Aku satu-satunya manusia yang paling tidak beruntung di dunia ini,Aku ingin menyalahkan dunia, Karena nya seolah menyudutkan ku pada titik di mana aku tidak punya pilihan untuk tidak bertahan.
Aku ingin menyelamatkan orang berharga dalam hidupku, Meski ku jual tubuhku untuk nyawa itu.
Perbuatanku seratus persen salah, Aku sadar Namun aku tidak punya pilihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sona_udaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Punya Harapan Lagi
Lumrah dalam Hidup menurut takdir. Saat kau di kecewakan akan ada pengganti dirinya yang lebih baik,Manusia hanya perlu sabar, Dan selalu percaya pada tuhan, Karena telah membuka kedok itu akhirnya Lisa tahu jika Dimas bukan manusia baik sama seperti dugaannya.
Beberapa kali telepon Lisa berdering, Namun tampak Lisa mengabaikannya. Lisa tetap pokus pada masakan yang ia buat untuk mengganjal isi perutnya sebelum berangkat kerja kembali.
" Selamat makan." Ucap Lisa pada dirinya sendiri.
Lisa menyantap makanan yang dirinya buat sendiri, dan Lisa benar-benar mengabaikan telepon yang terus masuk dalam panggilan di Hanphonenya. Dia tak mendengar ada panggilan masuk itu karena Lisa sibuk bernyanyi-nyanyi kecil untuk mengembalikan suasana hatinya.
Lama dalam keadaan itu, Lisa kembali mengganti pakaiannya untuk siap-siap berangkat kerja kembali. Lisa mengambil ponsel juga tas dan Dompetnya.
Sesaat Lisa terpaku, Ada banyak panggilan tak terjawab dari rumah sakit tempat ayahnya di rawat. Dengan sedikit was-was Lisa membuka pesan masuk itu.
" Mba Lisa, Kondisi ayahmu sedang kritis kami di minta menghubungi Mba agar kami bisa bertindak lanjuti pasien, Tolong hubungi kami segera"
Pikiran Lisa mendadak Hilang, Lisa mencoba mencerna satu persatu kata yang ada di pesan itu, Kini Lisa mengubah haluan, Yang tadinya akan berangkat ke kantor, Kini ia memutar otaknya agar cepat sampai di rumah sakit.
.
.
.
" Bapak.."
Tes.. Lisa Memandangi wajah sang ayah yang semakin hari semakin lemah saja, Lisa begitu prustasi, Lisa begitu ingin sang ayah sembuh dari sakitnya, Setidaknya tuhan masih memberinya kesempatan agar sang ayah bisa membuka mata atau sekedar tersenyum padanya.
"Nona Lisa." Ujar Prof Hadi.
" Prof.." Lisa segera menghapus air matanya, Saat Profesor hadi menyapanya.
" ikut ke ruangan saya sebentar Lis." Ujar Profesor Hadi.
" Baik Prof."
Lisa megikuti Profesor Hadi Lisa akan bicara pada Profesor Hadi mengenai kondisi ayahnya.
" Bagaimana dengan Bapak saya prof, Mendengar jika bapak saya kritis sungguh sangat membuat saya lagi-lagi tetkejut." Ujar Lisa.
Profesor Hadi tersenyum, Ia mengerti kondisi Lisa, Profesor Hadi tak begitu asing dengan kejadian seperti ini di sebelumnya, Karena begitu banyak wali pasien yang kejadiannya sama persis seperti Lisa. Hebatnya Lisa begitu sabar dan tak menyerah.
" Bagaimana dengan anda Nona Lisa, Kau seperti nya sangat jauh lebih kurus sekarang,Sebaiknya pikirkan kondisimu juga." Kata Profesor Hadi.
" Saya tidak lah penting prof, yang terpenting bagi saya bapak saya." Ujar Lisa seraya tersenyum, Namun rautnya begitu sedih, Lisa tahu pasti tak ada perkembangan di diri ayahnya, Pasalnya selama ini hanya kabar buruk saja yang selalu ia terima.
" Beruntung sekali pak Sutomo mempunyai putri seperti dirimu, Kemarin sebelum beliau koma, Beliau banyak sekali menceritakan tentang kau Lisa." Ujar prof Hadi, Tak hentinya Profesor Hadi itu tersenyum pada Lisa.
" Saya mengerti kau begitu berharap banyak pada kami untuk kesembuhan beliau, Namun Lisa Kami sebagai tim medis telah memutuskan bahwa tidak ada jalan lain untuk kami bisa melanjutkan Pengobatan beliau. "
Lisa terpaku sesaat, Sebisa pun dirinya mencerna bait demi kata yang di ucapkan profesor Hadi.
" Tak ada cara lagi untuk menyembuhkan pak Sutomo, Beliau akan tetap hidup melalui mesin monitor, Namun entah sampai kapan akan bertahan Kami tidak tahu."Kata Profesor Hadi. Inilah yang selalu di sesalkan oleh dokter, Yaitu saat ia gagal menyembuhkan pasien, Gagal melakukan apapun pada pasien.
" Berapa Lama bapak bisa bertahan prof" Tanya Lisa dengan air mata yang sudah berderai deras di pipi.
" Sekitar dua bulan lagi, Pak Sutomo bisa bertahan hanya sebatas itu meski kami membantu dengan monitor."
Lisa menangis mendengar itu, Bagaimana mungkin Lisa tak di beri kesempatan bertemu dengan sang ayah meski hanya satu detik saja, Lisa mohon bangunkan ayahnya hanya satu detik. Lisa ingin ayahnya tersenyum pada Lisa.
Prof Hadi begitu iba, ia menepuk bahu Lisa menguatkan perempuan itu, Hanya itu yang bisa ia katakan dan itulah keputusan terberatnya. Namun, Lisa memang harus mengetahui segala kondisinya.
" Prof... Apapun yang terjadi, Biarkan bapakku hidup, Sampai dia ingin menyerah, Prof aku belum siap kehilangan bapak." Ujar Lisa.
Prof Hadi tersenyum sambil mengangguk, Apapun itu dirinya akan melakukan sesuai permintaan dari wali pasien.
Lisa keluar dari dalam ruangan Profesor Hadi dengan hati yang pilu, Tubuhnya ingin ambruk saja seolah tidak ada lagi pertahanan, Baginya menyakitkan mendengar itu, Lagi-Lagi Lisa menyalahkan dirinya sendiri, Karenanya lah sang ayah menjadi seperti ini. Andai sedari dulu Lisa berjuang, Pasti tak akan ayahnya sampai begini.
Saat Lisa keluar, Ia berpapasan dengan beberapa tim dokter yang akan masuk ke ruangan Prof Hadi, Gadis itu tak hirau, ia tetap menangis sambil nunduk dan berjalan menjauh. Para dokter itu pun menjadi Heran, Mereka menanyakan hal itu pada Profesor Hadi.
" Pak Direktur." Prof Hadi menyalami Tuan Arthur yang tak lain adalah direktur sekaligus pemilik Rumah Sakit suasta terbesar se kota metropolitan itu.
" Profesor Hadi apakabar?" Tanya Arthur tak segan memeluk prof Hadi yang tak lain adalah kawan karibnya.
" Sangat baik, Lalu kau bagaimana, Kondisi lututmu bagaimana?" Tanya Prof Hadi.
" Jauh lebih baik sekarang." Jawab Arthur.
Ya Pemilik rumah sakit itu memang di kabarkan sakit setelah beberapa bulan ini, Meski pun hanya nyeri pada lututnya tetapi pada kenyataannya itu sangatlah serius dan bisa jadi mengakibatkan kelumpuhan, Jika itu sampai terjadi, Penyakit yang di alami Arthur memang cukuplah serius.
Arthur adalah seorang penguasa, menjadi salah seorang yang di pandang di Indonesia, Dia adalah manusia yang sering di cari di laman Website, Dan Itu menandakan manusia yang tengah mengalami sakit itu adalah manusia yang di pandang. Dengan memiliki beberapa gedung tinggi di daerah sentral jakarta selatan, Bisa di bayangkan betapa pentingnya orang seperti Dia.
Kata Orang Dia memiliki anak tunggal yang sampai saat ini belum di ketahui keberadaannya, Siapa dia dan bagaimana wujudnya. Arthur benar-benar tak menampilkan keluarganya.
" siapa gadis itu Hadi?" Tanya Arthur.
" Oh Lisa namanya!, Dia gadis yang sungguh baik, Melakukan apapun untuk pengobatan ayahnya. Andai dia putriku." Kata Hadi.
Arthur mengangguk paham, mereka kembali bercengkrama Ria di ruangan pripesor Hadi.
.
.
.
Lisa masuk ke ruangan ICU tempat sang ayah terbaring lemah. Sekali lagi Lisa kembali terisak, melihat sang ayah yang berbaring tanpa pergerakan. Hatinya sakit sekali mengetahui kalau ayahnya tidak akan bangun lagi.
Lisa meraih tangan Sutomo dan mengecupnya lama sambil menangis, Lisa telah gagal menjadi seorang putri, Padahal pak Sutomo begitu mencintainya, Hanya Dia yang tak bisa di andalkan, Itu adalah penyesalan Lisa.
.
.
.
...****************...
next thor semangat
ahayy... Arjuna.... nasib kita sama, wkwkwk 🤣
berrrrgh... sebel banget liatnya pen nabok 🤭
ya Tuhan.....
speechless aku....
kau terlalu banyak mengupas bawang thor
huwaaa.... huhuhu 😭😭😭😭😭
sudah luka, disiram lagi dengan air garam
hiks... hiks... hiks...
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
waktu akan membalas ucapan mu Mahesa
sekarang menghina, besok lusa memuja
jangan gegabah dengan ucapan dan sikap mu, Ok
baguslah kalau ada celah yang bisa membuka mata Mahesa, bahwa Celine tidak sebaik dan sesempurna yang ia duga selama ini
komen dong komen... diam-diam bae 😀🤭
bagus ceritanya thor,
😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧
sebetulnya kedua pihak adalah orang yang sama sama dalam keadaan rumit ya🤔🤔🤔
kalo pun balikan, pasti mentari tidak akan menerima begitu saja. sll akan menjadi duri nanti nya.
preett.... kalo cinta kenapa selingkuh, muak dengar nya.
bagus Lisa, wanita yang tangguh. benar kata mu, saat mencintaimu saja, dia sudah selingkuh apalagi jika suatu saat kadar cintanya berkurang. hufft 😤😤😤
tetap semangat ya Lisa, jangan putus asa