NovelToon NovelToon
Papaku Kaya Dengan Sistem

Papaku Kaya Dengan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.

Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.

Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

Bab 1

Melihat Arka yang tertidur pulas, hati Arhan terasa sakit. Dulunya, anak itu masih bisa tidur dengan nyenyak di atas kasur, tapi perceraiannya dengan Gina beberapa bulan yang lalu membuat putra kecilnya itu harus ikut susah bersamanya.

Cerita itu berputar kembali di kepala Arhan, tepatnya 6 bulan yang lalu yang sangat menyakitkan.

Saat itu rumah mereka terbakarnya hebat, Arhan  menolong istri dan anaknya, ia rela terbakar hingga membuat ia menjadi pria buruk rupa, luka bakar di tubuhnya hampir 40 persen. Bahkan wajahnya, menghitam karena bekas bakar itu. 

Arka juga mengalami luka bakar di kakinya sejak kebakaran itu, karena sebelum diselamatkan, Arka sempat tertimpa oleh kayu yang terbakar membuat kakinya pincang, sementara Gina hanya mengalami luka bakar di tangannya dan itu telah sembuh. Sayangnya setelah kejadian itu, Gina berubah.

"Aku tidak mau hidup dengan pria buruk rupa dan anak yang cacat, hidup ku benar-benar hancur! Aku lebih baik pergi saja!" Kata Gina memilih untuk meninggalkan mereka. 

Gina datang bersama mertuanya dengan keras meminta ia menandatangani surat cerai itu, mertuanya tidak sudi memiliki menantu miskin seperti dirinya, dan yang ternyata, mantan istrinya itu juga telah menjalin kasih rekan kerjanya di sebuah perusahaan.

Hancur hatinya setelah mengetahui hal itu, padahal selama ini, dengan hasil uang kerja ia sebagai tukang panggul yang berhasil membangun rumah impian yang pada akhirnya terbakar.

Dan bahkan rela meninggalkan putra kecil yang masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu.

"Maafkan Papa ya, Nak. Kamu ikut menderita bersama Papa," Arhan mengusap rambut Arka dengan pedih sebelum bangkit mencari selimut dari dalam lemari

"Papa janji akan bahagiain kamu.”

Tak terasa malam telah tiba, Arka terbangun, malam ini terasa berbeda dari biasanya, rasanya sepi, tanpa tawa, tanpa canda, kebahagiaan itu telah lenyap meninggalkan mereka berdua.

"Papa, Arka  lapar, “ Ucap Arka sambil mengucek mata dengan tangan mungilnya itu. 

"Ya udah, ayo kita pergi, Papa punya uang sedikit, cukup untuk membeli makanan malam ini," Kata Arhan, ia mengambil jaket yang sedikit tebal untuk Arka, agar Arka tidak masuk angin.

Arhan  pun menggendong Arka di punggungnya, mereka pun  menyusuri di pinggir jalan untuk mencari makan, Arhan juga ingin mengajaknya berjalan agar putranya tidak sedih lagi, ini juga agar anaknya tidak ingat lagi dengan ibunya.

Di perjalanan, Arhan mengajak Arka mengobrol. "Arka, lihat bintang kecil itu, ada berapa semuanya?" tanya Arhan menunjuk ke langit.

Arka melihat ke atas dan mencoba menghitungnya. "Banyak." jawabannya singkat membuat Arhan tertawa kecil.

"Coba hitung," ucapnya lagi.

"Banyak," jawab Arka dengan nada yang sama.  Arhan tertawa lagi, setidaknya ini satu-satunya cara ia untuk menghibur anaknya.

"Di mana ya kita cari makan?" tanya Arhan bingung mereka harus membeli makanan di mana. Seketika, Arka langsung memberontak di gendongan Arhan. 

"Ada apa Arka?" tanya Arhan panik, di saat Arka berhasil turun ke bawah, Arka langsung lari. 

"Mama! Mama!" teriak Arka. Ia melihat ibunya bersama seorang laki-laki yang ingin meninggalkan restoran di seberang jalan.

"Arka, jangan ke sana!" teriak Arhan panik.

"Mama! Mamaaaa!" teriak Arka yang berlari ke tengah jalan yang sama di lalui oleh pengendara. Tapi Gina telah masuk ke dalam mobil bersama calon suaminya sambil tertawa bahagia.

Gina tidak menyadari jika ada yang memanggilnya, karena di pusat kota itu sangat bising dengan suara kendaraan, perlahan-lahan mobil itu pun melaju di jalan raya.

"Mamaaaaaaaaaa!" teriak Arka melihat mobil itu pergi dan mencoba mengejarnya.

"Arka berhenti!" teriak Arhan dan Arka saling kejar mengejar, mobil banyak melintas, hingga akhirnya sebuah mobil yang melintas dengan cepat, karena mobil itu sedang balapan liar, Arhan langsung mendorong Arka ke pinggir jalan, sayangnya ia tertabrak.

 Mobil itu bukannya berhenti, malah tetap melaju dengan kecepatan penuh, sehingga menabrak Arhan dan kaki kiri Arhan hingga terdengar bunyi "krek".

Ia menjerit karena sakit, Arhan masih sempat sadar dan mengangkat tangan, meminta tolong dengan suaranya yang lemah.

Naasnya, mobil  kedua yang sedang balapan juga tidak melihatnya, mobil itu menabrak tubuhnya lagi, membuatnya terhempas ke aspal.

Lalu, mobil ketiga yang mengikuti jejak mereka juga menabrak badannya yang sudah tergeletak, membuat ia merasakan sakit luar biasa yang melampaui batas.

Di dalam mobil kedua, seorang pemuda berambut pirang yang memegang setir menoleh ke samping. "Hey, kita menabrak orang!" kata temannya dari jendela mobil yang terbuka.

 "Biarin aja, bukan salah kita. Siapa suruh dia di tengah jalan!" jawabnya dengan nada yang tak peduli, mata tetap terpaku ke jalan depan, hanya ingin menang dalam balapan yang tidak beraturan itu.

Semua mobil mewah itu lalu melaju lagi, meninggalkan Arhan yang berlumuran darah di aspal.

 Bunyi langkah kecil yang gemetar terdengar. "Papaaa! Papaaaa!" Perlahan-lahan, Arka  mendekat, matanya membesar melihat darah yang menggenangi baju ayahnya.

Arhan berusaha dengan segala kekuatan untuk mengangkat tangannya, jari-jarinya yang berdarah memegang pipi Arka yang sudah penuh air mata.

 Bibirnya bergetar saat mengucapkan kata-kata terakhirnya. "Maafkan Papa... Nak. Papa... tidak menepati janji Papa... untuk menjaga dan... membahagiakan mu... maafkan... Pa... pa. " Setelah itu, tangan Arhan yang lemah jatuh perlahan ke aspal, tidak bergerak lagi.

"Papaaaaaaaaaaa! Jangan tinggalin Arka! Papa! Bangun Papaaaaa! Bangun lah..." Teriak Arka terdengar pilu dan menyayat hati dan hembusan napas yang gemetar.

 Air matanya tidak berjatuhan lagi secara tetesan, tapi mengalir deras yang membanjiri pipinya, mengalir ke dagunya, menyentuh tangan yang masih memegang baju Arhan yang berlumuran darah.

Tubuh kecilnya gemetaran. Dia mengoyang-goyangkan tubuh Arhan yang telah dingin dengan kekuatan yang tersisa, tapi ayahnya hanya tergeletak diam, mata terpejam rapat, bibir yang dulu selalu tersenyum untuknya kini kering dan tetap.

"Papa... jangan... Arka masih butuh Papa... besok ulang tahun Arka loh... Papa janji mau beli kue..." ucapnya dengan suara yang hampir tidak terdengar, mulutnya menempel di telinga Arhan yang sudah tidak bisa mendengar lagi.

 Orang-orang yang melihat Arka  hanya berdiri di kejauhan, kaki mereka seolah terasa berat untuk mendekat.

Beberapa orang menyembunyikan wajah dengan tangan karena ketakutan melihat darah yang menggenang di aspal.

Beberapa orang yang lain hanya menghela napas dengan sedih, tapi tidak satu pun yang berani mendekati si pria kecil yang sedang berteriak ke ayahnya yang telah tiada.

Arka lalu meletakkan wajahnya di dada Arhan mencium bau baju ayahnya yang masih ada, bau keringat yang biasa ia cium.

"Papa... Arka sudah membuat kartu ulang tahun untuk Papa... di rumah... tapi Papa tidak akan melihatnya lagi ya..." tangisannya makin keras, tubuhnya terbatuk karena menangis terlalu keras, tapi dia tidak mau melepaskan ayahnya.

Di malam yang dingin itu, dia hanya ingin tetap di sisi Papa, meskipun dia tahu, ayahnya tidak akan pernah bangun lagi.

*****

Memuat...

Loading...

Menemukan Tuan...

Memindai...

Pengenalan Tuan...

Memproses....

Selesai...

Mengscan tubuh Tuan...

Selesai.

Nama: Arhan Dewa Garino

Umur: 28 tahun.

Pekerjaan: Tukang panggul.

Jenis kelamin: Pria.

Status: Duda.

Memproses...

Selesai

Memperbaiki tubuh Tuan dan memberi kesadaran kembali.

Memproses...

Selesai.

Ting

Suara dentingan yang memekakkan telinga membuat Arhan terbangun. Ia berada di sebuah kegelapan yang tak ada ujungnya. Ia berdiri melihat sekeliling.

"Di mana ini? Kenapa gelap sekali? Bukannya aku sudah mati? Kenapa aku di sini? Apa ini surga atau neraka?" tanya penuh kebingungan.

Tiba-tiba saja ada sebuah cahaya biru datang, dan cahaya itu mengelilinginya, lalu berubahnya menjadi kode-kode untuk dan data-data base yang tidak ia mengerti.

"Benda apa ini?" tanya sambil menyentuh kode tersebut, tapi tembus di tangannya. Ada sebuah cahaya hologram yang membuat ia terkejut.

WELLCOME

[Selamat datang di system teknologi canggih, System keberuntungan. Anda akan menjadi Tuan dari system ini, Anda mendapatkan kekuatan dan kejayaan. System akan membantu Anda menjadi orang sukses]

"Ah, apa ini?" tanya Arhan ketakutan.

[Jangan takut, Ini adalah sistem super canggih, sistem yang akan mengubah hidup Anda]

"Sistem? Apa itu?" tanya Arhan ketakutan.

[Sistem adalah teknologi masa depan, sistem akan membuat Anda menjadi orang sukses]

"Menjadi orang sukses? Sukses seperti apa?" tanya Arhan sedikit takut, ia berputar-putar untuk mencari keberadaan sistem tersebut. Ia tidak bisa melihat siapa pun, tetapi suara itu terus berbicara kepadanya.

[Menjadi orang sukses di masa depan, menjadi orang yang memiliki kekuasaan, membangun usaha sendiri dan menjadi orang yang terkenal di dunia]

 "Ti-tidak mungkin! Aku hanya tukang panggul. Bagaimana aku bisa jadi orang sukses?" tanya Arhan dengan nada rendah.

[Tidak perlu khawatir, sistem akan membantu Anda mencapai tujuan Anda. Anda hanya perlu mengikuti instruksi yang diberikan]

"Siapa kamu sebenarnya?! Ada di mana kamu?!" teriak Arhan lagi.

[Saya adalah sistem teknologi canggih. Saya ada di dalam tubuh Anda, silakan sentuh layar di depan Anda, jika Anda setuju untuk menjadi bagian dari sistem, maka sentuh tulisan [ya] untuk menerimanya]

Tiba-tiba, sebuah layar muncul di depannya, dengan tulisan

[Apakah Anda menerima sistem menjadi bagian dari Anda? Klik [Ya] jika Anda setuju].

Arhan melihat ada dua pilihan, Ya dan Tidak. Ia merasa ragu-ragu, tetapi kemudian ia memutuskan untuk menyentuh tulisan Ya.

Saat ia menyentuh tulisan Ya, sebuah cahaya terang muncul di sekitarnya, dan Arhan merasa seperti sedang dihisap ke dalam suatu dimensi yang tidak diketahui. Ia merasa seperti sedang mengalami perubahan yang besar.

[Selamat, Anda telah menjadi bagian dari sistem. Sistem akan membantu Anda mencapai tujuan Anda]

[Terima kasih karena Anda sudah bergabung dengan sistem. Maka sistem akan menjelaskan cara kerjanya]

[Sistem akan memberikan sebuah misi, misi secara acak, Anda cukup melakukan seperti yang di perintahkan. Misi ini akan memberikan hadiah jika misinya berhasil, Apa Anda mengerti?]

"Aku... aku belum mengerti sepenuhnya," kata Arhan ragu-ragu.

[Tidak apa-apa, nanti sistem akan membantu Anda di misi pertama, dan kembali ke dunia nyata Anda]

"Hey Tunggu! Aaaaaaaaaaaaaa!" Teriak Arhan. 

1
Ambu Rinddiany Thea
sistem minta karungin tuh s gina buat kasih makan ikan piranha
aldo
wah mantap sekali thor
aldo
up lah thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
less22: Terima aksih🥰🥰
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
sekalian sama kepsek nya juga keluarin ganti sama yg bijak
less22
wahhh Terima kasih
aldo
wah mantap sekali thor dan jangan lupa up nya ya thor seru sekali thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
up lah thor seru sekali 🙏🙏🙏
less22: nanti sore lagi
total 1 replies
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
boleh gk sih saran Thor klo LG jalanin misi nylametin orang pke masker Thor jd klihtn misterius gtu ..
TUAN AMIR
bagus dan menarik. tak sabar nak tunggu sambungan dan saya harap cerita ini tidak separuh- separuh.
less22: oke, Terima kasih kak
total 1 replies
aldo
waduh mantap thor semangat terus ya thor up nya 🙏🙏🙏🙏🙏
Ambu Rinddiany Thea
arka jagn takut ya nak aku ibumu d sini 🤭😂
Ambu Rinddiany Thea: duhh 🤣
total 2 replies
aldo
waw lanjut lah thor seru sekali
less22: nanti ya🤣🤣
total 1 replies
Lili Inggrid
terus lanjut
less22: asiap kak
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
paling sebel dah klo anak sekolahan yg baru sd tp udh pinter ngebuli , 😡
less22: betul tuh
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
mau ath arhan ramuannya ambu 🤭
aldo
lanjut thor seru sekali thor 🙏🙏🙏🙏🙏
less22: wahhh Terima kasih🥰🥰
total 1 replies
aldo
wah seru sekali thor jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏
less22: hahaha siappppp
total 1 replies
TUAN AMIR
lanjutkan lagi. seronok baca
less22: wahhh Terima kasih🥰🥰
total 1 replies
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏
less22: Terima kasih🥰
total 1 replies
aldo
wah bagus banget thor semangat ya buat up nya ya thor 🙏🙏🙏🙏🤣🤣
less22: oke, siappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!