S1_Akankah Aku Bisa Memiliki Akhir Yang Aku Harapkan Bersama Salah Satu Dari Kedua Pria Itu Atau Malah Terjebak Dalam Cinta Monyet Itu Selamanya??
S2_Tranmigrasi ketubuh seorang nona muda dan mengubah segala takdir yang tertulis apa aku bisa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vallerie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapt | 007
"Dulu, keano rajin membeli koleksi manga. Dia paling suka Slum Dunk dan Dragon Ball. Aku yang awalnya tidak begitu suka, akhirnya terbawa. Tapi, aku tidak punya koleksi mange seperti kau.
Jadi, bisa dibilang aku maka membaca manga karena ada Keano yang meminjamku Tiga tahun terakhir, aku tidak pernah menyentuh manga karena Keano telah meninggalkan negeri ini," ratapku sedih
Sedetik kemudian, aku menyesali telah mencurahkankahku tentang Keano kepada Hajime. Lagi-lagi, aku keceplosan
Namun, Hajime tampak tidak terlalu peduli dengan penjelasanku. Meski bukan berarti juga dia mengabaikanku Terlihat, Hajime sibuk mengeluarkan buku-buku dari dalam tasnya.
Ternyata, Hajime memang penggemar berat manga. Dari tasnya, dia mengeluarkan buku-buku manga terbaru. Kebanyakan dari manga yang dimilikinya adalah One Peace. Selain itu, ada juga seri Hajime no Ippo.
Keano orang Jepang, makanya aku tau banyak tentang manga Jepang..
"Lihat! Ini semua koleksi manga yang kupunya. Kau boleh meminjamnya kalau kau suka," ujar Hajime tanpa menanggapi tentang Keano dan manga favoritnya.
Kutahu Hajime sedang menunjukkan siapa dirinya, dan aku yakin pria mana pun tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan pria lain, apalagi dibandingkan dengan mantan pacar seorang gadis.
Hajime, pertemuan pertama ini telah membuatku terkesan padamu!
Sebagai pengemar berat manga, Hajime tahu bahwa Goo Research pernah menyurvei 1.939 orang Jepang, dari usia 15 sampai 44 tahun, tentang manga yang populer menurut pendapat mereka. Dan, manga kesukaan Hajime, yakni One Peace, ternyata menjadi urutan pertama daftar manga terpopuler di Jepang. Sementara itu,
manga kesukaan Hajime yang lain, Hajime no Ippo, menempati urutan ketujuh, setingkat lebih populer dari seri Bleach dan Detective Conan.
Sepanjang perjalanan menuju toko buku, Hajime nye rocos terus mengenai manga-manga kesukaannya. Aku lebih banyak diam, sesekali saja menjawab jika Hajime bertanya.Bosan iya, tapi tidak apalah. Setidaknya aku punya teman pria di hari Valentine ini, meski bukan Keano.
"Manga apa yang kau suka, Ran?" seloroh Hajime begitu menemukan rak-rak buku berisi koleksi manga terbaru.
"Aku tidak yakin orang sepertimu suka bacaan seperti Detective Conan, ya..., walau di sana ada tokoh bernama Ran," lanjut Hajime, lalu tersenyum menggoda.
Tangan kanannya mengambil sebuah manga dari tatanannya di rak-rak yang memanjang, menunjukkan bagian judulnya kepadaku, Detective Conan.
"Aku pilih Dragon Ball saja, Hajime," jawabku dengan meminjam mulut Keano. Maksudku, aku teringat Keano ketika menyebut manga Dragon Ball.
Selain menggemari Kapten Tsubasa, dan bahkan bercita-cita seperti tokoh fiktif Tsubasa, Keano juga menggemari Dragon Ball. Goku adalah tokoh fiktif idolanya selain Tsubasa," lanjutku keceplosan bercerita tentang Keano
Mendengar jawabanku, Hajime tersenyum penuh arti. Sedetik kemudian, aku menyesal karena hampir setiap Hajime bertanya, aku selalu teringat Keano. . Dan bodohnya, aku tidak mampu mengendalikan lidah untuk tidak menyebut nama Keano.
Sebuah artikel berbahasa Inggris yang pernah kubaca menyarankan, jangan sekali kali menyebut nama pria lain selain yang sedang kau hadap saat ini, karena itu akan menghancurkan perasaannya Hajime, maafkan aku, ya?
"Baiklah, kalau begitu mari kita pindah ke rak Dragon Ball" Hajime mengembalikan lagi manga yang berjudul Detective Conan, lantas meraih tanganku.
Kurasai aliran darahku berdesir hebat, mengalir lebih deras dari biasanya Jantungku! Jantungku juga berdegup lebih kencang Kakiku gemetaran merasakan geletar rasa yang sangat aneh. Aduh, Ibu! Aku ingin kencing!
_________________________________
Bersambung~