca karena gagal untuk yang kedua kalinya.

****

Sepulang sekolah.

Larina masuk ke dalam rumah, saat melewati ruang tamu ia tidak sengaja menyenggol bunga hias imitasi milik Ibunya.

"Suara apa itu?!" Ibu Larina keluar dari kamarnya sambil memasang wajah seramnya.

Larina membungkuk untuk mengambil barang yang ia jatuhkan itu.

"Larina?! Apa yang kau lakukan?!" Ia melangkah dengan cepat.

Ibu Larina merbut bunganya dari tangan Larina dan langsung memukul lengan Larina.

"Maaf. Aku tidak sengaja." ucap Larina sopan.

"Tidak sengaja, tidak sengaja. Punya mata kan? Hati-hati! Ini mahal."

"Iya, Bu. Maaf."

"Bisa tidak sih kau ini jangan membuatku kesal setiap hari, hah?!" Ibu Larina meletakkan kembali bunga hias imitasi itu

"Bu?" Larina menautkan kedua alisnya

"Aku memang bukan anakmu, tapi saat ini aku berada dalam tubuh anakmu. Meski begitu, aku juga ikut merasakan sakit hati saat mendengar ucapan Ibu Larina ini." Batin Larina

"Apa?! Berani melawanku, hah?!" mata Ibu Larina melotot.

"Aku ini anakmu, bisakah Ibu sedikit mengurangi kata-kata kasar semacam itu? Cukup teman-temanku yang membullyku, keluargaku jangan."

"Berisik. Salah siapa lahir dengan kondisi jelek begini?! Kau bahkan tidak mirip dengan Ibumu ini."

"Aku bahkan belum pernah dihina oleh Ibu Kandungku di Dunia asliku." Batin Larina

"Cukup kamu saja yang tidak sempurna, jangan barang-barang mahalku!" imbuh Ibu Larina, ia kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya.

Larina diam mematung, matanya kembali berkaca-kaca mendengar itu semua. Larina membuang nafas berat, ia menyeka setetes air mata di sudut matanya kemudian ia melangkah masuk ke kamarnya.

Larina masuk ke kamar dan menutup pintunya. Ia terduduk di lantai sambil menyeka air matanya yang kini mulai deras mengalir.

"Rasanya sakit sekali! Entah aku yang ikut lemah karena berada dalam tubuh Larina atau memang aku ini lemah?" dengan suara bergetar dan sesenggukan.

Ia tidak sanggup menahan tangisnya, kata-kata yang dilontarkan oleh Ibu Larina sangat menyakitkan baginya.

"Aku merasa tidak sanggup, hiks!" sambil menyeka air matanya.

"Tidak! Aku tidak boleh seperti ini. Misiku adalah mengubah nasib Larina, jika aku seperti ini maka aku akan gagal dan aku akan mati muda seperti yang ada dalam novel. Tidak, aku tidak mau! Ya, aku harus ingat siapa aku!" ucapnya penuh semangat.

"Aku bisa, pasti dan harus!!"

Larina berdiri dan mengambil handuk. Ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

☘☘☘

Keesokan paginya.

Larina bangun saat cahaya matahari pagi masuk ke kamarnya melalui celah-celah tirai jendela kamar. Ia mengucek matanya perlahan dan mengumpulkan keseluruhan kesadarannya.

Rasa malas tiba-tiba menyapa dirinya, ia melihat jam dinding dan memutar mata bosan.

"Aku tidak ingin masuk sekolah dulu. Males!" Larina menghela nafas.

"Aku malas bertemu dengan para pembully sia*lan itu." Lanjutnya

Larina bangun dan langsung menuju kamar mandi.

***

"Selamat pagi," sapa Ayahnya saat Larina datang ke ruang makan.

"Selamat pagi, Ayah."

"Kok masih belum berseragam?" tanya Ayah Larina

"Absen dulu hari ini, Yah. Oh iya, Larina mau minta uang dong."

"Uang jajan?

Larina menggeleng.

"Larina mau membeli buku. Bosan kalau hanya membaca buku sekolah. Ingin buku yang lain."

"Oke. Tapi alfa hanya hari ini loh, ya. Besok harus sekolah."

"Siap!"

"Oke. Sarapan dulu. Nanti Ayah kasih uangnya."

"Terimakasih banyak, heheh. Maaf ya~" sambil tersenyum lebar.

"Tidak usah bolos-bolos. Itu kamu sekolah bayarnya pakai uang, bukan pakai daun."

"Iya Bu, Larina tau itu. Aku hanya ingin healing sebentar saja. Toh aku juga akan mengirim surat izin nanti."

"Hm." Ibu Larina kembali ke dapur untuk mengambil menu makanan lainnya.

"Jangan melawan terus sama Ibumu,"

"Iya, Yah. Maaf." Larina tersenyum.

***

"Ini, Pak. Terimakasih." ucap Larina sambil menyodorkan uang pada akang gojek yang dipesankan Ayahnya.

"Terimakasih, Dek."

Larina mengangguk. Ia berdiri di sebuah toko buku yang bisa dikatakan besar dan luas yang ada di pusat kota.

"Akhirnya, aku bisa baca buku lainnya." gumamnya sambil melangkah masuk ke dalam.

"Aku rindu aroma buku-buku baru seperti ini." ucapnya sambil menyusuri lorong-lorong berisikan rak buku yang berjejer rapi.

Asik memandangi buku-buku yang tersusun rapi, Larina terus berjalan tanpa melihat ke arah depan

'Brugh'

"Aargh!"

Larina membulatkan mata.

"Ya ampun! Maaf!"

Larina menabrak lelaki yang tak lain adalah Rafa.

Dalam novelnya, Larina menyukai Rafa diam-diam begitupun sebaliknya. Namun karena Larina terlanjur mati duluan, mereka akhirnya gagal bersatu.

"Maaf, maaf!" Adinda yang berada di dalam tubuh Larina merasa sangat malu.

"Tidak apa-apa." sahut Rafa

Larina mengulurkan tangannya untuk membantu Rafa namun Rafa mengabaikannya, ia berdiri lalu meninggalkan Larina begitu saja.

"Dih, dingin banget! Lebih dingin dari yang ku baca di novel." Batin Larina

Larina menepuk jidatnya sendiri.

"Malu, astaga! Sudah mau dibantu tapi diabaikan! Ckckck."

Di sisi lain, Rafa merasakan jantungnya hampir lepas dari sarangnya. Ia memukul jidatnya agak keras karena telah mengabaikan bantuan Larina.

"Dia pasti akan berfikir aku orang yang sombong." gumamnya

***

Sesampainya di rumah, Larina kembali mendapat omelan dari Ibunya yang terus mengatakan Larina boros. Ia mengabaikannya dan langsung masuk ke dalam kamar untuk membaca buku barunya itu.

"Mungkin aku harus fokus ke pendidikan dulu ya? Nanti cintanya nyusul. Hihi." ucap Larina sambil meletakkan buku barunya di meja.

1
Anne Rukpaida
ok Kaka
larasatiayu
smangattt
KAITO KID
ya ampun gua ikutan ngakak ketika baca ini teks/Facepalm/
Hanum Anindya
lanjut kak. tetap semngat ya menulisnya🥰
Lina Octavianti
Luar biasa
Hanum Anindya
Sandrina bakalan kalah, bukan lawannya anak SMA lawan adinda 😂😂😂😂, lanjutkan kak. pokoknya jangan pernah berhenti menulis novel ini kak, biarpun ada typo nya juga😂😂😂semangat
Anindya K Setiawan
ceritanya bagus, lanjutkan kak. aku nyakin Adinda bakalan kembLi keduania atau bisa saja mereka ketemu disini 😂😂😂cuma ide saja kak.
semangat ya, pokoknya aku tunggu kelanjutannya jangan pernah berhenti. kecuali menulis langsung terbitkan oke💕
Anindya K Setiawan: siap ditunggu novelnya yang baru💕.
total 2 replies
Hanum Anindya
lanjut kak😊. aku kira larina bakalan jadi andinda.
aisarah silma
Luar biasa
@🍾⃝ ʟͩɪᷞʟͧɪᷡᴛͣ𝐀⃝🥀℘ℯ𝓃𝓪ˢ⍣⃟ₛ
Maaf ya temen², aku habis bergelut sama kehidupan di RL dan baru bisa update lagi😊 Makasih ya udah meluangkan waktunya untuk baca karyaku!
Dwi Istiani
kak ini nggak ada lanjutannya tah?
@🍾⃝ ʟͩɪᷞʟͧɪᷡᴛͣ𝐀⃝🥀℘ℯ𝓃𝓪ˢ⍣⃟ₛ: ada kak, tunggu ya!😊
total 1 replies
Ibuk'e Denia
aq mampir thor semoga ceritanya bagus
Buke Chika
lanjutan nya mana thor gantung
Buke Chika
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/Kasihan tu adik kelas
Buke Chika
kayak nya bumbu2 cinta bersemi anak dpt anaknya bpk dpt ibunya boleh tu/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Srie Sifa
bagus,menarik,seru LG. tp nanggung
Srie Sifa
y ampuun sedih banget,padahal ceritanya lagi seru-serunya nih. kok udah tamat aja.
Buke Chika
Luar biasa
Buke Chika
istri kaya itu dipelihara sudah selingkuh lg
Buke Chika
cerai kan saja ngapa istri macam itu dipelihara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!