Salsabila Nugroho adalah putri dari Malik Nugroho dan Kirana. Saat ini Salsabila menduduki bangku kelas tiga SMA, Salsa yang sudah tumbuh dewasa terkenal dengan kenakalanNya bersama dengan sahabatnya Naura.
Saat Salsa melakukan kesalahan, sang wali kelas Salsa selalu memanggil orang tuanya. Tetapi Salsa tidak pernah mendatangkan orang tuannya melainkan ia akan menyewa seseorang teman dekatnya.
Hingga sesuatu hari kenakalan Salsa sampai ke telinga Malik. Apakah yang akan Malik lakukan menghadapai putri bungsunya itu?.
Yok kepoin cerita dari Cinta Salsabila...😊
dan jangan lupa like commet dan beritahu kepada teman-teman sekalian supaya novel ini banyak yang tau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Sekeluarnya Liam dari dalam kamar Salsa ia langsung menuju ruang kerja Adena.
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawab Dena.
Ceklek!
Liam tersenyum memasuki ruang kerja Adena yang cukup luas, "Ada perlu apa ya buk?" Tanyanya di hadapan Dena.
"Duduklah dulu. Tadi saya sudah memesan kopi untuk mu".
"Terima kasih buk" Duduknya di atas sofa yang berada di ruang kerja Adena. Lalu ia menyeruput kopinya.
"Bagaimana rasa kopinya?".
Liam tersenyum.
"Mmmm.. Melihat dari senyuman kamu, saya yakin kalau rasa kopi itu pas di lidah mu. Terus bagaimana dengan adik saya? apa dia sering mengerjai mu? soalnya dia anaknya sedikit nakal dari anak-anak yang lainya".
"Tidak, dia anak yang baik".
"Baguslah, saya senang mendengarnya. Saya harap kamu betah mengajarinya sampai kamu berhasil dengan masa traning mu, karna masuk ke perusahaan SEGI group bukanlah hal yang mudah, kamu tau sendiri diluar sana berbagai macam cara akan mereka lakukan demi bekerja di perusahaan kami".
"Iya buk, saya tau itu".
"Mmmmm.. Dan ini sedikit uang untuk membantu mu lebih semangat lagi mengajarinya, terimalah" Berinya di hadapan Liam.
Liam tersenyum senang mengambil amplop putih yang berada di hadapannya itu, "Terima kasih banyak buk, terima kasih banyak".
"Iya sama-sama. Kamu boleh pulang".
"Iya buk, permisi" Tunduknya sebelum keluar.
"Mmmmm".
.
Setibanya Liam di kontrakannya, ia segera membuka amplop putihnya yang berisi uang dari Adena, "Wah, lumayan juga" Senang Liam melihat beberapa lembar uang merahnya.
Setelah itu Liam menyimpan uangnya, lalu ia membasuh wajahnya sebelum tidur. Begitu ia selesai, ia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sederhananya, "Aku tidak sabar lagi bekerja di SEGI group perusahaan yang sedari dulu aku idam-idamkan" Tidak lama kemudian Liam terlalap dalam tidurnya.
Pagi hari Liam telah terbangun dari dalam tidurnya, kemudian ia membuat secangkir kopi panas dan membawanya keluar dari dalam kamar sambil menikmati cuaca pagi disana, "Ternyata kalau punyak banyak uang dunia ini terasa sangat nikmat" Gumam Liam tampa menyadari siapa yang kini berada di belakangnya.
"Liam" Panggil seseorang dari belakangnya.
Liam menghentikan tangannya saat ia menyeruput kopinya, "Aahh ibu kos" Lihatnya kebelakang dimana sang ibu kos yang sedang berkacak pinggang.
"Mana uang kontrakan kamu Liam, ini sudah yang kedua bulan. Kemarin kamu sudah berjanji sama ibu kalau kamu akan membayarnya bulan ini".
"I-iya buk, Liam akan membayarnya".
"Mmmm.. Buruan, sekalian juga sama uang tunggakan kamu".
Liam tertawa kecil, "Sebentar buk" Masuknya kedalam kamar mengambil uang yang semalam Dena berikan kepadanya, "Beruntung sekali aku hari ini, kalau buk Dena tidak memberikan uang ini semalam, aku pasti sudah di usir dari kontrakan ini".
Begitu Liam membayarnya, "Terima kasih Liam, bulan depan ibu harap kamu tidak akan nunggak lagi, saya juga rugi kalau seperti ini terus. Permisi".
"Mmmmm" Angguk Liam. "Baru saja nunggak satu bulan, dia langsung berlebihan seperti itu, bagaimana kalau nunggak sampai berbulan-bulan" Geleng Liam menyeruput kopinya kembali.
.
Hari ini Salsa telah berada di dalam kelas mereka, setibanya ia disana Salsa membuka materi pembelajaran mereka pagi ini sampai membuat teman-teman satu kelasnya Salsa berbisik-bisa sana sini kemari.
"Yah yah.. Itu benaran Salsa? ada apa dengan dia pagi-pagi seperti ini sudah berada di dalam kelas, bahkan ia sedang belajar. OMG, menurut kalian dia baik-baik saja?".
"Tidak tau, kita semua juga terkejut melihat Salsa yang tiba-tiba seperti ini. Biasanya dia tunggu dapat hukuman dulu baru masuk kelas".
"Mmmmm.. Baru semalam dan sekarang Salsa masuk cepat kedalam kelas".
Sebenarnya Salsa mendengar bisik-bisik teman satu kelasnya, tetapi Salsa memilih mengabaikan mereka semua demi cintanya kepada Liam, jadi dia harus berjuang mendapatkannya meskipun ia jadi bahan pembicaraan mereka.
Hingga kini Naura telah nongol di ambang pintu ruangan mereka, "Yah, kalian sedang gosipin apa sih? tumben" Tanya Naura belum menyadari siapa yang sedang mereka bicarakan yang sebenarnya.
"Itu teman kamu Naura, sepertinya di lagi ke sambet setan makannya pagi-pagi seperti ini dia sudah berada di dalam kelas sambil belajar".
"Salsa sudah disini? kalian serius?".
"Iya, kamu lihat itu sendiri" Jawab mereka menunjuk kearah Salsa yang sedang fokus belajar. Sampai-sampai pagi hari ini nama Salsabila jadi trending di sekolah mereka.
Dengan mata membulat Naura mendekati Salsa yang benar-benar sedang belajar, "OMG-OMG, ini benaran kamu Salsa?".
"Kamu sudah datang?".
Naura tersenyum, "Lagi kesambet setan apa kamu Salsa pagi hari yang cerah ini hhhmmm?".
"Setan cinta Naura".
"Setan cinta? maksud kamu?".
Salsa melihat kearah Naura, "Duduklah dulu, aku akan menceritakanNya kepada mu".
Naura mendudukan diri diatas kursinya, "Mmmmm.. Sekarang ceritakan Sal, jangan buat aku penasaran melihat perubahan mu yang tiba-tiba menjadi seperti".
Salsa melihat sekitanya, "Tapi kamu jangan bilang-bilang ke siapa yah? ini hanya rahasia kita berdua saja. Aku sedang dapat tangtangan dari Liam Na".
"Maksud mu apa Salsa? aku enggak ngerti maksud kamu yang sebenarnya".
Salsa tersenyum, "Kalau aku berhasil memperbaiki nilai ku yang buruk, maka aku dan Liam akan jadian".
"Apa?" Kaget Naura sedikit meninggikan suaranya.
"Mmmmm.. Bagaimana menurut mu Na? aku keren enggak? sepertinya Liam tidak tau kalau aku ini anak pintar, hanya saja rasa malas di otakku ini lebih besar. Aahh iya, perasaan semalam aku sudah mengatakan itu kepadanya hahahaha aku lupa".
"Ckckck" Geleng Naura. "Bagus dong kalau gitu, setidaknya dia membawa dampak yang positif dengan mu. Jadi kapan kalian jadian?".
"Begitu aku berhasil Na. Nanti kalau aku sudah jadian sama Liam kamu jangan iri ya Na".
"Idih, ngapain juga aku harus merasa iri sama kamu salsa bengek. 10 kali lipat dari tampan Liam juga bisa aku dapatkan".
"Buktinya sampai sekarang kamu masih jomblo hahahah.. Gimana sih loh Na" Ledeknya.
"Kamu belum tau siapa aku Sal, lihat saja nanti, begitu kamu jadian sama Liam, tidak lama lagi aku juga akan jadian dengan seseorang yang jauh lebih dari Liam".
"Ok, kita lihat saja nanti".
Naura tersenyum, "Terus kamu enggak takut sama dia Sal? sebelum kamu jadian dengannya ada baiknya kamu mencari tau siapa dia yang sebenarnya. Aku takut dia hanya memanfaatkan kamu doang Salsa".
"Ck, dia bukan sejahat yang kamu pikirkan Na. Dia itu pria yang baik-baik, kamu enggak boleh seperti itu".
"Yaa.. Aku sebagai sahabat mu harus mengingatkan kamu Salsabila. Itu artinya kamu memiliki sahabat yang perduli dengan kamu, karna dia luar sana banyak pria yang hanya memanfaatkan wanitanya saja. Karna itu aku tidak mau kejadian seperti itu terjadi pada mu juga".
"Mmmmm.. Aku mengerti ke khawatiran yang kamu rasakan Naura sahabat ku. Terima kasih ya sudah mengkhawatirkan aku" Peluknya.
.