Anindya chalista mahara gadis cantik yang jatuh cinta dengan sang sahabat zayn abraham. tetapi cinta itu harus kandas kala sang pujaan memiliki tambatan hati. akankah ia sanggup meraih cinta sang sahabat ataukah ia akan menemukan cinta yang sesungguhnya yang mampu saling menerima. temukan kisahnya disini
ini karya pertama author semoga kalian suka😘😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda_Azril, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Persiapan demi persiapan pemdirian cafe milik anin mulai dilakukan dan pagi ini anin berencana mencari lokasi ruko yang strategis
Dalam hal ini tentu saja anin tak sendiri ia berniat mengajak dika karena dika lah nanti yang bertanggung jawab atas cafe tersebut
Anin kemudian berangkat menggunakan mobil milik abah bersama dika, setelah beberapa kali mendatangi pemilik ruko akhinya anin menemukan ruko yang sesuai dengan kriterianya dan segera bertransaksi
Setelah semua selesai anin dan dika memutuskan makan siang disebuah cafe, setelah sampai mereka mencari tempat kosong dan segera memesan makanan
Selagi menunggu anin berpamitan pada dika untuk ke toilet saat ditoilet ia tak sengaja menabrak seorang wanita cantik dengan pakaian seksi wanita itu memaki anin
"Hei...jalan itu pakai mata kau lihat pakaian mahalku terkena kuman dari tubuhmu itu" hardik wanita itu lalu pergi meninggalkan anin sambil mengibaskan rambutnya
Anin hanya mampu mengusap dada dan segera menuntaskan hajatnya lalu kembali
Saat kembali ke meja, makanan yang dipesan sudah terhidang tentu saja anin dan dika langsung menyantapnya.
Selesai dengan acara makan siang mereka berencana langsung pulang, namun saat anin tak sengaja menoleh kearah ujung kanan ia melihat zayn sedang makan siang bersama wanita yang tak sengaja ditabraknya ditoilet tadi, mereka terlihat begitu akrab
Dalam hati anin bertanya siapa wanita itu, mengapa begitu dekat dengan zayn, kegundahan melanda hati anin tapi ia berusaha untuk diam dan tak bertanya pada siapapun.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit anin sampai dirumah tetapi tak menemukan kedua orang tuanya lalu ia bertanya pada salah satu asisten
"Mbok kemana abah sama umi"
"Tuan dan nyonya ke acara amal non. Mungkin selepas magrib baru sampai rumah" jawab si mbok
"Oh ya udah anin ke kamar dulu ya mbok"
"Silahkan non"
Anin lantas menuju kamar untuk membersihkan diri dan melakukan sholat zuhur yang terlambat, setelah sholat anin merebahkan tubuhnya dikasur sambil memikirkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya pada zayn setelah berbagai pertimbangan akhirnya ia memutuskan untuk mengataakannya
Anin berniat menemui zayn sore ini ia kemudian menghubungi zayn
"Assalamualaikum zayn"
"Wa'alaikumsalam cantik, ada apa tumben telpon"
"Emmm...aku sudah pulang saat ini, bisakah kita bertemu ada yang ingin aku katakan padamu" pinta anin dengan gugup
"Benarkah..!! tentu saja nanti aku akan pulang agak siang aku juga ingin mengatakn sesuatu padamu" jawab zayn dengan girang
"Baiklah mari kita bertemu di cafe tempat biasa" kata anin
"Oke jangan lupa kau harus tampil cantik hari ini untukku" pinta zayn
Anin tersipu mendengar penuturan zayn dan hanya menjawab dengan gumaman saja
Setelah sambungan telepon terputus anin segera berlari ke walk in closet mengobrak abrik koleksi pakaiannya mencari yang cocok untuk digunakan
Dan akhirnya pilihan anin jatuh pada gamis warna moca dan dipadukan jilbab warna putih tulang sederhana namun manis
Di cafe yang lumayan sepi pengunjung anin menunggu kedatangan zayn dengan perasaan bercampur aduk
"Assalamualaikum anin" sapa zayn dari arah belakang
"Wa'alaikum salam" jawab anin terkejut dengan kedatangan zayn yang membawa sebuket besar bunga mawar putih kesukaannya
"Udah dari tadi ?" tanya zayn dengan senyum manis lalu meletakkan bunganya di samping tempat ia duduk
"Belum kok baru aja" jawab anin dengan gugup. Perasaannya bercampur aduk melihat senyum manis itu
"Ya udah sekarang makan dulu baru kita bicara" kata zayn dan anin hanya mengangguk
Setelah acara makan selesai zayn dan anin sama-sama terdiam anin begitu gugup dengan situasi ini begitu juga dengan zayn hanya saja gugup dengan versi berbeda
"Zayn"
"Anin"
mereka sama-sama memanggil dan hendak berbicara
"Ladys first" kata zayn dengan senyuman khasnya
"Tidak, kamu duluan" elak anin
"Huuffffff......baiklah anindiya aku............
eng ing eng.....
lanjut besok y bunda lagi buntu otaknya
yang penasaran jangan lupa pantengin terus
bunda usahain up tiap hari
jangan lupa tombol like y
mauan dg laki bekasan perempuan jalang
bekasan perempuan nakal gitu
ngeri kenal penyakit menular seksual
bekasan perempuan nakal
takut kena penyakit menular seksual
mantap kak thor dalam penulisan nya..👍👍😘😘
Anin wanita tegar