Vano yang mempunyai jiwa cassanova di jodohkan dengan Nadine,seorang gadis cantik yamg memiliki sifat bar-bar, blak-blakkan, dan juga jail..
Nadine yang sudah mengetahui jika Vano adalah seorang cassanova, membuat perjanjian, jika Vano tidak bisa menyentuhnya walaupun mereka sudah menikah nantinya..
Namun melihat sifat dan niat Vano yang tulus,Nadine akhirnya luluh..
Namun Vano sang cassanova ternyata manis dirumah dan liar di luar..
Ia masih saja berburu wanita di luaran sana seperti saat ia masih bujangan dulu..
Sifat nya itu akhirnya di ketahui Nadine,saat ia berencana menyiapkan kejutan kehamilan untuk Vano..
Apakah Nadine akan bertahan atau memilih mundur?
Apakah yang akan Vano perbuat selanjut nya..Dan bagaimana dengan nasib pernikahan mereka yang sebentar lagi akan ada kehadiran seorang anak..??
Yuk simak terus kisah nya,dan jangan lupa tinggalkan jejak agar author lebih semangat lagi untuk berkarya ya..
TERIMA KASIH..😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyonya_Doremi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
[Hai cantik..Senang deh bisa dengar suara kamu lagi,] isi pesan tersebut.
***
[Ini siapa ya?] balas Nadine singkat.
[Begitu mudahnya kamu melupakan aku Nadine,] balas pesan tersebut.
[Lo jangan bercanda. Ini siapa. Atau gue blok nomor lo,]
balas Nadine mengancam.
Beberapa jam kemudian ponsel milik Nadine berbunyi kembali, menandakan sebuah pesan masuk.
Nadine yang baru sampai di rumah nya langsung membuka pesan tersebut, karena kebetulan Nadine sedang bermain dengan benda pipih itu.
[Ok. Kamu dari dulu memang senang sekali mengancam ku. Aku Rino, ku harap kamu gak lupa dengan ku ataupun dengan kenang kenangan kita sewaktu masih bersama dulu,] isi pesan tersebut, yang ternyata adalah Arino Alexander atau biasa di panggil Rino.
Setelah membaca pesan tersebut, Nadine termenung.
Kenangan indah bersama Rino kembali melintas di benak nya satu persatu.
Nadine dan Rino dulu nya pernah pacaran selama kurang lebih dua tahun laman nya.
Kedua nya pacaran semenjak Nadine beberapa bulan bersekolah di sekolah menengah atas.
Saat itu Nadine merupakan siswa pindahan dari Jerman.
Kedua orang tua nya kembali ke Indonesia setelah perusahaan kakek nya Nadine, di berikan kepada adik dari papa nya Nadine, karena sudah waktu nya adik papa nya itu mengurus perusahaan yang di sana.
Awal nya adik dari papa Nadine tak memberi izin kalau Nadine harus ikut pulang ke Indonesia, karena ia begitu menyayangi Nadine seperti anak nya sendiri.
Karena Nadine ini anak semata wayang, mama nya Nadine bersikeras untuk membawa anak nya pulang ke Indonesia, pada saat kelas satu menengah atas.
Saat masuk sekolah di Indonesia, Nadine yang memiliki wajah cantik itu tak sengaja kepala nya terkena bola basket oleh pemain sekaligus ketua basket di kelas itu yaitu Rino.
Rino adalah idola disekolah nya.
Ia begitu dingin dan cuek kepada semua orang. Apalagi kepada cewek-cewek yang berusaha mendekati nya.
Nadine yang kepala nya terkena lemparan bola itu langsung terjatuh dan pingsan.
Tak lama kemudian ia tak ingat apa apa lagi.
Setelah bangun, Nadine mendapati dirinya sudah berada di UKS sekolah tersebut, dan ada Rino yang tertidur di samping ranjang nya.
Nadine yang tak mengenal Rino mencoba membangunkan laki laki tampan tersebut.
Setelah Rino bangun, Nadine bertanya, siapa yang sudah menimpuk kepala nya dengan bola basket tersebut.
Lalu Rino mengakui kalau dia yamg sudah menimpuk kepala gadis cantik itu, dan dia juga sempat meminta maaf kepada Nadine.
Awal nya Nadine marah, namun akhir nya setelah mendengar permintaan maaf dari Rino yang tulus, Nadine memilih untuk memaafkan nya.
"Gue pamit dulu mau pulang," ucap Nadine kepada Rino.
"Biar gue yang anterin lo. Gue takut lo kenapa kenapa," balas Rino menawarkan diri untuk mengantar Nadine pulang.
"Gak usah. Gue bisa sendiri, lagian gue ada supir kok," jawab Nadine cuek.
"Lo serius??" tanya Rino sambil memegang tangan Nadine.
"Gue serius. Maaf tangan lo tolong kondisikan," jawab Nadine sambil menepis tangan Rino di tangan nya.
"Oh ya..Maaf..Kenalin nama gue Arino Alexander. Lo boleh panggil gue Rino," ucap Rino memperkenal kan diri nya kepada Nadine sambil mengulurkan tangan nya.
"Gue Nadine." balas Nadine singkat membalas uluran tangan Rino.
"Ngomong-ngomong gue kayak nya baru liat lo di sekolah ini deh. Lo anak baru ya? Kelas berapa?" tanya Rino dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"Nanya nya satu satu dong. Gue memang anak baru di sekolah ini,dan gue sekolah kelas dua IPA," jawab Nadine.
"Sama dong, gue juga kelas dua, tapi dua IPS," ucap Rino sambil tersenyum smirk nya.
"Oh," jawab Nadine singkat lalu tersenyum manis.
"Oh ya gue pulang dulu ya. Udah sore kayak nya," tambah Nadine setelah beberapa saat mereka saling diam.
Nadine pun berdiri dan berjalan keluar uang diikuti Rino dari belakang.
Sesampai nya di parkiran, sudah ada supir pribadi Nadine yang sudah menunggu nya dari tadi.
"Maaf nona muda, apakah tadi anda pingsan? Lalu bagaimana keadaan anda sekarang. Apa perlu kita ke rumah sakit," ucap sang supir dengan sopan.
"Gak usah pak. Saya baik baik saja kok. Ayo kita pulang," ucap nya pada supir pribadinya itu.
"Gue pamit duluan ya Rin," ucap Nadine yang sudah di mobil nya.
"Ok. Hati dijalan ya. Sampai ketemu besok," balas Rino.
Tak lama kemudian mobil itu melaju meninggalkan sekolah tersebut. Sedangkan Rino masih berdiri menatap ke mobil hitam itu.
Setelah memastikan Nadine sudah pergi, Rino pun juga ikut pulang ke rumah nya.
Semakin lama Nadine dan Rino semakin dekat.
Namun ada seseorang yang tak suka kedekatannya dengan Rino, dia adalah Luna. Teman sekelas Rino.
Luna sudah sudah lama menyukai Rino, tapi ia selalu di tolak oleh Rino meskipun Luna sudah berkali kali menyatakan cinta nya kepada Rino.
Pada suatu kesempatan, Luna mengurung Nadine di gudang sekolah, dan saat itu Rino berhasil menemukan Nadine.
Saat di jalan pulang, Rino membawa Nadine ke taman, dan menyatakan cinta nya kepada gadis cantik itu.
Nadine pun menerima cinta dari Rino. Dan mulai hari itu mereka resmi jadian.
Hari hari selalu mereka lalui berdua tanpa ada masalah yang berarti di antara mereka berdua.
Tak terasa hampir dua tahun sudah mereka menjalani hubungan. Sampai suatu saat Rino mengajak Nadine jalan pada malam hari, namun tak seperti biasa nya. Kali ini laki laki itu membawanya ke sebuah bar dan memaksa Nadine untuk minum.
Awal nya Nadine menolak. Tapi karena Rino terus memaksa, akhirnya Nadine minum hingga mabuk tapi masih sedikit sadar.
Saat sudah mabuk berat, Rino membawa Nadine ke kamar yang sudah ia pesan saat itu.
Saat hendak melalukan hal tak senonoh kepada Nadine, Nadine pun di sisa sadar nya berteriak meminta tolong.
Disaat merasa harapan nya sudah sia-sia, tiba-tiba saja pintu di buka paksa oleh seorang laki laki, dan ia menghajar Rino sampai sekarat.
Laki laki tersebut lalu pergi meninggalkan Nadine tanpa melihat wajah nya.
Begitupun Nadine, ia tak sempat melihat dan berterima kasih kepada laki laki tersebut.
Laki laki itu pergi dan menyuruh anak buah nya untuk mengantarkan Nadine pulang ke rumah nya.
Setelah kejadian itu, Nadine tak pernah masuk lagi ke sekolah nya, ia memilih untuk pindah ke sekolah lain.
Sejak malam itu ia tak pernah lagi bertemu bahkan berkirim kabar lagi dengan kekasih nya.
Dan saat ia akan menikah, tiba tiba saja Rino mengirim pesan kepada nya.