Di Ibu Kota Jakarta, Ilham Alamsyah seorang pemuda yang menjadi menantu sampah, dibunuh oleh kekasih dari istrinya dan bereinkarnasi di dunia kultivator.
Hahahaha AKU??
AKU ADALAH XINCHEN
Aku akan membantai kalian semua yang ingin menjadi musuhku!!!
APAA? PARA DEWA???
Hahahaha akan ku injak-injak para dewa sialan itu!!!!!
Karya pertama
Jadi maaf, masih banyak salahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Semartis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 7 - Pembantaian di Pintu Gerbang Ibu Kota
Mendengar hinaan dari mereka berdua, Xinchen yang masih memasang wajah dinginnya, lagi-lagi langsung meledakan kedua penjaga tersebut hingga darah serta organ dalamnya berceceran.
kyaah kyaah aaaa aaaa
Semua orang menyaksikan hal tersebut terkejut, karena tidak peduli siapa dia, jika berani melakukan pembunuhan secara terang-terangan, Maka akan dipenggal.
Pintu gerbang Ibu Kota yang sudah ramai sekarang tambah ricuh, karena pembunuhan Xinchen.
20 penjaga gerbang yang melihat hal itu, segera mengerubungi Xinchen dengan mengacungkan senjatanya.
"Bajingan, berani sekali membunuh penjaga gerbang!".
"Sampah Klan Yan, berani sekali kau membunuh teman kami!".
"Sampah Klan Yan, segera berlutut dan ikut kami ke kepala penjaga gerbang!".
Xinchen yang dikerubungi dan dihina hanya memandang dan tersenyum terhadap mereka, dan langsung menerjang mereka.
Slash slash slash slash pluk pluk pluk pluk
Xinchen langsung menebas leher mereka menggunakan pedang berwarna ungu yang terbuat dari energi Qi.
Melihat rekannya yang sudah pada mati. Penjaga lain yang masih hidup segera menyerang Xinchen "Bajingg-"
Slash slash slash pluk pluk pluk
Xinchen masih saja menebas sisa penjaga yang masih hidup tanpa berkedip. Darah bercucuran kemana-mana.
Kyaa kyaa kyaaa aaaa aaaa aaaa
Semua orang yang melihat kejadian itu langsung berteriak dan lari menjauhi tempat kejadian.
Setelah menebas semua penjaga, Xinchen dengan santai berjalan melewati para kerumunan yang masih saja di tempat kejadian.
Disaat yang sama, di antara kerumunan tersebut. Terdapat wanita yang memakai pakaian serba hitam yang menutupi semua tubuhnya kecuali mata.
"Xinchen ya. Pemuda yang menarik" Gumam wanita tersebut. Tak dipungkiri lagi bahwa wanita tersebut sangat cantik, dilihat dari matanya yang lentik dan jernih.
Tentu saja Xinchen menyadari wanita misterius tersebut. Karena dengan kekuatan wanita tersebut, Xinchen yakin, bahwa wanita itu termasuk dalam jajaran orang-orang kuat di Dunia Rendah.
Tapi Xinchen tidak menganggap wanita tersebut. Ia berjalan santai menuju Serikat Perdagangan.
Disaat yang sama, didalam Hutan Terlarang wilayah luar. "Jenderal Yan, apakah kau merasakannya juga?" Tanya Jenderal Song yang sempat ketakutan saat merasakan aura dari Xinchen.
"Benar, instingku menyampaikan bahwa jangan pernah mencari dengan anak itu" Jawab Jenderal Yan.
Mendengar itu, Jenderal Sing memandang ke arah pasukannya "Kalian semua, apakah ada yang tahu siapa anak itu?" Tanya Jenderal Song dengan suara yang keras dan tegas.
Mendengar pertanyaan Jenderal Song, salah satu pasukan menjawab "Dia adalah Xinchen, sampah dari Klan Yan Jenderal".
Mendengar informasi itu, Jenderal Song bukan senang melainkan marah dan langsung mencekik orang itu.
"Apa kau bilang hah? Sampah Klan Yan? Jika dia sampah lantas kau apa hah? Orang yang kau sebut sampah itu, bisa membunuh ku hanya dengan 1 tarikan nafas!" Marah Jenderal song
"T-tapi o-orang itu m-memang anggota Klan Yan Jenderal d-dan bahkan dia adalah anak Patriak Yan Jing" Jawabnya dengan terkencing-kencing karena takut.
Melihat Jenderal Song yang marah dan mencekik orang itu, Jenderal Yan segera melerai.
"Sudahlah Jenderal Song, mari kita kembali ke istana dan tidak usah melanjutkan penyelidikan ke hutan ini, karena aku sudah tidak merasakan aura mencekam dari hutan itu dan aku yakin itu berhubungan dengan anak muda itu"
Mendengar pernyataan Jenderal Yan, Jenderal Song langsung melemparkan orang yang dicekik tadi ke arah pasukannya.
"Baik lah, ayo kembali ke istana. Setelah ini, aku akan pergi ke Klan Yan untuk menemui anak itu. Jika anak itu bergabung ke militer, aku yakin kekaisaran kita akan lebih kuat dari kekaisaran Guan hahaha" Ucap Jenderal Song dengan bangga diselingi tawa.
Lantas Kedua Jenderal Besar tersebut bersama para pasukan kembali ke Istana untuk melaporkan kejadian.
Kembali ke MC...
"Selamat datang tuan muda, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis Serikat Perdangan dengan senyum yang dipaksakan.
Resepsionis itu tahu bahwa pemuda tampan didepannya adalah sampah Klan Yan yang dikabarkan telah meninggal di Hutan Terlarang. Tapi dia tetap profesional terhadap pekerjaannya yang melayani pelanggan dengan baik.
"Aku ingin bertemu alkemis, apakah ada?" Ucap Xinchen yang tidak menggubris senyum paksakan tersebut.
"Ada tuan muda, mari saya antar" Jawab si resepsionis.
tok tok tok
"Tetua Xun, tuan muda Xinchen ingin bertemu" Izin resepsionis kepada tetua yang ada didalam ruangan dengan sopan.
"Hmm baiklah, silahkan masuk" Ucap tetua Xun dari dalam ruangan.
Klak
Resepsionis itu membantu membukakan pintu dan mempersilahkan Xinchen masuk.
"Silahkan tuan muda, saya permisi" Ucap resepsionis dan langsung kembali ke meja resepsionis.
Xinchen pun masuk kedalam ruangan. Di dalam ruangan tersebut terdapat kakek-kakek yang memandangnya dengan tatapan hina tapi masih menampilkan senyumannya.
Xinchen yang menyadari hal itu bersikap biasa saja dan langsung duduk di tempat yang disediakan yaitu berhadap-hadapan dengan kakek itu.
"Apakah tuan muda Xinchen perlu sesuatu hingga mencari kakek ini?" Tanya tetua Xun yang menjaga profesionalisme nya.
Xinchen dibuat kagum dengan para pekerja di Serikat Perdagangan ini, meskipun ia tahu bahwa semua senyuman itu palsu dan mereka sangat jijik saya memandangnya.
Mereka tetap profesional yaitu dengan melayani pelanggan dengan baik.
"Aku ingin menjual pil" Singkat Xinchen.
"hohoho pil jenis dan tingkat berapakah yang tuan muda akan jual?" Tanya Tetua Xun, **** di dalam hatinya ia tahu bahwa pil yang akan dijual adalah pil tingkat rendah.
"Pil penyembuh tingkat 5 kualitas atas" Jawab Xinchen dengan santai diselingi senyuman.
"Ohhh pil pen-, APAA! PIL PENYEMBUH TINGKAT 5 KUALITAS ATAS?" Tetua Xun sangat kaget, bagaimana bukan, di Dunia Rendah ini alkemis terbaik hanya dapat membuat pil tingkat 5 kualitas rendah.
Tetua Xun nampak tidak sangat percaya dengan apa yang dia dengar "T-tuan muda, apakah yang kau katakan itu benar? b-boleh aku melihat nya?".
"Benar, tapi saat ini aku tidak punya pil tersebut" Jawab Xinchen
Mendengar hal itu, Tetua Xun tidak lagi menampilkan senyumannya dan ia terlihat marah karena merasa di permainkan.
"Tuan muda, apakah kau sedang mempermainkan ku?" Ujar Tetua Xun dengan nada tidak senang.
"Aku bilang, aku tidak punya saat ini. Tapi aku bisa membuatnya. Jadi tunjukan aku ruangan pembuatan pil mu dan aku akan membuatnya di depan mu" Ujar Xinchen dengan senyuman tipis.
Tetua Xun dibuat tidak percaya lagi. Bagaiman mungkin seorang bocah yang bahkan belum mencapai usia 19 tahun adalah seorang alkemis dan bahkan alkemis tingkat 5.
Tapi Tetua Xun tetap profesional. "Baiklah tuan muda. ikuti aku, tapi jika kau tidak bisa membuktikan perkataanmu, KAU AKAN MENYESAL!" Ancam Tetua Xun yang langsung keluar mengajak Xinchen pergi keluar ruangan menuju ruangan pembuatan pil.
Tibanya di ruangan pembuatan pil. Hanya ada Tetua Xun dan Xinchen, sebab semua alkemis sudah disuruh keluar ruangan karena permintaan Xinchen.
"Tuan muda, apakah sudah bisa dimulai?" Tanya Tetua Xun dengan tatapan sinis.
"Hmm baiklah" Xinchen langsung menuju tungku besar didepannya. Setelah itu ia memasukan semua bahan kedalam tungku tersebut dan mengeluarkan secuil....
...Bersambung.........