Dalam masa revisi!
Tyara Queen Nesya, gadis berusia 23tahun. yang harus menihkah dengan laki-laki dingin bernama Alfin Sanjaya. hanya untuk melunasi hutang Ayahnya yang berjumlah Milyaran rupiah!
Bagaimana kehidupan Tyara setelah menihkah dengan Alfin? Akankah hidupnya akan bahagia atau sebaliknya.
Sampai Tyara meninggal kan Alfin. dan membawa anak dalam kandungan nya pergi jauh dari kehidupan Alfin.
Saat umur Anak Tyara, berusia 17 tahun ia berniat membalas kan dendam kepada Papah nya karna mengira telah melantar kan nya begitu saja. sampai saatt di mana diri nya mengetahui jika Papah nya tidak bersalah dan dalang ke hancuran keluarga nya di sebabkan oleh paman nya sendiri..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Gemercik air shower, membasahi tubuh mungil milik Tyara,. airmatanya pun tidak kalah deras terduduk mendekap kakinya membiarkan air membasahi semua pakaiannya merenungi setiap ucapan dan perlakuan Alfin kepadanya...!
hingga tidak terasa tubuhnya mulai menggigil dan kulitnya memutih pucat baru ia menyudahi ritual mandinya, melepaskan semua pakaiannya dan ditaruh di keranjang meraih handuk yang tergantung di dinding kamar mandi dan melilitkannya kepada tubuh mungilnya...
Betapa terkejutnya ia saatt membuka pintu kamar mandi melihat laki-laki yang sekarang berstatus sebagai suaminya sedang duduk diatas ranjangnya menatapnya dengan tatapan tajam dan senyum sinis yang tercetak dibibirnya..
"Apakau sudah tuli, aku panggilkan daritadi tidak menyahut sama sekali" Ucap Alfin seraya berdiri dari duduknya.
"Ma..maafff tu..tuan" Ujar Tyara yang mengeratkan handuk ditubuhnya yang melihat Alfin berjalan kearahnya.....
Keterkejutannya tidak sampai disitu betapa kagetnya dia saat Alfin menarik paksa handuk yang melilit ditubuhnya, yang mana membuat Tyara langsung menutupi area sensitifnya menggunakan tangannya..
"Tu...tuan" Ucapnya takut
"Kau pikir aku akan bernafsu di dengan perempuan yang sering ditiduri dengan laki-laki lain memalukan" Ucap Alfin melemparkan handuk kemuka Tyara dengan sangat keras.
"Cepatlah, pakai pakaianmu setelah nya makanlah." Berlalu pergi dan membanting dengan keras pintu kamar Tyara.
Tyara berjalan menuju lemari pakaiannya untuk mengambil baju yang akan ia gunakan memperhatikan tubuh mungilnya di depan kaca panjang dilemarinya. hingga tidak terasa tubuhnya sudah mengering dengan sendirinya baru ia mengambil pakaiannya dan keluar dari kamar menuju dapur. sesampainya di dapur dirinya langsung mengambil makanan tersebut dan memakannya dibawah lantai. Tyara memakanan-makanan nya dengan sangat lahap dan setelah selesai. ia langsung mencuci piring yang tadi ia gunakan.
"Dia suamimu Tyara, bukan nya akan terlihat romantis disaat seorang istri memakan makanan bekas suaminya" Batin Tyara dalam hati.
****
"Tu...tuan" Ujar Tyara dengan suara pelan sambil menunduk.
"Ada apa" Ucap Alfin dengan nada dingin.
"Sa....saya___"
"Saya apa? berbicara dengan benar" Ujar Alfin sambil menyeruput kopinya.
"Boleh kah saya mengunjungi rumah orang tua saya tuan"
"Silahkan saja tapi ingat batasanmu disinih"
"Terimakasih tuan terimakasih" Ucap Tyara senang hingga dirinya reflek ingin memeluk Alfin....
"Apa yang mau kau lakukan" Tanya Alfin dengan suara keras.
"Maaff tuan saya permisi" Ucapnya menunduk sopan.
"Tunggu" Ujar Alfin yang membuat langkah kaki Tyara berhenti.
"Ada apa tuan" membalikan badannya kearah Alfin.
"Besok saya akan mengantarkanmu".
"Baik tuan" meneruskan langkah kakinya menuju kamarnya.......
Tring, tring tring, bunyi handphone milik Alfin, Alfin pun lantas mengangkat telvon tersebut disaatt melihat nama papahnya yang tertera dilayar handphonenya.
"Hallo pa ada apa"
"Bagaimana bingkisan yang papa kirim untuk Tyara sudah diterima"
"Heeeemmmm" Berdehem malas
"Dimana Tyara apa dia sudah tertidur"
"Ya dia baru saja pulas"
"Baiklah kalian istirahat saja, ajak Tyara kesini Papah ingin bertemu dengannya"
"Besok Dia akan mengunjungi rumah ayahnya"
"Benarkah jadi kapan kalian berdua mengunjungi papa dan mama"
"Nanti aku tanyakan kepada Tyara"
Setelah berbicara seperti itu dengan papahnya Alfin pun langsung memutuskan panggilan tersebut dan membuang nafasnya dengan kasar
"Huuuhhhh, menyebalkan sekali" Ujar Alfin menyeruput kopi yang tinggal setengah dan hampir dingin itu memejamkan matanya, dan merebahkan tubuh nya ke soffa.
"Gadis mungil yang bodoh! Tak adakah penolakan saat dia di suruh menikah dengan ku,?"
Salam hangat dari aku ❤
berasa pipiku yg ditampar tour🤪🤪😵😵