NovelToon NovelToon
PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duniahiburan / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Naya, harus menerima kenyataan bahwa suaminya yang bernama Hanif,merupakan seorang Aktor ingin melakukan poligami terhadap dirinya dengan seorang aktris lawan main suaminya.

Kehidupan pernikahan mereka yang awalnya baik-baik saja harus hancur berantakan atas keputusan sepihak tersebut, sementara itu disisi lain, seorang Aktor terkenal bernama Kenzo mengetahui hal ini yang membuat dirinya menaruh iba dan perhatian kepada Naya.

Tapi siapa sangka, rasa iba itu berubah menjadi keinginan Kenzo untuk merebut Naya dari suaminya.

Apakah Kenzo dapat merebut Naya dari suaminya?

Novel ini hanya halu dari penulis. Mohon maaf jika ada isi yang kurang berkenan.

ig : reni_nofita79
fb : reni nofita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh. PYTD.

Naya menunggu Hanif dengan gelisah. Sudah jam sembilan malam, Hanif belum ada kabar. Naya ingin menyusul ke lokasi, malu jika bertemu Kenzo lagi.

Pasti nanti Naya di kira istri yang tidak mengerti pekerjaan suami sebagai aktor yang jam kerjanya tidak menentu.

Naya menunggu Hanif sambil menonton televisi di ruang keluarga. Hingga pukul sebelas malam, Hanif belum juga pulang hingga Naya akhirnya tertidur di sofa.

Jam dua tengah malam, barulah Hanif pulang. Hanif membuka pintu rumah dan membuka sepatunya.

Hanif kaget saat melihat Naya yang terlelap di sofa. Hanif langsung menggendong istrinya itu dan membawa masuk ke kamar.

Hanif meletakkan pelan tubuh Naya ke atas tempat tidur. Hanif memandangi wajah istrinya yanh terlelap. Dikecupnya dahi Naya.

"Sayang, maafkan Mas. Pasti kamu cemas menantikan kabar dari Mas." Hanif mengecup kedua pipi istrinya itu.

Naya membuka matanya, merasakan kecupan Hanif di kedua pipinya. Saat melihat Hanif yang berlutut di samping tempat tidur, Naya memiringkan tubuhnya.

Naya menangkup wajah suaminya itu dengan kedua tangan. Air mata jatuh membasahi pipinya.

"Apakah karena aku begitu kuatir, sehingga terbawa hingga ke dalam mimpi?" ucap Naya.

"Sayang, maafkan Mas karena membuat kamu kuatir," ucap Hanif dan menghapus air mata Naya. Hanif merasa bersalah mendengar ucapan Naya.

"Aku tidak sedang bermimpikan. Ini benar kamu, Mas?"

"Kamu nggak bermimpi, Sayang. Ini Mas. Baru aja pulang."

Naya langsung memeluk tubuh suaminya itu. Tangisnya pecah di dalam pelukan Hanif.

"Maafkan, Mas. Ponsel Mas ketinggalan di lokasi shoting."

"Mas kemana aja? Aku kuatir terjadi sesuatu."

"Kemarin mas harus ke luar kota. Mas lupa mengabari kamu. Saat sampai di luar kota, baru sadar ponsel Mas ketinggalan."

"Aku pikir Mas masih marah karena kemarin?"

"Marah karena apa?"

"Aku telat bangunkan, Mas," cicit Naya.

"Sayang, aku yang seharusnya minta maaf karena kemarin berkata dengan suara tinggi. Aku pikir kamu yang marah."

"Apa Mas tidak bisa meminjam ponsel teman yang lain untuk bisa mengabari aku? Aku sangat kuatir. Aku takut sesuatu terjadi. Aku pergi ke lokasi tengah malam. Ketemu Kenzo. Dia mengatakan Mas ke luar kota."

"Mas tak hafal nomor ponselmu. Maafkan Mas yang telah membuatmu cemas."

"Apa? Mas tidak hafal nomor ponselku?" tanya Naya.

"Maaf, Naya. Mas benar-benar lupa menghafalnya. Lain kali Mas pasti akan mengingat nomor ponsel kamu. Mas mandi dulu. Udah gerah."

Naya hanya diam tanpa menjawab ucapan Hanif. Hanif lalu berdiri dan langsung menuju kamar mandi.

Apakah itu berarti selama ini Mas Hanif tidak pernah mengingat nomor ponselku? Apa begitu sulitnya menghafal nomor ponselku?

Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, Hanif naik ke tempat tidur dan tanpa berkata apapun suaminya itu terlelap.

"Mas Hanif pasti sangat capek, hingga langsung terlelap begini," ucap Naya sambil mengusap wajah suaminya itu.

Naya ikut berbaring di samping Hanif dan memejamkan matanya.

...----------------...

Hanif langsung pamit tanpa sarapan terlebih dahulu. Naya yang juga sedang bersiap ke kampus mengejar suaminya itu yang telah berjalan menuju mobilnya.

"Mas, tunggu!" teriak Naya.

Hanif yang akan masuk ke dalam mobil menoleh ke arah Naya.

"Ada apa, Nay?"

"Aku boleh nebeng hingga ke kampus, Mas?" tanya Naya pelan.

"Ke kampus? Kamu pakai taksi aja, ya. Mas harus cepat ke lokasi. Jalan ke kampus kamu dan lokasi berlawanan. Aku bisa telat."

"Baiklah,Mas.Hati-hati Mas," ucap Naya dengan tersenyum.

"Kamu juga hati-hati. Uang belanja udah Mas tranfers. Kamu bisa beli apapun kebutuhan kamu. Jika mau beli baju, kamu gunakan aja uang itu."

"Iya, Mas," ucap Naya pelan.

Hanif masuk ke mobil dan menjalankan mobil perlahan meninggalkan halaman rumahnya. Naya memandangi hingga mobil suaminya hilang dari pandangan.

Aku tak butuh uang yang banyak. Aku hanya ingin Mas Hanif yang dulu. Selalu siap menemani aku, kemanapun aku pergi. Apakah Mas Hanif juga lupa jika hari ini adalah hari kelahiran dirinya? Aku ingin memberikan kejutan buatnya.

Naya mengambil tas dan berjalan hingga ke jalan raya. Dia menggunakan bus menuju kampus.

Sepulang dari kampus Naya pergi ke mal seorang diri. Hari ini ulang tahunnya Hanif. Naya ingin memberikan kejutan dengan suaminya itu.

Naya membelikan jam tangan buat suaminya itu. Setelah itu Naya membeli kue tart. Dengan menggunakan taksi, Naya menuju lokasi tempat suaminya kerja.

Sampai di lokasi. Naya ingin bertanya dengan kru di mana suaminya. Kenzo yang melihat kedatangan Naya langsung menghampiri wanita itu, sehingga Naya akhirnya bertanya dengan Kenzo di mana keberadaan suaminya.

"Cari Hanif?" tanya Kenzo.

"Iya Kak, apakah Mas Hanif ada?"

"Ada di belakang dengan Citra," jawab Kenzo.

"Apa aku boleh masuk, Kak?"

"Tentu saja. Biar aku antar."

Naya berjalan mengikuti langkah Kenzo menuju ke belakang sebuah rumah yang digunakan untuk lokasi shoting.

Saat sampai di belakang rumah itu, Naya kaget melihat Hanif yang sedang tertawa berdua dengan Citra sedang meniup lilin.

...****************...

Bersambung

1
74 Jameela
Adi l hnya mudah terucap tp terlaksananya..😤😤😤
fsf
keren Kenzo 👍👍👍👍 ini baru laki laki sejati
fsf
Masya Allah Naya cantik banget
selamat y sekarang sah jd suami istri
fsf
semoga bahagia nay
fsf
mama Kenzo dan Naya senasib
fsf
suatu saat nanti karma akan datang padamu hanif
fsf
sebelum poligami aja sudah ngak adil apalagi sekarang sudah ada istri kedua mana ada yg adil
fsf
orang tau agama bukan berarti dia faham dengan ajaran agamanya seperti Hanif itulah contohnya
fsf
bagai jatuh tertimpa tangga pula malang sekali nasipmu nay 😭
fsf
kasihan Naya 😭
fsf
citra baru berap bulan menjanda sudah mengatal aja tuh orang 😡
fsf
dimana orang tua Hanif apa mereka ngak dengar gosip anaknya
fsf
mulai dah gelap mata gila dunia
Bahari Sandra Puspita
kali ini baca yg tema poligami mam..
ceritanya bagus, gak bertele-tele dan banyak pelajaran yg bisa diambil..
akhirnya happy ending untuk Kenzo dan Naya..
Untuk Hanif, Citra dan Syifa jodohnya masih belum kelihatan hilalnya, hehe..
semoga kalian terus istiqomah memperbaiki diri..

keren mam ceritanya, aku suka..
cuss lanjut novel berikutnya..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
(jangan bosen ya mam, hehe..)
Mama Reni: Lope-lope sekebon jeruk untukmu. 🥰🥰🥰
total 1 replies
Bahari Sandra Puspita
keren mam.. 💕💕💕
trianti
Luar biasa
Haerul Anwar
bacot Abi goblok
Meika Arnefika
,🥰🥰
Ira
Menyalahkan perbuatan sendiri krn takdir emg gila ya.. Jd Allah yg salah gt... Itu semua ulah perbuatan km sendiri... Enak bgt semua krn takdir .. Jd pezina. Perampok.. Pembunuh jg takdir
Silvi Vicka Carolina
cowoknya gondok an ....bahasa indonesia ngambek an
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!