Kisah ini menceritakan dua pria tampan yang sedang mengejar cinta seorang dokter galak dan cantik.
Jingga Pramudita seorang dokter Obgyn (obstetrics and gynecology) berusia 29 tahun. Di usianya yang hampir menginjak kepala tiga, Jingga masih menyandang status single dan takut untuk menikah.
Di waktu yang sama, tiba-tiba ada dua pria tampan sedang mengejarnya. Namun, Jingga tak menghiraukannya karena dia masih belum percaya akan namanya cinta dan laki-laki.
Akankah ada dari salah satu mereka yang bisa menaklukkan hati seorang Jingga pramudita, atau justru ditolak semua?
Ikuti kisah mereka hanya di mengejar Cinta dokter galak.
Sebelum membaca novel ini, lebih baik baca dulu novel pendahulunya dengan judul berbagi cinta : aku tak mau dimadu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elia ngambek
Hei," panggil Angkasa.
Jingga menoleh sebentar, kemudian berlalu pergi. Namun, Angkasa mencekal tangannya.
"Kita bertemu lagi."
"Tolong lepaskan tangan Anda, saya sibuk!"
"Dokter Jingga kita harus segera masuk," ajak seorang perawat yang tadi berjalan bersama Jingga.
Jingga mengangguk.
"Jadi kamu Dokter yang mau mengoperasi wanita di dalam?" tanya Angkasa.
Bukannya menjawab, Jingga langsung melepaskan tangan Angkasa dengan kasar. Lalu dia berjalan masuk ke ruangan operasi.
Angkasa tersenyum saat melihat takdir sedang berpihak padanya. Tanpa sengaja dia terus bertemu dengan wanita pujaannya.
"Dokter Jingga ... Kamu sudah membuatku terJingga-Jingga," gumam Angkasa.
" Asisten Lim, cari tahu tentang siapa Dokter Jingga!" titah Angkasa.
"Sekarang Tuan muda?" tanya asisten Lim.
Angkasa menengok ke arah asisten Lim. "Tahun depan!"
"Tahun depan?" ulang asisten Lim yang masih belum paham maksud dari Angkasa.
" Ya sekarang lah asisten Lim... Masak tahun depan, keburu di ambil orang lah Dokter cantikku!" tukas Angkasa.
"Tapi Tuan kita___"
"Cari ...!" bentak Angkasa.
Melihat Angkasa marah, membuat asisten pergi untuk mencari tahu siapa Dokter itu. Dia hanya bisa geleng-geleng kepala mempunya bos yang tempramen, suka semaunya sendiri, suka marah-marah, manja dan masih banyak lainnya.
Bisa cepat mati aku kalau begini! batin asisten Lim.
...****...
"Mon ... sudah ya, kita cari makan! Aku lapar," rengek Elia yang terus di ajak olahraga panas oleh Simon.
Mempunyai suami yang masih labil memang benar-benar menguras tenaga. Elia tahu kalau Simon masih dalam fase candu candunya dalam masalah hubungan intim, tapi dia juga butuh istirahat dan nutrisi.
" Panggil sayang dulu dong," goda Simon yang sedikit kesal ketika Elia tidak memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Sayang ... Kita keluar cari makan ya. Aku bosen di kamar terus! Kita kan niatnya honeymoon, masak hanya di dalam kamar terus sih!" protes Elia.
Sebenarnya Elia juga ingin pergi jalan-jalan ke tempat yang indah. Apalagi saat ini mereka sedang berada di kota yang memiliki banyak sekali wisata dengan pemandangan yang sangat indah. Sungguh di sayangkan kalau tidak di kunjungi.
" Bukankah ini juga honeymoon? "kata Simon.
Elia langsung menarik selimut dan menutup rapat tubuh polosnya agar Simon tak bisa bermain lagi. Dia benar-benar sudah merasa kesal melihat Simon seakan tak mengerti apa maksudnya.
Melihat wajah cemberut Elia membuat Simon tersenyum dan menatapnya lekat lekat.
"Sayang ... Jangan ngambek dong, aku kan hanya bercanda!" rayu Simon.
Elia masih terdiam dan justru memalingkan wajah, dia benar-benar sudah capek berdebat.
"Yaudah, kita pergi cari makan dan jalan-jalan."
Elia menoleh ke arah Simon. "Serius?" tanya Elia dengan wajah yang mulai antusias.
"Serius, tapi sekali lagi ya__"
Elia mendengus kesal. Bisa tepar aku kalau sekali lagi! batin Elia.
Melihat istrinya yang kembali ngambek, membuat Simon menggendongnya ala bridal style menuju ke kamar mandi.
"Kamu mau ngapain sayang?" tanya Elia.
"Katanya mau jalan-jalan, ya kita mandi dulu lah!"
"Bener ya, hanya mandi saja! Nggak boleh ada plus plusnya."
"Nggak janji," goda Simon.
"Simon ...," rengek Elia.
"Iya ... Iya ...," tandas Simon yang membuat Elia merasa sedikit lega.
Selesai mandi, tiba-tiba ponsel Simon berbunyi. Di layar ponselnya tertulis nama Haikal yang sedang menelpon. Simon mengangkatnya, siapa tahu ada urusan penting.
"Halo," sapa Simon kepada seseorang di ujung telepon.
Melihat Simon sedang telponan dengan seseorang, membuat Elia bertanya siapa itu? Dan Simon menjawab kalau itu adalah Haikal.
"Halo, Mon. Gue ganggu honeymoon Lo nggak?" tanya Haikal.
"Em ... cukup mengganggu sih, tapi emangnya ada apa?"
"Gue lagi galau nih!"
"Galau?" ulang Simon. "Galau kenapa? Gue kira Lo telepon karena masalah kerjaan, ternyata bukan! "pungkas Simon.
" Lo ya, kalau masalah kerjaan masih aman kok. Tapi, hati gue yang sedang nggak aman," keluh Haikal.
" Emangnya kenapa lagi? Di tolak cewek? Atau__"
Setelah itu, Haikal cerita kalau dia langsung di tolak mentah-mentah sebelum start. Mendengar cerita Haikal, membuat simon menahan tawa. Karena sebelumnya dia sudah memperingati Haikal kalau Jingga itu tidak mudah di dekati, dan dia. Juga tidak suka berondong.
Tapi, Haikal tak percaya dan mendengarkan omongannya. Dia tidak akan percaya sebelum mendengar itu sendiri dari Jingga.
"Mangkanya, kalau di bilangin temen tuh yang percaya! Sekarang patah hati lagi, kan? Loh tu memang pantes banget jadi sad boy!"
"Yaelah, Mon. Lo kok tega banget sih jadi temen. Bukannya menghibur justru membuat mental gue semakin down!" tangkas Haikal.
Mendengar Simon dan Haikal berbicara serius, membuat Elia penasaran apa yang sedang mereka bicarakan. Simon mengatakan kepada Elia kalau Haikal sedang mengejar Jingga, tapi langsung di tolak sebelum star.
"Haikal suka sama Jingga?" tanya Elia yang sedikit terkejut.
Simon mengangguk. Lalu Elia meminta ponsel Simon, dia ingin bicara dengan Haikal. Awalnya Simon tak memperbolehkannya, tapi Elia memaksa. Melihat tatapan marah dari Elia, membuat Simon terpaksa memberikan ponsel itu.
"Halo Kal,"
"Iya Halo,"jawab Haikal.
" Kamu seriusan suka sama Jingga? "tanya Elia untuk memastikan. Dan Haikal menjawab iya,tapi sudah di tolak.
Elia tersenyum mendengar rengekan Haikal." Kalau kamu mau bisa mendapatkan hati Jingga, jangan mudah putus asa! Terus berjuang, dia itu galak di luar, tapi sebenarnya kalau sudah cinta bucin!" tukas Elia.
Mendengar mendapatkan dukungan dari Elia, membuat Haikal semangat kembali. Elia tahu seperti apa Haikal jadi dia mau mendukungnya.
" Kamu buka kartu sahabatmu sayang? "tanya Simon.
Elia hanya menautkan kedua alisnya, lalu memberikan ponsel Simon kembali.
...****...
Di tempat lain, Arsy, Rigel dan Jonathan sedang asyik berenang bersama. Raut wajah bahagia tercetak jelas di wajah mereka. Arsy benar-benar membuat hidup mereka menjadi penuh warna pelangi.
Dia bagaikan malaikat kecil yang membawa kebahagiaan dan hal positif. Meskipun sudah tidak bisa bersama Elia, setidaknya Rigel masih di perbolehkan untuk bisa bersama Arsy.
Melihat mereka tertawa lepas, semakin membuat Hana merasa bersalah. Andai saja dulu dia tidak egois, kebahagian ini pasti sudah ada sejak dulu. Elia dan Rigel juga pasti masih bersama dan hidup bahagia, mungkin sekarang mereka sudah memiliki dua atau tiga anak. Tapi, karena dendam masa lalu membuat kehidupan anaknya hancur, dan itu gara-gara dia.
Semua kehancuran keluarga ini terjadi karena dia yang tidak bisa melupakan masa lalu. Padahal, Elia adalah wanita yang baik.
"Maafin Mama ya, Ri. Mama sudah menghancurkan hidupmu. Sekarang Mama sudah ikhlas pergi, daripada hidup hanya membuat kamu dan Papa susah. Selamat jalan Rigel, Papa ... Terima kasih karena kalian masih mau mengurus Mama yang jahat ini."
Tak butuh waktu lama, Hana sudah tertidur selamanya. Melihat Hana yang tiba-tiba tertidur, membuat sang suster mengeceknya. Ketika merasakan tubuh Hana tidak bergerak sama sekali, sang suster seketika mengecek nafas dan denyut nadinya.
" Ibu ... bangun buk," panggil sang suster berharap kalau dugaannya salah.
Mendengar perawat Hana seperti cemas, Rigel berenang ke arahnya.
"Ada apa, Sus?"tanya Rigel yang sudah naik ke daratan.
" Ibu Hana___ meninggal, Tuan. "
" Apa! " Rigel kembali mengecek nafas dan denyut nadi Hana. Saat tak mendapati semuanya ada, Rigel benar-benar terkejut.
" Mama ... Bangun, Ma. Jangan pergi dulu, "ujar Rigel. Dia mencoba menggoyangkan tubuh Hana yang sudah tak bergerak sedikitpun.
Jonathan yang penasaran kenapa Rigel histeris, ikut membawa Arsy naik ke daratan juga.
" Ada apa dengan mama, Ri? "tanya Jo.
" Ibu Hana sudah meninggal, Pak, "jawab sang perawat.
Tubuh Jo seakan terasa lemas. Dia hampir saja menjatuhkan Arsy, tapi untungnya sang suster segera membantu mengambil Arsy. Dia tidak menduga kalau Hana berpulang begitu cepat. Padahal baru kemarin, dia mengatakan sangat bahagia sekarang. Kondisinya juga jauh lebih membaik, tapi kenapa tiba-tiba pergi seperti ini?
...****************...
Jangan lupa dukung dengan like, komen, vote, dan hadiahnya ya..
banyak contoh laki² yg baik meskipun dia banyak uang, sangat menghargai.wanita
peran wanitanya bisa memberikan contoh yg baik bagi pembaca dewasa, tidak gampang
kalau pembacanya punya sifat hampir spt peran wanitanya pasti senang
Lanjut dong Thor..nanggung amat siih/Angry//Drool/
di tunggu kelanjutan nya thor biar ga bingung kitaah.
mantap nih visualnya ...😍😍