Update : Tidak pasti
Seorang Wanita mengalami koma dan pergi ke dunia masa lalu. Menghadapi banyak intrik di kediaman keluarganya maupun diluar....
sarana dan kritik bisa ditulis dibawah.
saya pemula harap dimaklumi maka saran dan kritik bisa membantu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yovita Fendi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 7
"Apa yang harus aku lakukan" Gumam dia sambil berjalan ke kediaman-Nya. Xi melihat Nona pertama dengan cepat dia berlari dan berteriak.
"Nona pergi ke mana saja saya sedang mencari mu , Apa yang nona lakukan. Kenapa lama sekali, Ayok nona kita pergi" Ujar Xi Sambil menarik tanganya. Hui yang sedang berpikir pun harus berhenti dan dia melihat ke arah Xi
"Ada apa denganmu, Kenapa kamu menarik tanganku" Ujar Hui yang agak kesal kepada Xi. Dan berusaha melepaskan gengaman Xi.
"Nona, Apa kah kamu sudah lupa besok adalah ulang tahun tuan. Apa nona sudah mempersiapkan hadiah? Ujar Xi dan melanjutkan perkataanya
"Kalau belum ayok pergi " Ujar dia sambil menariknya.
"Berhenti, Ya ya aku tau. Besok adalah ulang tahun. Tapi tunggu bentar di mana ibu? bukan dia harus mempersiapkanya " Tanya Hui yang bingung dimana keberadaan ibunya
"Nyonya pertama waktu membuat keributan dia di hukum. Jadi Nyonya pertama keluar dari rumah " Kata yang di keluarkan oleh Xi membuat Hui terdiam.
"Hah,Keluar dari kediamanya sendiri , apa apan ini "Ujar Hui dengan agak emosi. Hampir engak percaya apa yang di dengarnya. Kaget melihat Hui marah dengan cepat dia berkata
"Itu adalah huku...man yang berlaku ... apabila istri membuat keributan. Tapi Nyonya pertama bisa melihat Nona. Tenang aja nona, besok Nyonya pertama akan datang karena besok ulang tahun tuan" Ujar Xi yang berusaha meredam emosi Hui. Dengan cepat dia berkata "Karena besok adalah ulang tahun tuan. Nyonya pertama menyuruh nona untuk membeli hadiah."
"Ya aku tau. Ibuku sangat perhatian kepadanya tapi dia engak perduli sama sekali " Ujar nya dan mengajak Xi pergi keluar
"Ayok kita pergi, menurutmu apa masih ada hadiah yang cocok buat dia" Sambil menarik tanganya xi dengan cepat.
"Tunggu bentar Nona , Nona harus menganti baju dulu. " Ujar Xi yang menahan Hui pergi.
"Ya "Ujar dia menganti baju. Sambil bersiap siap dia mengambil uangnya. Dia kaget karena dia melihat isinya hanya 20 tembaga. Dengan pelan dia mengingat.
(100 tembaga \= 1 koin perak , 100 koin perak \= 1 koin emas) Dan dia bergumam dalam hatinya "Astaga hanya 20 tembaga. 20 tembaga cukup buat dia membeli dua roti tanpa isi dan sepiring sayuran polos. Dia engak bisa berpikir lagi gaji para budak satu bulan adalah 3 koin perak, sedangkan aku cuma mempunyai 20 tembaga. Emang aku bisa membeli apa dengan 20 tembaga. Dia membuka pintunya dan melihat arah Xi yang sedang menunggunya.
Xi yang melihat dan berkata." Kenapa nona sangat lama sekali "
"Xi menurutmu nanti pergi keluar. ketika mau makan tapi aku hanya memberikan mu 20 tembaga kamu mau membeli apa" Ujar hui. Dengan penasaran Xi menjawab
"Dua buah roti dan sepiring sayuran. tunggu sebentar Nona mungkin 2 piring mie dengan telur. kalau aku disuruh pilih antar dua buah roti dan sepiring sayuran atau mie. Aku membeli mie. Kenapa Nona bertanya seperti itu"
"Sini xi" Melambaikan tanganya. Dengan cepat xi berjalan kesana Dan melihat hui membuka kantongnya dan mengeluarkan uangnya ke tanganya.
"Sini coba kamu lihat aku hanya mempunyai 20 tembaga, Hadiah apa yang cocok buat dia nanti,lebih baik kita engak usah membeli dia hadiah." Ujar hui dan bermaksud masuk ke kamarnya.
"Nona tunggu sebentar aku mempunyai 100 koin perak ujar dia , cukup untuk memberi hadiah tuan "ujar xi yang menahan Hui pergi menuju ke kediamanya.
" Hah, 100 koin perak. Kamu mendapat uang dari mana sedangkan aku hanya mempunyai 20 tembaga"
"Nona ini adalah pemberian Nyonya pertama.Dia tau Nona engak mempunyai uang..." Belum selesai dia berbicara. Hui memotong pembicaraan.
"Nyonya pertama mempunyai banyak uang ya"
"Ya Nona. karena dia adalah salah satu putri jendral jadi mempunyai banyak uang"
" Ya, Seorang putri jendral. Tapi nasib Ibuku dan aku kurang beruntung" Menghela napasnya dan merasa jenuh dia mengajak Xi langsung keluar.
"Ayo xi kita pergi keluar" Ujarnya
"Ya nona" Ujar Xi dengan cepat.
******
(Dilorong rumah sakit.
"maaf menganggu, Ini adalah biaya tagihan yang harus di keluarkan" Ujar suster itu.
"Ah biaya tagihan tunggu bentar ya "
"Taruh disitu nanti aku membayarnya". Dengan cepat dia menghapus air matanya dan melihat kearah stefi. Kumohon cepat sadar)
---
Saran dan Kritik bisa ditulis dibawah ya. Jangan lupa like dan bagikan yang suka. Terima kasih.
tapi makasih kak
eh, dokter apa suster sih ? au ah gelap
sekian saran dan masukan aq
cemungut Thor💪😊👍