NovelToon NovelToon
My Chosen Wife

My Chosen Wife

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:11.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putritritrii

Lanjutan Dari Novel Terpaksa Menikah. Sebelum membaca kisah dari Anak - Anak Raka dan Eva beserta sahabatnya. Mohon di baca untuk Season pertamanya.


Sebelum ke sini tolong baca dulu Terpaksa Menikah.

Memilih pasangan yang pas, seperti sang mama adalah keinginginan Rava Atmadja. Banyak keinginan yang ia dasari dari kisah cinta papa dan mamanya, yang bersatu karena sebuah kesalahan. Kesalahan yang menurut sang papa dan juga mamanya, adalah berkat dan kebahagiaan dengan hadirnya, Rava di kehidupan mereka.

.
Karena di Jodohkan oleh sang mama dengan anak sahabatnya, Rava mencoba untuk lari dari kenyataan. Dan berusaha untuk memilih yang terbaik antara pilihan sang mama dan juga pilihannya sendiri. Mari baca dan berikan dukungan kalian. Terima Kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MPA : MERINDU

Rava tiba - tiba menekan kalakson mobilnya dengan cepat, ia sengaja melakukannya agar Alice fokus. sontak Alice kaget dan langsung saja terhenti melihat ke arah mobil yang sudah melaju kencang.

"Dasar pengemudi aneh! bikin kaget saja." ucapnya seraya mengelus dadanya.

Alice kembali mengayuh sepedanya, menyusuri malam yang masih ramai. Ia melewati jalanan yang setiap harinya menuju ke rumahnya.

Tidak sampai setengah Jam, Rava tiba di kediamannya. Sepi , tanpa satu pun orang yang bisa menemaninya. Kembali ia mengingat akan perjumpaannya dengan Vanessa, wanita yang sangat ia cintai selama ia menetap di Negara itu.

Ting... Tung....

Suara Notif ponsel Rava berbunyi, menandakan pesan dari aplikasi berwarna hijau miliknya. Rava baru saja mendudukan tubuhnya di tepi ranjang seraya melepas kemejanya. Lalu, ia merubah pandangannya pada ponsel yang ia letakkan di atas meja. Usai membuka kemejanya , Rava beranjak dari duduknya mengambil ponselnya dan membuka isi pesan chatnya.

[ Hello mister Rava, apa kabar dirimu? Aku merindukanmu ] ~ Renata.

Pesan singkat itu berasal dari pengagum terang - terangan Rava semenjak mereka kecil.

"Dasarrr wanita ini!" ucap Rava seraya senyum menatap layar ponselnya.

Rava kembali mendudukkan tubuhnya di atas ranjang sambil bersandar, lalu mulai membalas pesan dari Renata.

[ Apa benar kau merindukanku?] ~ Rava.

Tidak butuh waktu lama, pesan itu langsung di baca dan di balas.

[Kenapa kau bertanya? Setiap hari aku merindukanmu! kau itu yang tidak pernah merindukan aku sama sekali. Pergi tanpa memberitahukanku! apa kau tidak puas menyiksaku?]~ Renata.

[Aku tidak pernah menyiksamu.] ~ Rava.

[ Kau jangan berbohong lagi! sampai kapanpun aku akan mengejar dirimu, sampai kau bisa membuka hatimu untukku. Awas saja kau berselingkuh seperti 3 tahun lalu]~ Renata.

[Jangan mencintaiku jika kau terluka]~ Rava.

[Kau... Pria yang sangat menyebalkan yang pernah aku kenal!] ~ Renata.

[Jangan berharap banyak dariku! aku takut kau akan menyesali perbuatanmu]~ Rava.

[Tidak... Aku akan tetap melabuhkan cintaku hanya untukmu.]~ Renata.

[Terserah... Jika kau tidak takut terluka.] ~ Rava.

Di sana Renata menarik nafasnya dalam - dalam. Betapa kesalnya ia, membaca pesan dari Rava. Terdiam sejenak tanpa mengetik apapun, ia merasa sesak pada bagian dadanya. Di sana, Rava menatap layar ponselnya , menunggu balasan Renata yang tidak secepat sebelumnya. Dia tahu betul bagaimana sifat Renata, merasa tidak enakan. Rava pun memilih panggilan Video ke Renata, sedikit lama akhirnya terhubung.

Rava menatap wajah Renata yang sembab, ia yakin Renata barusan menangis.

"Sedang apa?" tanya Rava datar.

"Kau tidak lihat! aku sedang rebahan!" jawab Renata ketus.

"Apa kau habis menangis?" tanya Raka lagi.

"Tidak... Aku tidak menangis."

"Jangan berbohong Rena, kenapa mata mu sembab?"

"Kenapa kau cerewet sekali!"

"Bukankah karena itu kau menyukaiku?" tanya Rava dengan angkuh.

"Terserah Kau."

"Ya sudah aku tutup." ucap Rava.

Tak lama Renata benaran menangis, membuat Rava panik.

"Kenapa kau jadi menangis!" sentak Rava.

"Karena kau jahat! Kenapa kau selalu membuatku menangis. Apa susah ya , membuka hatimu untukku! apa memang aku tidak layak menjadi pendampingmu? Kenapa kau tega Rava!"

Rava menghela nafasnya , mendengar ucapan Renata membuatnya pusing.

"Sudah jangan menangis, aku tidak akan menyakitmu. Karena itu aku katakan padamu! jangan mencintaiku, carilah Pria yang bisa mengerti dirimu, Rena."

"Okeyyy... aku akan mencari 100 pria untuk aku pacari! biar kau puas!"

Mata Rava mendelik. "Kau yang benar saja! jangan nekat mengotori dirimu!"

"Kau tahu aku lagi sakit! tapi kau menambah kesakitanku! sudahlah... aku mau mati saja agar kau bisa bahagia berselingkuh dengan wanita lain!"

Renata kesal, ia memutuskan panggilan Video dari Renata. Rava menjadi bingung di buatnya, karena selama dia berhubungan dengan Renata Via panggilan Video, tidak pernah ia memutuskan duluan.

"Dia benar - benar kesal padaku." ucap Rava kemudian beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi.

"Aku jadi bingung... apa dia benaran sakit? Wajahnya terlihat sangat pucat." ucap Rava di bawah pancuran air yang berasal dari shower.

Seusai mandi, Rava kembali mengambil ponselnya dan menghubungi Sasa, sekretaris Renata. Tak lama suara Sasa terdengar.

"Apa atasanmu tidak bekerja?" tanya Rava ke Sasa.

"Iya Tuan Rava, beliau izin karena sudah dua hari beliau sakit." ucap Sasa sopan.

"Renata sakit apa, Sa?" tanya Rava penasaran.

"Llambung Ibu Renata kembali kambuh Tuan, saat memimpin rapat dua hari lalu, ibu Renata hampir pingsan saat jalannya rapat." ucap Sasa lagi.

"Baiklah, Terima Kasih infonya. Jangan katakan saya menelepon kamu. Apa kamu paham?"

"Baik Tuan."

Rava memutuskan sambungan teleponnya, ada rasa tidak enak di hatinya. Renata itu usil, tapi dia sangat manja seperti adiknya Vara.

"Tidak mengabarkanku, kalau dia sedang sakit." ucap Rava.

Karena di tempat Rava sudah tengah malam, ia lebih memilih untuk merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk tertidur.

****

Keesokan harinya, Rava terbangun sesuai pengaturan di Alarmnya. Suara Alarm , selalu mengingatkannya agar tepat waktu terbangun. Dengan mata yang berat, rambut acak - acakan, ia terbangun dari tidurnya dan langsung saja menuruni anak tangga dan berjalan kedapur.

"Aku harus memanggil pembantu untuk di rumahku." ucap Rava seraya memasak telur setengah masuk yang di ajarkan mamanya. Telur kesukaan sang papa, yang menjadi favoritnya juga.

"Aku sangat lelah, malas banget rasanya untuk ke kantor." ia menguap di sela - sela acara memasaknya.

Seusai telur nya setengah masuk , ia mengambil keju, roti, dan segelas susu putih. Dengan cepat Rava memasukkan bahan makanan yang sederhana itu kedalam rotinya , sebagai pengganjal perutnya.

Seusai menghabiskan rotinya, ia langsung saja berjalan ke atas, kembali ke kamarnya dan mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke kantornya.

^

Seperti pagi biasanya , Alice mengantarkan koran ke semua pelanggannya. Ia mengayuhkan sepedanya dengan bersiul dan bernyanyai. Betapa bahagianya Alice bisa menjalani pagi dengan udara segar yang menemaninya, meskipun terkadang ia merasa lelah, tetapi wajah Ibu nya membuat ia terus semangat.

Tempat terakhir, di depan rumah Rava. Ia selalu memandangi rumah besar itu , sebelum ia melemparkan koran yang ada di tangannya.

"Kenapa seperti tidak berpenghuni saja." ucap Alice menatap rumah itu.

"Sudahlah... Tidak perlu di pikirkan. Toh tugas aku hanya mengirimnya saja "

Alice mengambil ancang - ancang untuk melemparkan koran ke arah rumah Rava.

Bruggggggg!!!

"Awwww." ucap Rava menyentuh wajahnya

"Sialan! siapa sih." teriak Rava kesal.

Alice seperti mendengar suara seorang pria, ia merasa takut. Dengan cepat Rava membuka pintu gerbangnya, mau mengambil perhitungan dengan si tukang koran. Saat suara gerbang terbuka, buru - buru Alice naik ke sepedanya dan mengayuhnya.

"Heeiii!!! tunggu." teriak Rava.

Alice gugup mendengar teriakan si empunya rumah, membuat tubuhnya tidak seimbang . Dan Brukkkkkk.... Alice terjatuh dari sepeda dan menimpah dirinya. Rava yang melihat kejadian itu dengan cepat menghampiri gadis yang terjatuh itu. Saat membantu mendirikan sepedanya, betapa kagetnya Rava yang dia lihat adalah Alice.

"Kauuuu!."

Bersambung.

.......

Tekan like dan Vote ya. Terima kasih :)

1
Fatim Ummu Ayes
ciri khas frans banget ni si defan....😁😁😁😁
Fatim Ummu Ayes
bebal bnget si vara nih... jadi pengen getok kepalanya....
Fatim Ummu Ayes
kok q brasa cosplay jadi renata ya thos... sakitnya nyesek bangetttttt.....
Fatim Ummu Ayes
apakah nanti si zyan yg bikin rava cemburu na dia suka renata...?
Fatim Ummu Ayes
q nyangkax di awal si alice yg bkaal jadi pembantu di rumah rava🤭🤭🤭
Fatim Ummu Ayes
kok aku bacanya kayak bakal ada sakit"nya ya thor... secara q tim renata yg tetep swtia cintanya ke rava.. meskipun rava dah pernah khianat ma vanesa... masak iya sekrang mo khianat ama alice lagi...
❦վαղղí❦
tiba2 kangen pengan baca lagi,,novel favorit aku,,padahal bukan pertama baca tapi ttp mewek..☺️
Ema Sham
good 👍👍👍
Mohammad Ryan Haisy
bagus
VEI
🤩
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
numpang lesehan bentar kak 🙏🏻🤭
A⃟🍏 ⍣⃝Sɾყ✪ƚҽɾʂҽɳყυɱ🖋️🎗️🌼
kukira akan ada season berikutnya ternyata judul baru,,siap meluncur lah 😉😉
Entin Fatkurina
siap meluncur.
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kk :)
total 1 replies
Wayan Raningsih
Hai Kak Put apa kabar? /
terima kasih krn masih mau menulis cerita untuk kami di sini 😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Hehwehe puji Tuhan sehat kak. Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
༄༅⃟𝐐✰͜͡w⃠🆃🅸🆃🅾ᵉᶜ✿☂⃝⃞⃟ᶜᶠ𓆊
waaoooo kayaknya kereeen
Putritritri IG: @_putritritrii: Mampir ya kak 🤗
total 1 replies
Jumriana
semangatt kakak 😍😍😍
Putritritri IG: @_putritritrii: Makasih kak. Mampir ya 🤗
total 1 replies
Diana Hartati Tampubolon
hadirrrrr
Putritritri IG: @_putritritrii: Wah masih ada yg baca. Mampir ya kak 😍
total 1 replies
Mamaya Mamafaren
ya
Pratiwi Mulyani
lho belum
sarah Nhk
novel terbaik yg aku baca d noveltoon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!