NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Nita masih belum fokus dengan tugas sekolahnya. Dia masih kepikiran, kenapa Aidan tega melakukan semua itu pada dirinya. Padahal dari awal pertemuan mereka, Aidan terlihat seperti pria baik dan setia. Karena sikap Aidan yang dingin dan cuek, sehingga dia tidak menaruh curiga sedikitpun pada Aidan.

"Aku fikir kamu orang baik, tetapi ternyata di balik sikap dinginmu itu, kau tak lebih dari seorang pecun****." Gerutu Nita kesal.

Teman-temannya yang mengerti kondisi Nita saat itu, tidak mempermasalahkan Nita yang tak mengerjakan tugas sekolahnya. Jangankan untuk mengerjakan, melihat buku saja dia sudah malas.

Dia sudah tak menangis lagi, tapi masih suka melamun dan membayangkan bagaimana besok dia akan bertemu Aidan di sekolah.

🌸🌸🌸🌸🌸

Kring ....

Kring ....

Kring ....

Ponsel Aidan berdering, seketika membangunkan Aidan yang tengah tiduran di ranjangnya. Dia segera mengambil Hp nya yang masih tercolok ke chargernya. Ternyata sebuah panggilan masuk dari pacar barunya Dina. Tanpa basa basi Dina langsung to the point pada Aidan.

"Abi, siapa perempuan bernama Nita itu??" Dengan penuh kekesalan.

"Umii ... kenapa langsung marah-marah?? baca salam dulu kek." Rayu Aidan yang sudah memahami arah pembicaraan Dina.

"Gak usah ngalihin pembicaraan deh Bii, jawab aja tany aku." Tandasnya.

Aidan yang merasa kalau Dina sudah tersulut emosi, berusaha untuk menenangkan Dina. Memang, dengan siapapun Aidan bermasalah, dia pasti akan menyelesaikan dengan santai.

Dina semakin marah, dia diam seribu bahasa. Karena, Aidan tak kunjung menjawab pertanyaannya. Lalu Aidan mulai mencoba mengendalikan situasi, dan bertanya pada Dina.

"Umii ... kenapa dengan wanita yang bernama Nita?? coba Umi jelaskan ke Abi pelan-pelan, dengan kepala dingin." Dengan suara lembut.

Dina yang memang sudah memiliki pemikiran dewasa, mencoba menerima saran Aidan, dia mulai mengontrol emosinya. Usia Dina memang di atas Nita, dan dia seumuran dengan Aidan tapi dia pernah tinggal kelas.

Sekarang Dina jadi adik kelas Aidan dan sekaligus jadi kakak kelas Nita. Mereka memang menggunakan panggilan kesayangan Abi dan Umi semenjak mulai pacaran.

"Tadi, dia nelfon ke nomor Abi beberapa kali. Karena aku gak kenal jadi aku gak jawab panggilannya. Tapi, panggilan dari nomor wanita itu terus saja mengganggu Umi, dan Umi coba mengangkatnya, dia kaget dengar suara Umi, dan terdengar menangis." Dengan penjelasan panjang lebar.

"Baiklah, karena sekarang Umi sudah tau semuanya, biar Abi jelasin." Ucapnya.

"Ya sudah, ayo cepat cerita Bii ..." Gerutu Dina.

"Nita itu pacar Abi sebelum kamu, maaf Abi baru cerita sekarang."

"Jadi, Abi duain Umii donk??"

Akhirnya mereka terlibat cek cok yang panjang.

🌸🌸🌸🌸🌸

Hari mulai sore dan sepertinya akan segera turun hujan, Andin dan teman-temannya memutuskan untuk pulang ke kosan, sebelum mereka di guyur hujan.

Ternyata benar, baru saja mereka sampai di pintu, hujan sudah mulai turun membasahi bumi.

Hujan turun dengan derasnya, sehingga jarak pendengaran mereka sedikit terganggu.

Nita yang saat itu masih belum bisa melupakan kejadian yang baru saja menimpanya, mencoba mencari Andin ke kamarnya. Kebetulan pas dia ke kamar, Andin hanya sendirian, karena seperti biasa, Caca sibuk telfonan dengan pacarnya, sehingga dia jarang di kamar, melainkan hanya untuk tidur.

Nita berdiri di pintu kamar, lalu Andin yang melihat sahabatnya itu, langsung menyuruh masuk dan menutup pintu kembali.

Tanpa bicara, Nita menatap Andin dalam-dalam, yang membuat Andin merasa terheran-heran, kemudian bertanya, karena tak biasanya Nita seperti itu.

"Lho kenapa lagi Nit?? Lho masih kepikiran masalah tadi?"

"Iyaa nih ... gue masih bingung sama kak Aidan. Kok rasanya gue gak percaya sama apa yang terjadi, apa dia cuma prank gue??"

"Sudah lah Nit, jangan lho paksain buat mikir sekarang, toh gak akan merubah keadaan. Lagian lho kan juga gak tau nomor yang di pakai kak Aidan sekarang, Lebih baik lho istirahat sekarang, dan besok kita temui kak Aidan di sekolah. Andin berusaha menenangkan Nita.

"Iya juga yaa ... yaudah gue numpang baring di sini dulu ya, sambil nunggu shalat maghrib."

Akhirnya Nita terlelap, dengan wajah yang masih pucat dan sembab karena habis menangis. Andin merasa kasihan melihat sahabatnya, tapi dia juga gak bisa berbuat apa-apa, karena dia juga terlibat dalam masalah itu.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Selama Nita tidur, Andin terus memutar otak, bagaimana supaya hubungan Aidan dan Nita kembali membaik. Andin tetap berada di pihak Nita, karena bagaimanapun Nita adalah sahabatnya, dan lagian dia juga belum kenal wajah dengan Dina.

Selain itu, dia juga masih di bayang-bayangi rasa bersalah, karena dulu dialah orang yang telah memaksa Aidan untuk jadian dengan Nita. Sekarang dia harus melihat kesedihan yang terpancar dari wajah sahabatnya.

Waktu maghrib pun sudah tiba. Andin mencoba membangunkan Nita sesuai pesannya tadi. Andin menggoyang-goyangkan badan Nita, namun Nita hanya mendengus ringan dan mengucapkan beberapa kata, kemudian melanjutkan tidurnya kembali.

"Aku lagi gak shalat, aku masih pengen tidur."

"Ooo ok lah, tidur yang nyenyak."

Kemudian Andin mengambil wudhu' dan segera melaksanakan shalat maghrib. Tak lupa juga selesai shalat dia selalu menyempatkan membaca Al-qur'an. Kegiatan ini memang kegiatan rutin yang mereka lakukan setiap harinya, selain untuk ibadah, mereka juga sudah terbiasa, sebab mereka menempuh pendidikan di sekolah berbasis agama.

Selesai Andin melaksanakan shalat, kemudian dia bergantian dengan Caca. Karena, kondisi kamar yang mereka tempati memang kecil. Caca yang melihat Nita masih terbaring tidur dengan nyenyak, dia memutuskan untuk bermain di kamar yang lain.

🌸🌸🌸🌸🌸

Di kamar lain ...

Anya, Rika, dan Tiwi sedang duduk-duduk sambil bercerita. Lagi asyik bercerita, tiba-tiba Tiwi melontarkan pertanyaan kepada Anya.

"Nya ... tadi kenapa mata Nita bengkak habis pulang dari pondok??"

"Pasti kalian jailin yaaahh?" Sambung Rika memotong pembicaraan.

"Eehh ... enak aja lho kalau ngomong, biasakan dulu mendengar baru mengambil kesimpulan," Tangkas Anya.

"Heheeh ... kena lho kan Rik ...." Celoteh Tiwi.

Kemudian Rika menundukan kepala, sambil tersenyum.

"Yaudah sekarang lho jawab dong Nya, kenapa Nita."

"Dia habis putus sama kak Aidan. Katanya kak Aidan selingkuhin dia sama cewek lain." Dengan wajah lesu.

"Kok lho jadi murung gitu Nya??" tanya Rika

"Gue tau gimana rasanya jadi Nita sekarang. Karena, gue juga pernah di posisi itu. Tapi kan sesakit-sakitnya Nita, mungkin lebih sakit gue, sebab yang nikung pacar gue adalah sahabat gue sendiri."

Tak sadar ternyata air mata Anya jatuh begitu saja. Rika dan Tiwi yang sadar akan kejadian itu, langsung minta maaf sama Anya, karena mereka secara tidak langsung udah membuka luka lama Anya.

"Maafin kita ya Nya, kita gak maksud buat ngungkit masa lalu lho," ucap Tiwi.

Anya tersenyum sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya, "I ... iya gak apa-apa, gue baik-baik aja kok, cuma tiba-tiba keingat aja."

🌸🌸🌸🌸🌸

Nita terbangun dari tidurnya, dia melihat ke arah Andin yang sedang sibuk dengan buku yang ada dihadapannya.

"Lho lagi ngapain Ndin??"

"Eeh ... lho udah bangun Nit? ini gue lagi lanjutin tugas yang tadi belum sempat gue selesain." Ucap Andin.

"Gue mau ke kamar dulu yahh ... mau bersih-bersih dulu, terus lanjut tidur lagi."

"Ok nit ..." sambil membulatkan jari telunjuk dan ibu jarinya.

🌸🌸🌸🌸🌸

Entah sebuah kebetulan atau bagaimana. Setelah beberapa saat Nita berlalu dari kamar Andin, terdengar suara ponsel Andin berbunyi.

Kring ....

Kring ....

Kring ....

Andin segera meraih ponselnya dan melihat ada panggilan masuk dari nomor baru. Panggilan pertama dilewatkan nya saja karena Andin memang tidak suka mengangkat nomor baru.

Tak lama kemudian, kembali masuk panggilan dari nomor yang sama. Lalu Andin berkata mungkin aja ada yang penting, sembari

menekan tombol hijau.

"Hallo ...."

"Hallo Ndin ...."

Andin terpana dan merasa kenal dengan suara dari telepon seberang sana.

Bersambung ....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!