Senja, seorang perempuan yang mencari kebenaran atas apa yang terjadi dalam keluarganya.
Ayah dan adiknya meninggal di hari yang sama, sedangkan Ibunya selama 3 tahun tidak dapat mengenalinya karena hilang ingatan.
Selain mencari siapa penyebab kehancuran keluarganya, Senja dihadapkan dengan kisah cinta yang mewajibkan dia harus memilih antara dokter Sandi atau pengusaha Rama Permana.
Apakah Senja akan menemukan orang yang menyebabkan Ayah dan adiknya meninggal?
Dan siapakah cinta sejati Senja??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venny 22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa aku suka pada dirinya?
Hampir 3 tahun aku selalu pergi ke rumah sakit dan otomatis aku selalu bertemu dokter\-dokter disana.Tak terkecuali dengan dokter Sandi,aku selalu berkomunikasi dengannya seputar perkembangan kesehatan ibu.Dokter Sandi selalu menyemangati malah dia sering minta maaf padaku karena dia belum bisa menyembuhkan ibu.Tapi aku tahu usaha apa saja yang dia lakukan untuk kesembuhan ibu.
Sore itu aku menemui ibu dan ternyata ibu sedang dibawa jalan-jalan sekitaran taman oleh dokter Sandi. Aku memperhatikan dari kejauhan,betapa sayangnya dokter Sandi pada ibu.Kulihat ketika ibu berada bersamanya, ibu sangat tenang,sekarang emosi ibu sudah tidak meluap-luap lagi seperti sebelumnya.
Akupun menghampiri mereka berdua,kulihat ibu hanya tersenyum padaku.Ibu masih belum ingat bahwa aku adalah anaknya.
Tapi,hari itu ada yang berbeda dari ibu.Selain beliau tersenyum padaku,ia pun menatap lekat ke mataku,ia memegang pipiku,mataku,bibirku dan mengusap rambutku.Lalu ia berkata lirih sekali dengan air mata yang siap tertumpah ke pipinya "Jingga,apa itu kamu nak?"
Aku kaget,apa ibu sudah mengingat semuanya?apa ibu sudah sembuh?ingin sekali aku menangis sejadi-jadinya dihadapan ibu tapi dokter Sandi menguatkan.
"Tahan Senja,ibumu sedang berusaha mengingat sesuatu,support dia jangan sampai kamu meneteskan air mata di depannya karena aku takut memori sedih itu akan teringat kembali" ucap dokter Sandi.
"Iya dok,maaf aku terbawa perasaan" ucapku lirih sambil menghapus air mata yang tertahan di pelupuk mata.
"Ibu,kita istirahat ya besok kita akan berjalan-jalan lagi di taman" ajak dokter Sandi pada ibu,dan dibalas dengan senyuman oleh ibu.
Aku mengikuti ibu dan dokter Sandi ke kamar perawatan ibu dengan hati yang tak karuan.Aku senang sekaligus aku sedih karena ketika ibu mengingat semuanya ibu akan merasa sedih kembali.
Setelah di kamar,ibu langsung berbaring dan dokter menyarankan agar ibu beristirahat saja untuk hari itu karena takutnya ibu terlalu keras untuk mengingat semuanya.
"Senja,aku mau bicara denganmu tentang ibu,mari kita ke ruanganku sekarang" ajak dokter Sandi.
"Iya dok"
Kami berjalan beriringan menuju ruangan dokter,diperjalan itu aku selalu mengagumi dokter Sandi,pria yang baik,tampan,cerdas,dan juga ramah.Aku rasa dokter Sandi sudah mempunyai istri,tapi nyatanya dia belum mempunyai pasangan.Aku selalu berkhayal,kalau aku punya suami seperti dokter Sandi aku akan sangat bahagia,tapi itu tidak mungkin karena aku tahu diri bagaimana keadaan keluargaku.
Sesampainya di ruangan dokter,aku dipersilahkan duduk olehnya.Selama aku dekat dengannya dia selalu tersenyum,sangat tampan membuat hatiku berdegup kencang ketika dia tersenyum ke arahku.Aku akui selama masalah itu datang dihidupku,hati aku kembali hidup saat aku ada dekat dengannya.
"Senja,keadaan ibumu sekarang jauh lebih baik,emosinya bisa terkontrol,dan sedikit-sedikit mengingat keluarga.Ini prestasi yang baik setelah 3 tahun ibumu dirawat disini" terang dokter Sandi dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya.
"Apa ibu boleh aku bawa pulang ke rumah dok?"
"Untuk saat ini kamu harus masih terus bersabar,aku akan pantau terus kesehatan ibumu sampai kesembuhan ada di angka 100%"
"Baik dok,jika itu yang terbaik untuk ibu aku akan melakukannya meskipun aku kesepian di rumah tanpa ibu"
"Aku tahu kamu kuat,aku paham kalau kamu kesepian tapi ini aku lakuin untuk kesembuhan ibumu"
"Iya dok aku tahu,aku sangat berterima kasih ke dokter sudah mau aku repotin merawat ibu sampai keadaan ibu membaik"
"Ini tugasku tenang saja" dia menepuk pundak seraya menguatkan.
"Oh iya dokter,aku mau mengundang dokter ke acara launching butikku yang ketiga,ini undangannya,aku sangat senang kalau dokter bisa hadir di acara itu besok" ucapku sambil meletakkan undangan itu di meja kerja dokter Sandi.
"Kelihatannya usaha butik kamu berkembang pesat ya,aku turut senang dengan itu,aku usahakan besok hadir di acara kamu ya besok"
"Terima kasih dok,ini semua berkat doa ibu yang selalu ada dihati.Kalau begitu aku pulang dulu ya dok"
"Mau aku antar?kerjaanku juga sudah beres" ajak dokter Sandi.
"Apa tidak merepotkan dok?"
"Tidak,tunggu sebentar ya"
"Terima kasih dok"
Sepanjang perjalanan pulang dia bercerita tentang pasiennya.Dia sempat dipukul dengan bambu oleh pasiennya karena dia berusaha untuk menyuntik pasiennya yang sedang marah\-marah itu.Dia juga sempat hampir dicium oleh pasiennya yang baru saja ditinggalkan oleh suaminya yang menikah lagi.Tidak ada raut marah sama sekali,dia malah banyak tersenyum bahkan tertawa.Dia bilang,itu resikonya kalau dia menjadi dokter di rumah sakit jiwa.
Tak terasa kamipun telah sampai di rumah.
"Inikan rumah kamu?"
"Iya dok"
"Rumahmu bagus,dengan siapa kamu tinggal disini?" tanya dokter Sandi.
"Aku tinggal sama mbok sum asisten rumah tangga di rumah"
"Iya,setidaknya kamu harus mempunyai teman di rumah sebesar ini agar kamu tidak kesepian"
"Iya dok,apa dokter mau mampir ke rumahku?"
"Sudah malam,tidak enak bertamu malam-malam.Lain kali aku akan mampir kesini ya" ucap dokter.
"Kalau begitu aku masuk dulu ya,terima kasih sudah mau anterin aku pulang malam ini"
"Ya sama-sama,aku pulang ya" dokter itu pergi sambil melambaikan tangannya.
Semalaman aku selalu memikirkan dokter Sandi,aku suka dengan senyumannya.Dia juga sopan dan lembut.Semakin aku memikirkannya semakin hatiku tak karuan.Ada apa dengan diriku?
♧♧♧
Acara launching butik ketiga ku sudah siap,tamu pun sudah mulai berdatangan.Malam itu aku memakai gaun warna merah dengan belahan di depannya,tak lupa ku oleskan lipstik warna merah dan ku gerai rambut panjangku.Aku harus terlihat modis karena itu cara menarik hati para tamu agar tertarik dengan baju yang aku desain.
Satu per satu aku menemui para tamu,berterima kasih karena mereka sudah bersedia hadir diacara malam itu.Tak lupa aku menyapa tante Gita yang tak disangka dia datang dengan kedua anaknya.
"Selamat ya sayang,akhirnya butik ke 3 launching juga,tante ikut bahagia sekali" ucap tante sambil memelukku erat.
"Makasih tante,ini juga berkat doa dan dukungan tante aku bisa jadi seperti ini" akupun membalas pelukannya tak kalah erat.
"Selamat ya Senja,aku akan bawa teman-temanku ke butik ini" ucap Rio.
"Itu wajib sih,nanti aku kasih diskon buat kamu dan teman-teman kamu ya" ucapku.
"Wah,Senja memang terbaik" ujar Rio sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Ekhem,selamat ya atas launching butiknya,ya meskipun aku males datang sih tapi ini menghargai teman mamah aku" lagi-lagi dia berbisik ditelingaku,iya siapa lagi kalau bukan Rama.
"Kalau kamu keberatan datang kesini,kenapa kamu sekarang ada disini?" tanyaku.
"Sudah aku bilang,aku menghargai teman mamah,bukannya kamu temannya mamah kan?"
Aku semakin gak suka sama Rama,mana mungkin aku bisa berjodoh sama dia ketika hati kita tak saling memiliki.Akhirnya aku pergi meninggalkan tante Gita dan kedua anaknya,karena aku melihat dokter Sandi baru saja datang ke butikku itu dengan setelan jas warna hitam yang membuat dia semakin tampan terlihat.
"Maaf tante aku permisi dulu" aku pamit pada tante Gita tanpa melihat makhluk sombong di samping tante Gita.
Aku berjalan mendekati dokter Sandi yang terlihat sedang mencari seseorang.
"Apa dokter cari aku?" tanyaku tiba-tiba.
"Ah iya,aku sudah berkeliling hanya untuk mencari kamu"
"Maaf dok,tadi aku menyapa tamu-tamu yang datang"
"Kamu cantik sekali malam ini" puji dokter Sandi.
"Dokter bisa saja,ayo dok acara puncaknya sebentar lagi aka mulai" ajakku pada dokter Sandi.
Akhirnya acara pamungkas akan segera dilakukan,dan Laras membuka acara itu dengan banyak berterima kasih kepada pada tamu yang telah hadir di acara butik itu.
"Terima kasih kepada para tamu yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk hadir di launching butik "Senja Collection" yang ketiga ini,semoga butik kami bisa memberikan apa yang kalian butuhkan dan tentunya sesuai dengan apa yang kalian mau.Untuk mempersingkat waktu kita panggilkan saja owner dari Senja Collection,yaitu Senja Almira,kita beri tepuk tangan untuk owner kita" ucap Laras dibarengi tepuk tangan para tamu.
"Terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada semua tamu yang hadir,semoga apa yang kami hadirkan untuk kalian semua bisa diterima dengan baik oleh kalian,happy shopping semua" ucapku bersemangat.
Tiba-tiba salah satu tamu ada yang ingin bertanya padaku.
"Kak,aku mau bertanya sesuatu ke kakak" ucap wanita itu.
"Maaf,ada yang bisa saya bantu?" tanya Laras dengan cepat.
"Aku hanya penasaran tentang kehidupan kakak yang sebenarnya.Setiap ada yang menanyakan tentang keluarga kakak,kenapa kakak gak pernah jawab?pasti kakak punya keluarga kan?" tanya wanita itu dengan senyum simpulnya.
"Maaf mbak,kami tidak membuka sesi pertanyaan di luar tentang butik" ucap Laras.
"Tapi kenapa,apa kakak malu mengakui orang tua kakak sendiri" tanya dia lagi.
Seketika suara riuh terdengar dari para tamu yang datang,mereka terpancing oleh pertanyaan wanita itu.Dan Laras dengan cepat mengkomando satpam untuk segera mengeluarkan wanita itu dari tempat acara,tapi aku tahan,dan aku sudah lelah dengan pertanyaan ini,harusnya dari awal aku terbuka tentang keluargaku agar tidak seperti ini jadinya,aku terbelenggu dengan keadaan keluargaku sendiri.
Aku melihat kegelisahan dari wajah Laras juga tante Gita,tapi aku begitu kaget ketika dokter Sandi menghampiriku di panggung dan dia mengatakn sesuatu pada para tamu yang ada.
"Maaf sebelumnya,kenalkan saya dokter Sandi akan menjawab pertanyaan mbak yang tadi bertanya.Bahwa Senja itu bukan malu untuk mengakui orang tuanya,tapi kalian harus tahu bahwa ayah Senja dan adiknya telah meninggal dunia 4 tahun lalu,dan dia sekarang tinggal bersama ibunya.Mohon untuk jangan mencampuri urusan orang lain,Senja disini dengan keteguhannya mendirikan butik ini untuk ibunya,tolong support Senja jangan menjatuhkan dan jangan membuat berita yang tidak perlu untuk diberitakan,terimakasih" ucap dokter Sandi sambil memegang tanganku lalu membawaku ke tempat yang agak jauh dari keramaian.
"Apa yang dokter lakukan?" tanyaku.
"Menangislah disini,sepuasmu,dan setelah itu kamu harus kembali lagi kesana dengan wajah ceria" ujarnya sambil memelukku erat.
Aku hanya bisa menangis dipelukannya,mengeluarkan apa yang tertahan di atas panggung tadi.
Aku nyaman bersamanya,aku nyaman dipelukannya,rasanya tak ingin aku melepaskan pelukan hangat darinya.
Ada apa denganku?apa aku suka pada dirinya?
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
Dapat salam dari "Blue Eyes" & "Jalan Cerita Cinta" ❤
slm dr wedding agreement
salam dari "wanita seribu luka"
Semangat update nya thor ✨
Salam dari Serendipity dan CEO’s Love Secret 💕
Jejak : CINTA SEORANG BOS MAFIA.
🤭🤭🤭
Semangat author
【Judul】
Perfect Mask
【Genre】
Comedy, Psychological, Romance, School Life, Teen.
【Note】
Aku akan sangat menghargai Kritik dan Sarannya