Hani di tekan oleh keluarganya untuk menikah sedangkan Hani telah jatuh cinta pada seorang pria. Tapi sayang pria itu telah beristri. Di tengah kegalauannya Hani bertemu teman lama Rere, dan dikenalkan pada abangya Rere. Abang nya Rere mengajak untuk ta' aruf. Hani dan keluarganya menerima ta'aruf itu. Tanpa mengetahui ada udang di balik batu. Mereka sampai ke tahap pernikahan.
Setelah menikah Hani menemui banyak rahasia dan misteri di keluarga suaminya. Ternyata mereka hanya memanfaatkan Hani untuk mendapatkan harta. Suami Hani juga sudah memiliki kekasih.
Mereka bahkan ingin mencelakai Hani dan keluarganya. Hani tidak tinggal diam. Ia bukan wanita lemah. Ia akan membalas setiap sakit yang mereka berikan.
Hani akan membalikkan keadaan lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya. Who's the last standing ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EuRo40, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ch 6. Rencana Fatih.
someone Pov
Hari ini aku lihat dia, senyumnya cantik. Dia anggun dengan hijabnya. Aku tidak tahu siapa namanya. Tapi aku suka karakternya dia terlihat percaya diri dan tangguh tapi lembut dan rendah hati.
Dia melihatku. Seharusnya aku bersembunyi tapi aku masih betah melihatnya. Dia bergaya selfie tapi aku tahu itu hanya kamuflase. Wanita yang pintar. Aku tersenyum padanya. Aku tahu aku pasti akan tertangkap kamera.
Seorang Asisten mendatanginya. Aku langsung menutup tirai. Tidak ada pekerja yang tahu aku di sini kecuali Dewa. Karena dia yang mengantarkan aku makanan.
Aku berbaring di tempat tidur. Dan menyentuh pipi kiriku, tepatnya luka pada pipi kiriku. Luka yang membuat ku bersembunyi di kamar ini. Aku merasa jenuh dan bosan tapi sekarang sepertinya aku bisa melihat sesuatu yang indah dan tidak membosankan. Aku bangun dan ku goreskan pena di sehelai kertas.
Cahayamu mengalahkan mentari
Senyummu teduh menenangkan
Hangat menyusup kalbu
Indahmu bertahta di relung sukma.
Aku simpan kertas itu di laci nakasku.
Semoga Dewa segera ke sini. Aku ingin bertanya tentangnya.
Auhor Pov
Hani kali ini tidak tersasar dia bisa kembali ke kamarnya.Ternyata gak seribet itu. Hani terkekeh sendiri. Hani berhenti di depan kamarnya. Ia menatap pintu kamar sebelahnya. Ia mendekati pintu itu dan memegang daun pintunya.
" Kamu mau apa Hani ?" Hani langsung mengalihkan netranya pada sumber suara. Mamah mertuanya berdiri tak jauh darinya sekitar 5 langkah.
" Eh.. Mamah. Itu Hani barusan seperti mendengar sesuatu dari kamar ini. Jadi Hani penasaran mau lihat ada apa ."
" Lain kali jangan terlalu penasaran jadi orang. Karena rasa penasaran itu bisa membunuhmu." Hani tenang menanggapi ucapan mamah mertuanya.
" Mamah benar rasa penasaran mungkin bisa membunuh atau bisa juga menguak rahasia besar. " Hani tersenyum.
" Tidak ada apa-apa di dalam sana, dan jangan membuka kamar sembarangan !"
" Iya Mah maaf , Hani ke kamar dulu Mah." Hani membuka pintu kamar lalu masuk dan menguncinya.
" Dia ternyata bukan wanita yang mudah. Sepertinya harus ada perubahan rencana." Gumamnya melihat pintu kamar Hani.
"Seharusnya dia mati saja tidak ada bedanya. " Gumamnya sambil melihat kamar misteri itu.
Lalu ia berlalu pergi.
Hani Pov
Aku kunci pintu agar Mamah tidak sembarangan masuk ke kamarku, eh salah kamar suamiku. Aku lalu membaringkan tubuhku di tempat tidur. Ku ambil ponselku. Aku ingin memeriksa hasil foto selfie ku.
Ku cari foto yang mengarah pada jendela kamar sebelah kamarku. Ini dia aku perbesar gambarnya. Benar ada seorang pria di balik jendela tapi yang terlihat hanya sebelah mukanya yang kiri tertutupi tirai. Dia terlihat seperti tersenyum padaku. Benarkah ? Sepertinya benar tatapannya mengarah padaku. Tunggu apakah dia tahu aku memfotonya. Aku kemudian melihat lagi foto yang lain. Ada seseorang melihatku. Aku perbesar gambar itu. Dewa? Itu Dewa dia sedang menatap jendela kamar itu. Berarti Dewa tahu sesuatu. Aku akan bertanya padanya. Tapi aku teringat perkataan Mamah yang melarang ku untuk penasaran atau rasa penasaran bisa membunuhku. Apakah itu ancaman ? Wah semakin menarik. Aku sampai lupa masalah suamiku yang pergi. Memecahkan misteri ini lebih menarik bagiku. Aku tidak takut dengan ancaman mertuaku. Justru aku semakin tertantang.
Kenapa pernikahanku jadi begini ya. Aku harus ketemu Rere. Aku ingin bertanya kenapa dia ingin hidup mandiri juga tentang kamar sebelah.
Tok..tok..
Siapa yang mengetuk pintu. Aku bangun dan membukanya.
" Kamu sedang apa?" Tanya suamiku.
" Sedang rebahan aja." Jawabku.
" Manfaat sekali waktumu." Sarkasnya seraya duduk di sofa kamar.
" Betul ! Terima kasih pada suamiku yang sudah melarangku bekerja dan menjadikanku pengangguran ." Sarkasku ikut duduk di sampingnya.
" Aku melarangmu bekerja sebagai sekretaris. Tapi aku tidak melarangmu untuk membuka usaha atau ada kegiatan lain." Buat usaha apa? Aku bingung.
" Oh.. kalau buka usaha aku tidak punya modal."
" Apa gunanya suami kamu kalau tidak bisa memberi modal buat istrinya." Tumben ngomongnya gak ngeselin.
" Kamu mau kasih aku modal ?" Aku tidak yakin.
Cetak.
Dia menyentil dahiku. " Kamu pikir aku bohong. Aku serius ! Pikirkan baik- baik, kamu mau usaha apa? dan bagaimana konsepnya ? Itu harus jelas. Ucapnya. Aku berpikir usaha apa yang cocok untukku.
" Setelah itu, kamu bilang pada saya dan akan saya urus sisanya."
" Wokey hubby. Aku akan pikirkan usaha apa."
" Kamu pulang mau ngapain ?" Tanyaku.
" Ya menemani istriku lah. Kasihan dia, sendiri di rumah." Apa aku tidak salah dengar, kemana saja kemaren. Baru sadar sekarang punya istri. Hm ..mencurigakan kenapa berubah.
" Atau kita keluar saja. Hitung-hitung mencari inspirasi buat usaha kamu. Sekalian kita ke tempat Rere. Bagaimana ?" Kebetulan aku mau bertemu Rere.
" Boleh, yuk kita berangkat sekarang. Sebentar aku ganti baju dulu." Ucapku lalu bergegas mengganti baju.
" Aku bingung kenapa ade kamu itu mau tinggal mandiri. Dan orang tua kamu mengizinkan. Kalau itu ibuku pasti aku sudah di marahi. Anak gadis tidak baik tinggal sendiri. Nanti jadi fitnah. Berpotensi berbuat zina tidak ada yang mengingatkan. Ibuku pasti bilang begitu. Tapi sepertinya orang tuamu santai tidak perduli. " Ucapku panjang lebar sambil aku mengganti bajuku di ruang walking closet.
Fatih tidak menganggapi ucapanku. Sampai aku selesai berganti baju. Fatih bangkit dan berkata.
" Aku tunggu di ruang tamu !' Fatih ke luar kamar.
Aku cepat- cepat berdandan dan bergegas menyusul suamiku.
Di bawah, aku melihat ada Opa.
"Kalian mau ke mana?" Tanya Opa.
"Hani mau jalan-jalan Opa, sekalian mau cari inspirasi dia mau buka usaha tapi bingung. " Jawab Suamiku.
" Iya Opa kita mau sekalian ke ...."
" tempat kuliner Opa , ayo sayang. Dah Opa Assalamu'alaikum ." Fatih menarik tanganku.
" Wa'alaikumsalam." Jawab Opa, kenapa suamiku gak bilang ke tempat Rere, dan di rumah ini tidak pernah bahas Rere.
Kami pergi naik mobil terasa sunyi di mobil. Lalu ku nyalakan musik.
" Mas, boleh Hani bertanya ?"
" Tanya apa?" Jawabnya tanpa melihat ke arahku .
" Kenapa Rere tidak tinggal di rumah? " Tanyaku.
" Kau kan tahu dia ingin hidup mandiri. "
" Lalu kenapa tidak ada yang menyebutkan namanya ketika di rumah, apa Opa tidak suka keputusan Rere?"
" Iya Opa tidak suka, karena itu di tidak perduli dan jangan pernah menyebut namanya di depan Opa !"
" Ok.." Another misteri . Siapa Rere sebenarnya dan ada apa ?
Fatih Pov.
Aku malas sekali sebenarnya pergi dengan Hani. Tapi tadi Mamah meneleponku untuk lebih banyak meluangkan waktu dengan Hani. Agar Hani tidak curiga dan Mamah ingin agar aku bisa menguasai Hani. Membuat Hani tunduk padaku. Padahal tadi aku sedang bersama kekasihku.
Rere pikir Hani adalah wanita yang pendiam dan penurut. Jadi rencana kami akan lancar. Tapi Hani yang dulu berbeda dengan Hani yang sekarang. Sama sekali tidak seperti yang Rere gambarkan. Hani benar People can change.
Karena itu juga, ada perubahan rencana. Aku harus bisa membuatnya tunduk. Hani.. Hani.. kau telah masuk ke kandang harimau.
" Kita mau ke mana Mas ?" Tanya Hani padaku.
" Ke tempat Rere ." Menyelam sambil minum air. Aku tersenyum miring.
" Oh.. bagus aku ingin bertemu dengannya. " Ucap Hani . Aku tersenyum .Yah aku juga ingin bertemu dengannya.
" Oh.. ya Mas, aku ingin bertanya tentang kamar sebelah, apa di sana ada penghuninya ?" Aku langsung menatap Hani begitu mendengar pertanyaannya. Apa Hani melihat sesuatu ?
" Kenapa dengan kamar sebelah. Itu kamar kosong bekas Rere." Alasan yang ku berikan pada Hani.
" Oh..begitu rupanya ." Hani manggut- manggut dan melihat ke jendela . Aku kembali menatap jalan.
" Kau jangan pernah ke kamar itu. Rere tidak suka jika ada yang ke kamarnya. " Aku peringati dia dengan alasan Rere.
" Ok..!" Jawabnya.
...----------------...
Another misteri \=> Misteri yang lain.
People can Change. \=> Manusia bisa berubah.