NovelToon NovelToon
Kabisat Dream (Love From Another World)

Kabisat Dream (Love From Another World)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / TimeTravel / Supernatural / Time Travel / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dunia Lain
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: RhEandah

"29 Februari"
Di tempatku terdapat mitos jika di tanggal 29 Februari kamu berdiri di ujung tebing dengan air laut di bawahnya kamu akan terbawa ke dimensi lain.
Aku hanyalah seorang gadis yang menjadi korban hancurnya perasaan oleh sebuah kata "komitmen" yang hanya bualan saja. Tepatnya gadis yang sedang patah hati, akibat terlalu percaya dengan ucapan seorang pria, ya aku yakin aku tidak sendirian karena kalian yang membacapun pasti pernah menjadi salah satunya.
Aku berdiri di tepi jurang, maksudku bukan jurang kehancuran namun ya memang jurang dengan air laut menghempas di bawahnya. Tidak, aku bukan gadis bodoh yang akan bunuh diri hanya karena cinta, namun gadis bodoh yang terhempas ke dalam jurang karena kelelahan dan kisahku bermulai dari sini dengan dunia yang belum pernah ku temui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RhEandah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CLITORIA TERNATEA

Hari sudah mulai sore, aku sebaiknya pulang mungkin Poko mengkhawatirkanku.

"Aku mau pulang.." ucapku kepada Max.

"Aku akan mengantarmu.."

"Jangan, aku bisa pulang sendiri" jawabku spontan, aku tidak mau lagi dibawa seperti karung yang membuatku mual.

"Aku tetap akan mengantarmu. Apa kau tau jalan pulang dari sini?" haa iya dia benar aku tidak tau jalan pulang karena saat datang aku hanya menutup mata dan menahan mual dan pusing saat dibawa olehnya.

Aku memegang perutku dan menelan saliva, Max tersenyum memandangiku. "Apa kau setakut itu?" membuatku balik memandanginya"yaa, tentu saja!"

"Baiklah, aku tidak akan melakukannya, ayo ku antar" Max mengangkatku seperti tuan putri yaa ala bridal style, akhirnya dia bisa memperlakukanku seperti manusia. Tidak buruk juga di gendong seperti ini dan terbang dari pohon ke pohon sampai ke rumah bibi, aku menikmatinya.

"Kita sudah sampai" ucapnya menurunkanku dengan pelan. 'sepertinya bibi sudah pulang'.

"Hana.. kau dari mana saja?" gawat bibi benaran sudah pulang jika dia melihat Max apa yang harus aku katakan.

"Masuklah.." ucap Max menyuruhku masuk ke dalam rumah bibi.

"Bukannya kamu yang harusnya pergi jangan sampai bibi melihatmu, kenapa masih diam mematung disini?"

"Siapa Hana? Temanmu?" ah terlambat Max tidak mungkin bisa tiba-tiba menghilang ketika bibi sudah melihatnya.

"Hmm, Ya,, temanku, teman yang waktu itu aku bilang"

"Ajaklah masuk, bibi baru saja membuat minuman.."

Aku mempersilahkan Max masuk ke dalam rumah. Bibi memberiku minuman berwarna biru yang dia sebut teh.

"Ini teh apa bibi?" tanyaku penasaran. "Clitoria Ternatea" jawabnya singkat.

"Clito apa?" kenapa namanya aneh sekali. 'hmm, manis. Rasanya seperti teh hijau Jepang, tidak buruk juga.'

"Ini teh dari bunga yang kau ambil tempo hari"

"Bunga biru itu?" Bibi mengangguk

"Apa kau menyukainya?" bibi berbalik menanyakan kepada Max, dia hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara. 'Dasar! Apa susahnya bilang suka!'

"Seperti yang aku bilang bibi temanku ini pemalu dan tidak banyak bicara" bibi mengangguk seolah mengerti.

"Bibi lemon ini untuk apa?" tanyaku penasaran dengan lemon yang di pegang bibi.

"Coba kau teteskan lemon ini ke dalam teh" akupun mencoba meneteskan air lemon ke dalam teh biru ini.

"Waah, warnanya berubah!" seru ku takjub. Ku lirik ke arah Max yang tidak peduli. Dasar setidaknya dia bisa mencobanya untuk menghormati bibiku yang telah memberikannya minum.

"Max bukannya kamu bilang masih ada urusan?" ucapku mengusirnya secara halus. Kalau membiarkan Max terlalu lama di sini malah semakin canggung dengan sikap acuhnya.

"Kau benar, aku harus pergi. Aku pamit, permisi." Aah kenapa dia sekaku itu mengucapkan terima kasih saja tidak.

"Meow.."

"Waah Poko kamu dari mana saja? Aku kangen.." ucapku menggendong Poko dan mengelus kepalanya.

"Meow.. (harusnya aku yang tanya kamu dari mana)"

"Oh, aku tadi diculik dan dipaksa mengobati anggota keluarganya" ucapku menjelaskan.

"Meow.. (oh terserahlah, aku mau tidur)" Poko melengkungkan tubuhnya, apa dia marah? Aah lucunya..

*****

Pagi ini kenapa ribut sekali.. aku terpaksa membuka mataku yang masih ingin terlelap untuk melihat asal usul keributan di pagi ini.

"Kau sudah bangun?"

"Egh.. bibi kenapa di luar ribut sekali?" ucapku sambil merenggangkan tubuh.

"Beberapa penduduk desa telah menangkap seekor beruang yang berkeliaran di desa dan membuat desa kacau." Beruang? Bear? Aku harus segera melihatnya.

"Ayo kita lihat Poko sekalian kita jalan-jalan di desa."

"Hana tunggu, pakai ini" ucap bibi memberiku sehelai selendang.

"Bibi ini untuk apa?"

"Untuk menutupi rambut cokelat keemasan mu" ucap bibi. Ahh iya aku baru sadar ternyata warna rambutku yang ku kira cokelat jika terkena sinar matahari terlihat cokelat keemasan sama seperti gaunku saat terkena matahari akan terlihat berwarna putih. 'di dunia ini ternyata aku cukup unik juga' batinku bangga.

Aku mengambil selendang menutupi rambutku dan bergegas ke tempat keributan. Syukurlah beruang ini bukan Bear maupun keluarganya. Beruang yang sekarat ini berwarna hitam dan sedikit lebih besar dari beruang yang pernah ku temui.

"haaahh" aku menghela nafas lega ketika tau yang ditangkap bukanlah Bear.

"Kenapa kau menghela nafas panjang?" ucap seseorang di sampingku.

"Eh, egh tidak apa-apa" jawabku. "Kamu.. kalau tidak salah namamu Zee? Apa kamu yang menangkap beruang itu?" sambungku.

"Ingatanmu bagus juga. Bukan hanya aku yang menangkapnya beberapa penduduk desa juga ikut membantu."

"ohh.." ucapku mengerti dan perlahan mundur untuk menghindar dan kabur darinya.

"Apa kau tinggal di desa ini?" aah sial aku tidak bisa kabur sekarang.

"Ehmm, Ya, aku tinggal bersama bibiku." Dia menatap ke arah ku, aku pun mundur selangkah dari tatapannya.

"Kenapa?" tanyaku menyembunyikan kegugupan. Aku belum mengatur dengup jantungku saat di tatapan pria tampan ini.

"Tidak.. hanya saja aku merasa kau gadis yang unik maksudku aneh"

'Aneh? Kenapa dia menyebalkan?!'

"Bukan urusanmu!" ucapku kesal pergi meninggalkannya.

"Meow.? (kau mau kemana?)"

"ke danau untuk meredam amarahku! Sial kenapa aku harus bertemu dengannya! Padahal mukanya lumayan tampan!"

"Hey! Nona kenapa kau berbicara sendiri?" ah siapa lagi yang akan membuatku kesal. Aku memutar badanku dan angin berhembus kencang, ah mataku kelilipan!.

"Coba ku lihat" dia memegang tanganku dan melihat mataku yang kemasukan debu lalu meniupnya. "apa sudah mendingan?" sambungnya.

"hmm" jawabku mengangguk sambil mengedip-ngedipkan mataku untuk merasakan apa benda asing masih tersisa di mataku. "terima kasih Rey" ucapku setelah menata mataku dan melihat ke arah seseorang yang menolongku.

"Warna rambutmu? Apa ini asli?" tanya memegang rambutku yang sudah lepas dari lindungan selendang.

"Hmm, memangnya kenapa dengan warna rambutku?" tanyaku penasaran.

"Tidak, hanya saja jika seseorang memiliki warna rambut cokelat keemasan dia memiliki kekuatan spritual di dalam dirinya, jika seseorang itu memiliki rambut emas sudah dipastikan dia memiliki kekuatan spritual yang sangat besar dalam dirinya." Aku mengangguk-angguk mencerna perkataannya.

"Namun, aku tidak merasa kekuatan spritual dalam dirimu, kau memiliki warna rambut cokelat keemasan namun kekuatan spritualmu kosong, ini aneh." Ucapnya mengingatkan kekesalanku kepada Zee saat dia berkata aku aneh. Ternyata maksudnya aneh itu kekuatan yang ada dalam diriku.

"Kau mau kemana?"

"Aa.. aku mau pulang.."

"Rumahmu di hutan? Kenapa kau mengarah ke hutan untuk pulang? Waktu perkenalan kita juga kau berada di dalam hutan" sial aku lupa.

"Egh itu... itu aku mencari peliharaan ku dan mengejarnya sampai masuk ke dalam hutan. Dan sekarang dia tidak ada mungkin dia masuk ke dalam hutan lagi" haa, hanya ini yang terpikirkan olehku semoga dia percaya.

"Meow.. (kenapa kau lama sekali?)" Poko akhirnya muncul.

"Haa, disini kamu, jangan nakal dan pergi ke dalam hutan lagi nanti aku bisa tersesat untuk kesekian kalinya" ucapku kepada Poko yang dibalas tatapan kebingungan.

Sepertinya aku harus mengurungkan niatku berendam dan pulang ke rumah bibi dengan damai.

"Aku permisi, peliharaanku sudah ketemu, jadi aku harus pulang, sampai jumpa" ucapku langsung pergi dari hadapannya. Dia tidak mengikutikukan? Aku menoleh ke belakang tidak ada yang mengikuti syukurlah.

"Meow! Meow! (Apa yang kau lakukan bodoh! Manusia aneh!)" ucap Poko protes.

"Hayolah Poko tadi itu keadaan genting.. tapi kamu penyelamatku.. uuh kucingku yang menggemaskan."

"Meow.." Poko hanya pasrah.

1
en_ krt
.
Hustle Flyswat
Ceritanya menarik, tinggalkan jejak dulu ^^
Rhea: Terimakasih readers dukungannya :)
total 1 replies
rowiethelabel
seru thor... perjalan akan dimulai....
Rhea: Terimakasih readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
flower bean
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
Rhea: Thanks readers supportnya :)
total 1 replies
Hanis Handayani
lanjut Thor karyamu bagus aku suka
Rhea: Thankyou readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Penghargaan Pink
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
Rhea: Terimakasih readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
moonstrucktraveller
Udah aku masukin ke rak buku dong‾ Aku tinggalin jejak komen juga di sini biar author semangat‾‾
Rhea: Terimakasih readers untuk supportnya :)
total 1 replies
monsoonblooms
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong
Rhea: Thanks readers untuk supportnya :)
total 1 replies
BeijingBand
si ceritanya sangat menarik dan bagus, semoga banyak yang lihat dan like, tetap semangat ya author
Rhea: Aamiin, thanks readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
Gadis Sandman
hallo kakak semangat berkarya ya kak、ュ
Rhea: hallo, thanks readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Jantung Taman
Authoooor‾ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
Rhea: Terimakasih readers dukungannya :)
total 1 replies
Dewa Yunani
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Rhea: Thanks readers dukungannya :)
total 1 replies
Rendam Bintang
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
Rhea: Thankyou readers support nya :)
total 1 replies
love hunter
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
Rhea: Terimakasih readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Dưa Putri Anisa
lanjut
Rhea: Terimakasih untuk dukungannya :)
total 1 replies
Diambil Oleh Anggur
Hai 刹 Aku datang lagi nih.. Dengan membawa semangat dan dukungan.. Ayo barengan berkarya dengan hati suka cita,dan jaga kesehatan selalu.
Rhea: Terimakasih readers dukungannya :)
total 1 replies
vanilla attack
Thor, aku doain sehat terus ya, soalnya kalau othor gak sehat, aku bisa gak tidur mikirin cerita ini :(
Rhea: Thanks readers untuk supportnya :)
total 1 replies
moon struck traveller
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Rhea: Terima kasih readers untuk supportnya :)
total 1 replies
Bulbul
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
Rhea: Terimakasih readers untuk dukungannya :)
total 1 replies
theseafiles
Jangan lama2 ya thor updatenya, aku gamau lari2 pindah tempat yg lain huhu
Rhea: Thanks readers dukungannya, tunggu yaa update-annya :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!