❤Tahap Revisi❤
Andita Andriani adalah seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya demi perempuan lain. Empat tahun menjalin hubungan jarak jauh, Andita tidak menyangka akan menerima sebuah pengkhianatan.
Dirinya bertekad untuk membalas semua penghinaan dan pengkhinatan yang sudah diterimanya dari sang kekasih.
Disatu sisi, seorang CEO muda yang tampan dan sukses, juga sedang mengalami patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
Zidan Pratama Wijaya, harus merelakan cinta pertamanya pada sang sahabat. Dan karena hal itu pula yang membuat Zidan berubah menjadi pribadi yang dingin dan sulit didekati.
Lalu bagaimanakah kisah perjalanan mereka?
Ikuti ceritanya yaa...
Jangan lupa berikan Like, Komen, Vote, dan Hadiah kalian untuk Author, supaya Author semangat nulisnya..
Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RatuElla11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Ingin Dibantah
Flashback On
Setelah membereskan pekerjaannya dikantor, Zidan dan Ken berencana akan menemui klien mereka disebuah restoran. Mereka akan membahas kerjasama suatu proyek besar, yang akan dijalankan diluar negri.
Dan disinilah sekarang mereka berdua berada. Di restoran yang sama, tempat dimana Andita dan kekasihnya bertemu.
Awalnya mereka berdua tidak menyadari keberadaan gadis itu. Zidan dan Ken melanjutkan meeting dengan fokus. Zidan menjabarkan secara gamblang dan lugas mengenai gambaran dan ide-ide cemerlang yang akan mereka pakai untuk proyek besar itu nanti.
Klien mereka sangat puas dengan apa ide yang baru saja Zidan lontarkan. Hingga akhirnya klien mereka sepakat untuk melanjutkan kerjasama dengan perusahaan Zidan.
Zidan dan Ken sangat senang, mereka berdua menjabat tangan klien mereka setelah meeting selesai. Klien Zidan pun memutuskan untuk pamit undur diri terlebih dahulu.
Sementara Zidan dan Ken langsung merapikan berkas-berkas diatas meja yang akan mereka gunakan untuk kelanjutan kerjasama nanti.
Ketika mereka berdua sedang sibuk, tiba-tiba terdengar suara gaduh yang menarik perhatian keduanya. Bukan hanya keduanya, tapi juga para pengunjung restoran disana.
Suara gaduh itu begitu jelas terdengar ditelinga Zidan dan Ken, karena tempat duduk mereka tidak jauh dari asal suara tersebut. Hanya selang satu meja saja.
Zidan dan Ken memperhatikan seorang gadis yang tidak asing bagi mereka, sedang menyiramkan minuman pada kedua orang dihadapannya. Sontak perbuatan gadis itu membuat Zidan terkejut. Apalagi saat gadis itu berbalik.
Zidan baru mengetahui bahwa gadis itu adalah Andita, bawahannya. Tanpa Andita sadari, ia melewati Zidan begitu saja ketika akan keluar dari restoran.
Zidan juga sempat melihat ketika lelaki yang disiram Andita tadi akan mengejarnya, namun tangan lelaki itu langsung dicegah oleh wanita disampingnya.
Entah mengapa tiba-tiba hati Zidan tergerak untuk mengejar Andita. Zidan langsung meminta Ken untuk membereskan berkas-berkas perusahaan lalu segera menyusulnya keluar.
Ken hanya menatap Zidan dengan tatapan bingung. Lelaki itu segera membereskan berkas dan mengambil mobil diparkiran.
Andita berjalan begitu cepat hingga Zidan kehilangan jejaknya. Namun lelaki itu tidak menyerah. Ia mencari Andita kesana kemari. Lalu Zidan melangkahkan kakinya berlari menuju danau. Hingga akhirnya ia mendengar suara teriakan seorang wanita.
Dan sekarang Zidan sudah berada didekat danau. Ia melihat Andita yang sedang diganggu oleh para preman. Dengan emosi yang meluap Zidan langsung menghampiri ketiga preman itu, dan menghajar dua preman secara membabi buta.
Ketika tiba melawan bos preman, Zidan sempat kehilangan konsentrasinya sehingga preman itu berhasil melukai tangan Zidan. Untung saja Ken segera datang dan berhasil melumpuhkan bos preman itu dengan tangannya.
Flashback Off
*******
Ken menepikan mobilnya dipinggir jalan tidak jauh dari gang rumah Andita.
"Kenapa berhenti? Apa kita sudah sampai?" Tanya Zidan.
"Sepertinya sudah Tuan. Gadis itu memberikan alamatnya disekitar jalan ini." Jawab Ken.
"Saya akan membangunkannya Tuan." Ken berinisiatif membangunkan Andita saat melihat Zidan tak bergeming.
"Tidak perlu. Biar aku saja yang membangunkannya."
Lagi-lagi Ken dibuat bingung dengan sikap Zidan.
"Baik Tuan."
Zidan melayangkan tangannya keudara hendak menepuk pundak Andita. Awalnya ia ragu, namun akhirnya Zidan memberanikan diri membangunkan gadis itu.
"Hey, bangun. Kita sudah sampai!" Ucap Zidan seraya menepuk-nepuk pundak Andita. Karena Andita tidak juga membuka mata, Zidan kembali menepuknya dengan sedikit keras.
"Hey, bangunlah, kita sudah sampai! Apa kau akan terus tidur dipangkuanku ?!" Hardik Zidan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Andita.
Sontak suara dan gerakan tangan Zidan membuat Andita kaget. Gadis itu menepis kasar tangan Zidan dari tubuhnya.
"JANGAN SENTUH AKU!" Teriak Andita.
Plakk
"Aaakkhh!!!" Zidan memekik keras ketika tangan kirinya yang terluka tadi ditepis kasar oleh Andita.
"Tuan?!" Teriak Ken panik. Lelaki itu langsung menoleh kebelakang.
"APA KAU SUDAH GILA?!!" Bentak Zidan pada Andita.
"Tu-tuan maafkan saya!" Lirih Andita. Gadis itu terlihat panik namun juga terkejut mendengar Zidan membentaknya. Padahal beberapa waktu lalu lelaki itu tersenyum hangat padanya.
"Ma-maafkan saya Tuan. Sa-saya tidak sengaja. Saya pasti sudah gila, saya pikir anda preman yang mengganggu saya tadi. Maafkan saya sekali lagi Tuan, maaf." Andita menundukan kepalanya. Kedua tangannya meremas lututnya. Matanya kembali memanas.
Zidan menghela nafas lalu membuangnya kasar. Dia lupa kalau Andita baru saja mengalami hal buruk, gadis itu pasti trauma hingga kejadian tadi sampai terbawa mimpi olehnya.
"Tuan sepertinya luka anda begitu parah. Kita harus mengobatinya. Saya akan membawa anda ke klinik sekarang!" Ajak Ken.
Zidan tak menjawab. Ia masih meringis kesakitan. Tiba-tiba Andita melepas jas Zidan yang dipakainya, lalu merobek kemejanya sendiri yang sebelumnya sudah dirobek oleh para preman tadi dibagian lengan.
Sreettt..
Seketika netra Zidan dan Ken membulat sempurna.
"Kau mau apa, Hah?!" Zidan kembali berteriak.
Tentu saja tindakan Andita membuat kedua lelaki dihadapannya terkejut bukan kepalang. Ken dan Zidan secara bersamaan langsung membuang pandangannya kesembarang arah.
Apa gadis itu sudah gila! ~Ken
"Maafkan saya Tuan. Saya tidak tahu kalau anda terluka. Ini semua karena saya. Saya yang bertanggung jawab atas luka anda." Lirih Andita.
Gadis itu kemudian mengulurkan tangannya mendekati lengan Zidan yang terluka. Lalu Andita mulai membelitkan kain yang disobeknya tadi pada tangan Zidan. Tindakan Andita membuat Zidan kembali menoleh padanya. Lelaki itu terpana.
Andita melakukannya dengan sangat hati-hati. Andita berharap tindakannya ini dapat menghentikan darah dilengan Zidan yang terus keluar.
Jantung Zidan kembali berdegub kencang. Darahnya berdesir hebat. Perasaan apa ini sebenarnya, batin Zidan bertanya-tanya.
"Selesai." Ucap Andita membuyarkan lamunan Zidan.
"Te-terimakasih." Jawab Zidan cepat ia kembali membuang pandangannya dari Andita.
"Saya yang harusnya berterimakasih Tuan, karena anda sudah menolong saya dari para preman itu. Kalau anda tidak datang mungkin saya sudah..."
Andita menundukan kepalanya. Ia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya. Raut wajahnya pun kembali sedih ketika mengingat kejadian tadi.
"Sudahlah lupakan saja kejadian tadi. Yang penting sekarang kau selamat. Makanya jika sedang patah hati jangan lari ketempat sepi. Kau tidak tahu bahaya apa yang akan menimpamu." Ucap Zidan.
Jlebb..
Kata-kata Zidan membuat Andita tersindir. Andita mendongakan kepalanya hingga netranya dan netra Zidan bertemu. Mata emerald Zidan selalu bisa membuat Andita terpaku.
Kenapa dia bisa tahu kalau aku sedang patah hati?
Tidak ingin larut dalam tatapan mematikan itu, Zidan segera mengalihkan netranya kearah jas yang dilepas Andita. Ia memakaikannya kembali jasnya pada tubuh Andita.
"Pakailah. Kau tidak mungkin keluar dengan baju sobek kan?!"
Andita tertegun ketika Zidan kembali memakaikan jas pada tubuhnya.
Ken yang sedari tadi duduk didepan bagaikan kambing conge, hanya memperhatikan kedua insan itu dari balik kaca.
"Ekhem,, Tuan ini sudah malam, sepertinya kita harus segera pulang. Biar saya yang akan mengantar dia sampai rumah." Ucap Ken ekor matanya melirik Andita.
"Tidak perlu Tuan, terimakasih. Rumah saya tidak jauh dari gang itu." Tolak Andita. Ia menunjuk pada gang yang terletak tidak jauh dari mobil Zidan berhenti.
"Turunlah biar aku yang akan mengantarmu!" Ucap Zidan. Lagi-lagi Ken dibuat terkejut dengan sikap kepedulian Tuannya.
Saat Zidan hendak membuka pintu mobil, Andita langsung mencegahnya.
"Tidak perlu Tuan Zidan. Saya bisa sendiri. Lagipula saya sudah cukup merepotkan anda. Sekali lagi terimakasih atas.."
"Aku tidak sedang memberimu penawaran. Aku sedang memberi perintah, karena aku bosmu. Jadi ikuti kata-kataku!" Potong Zidan. Lelaki itu langsung turun dari mobil, disusul dengan Ken.
Andita pun hanya bisa pasrah. Akhirnya dia membiarkan Zidan mengantarnya.
"Kau tunggu disini Ken. Aku akan mengantarnya dulu."
"Tapi Tuan."
Zidan memberikan sorot mata tajam pada Ken, seolah tidak ingin dibantah.
"Baiklah, saya akan menunggu disini."
Setelah mendengar ucapan Ken, Zidan dan Andita pun berlalu dari sana.
.
Bersambung...
ternyata marahnya berkelanjutan karena lagi San*e ya Dita?🤔🫣
Bilang atau rayu suamimu dong..
kan lucu jadinya.. mirip ayam betina suka nyerang tanpa sebab kalau lagi birahi 😁🤣🤣🫣
pada kemana?
jajan bakso ya?😁🫣
sebelum nikah saja Dita sudah dikawal bodyguard bayangan untuk mengetahui pergerakannya.
kok sudah nikah, malah nggak ada pengamanan sama sekali walaupun dari jauh
kamu harus bisa buktikan omongan keluarga Dirga bahwa fokus kamu cuma uang bukan janji itu adalah benar
wajar dong dia mencari keuntungan ganda..
ibu sehat, sisa uang ada.. malah dapat suntikan dana dari camer yg nggak setuju.
kaya dan bebas dari tanggung jawab.
janji dan hutang Budi urusan belakangan ya Dita🤣🤣🤣
menang 2x kamu..
kalau terpojok tinggal keluarkan jurus andalan..
status sosial, tidak ada restu dan tidak ada cinta..
buktikan kalau kamu muna sejati
jadikan status sosial sebagai alasan 👍
toh uang juga sudah diterima..
jangan pikirin perasaan orang lain, pikirkan perasaanmu saja dan juga kepentinganmu..
ibumu sudah sehat, saatnya ngelunjak
baru kali ini baca novel yang mana sekeluarga hobinya menjegal kaki orang 😁
mereka keluarga pebisnis apa keluarga pemain sepak bola antar kampung?🤣🤣🤣