Sinopsis
Disukai oleh seorang mafia tampan? Tak pernah terbesit dipikiran seorang gadis sholehah yang cantik dan sederhana ini. Dia Shifa Almadinah adalah seorang gadis muda berumur 19 tahun yang lembut dan cerdas yang sedang melanjutkan kuliahnya di negara asing. Gadis yang tak pernah disentuh oleh lelaki manapun.
Revano Alzano adalah seorang mafia muda yang tampan dan dingin. Dia berumur dua tahun lebih tua dari Shifa.
Cinta dari seorang mafia muda itu tak pernah ia harapakan. Akankah cinta dari seorang mafia yang tampan dan dingin ini terbalas? Akankah Shifa menerima takdir ini atau justru menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
“Tut..tut..tut..," bunyi telpon.
“Halo," ucap Celine dari dalam telpon.
“Halo, Assalamu’alaykum," balas Shifa.
“Wa’alaykumussalam," jawab Celine.
“Celine ini aku Shifa, Bagaimana keadaanmu ?Zainab dan aku menunggumu tadi pagi di kelas tapi ternyata kamu tidak hadir ?”
“Iya Shif, keadaanku sedang tidak baik. Aku sakit," jawab Celine.
“Astaghfirullah," balas Shifa kaget.
“Iya Shif, aku sedang bedrest di rumah sekarang."
“Yaa Allah, semoga cepat sembuh yaa Celine."
“Thanks, Shif…"
“Bisa share alamat kamu Celine ? Aku dan Zai berencana untuk menjengukmu," Shifa berbicara dengan serius.
“Oh my God, thanks guys…," Celine membalas perkataan Shifa dengan terharu.
“Nopro Dear."
Setelah Shifa dan Celine berbicara singkat melalui telepon dan beberapa saat kemudian mereka mengakhiri percakapan itu.
Zai yang tampak penasaran apa yang terjadi dengan Celine.
“Celine sakit Zai," kata Shifa.
“Oh I’m sorry to hear that."
“Celine sudah share alamat rumahnya, bagaimana kalau kita menjenguk Celine sekarang ?” tanya gadis itu kepada sahabatnya.
“That’s right."
Mereka membeli beberapa buah, roti dan makanan lain sebagai buah tangan untuk datang ke rumah teman yang baru mereka kenal itu.
***
Di kamar yang luas dan indah, Celine masih berbaring di atas tempat tidurnya setelah menyelasaikan perbincangannya di telepon dengan Shifa.
Terdengar pintu kamarnya terbuka, Zano dan ayahnya masuk ke kamar Celine untuk melihat keadaannya dan terlihat juga seorang dokter pribadi mengikuti langkah mereka.
“Ayah…," ucap gadis itu lirih.
Uncle Jordan mendakati putri kesayangannya itu dan menyentuh kepala putrinya dengan lembut.
“Dok, apa yang terjadi pada putriku ?” tanya uncle Jordan.
Dokter duduk di samping tempat tidur Celine dan memeriksa Celine dengan serius.
Zano hanya diam berdiri di sebelah pamannya dan mendengar perkataan dokter.
“Bagaimana Dok ?” tanya Ayah Celine dengan nada tidak sabar.
“Tidak ada hal serius, Celine hanya kelelahan dan butuh banyak istirahat," ucap Dokter.
Uncle Jordan merasa lega karena tidak ada hal serius yang terjadi pada putri semata wayangnya itu.
“Dan ingat jangan terlalu banyak pikiran dan dipendam sendiri, itu akan menjadi berbahaya pada kesehatannya," ungkap Dokter pada ayah Celine.
“Okay Dok, thank you so much.”
Dokter memberikan beberapa resep obat untuk Celine
“Here is the recept," kata Dokter pribadi itu.
“Okay Dok," kata Uncle Jordan.
Kemudian Dokter itu pergi meninggalkan kamar Celine dan di antar oleh Zano.
Uncle Jordan sangat sedih melihat putrinya yang berbaring di atas tempat tidur dengan tidak bertenaga.
“Apa yang kau pikirkan Dear ?” tanya Uncle Jordan kepada putrinya.
“Nothing Ayah," balas Celine.
“I hope you can be better soon.”
“Thanks Ayah," Celine berkata dengan tulus.
Ketika Uncle Jordan akan pergi, gadis itu meraih tangan ayahnya.
“Terima kasih banyak ayah karena ayah sudah menyayangiku selama ini.”
Celine mengatakannya dengan tiba-tiba membuat Uncle Jordan terharu sedih. Ia tak menyangka putrinya mengatakan perkataan sedalam itu.
Uncle Jordan memebalas perkataan putrinya dengan memegang tangan putrinya dengan erat.
***
Shifa dan Zainab sudah sampai di depan gerbang istana mafia.
“Ini beneran rumah Celine kan Shif ?” tanya Zainab ragu.
“Yeah... bener kok, sesuai maps yang di share Celine sih memang ini alamat rumahnya," jawab Shifa.
“Ini bukan rumah Shif, tapi istana," Zai kagum melihat gagahnya gerbang menuju pintu istana itu dan luas bangunan yang berada di hadapan mereka.
Shifa menghela napas berpikir sejenak dan tiba-tiba.....
“Shif gerbangnya terbuka," Zai antusias.
Sebuah mobil keluar dari dalam istana Black Wolf.
Shifa berjalan lebih cepat menuju pria yang menjaga pintu gerbang istana mafia itu.
“Excuse me... Sir, I wanna ask you, Is this Celine’s house ?” Shifa bertanya kepada pria itu.
“Who are you," tanya pria itu.
Zai mengikuti sahabatnya dari belakang menuju pria itu.
“We are students at X University so I mean we are Celine’s classmate," jawab Shifa dengan tegas.
Dua gadis itu sebenarnya sedikit takut melihat pria itu yang berbadan tegap dan besar sama sekali tidak tepat untuk dikatakan security melainkan bodyguard mafia.
“So what do you want ?" tanya pria itu.
“We wanna meet Celine because that I know she gets sick, right ? and we have made an appointment with her," jelas Shifa.
Pria itu menatap dua gadis itu dengan seksama karena dia sebelumnya jarang melihat wanita berhijab di negara tersebut.
“No, You don’t," balas pria itu singkat.
“Please Sir, we just to meet her for a moment," Zai berkata dengan jelas.
“Yeah Sir, just a moment please," timpal Shifa menambahi ucapan sahabatnya.
Zano yang masih berdiri di depan pintu utama setelah mengantar dokter pribadinya melihat dari kejauhan perdebatan antara anggotanya dengan dua gadis.
“Ada apa lagi, huff."
Ketua mafia itupun berjalan menuju mereka yang sedang berdebat.
“Ada apa ?” tanya Zano kepada salah satu anggotanya yang menjaga pintu gerbang.
“Ini Tuan dua gadis ini mengaku teman nona Celine."
Zano melihat kedua gadis berhijab itu dan diam menatap Shifa saja.
“Zai, mengapa dia menatapku ? Aku jadi takut," bisik Shifa ke telinga Zai yang berada tepat disampingnya.
“Rasanya seperti akan dibunuh," balas Zai.
“Mereka ingin menejenguk nona Tuan. Bagaimana Tuan ?” tanya anggota mafia memecahkan suasana yang hening itu.
“Yeah, izinkan mereka masuk” jawabnya singkat.
”Sepupu Celine ini cool sekali yaa Shif tapi cocok dengan wajahnya juga," Zai berbisik kembali dengan Shifa.
Shifa hanya diam melihat Zano.
“Baiklah, silahkan masuk," perintah anggota Black Wolf itu.
Shifa dan Zainab mengikuti langkah Zano dari belakang dan mereka belum mengetahui siapa sebenarnya Celine dan keluarganya.
Secara tidak sadar dua gadis itu telah memasuki istana mafia Black Wolf.
“Kita mau dibawa kemana yaa Shif," Zai berbisik ke telinga Shifa dengan nada pelan.
“Gak tau nih, ini sepupu Celine kan," bisik Shifa memastikan.
“Ya Shif, dia itu siapa namanya... oh aku ingat Zano Shif namanya.”
Mereka berdua berbisik-bisik sambil berjalan mengikuti langkah ketua mafia itu dan Zano membuka pintu utama istana itu berjalan masuk menuju kamar Celine.
Shifa dan Zai kaget tapi bukan karena kemewahnnya saja melainkan keadaan di dalam istana itu. Keheningan yang begitu menakutkan.
Shifa sedikit bingung dan curiga. Dia bergumam dalam hati," Ini sebenarnya apa ? mengapa aku merasa ada yang aneh saat aku berada disini.”
Pintu kamar yang tinggi dan besar itu dibuka oleh Zano.
“Masuklah," ucap Zano.
“Terima kasih," balas Shifa.
“Mengapa aku merasa tenang mendengar dia mengatakannya," gumam Zano dalam hati.
Celine melihat Zano dan dua temannya menghampirinya dan gadis itu segera bangkit dari posisinya yang sedang berbaring.
Shifa dan Zai berjalan mendahului Zano untuk segera membantu Celine duduk.
“Tak apa Shif Zai, aku bisa kok," ucap celine sambil tersenyum.
Zano hanya diam berdiri di samping tempat tidur Celine.
Shifa meletakkan makanan yang mereka beli di atas meja dekat Celine yang berada di samping Zano juga.
Zano terus melihat Shifa. Celine sadar akan tatapan Zano ke Shifa.
“Kak Zan, serius banget," celetuk Celine tanpa menyadari arti dari tatapan sepupunya itu.
Mendengar perkataan sepupunya, Zano memalingkan wajahnya sebelum Shifa melihatnya.
“Ehem... aku pergi dulu," ucap Zano.
Zai yang sedari tadi duduk di samping Celine dan Shifa masih berdiri.
“Maaf yaa Cel, kami hanya bisa membawa ini," ucap Zai.
“No problem lah, kalian mau jenguk aku aja aku udah berterima kasih banget," balas Celine.
“Kamu bagaimana keadaannya Cel, udah baikan kan?” tanya Shifa.
“Aku gak apa-apa kok, hanya kelelahan, it’s okay friend.”
“Hmmm… keadaan rumah eh… maksud aku istana ini sunyi yaa Cel," Zai mengatakannya tanpa sungkan.
“Makanya aku kesepian dan aku bahagia sekali kalian bisa datang menejnguk aku kesini," balas Celine.
“Well… jangan sedih lagi okay, btw…. kamu sudah minum obat Cel ?" tanya Shifa.
“Belum.”
“I hope you can be better soon so you must take a medicine," balas Shifa.
“Yeah, but air mineralnya habis Shif.”
“Bener Zai," ucap Shifa sambil melihat gelas itu.
“Tapi kalau ambil ke dapur …”
Belum selesai Zai berbicara, Celine sudah menimpali perkataan Zainab.
“Tidak apa-apa Zai, kalian boleh kok melakukan apa saja, santai aja," ucap Celine.
Shifa diam sebentar dan berpikir kalau ia ke dapur dia takut bertemu dengan sepupu Celine lagi.
“Hmm… Celine, sepupumu itu galak gak sih, aku mau ambilkan kamu minum ke dapur jadi sedikit …”
“Hehe tidak kok, dia tidak semenakutkan itu, dia itu baik," timpal Celine sambil tersenyum.
Celine tampak bahagia saat dua temannya menjenguk.
“Dapurnya disebelah mana Cel ?” tanya Shifa.
“Turun tangga terus kamu belok ke kanan dan lurus aja terus, nah disitu posisi dapurnya. Kalau masih kesulitan Shif, tanya aja sama salah satu pelayanku Shif tidak usah sungkan memang agak sedikit jauh," Celine menjelaskan dengan panjang lebar.
“Okay, I get it."
Kemudian Celine dan Zainab melihat Shifa yang bergegas keluar dari kamar Celine menuju dapur istana Black Wolf.
“Mudah-mudahan Shifa tidak apa-apa," gumam Zainab dalam hati.
Ia masih khawatir, dia dan Shifa sedang berada dimana sebenarnya.
kpn rencana up lagi?
sudah saling tembak menembak
si Author malah kabur...
😃🤣
shi-za..... 😍
😁😀
hahahhiiihii author...
jgn ngeprank donk ah....
gk seru lah kl Syifa ma Arka.....
nangis kejer aqu...
Tetap dukung Zano!!!!
dukanya lbh byk....
mulai masuk bab membingungkan ni...
hihii
shifaaaaaaa
itu visual syifa, foto Author tuh... 🤣
Indonesia buangetttt...
knp si zano org Korea yaa?? 😁
Lanjut dan semangat thorquu
jgn pisahkan shi-za dong, thor...
😫😭😭
ruarrr biasa, thor....
Ttp semangat!!
😍😄
maaf....