NovelToon NovelToon
My Beautiful Witch

My Beautiful Witch

Status: tamat
Genre:Fantasi / Supernatural / Chicklit / Tamat
Popularitas:112.9k
Nilai: 5
Nama Author: nath_e

Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.

Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.

Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.

Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdua denganmu

Jam menunjukkan pukul lima sore, aku meminta Manuela menutup toko kami. Aku bersiap untuk makan malam bersama Kenneth sementara yang lain seperti biasa menyiapkan paper bag berisi roti. Aku mematut diriku di depan cermin, aku rasa cukup tidak berlebihan dengan pakaianku. Aku hanya sedikit merapikan rambutku dan membiarkannya jatuh tergerai di bahuku.

Manuela mengetuk pintu kamar tempat ku biasa beristirahat,

" Semuanya sudah siap...kau yakin akan membagikannya sendiri Eli...ini akan merusak makan malam mu..." kata Manuela mengingatkan

Aku berpikir sejenak, Manuela benar aku tidak mungkin membaginya sendiri. Kenneth bisa berpikiran macam-macam tentangku. Ini pertama kalinya ia mengajakku makan malam,

" Kau benar...apa kau bisa melakukannya Manuela...?"

" Itu yang akan ku katakan padamu Eli....jangan rusak kesempatanmu bersama pria tampan itu.." sahut Manuela sambil mengerlingkan matanya padaku

Aku pun tertawa melihatnya, mereka sepertinya mendukungku untuk bisa menemukan pengganti Felix. Pria yang dengan sadarnya meninggalkanku demi wanita lain. Hatiku bahkan masih terasa sakit ketika mengingatnya.

Aku bisa saja menyihirnya untuk membalas perbuatannya tapi aku masih bisa berpikir waras dan mengurungkan niatku. Biarlah semua berjalan sebagaimana hukum alam semestinya. Aku tidak berhak mencampuri kehendak alam, meskipun aku mampu untuk itu.

Aku berkali kali melirik jam di tanganku, jantungku berdegup kencang gugup sekali. Jonathan dan Manuela telah pergi begitu juga dengan Laura. Pintu kaca tokoku terbuka, Kenneth datang rasanya lega sekali melihatnya

" Maaf apa aku terlambat...?" tanyanya dengan senyum termanis sedunia bagiku

" Ah...tidak...kau bahkan tepat waktu..." jawabku

" Baiklah...ayo kita pergi..." ajaknya

Aku mengangguk, ku matikan lampu toko dan menguncinya sebelum pergi. Jonathan telah menyimpan kunci cadangan yang selalu ia bawa dalam sakunya jadi aku bisa pergi dengan tenang.

Kami berjalan perlahan berdampingan, masih ada rasa canggung diantara kami. Kenneth memberanikan dirinya meraih tanganku, aku hanya tersenyum ketika ia melakukannya. Kenneth rupanya telah menyiapkan makan malam kami, ia telah memesan tempat di restaurant tak jauh dari toko ku. Restaurant milik Paman Goerge.

" Selamat malam....kami sudah memesan tempat atas nama Kenneth..." katanya pada seorang pelayan

" Atas nama Kenneth....silakan ikuti saya tuan..." jawab pelayan itu

Kami mengikuti pelayan yang mengantarkan kami ke sebuah meja dengan dua buah kursi. Dua buah lilin menerangi meja kami, semuanya telah tersusun rapi bahkan buket bunga kecil pun tampak cantik menghiasi meja.

Kenneth menarik kursi untukku dan kami pun duduk berhadapan.

" Bagaimana harimu Elijah...apakah melelahkan...?" tanya nya membuka obrolan

" Tidak....tidak pernah melelahkan untuk ku Ken...karena aku bahagia menjalaninya..." jawabku

" Bibi Edwina selalu membicarakan tentang dirimu siang dan malam...."

" Benarkah...waaah....aku tersanjung mengetahuinya..."

" Uhm....membuatku ingin mengenalmu...kau tahu tidak mudah mencuri hati Bibi Edwina....dia orang yang sangat konservatif..."

Aku tersenyum padanya dan dengan sukses membuat Kenneth tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dariku. Oh Tuhan mata itu seolah berbalik menyihirku.

" Makanan anda tuan...nona...."

Seorang pelayan menyelamatkan ku dari tatapan mautnya. Aku bersyukur untuk itu karena jika tidak bisa-bisa jantungku meledak karena tatapannya. Makan malam pun berjalan lancar. Tidak banyak kata yang kami lontarkan, ini pertama bagi kami tentu saja aku harus memberikan kesan yang baik.

Usai makan malam Kenneth mengajakku berjalan jalan di sekitar taman kota.

" Apa kau akan lama tinggal di kota ini Ken..?" tanyaku padanya

" Uhm ...entahlah tergantung apakah aku menyukai kota ini atau tidak..." jawabnya

" Aku pastikan kau akan menyukainya...." sahutku berusaha meyakinkannya

" Benarkah....menarik....apa kau akan membuatku menyukainya...?"

Aku tertawa mendengar pertanyaannya,

" Tentu....aku akan membantumu..."

" Kalau begitu aku boleh datang kapan saja untuk menemuimu..."

Aku menghentikan langkahku dan menatapnya

" Ya...tentu...kau boleh bertemu denganku kapan saja...toko ku selalu terbuka untukmu Ken..."

" Hanya toko mu...? Bagaimana dengan rumahmu...?"

Aku kembali terkejut mendengar pertanyaannya, apa dia serius ingin pergi ke rumahku....luar biasa...dia sangat atraktif dimataku,

" Kau.... ingin datang ke rumahku..?"

" Hmm ....jika kau mengijinkan aku...bolehkah?"

" Tentu saja....dengan senang hati aku akan menyambutmu..." jawabku dengan menatapnya penuh arti

Kenneth tersenyum, ia membetulkan sedikit syalku kemudian meraih tanganku

" Baiklah....besok aku aku akan berkunjung...ayo kita pulang...udaranya semakin dingin..."

Kami melanjutkan langkah kami yang terhenti, dan Ken tak sedikitpun melepaskan genggaman tangannya dariku. Ini makan malam pertama bagi kami dan dia membuatku terpesona dengan kelembutannya. Ia mengantarku sampai tepat di depan pintu rumah.

" Masuklah....sampai bertemu besok..." katanya melepasku

" Terimakasih...atas makan malamnya...hati-hati dijalan..."

Kenneth hanya mengangguk dan tersenyum, ia pun beranjak pergi meninggalkanku dan sekali lagi memberiku senyuman saat melewati pagar rumahku.

Hari yang luar biasa bagiku bertemu dengan Kenneth dan diakhiri dengan makan malam bersamanya. Kehangatannya, senyumannya, dan tatapan matanya, telah membius ku dan membuatku kembali merasakan rasa itu....rasa yang telah lama menghilang dan ku pendam jauh di hatiku. Ah...apa mungkin aku jatuh hati padanya pada pandangan pertama kami.

Memikirkannya membuat wajahku memanas, aku malu sendiri. Aku merebahkan tubuhku ke atas ranjang dan membiarkan mimpi datang menjemputku.

...----------------...

Paket-paket bunga terus berdatangan setiap harinya bahkan dalam sehari bisa empat atau lima buket bunga datang. Dan toko kue ku seolah berubah menjadi toko bunga. Aku hanya menggelengkan kepalaku melihat bunga-bunga yang didominasi mawar berjejer di dalam toko ku, aku bahkan sampai harus membeli beberapa vas bunga besar untuk meletakkan buket- buket bunga itu.

" Ya Tuhan....apa yang terjadi dengan toko ku Jonathan...ini hari ke empat dan bunga terus berdatangan...lama-lama toko ku akan berubah menjadi toko bunga Jo..."

Aku memegang keningku yang sedikit terasa berat.

" Someone become your secret admirer...." ucap Jonathan sambil menyilangkan tangan di dadanya

" Sepertinya begitu...selalu tanpa pengirim.." kataku lirih

" Apa kau tidak bisa melakukan sesuatu Eli....melihat siapa pengirimnya...?" tanya Jonathan

" Bunga-bunga itu benda mati Jo...aku tidak bisa melihat ke dalam benda tanpa jiwa..." sahutku

" Mungkin kita harus menanyakannya pada toko pengirim bunga ini..." usul Jonathan

" Hmm ...ide bagus...tanyakan padanya saat mengirim bunga lagi...aku suka bunga tapi tidak sebanyak ini juga...ini membuatku pusing..."

" Yup....bagaimana jika kita memberikan bunga ini pada siapa pun yang menginginkannya..."

" Terserah....ku serahkan urusan ini padamu Jo...aku akan ke dapur mengurus yang lain..."

Aku mendekati Laura yang sedang mengolah desert box dalam jumlah banyak untuk persediaan kami.

" Kau beruntung Eli....jarang sekali pria memanjakanmu dengan bunga..." goda Laura

" Pria ...bagaimana jika yang mengirimkannya wanita...who knows..?" sahutku

" Wanita....?? No Eli ...itu tidak mungkin..."

" Yeah....kau benar tidak mungkin seorang wanita mengirimkan bunga sebanyak itu...tapi siapa orang gila yang mengirimkannya padaku..."

" Kenneth mungkin....atau....kau memiliki teman pria lain..."

Aku hanya menaikkan bahuku, aku malas berspekulasi lebih baik aku membantu Laura menyiapkan makanan.

Siang itu Kenneth datang lagi, sejak makan malam pertama kami hampir setiap hari dia akan menyempatkan datang ke toko ku.

" Hai...kau menungguku..." sapanya membuatku tersenyum

" Untuk apa aku menunggumu..."

" Entah....mungkin kau merindukanku...Elijah..."

Deeeg....

Ya benar aku bahkan memikirkan mu setiap saat. Aku berbohong tidak menantimu datang Ken, aku rasa aku menyukai kehadiranmu disisi ku saat ini.

" Merindukanmu...wow....tapi...bolehkah aku melakukannya...?" tanyaku menggoda dirinya

" Melakukan apa..."

" Merindukanmu..."

Kenneth tertawa, Ya Tuhan aku bagai wanita kesepian yang tengah menggodanya

" Tentu....kau boleh melakukan apa saja padaku...asalkan....kau mengijinkan ku untuk selalu bersamamu setiap saat..."

Wajahku merona mendengarnya, aku tersipu saat tangannya merapikan rambutku ke belakang telingaku. Sebuah pertanyaan bodoh membuatku terjebak dalam situasi konyol ini.

" Wow....bunga-bunga ini semakin banyak...kau memiliki penggemar fanatik rupanya..." kata Kenneth sambil berjalan dan menyentuh beberapa buket bunga

" Kau benar dan aku mulai tidak nyaman dengan hal ini...lihatlah dimana pelanggan ku akan duduk jika seperti ini..."

" Kau mau membawanya untuk Nyonya Edwina, Ken...?" tanyaku

" Ah...tidak ini untuk mu...aku tidak ingin mengacaukan seninya..." sahut Ken sambil menatapku

" Seni....seni apa..?"

Kenneth mendekati ku membuat aroma maskulin ditubuhnya tercium,

" The art to loving someone...." bisiknya di telingaku

Aku membulatkan mataku....seni apa itu, aku bahkan baru mendengarnya. Ya Tuhan mengapa begitu sulit untuk memahami seorang pria.

1
Riezki Arifinsyah
Luar biasa
Riezki Arifinsyah
keren Thor serasa nonton Harry Potter
pelukis_senja: makasih ka🤗
total 1 replies
ya sudahlah .. sebenarnya aku agak bingung karena alur novel bergerak keluar dari tema awal yang dibangun.

jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?
Astaroth mati tapi iblis lain masih banyak. keputusan yang gegabah, Mikhaela
apakah sosok Astaroth ini mirip dengan iblis Baphomet ?
kelemahan Strigoi seingatku ada di hatinya.
berarti di sini Mikhaela masuk dalam fase sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
bukankah mereka memang bermusuhan ? 🤔
Kenneth was die ?
are you crying ?
ada kemungkinan Arion akan berubah menjadi manusia biasa.
kenapa Mikhaela tidak menggunakan strategi ini dari awal ?
he bites me
nah kalau ternyata tinggal tulang belulangnya saja bagaimana ?
setahu aku solomonari itu adalah lulusan terbaik dari scolomance dan juga menjual jiwanya pada Iblis.
jadi ingat adegan ketika Gandalf ditarik oleh cambuk apinya Balrog di Bridge of Khazad Dum
he needs you
bukankah tadi Mikhaela mengatakan akan menarik Fellix agar terpisah dari Mammon. kenapa sekarang malah jadi ga tau bagaimana caranya ?
pelukis_senja: 😅🤭🙏iya yaa...sy mpe lupa, harap maklum yaa🤭fantasi pertama yg kacau balau ini
total 3 replies
takutnya saat Mikhaela pingsan, proses penyempurnaannya disusupi oleh iblis.
kalau ngajak nikahnya mendadak begitu, sudah pasti ceweknya bakalan syok. Hahaha.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!