NovelToon NovelToon
Love Story Of Azizah

Love Story Of Azizah

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Srie Moelyanie

Hai...

salam kenal dari saya, penghuni baru Noveltoon.
Saya coba up karya saya, semoga bisa menghibur.

Cerita tentang dua pria yang bersahabat dan mencintai satu gadis yang sama, namun akhirnya salah satu dari mereka harus mengalah demi sahabatnya.

Wanita itu adalah Azizah yang dari pertama sudah menyukai Gibran namun cinta mereka gagal bersemi, dan kedua lelaki tampan itu adalah Gibran dan Gery, mereka telah bersahabat sedari kecil karena ayah mereka bekerja pada satu bidang yang sama yaitu pejabat pemerintahan dikotanya.

Gibranpun harus merelakan Azizah untuk Gery, namun ternyata sifat Gery yang playboy masih saja melekat padanya meskipun ia sudah memperistri Azizah yang pernah Gibran cintai.

Lalu bagaimana cerita selanjutnya?
check it out gaesss....

happy reading....😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srie Moelyanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Selalu ada Untukmu

Kau yang selalu ada disaat aku membutuhkan pundak untuk bersandar, dalam kelelahan dan kesedihan dalam hidupku, tapi mengapa kau mengisi jiwaku yang hampa disaat hati ini sudah menjadi milik orang lain?

Gibran baru saja memasuki gang rumahnya mengendarai motor ninja hijau kesayangannya, dari kejauhan sudah melihat Azizah yang nampak gusar mondar-mandir di depan rumahnya.

Brum..brum..

Gibran menghentikan laju kendaraan maskulinnya di depan rumah Azizah, tampak Azizah sudah menghampiri Gibran untuk menanyakan suaminya.

"Kak, Gibran. Lihat mas Gery, gak?"

Azizah nampak sangat panik, dengan kedua tangannya sendiri yang bermain saling meremas satu sama lain.

"Ada apa Za? Kamu kok panik banget?"

Gibran membuka helm dan meletakkannya di atas tangki bensin motornya. Terlihat wajah tampan dengan hidung bangirnya.

"Ayah Zizah punya darah tinggi, Kak, dan tadi jatuh dari kamar mandi, sekarang lagi kritis di rumah sakit. Zizah udah telpon mas Gery puluhan kali tapi Hp nya gak aktif-aktif."

Air mata Azizah sudah tak terbendung lagi.

Saat ini Azizah hanya memiliki ayah kandung, karena sedari kecil di usia 10 tahun, ibunya sudah meninggal.

Ayah Azizah menikah dengan Ibu tirinya saat ia mulai memasuki Sekolah Menengah Pertama.

Ibu tiri Azizah membawa satu putri dari pernikahan pertamanya dan Ayahnya membawa Azizah yaitu anak tunggal dari almarhum istrinya.

Ibu tiri Azizah hanya menyayangi Ayahnya saja dan anak kandungnya, sedangkan Azizah selalu mendapat perlakuan yang sangat tidak baik dari ibu tirinya.

Itulah yang menyebabkan Azizah untuk tidak meneruskan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi dan memilih bekerja sebagai buruh pabrik.

Azizah langsung bekerja di sebuah pabrik setelah ia lulus SMA, dan bersedia menikah muda di usia 20 tahun bersama Gery.

"Ya sudah kamu tenang saja, aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit." Gibran dengan segenap kesigapannya, bersedia mengantar Azizah.

"Azizah ambil dompet dulu, Kak!"

Azizah bergegas lari secepat kilat mengambil dompet dari dalam rumahnya.

Di tengah perjalanan, mendung sudah memuntahkan tetesan bening yang mulai membasahi bumi.

Gibran meminggirkan motornya dan mencari tempat berteduh, karena gerimis telah berubah menjadi hujan yang sangat lebat.

Azizah hanya mengenakan setelan baju tunik warna putih dan celana warna coklat susu yang sudah sedikit basah membuat tubuh mungil gemoy-nya kedinginan tanpa jaket.

Gibran membuka jok motor sempitnya yang hanya cukup untuk menyimpan sepasang jas hujan di dalamnya lalu memberikannya pada Azizah.

"Pakailah,"

Gibran menyodorkan jas hujan pada Azizah.

"Nanti Kak Gibran gimana?"

Azizah menerima jas hujan dengan ragu.

"Gampang, aku 'kan pake jaket."

Sambil menengok pada jaket yang ia kenakan.

Perjalananpun dilanjutkan, guyuran hujan tak membuat mereka berhenti sampai diparkiran rumah sakit yang dituju.

Gibran melepas jaketnya yang sudah basah kuyup di atas motor, menyisakan baju karyawan berwarna biru melapisi kaos dalam singlet putih yang melekat pada tubuhnya dan sudah basah kuyup.

Azizah melepaskan setelan jas hujan dengan sangat terburu-buru sampai ia tersangkut celana jas hujan dan hampir terjatuh, namun Gibran sangat sigap menangkap tubuh mungil Azizah sehingga ia berada dalam dekapan tubuh lelaki yang memiliki tinggi 175cm nan tampan itu.

Mata mereka betatapan seolah saling terpesona hingga menumbuhkan benih-benih cinta yang lama telah usang.

"Mmm ... maaf, Kak!"

Azizah lebih dulu tersadar dari tatapan maut dua insan yang pernah saling memiliki rasa yang luar biasa itu, dan buru-buru membereskan jas hujan, namun Gibran meminta jas hujan itu untuk ia bereskan, dan meminta Azizah untuk segera menemui Ayahnya.

"Cepat temui ayahmu, biar aku yang bereskan jas hujannya."

Azizah pun terburu-buru memasuki koridor rumah sakit.

Setelah Azizah berlalu,

Gibran hanya senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi, Azizah jatuh kepelukannya tanpa di sengaja.

Entah mengapa kini jantungnya seolah berdetak kembali setelah Kayla meninggalkannya untuk selamanya.

"Bu, gimana keadaan ayah?"

Azizah terlihat sangat panik bertanya pada ibu tirinya yang sedang duduk di ruang tunggu ICU.

"Kamu kemana aja, sih? Lama banget kesininya! Kalau sampai ayahmu meninggal, pasti kau akan menyesal."

Nada sinis dengan wajah kecut ditampilkan oleh ibu tiri Azizah.

"Maaf, Bu, tadi Zizah nunggu mas Gery pulang kerja dulu."

Tangis Azizah seolah kembali membuncah sampai ia sesak mencoba menahannya.

Azizah hanya bisa memandangi ayahnya yang terbaring belum sadarkan diri, dari jendela kaca ruangan ICU.

"Ya Allah ... sembuhkanlah ayah, aku sudah tak memiliki siapapun di dunia ini kecuali ayah dan suamiku serta Satria. Tolong jangan kau ambil siapapun dari mereka."

Pinta Azizah dari dalam lubuk hatinya dan ia terus menangis tersedu-sedu melihat ke dalam ruangan ICU.

"Ibu mau pulang dulu, mau mandi dan ganti baju. Kamu gantian tungguin ayah sampai aku balik lagi kesini."

Tanpa memperdulikan Azizah dan perasaannya, ibu tiri Azizah berlalu tanpa ragu.

Gibran berpapasan dengan ibu tiri Azizah saat berjalan di lorong menuju kamar ICU, namun karena mereka tak saling mengenal, tak ada kata sapa dari mereka berdua.

"Za, gimana keadaan ayahmu?"

Azizah yang sedang duduk tertunduk sambil menutup muka dengan kedua tangannya, tersentak oleh suara Gibran yang ternyata sudah ada di depannya.

"Eh, Kak Gibran ... ayah masih belum sadar, Kak!"

dengan suara lirih, Azizah menjawab pertanyaan Gibran dan mengusap air mata dengan jari-jari lentiknya.

Gibran mengambil posisi duduk di samping Azizah pada kursi besi yang berderet, kursi besi bolong-bolong khas tunggu di rumah sakit.

"Kamu yang sabar, ya, semoga ayahmu cepat sembuh."

Azizah hanya mengangguk, meng-aminkan dalam hati perkataan Gibran.

Tiba-tiba tangis Azizah pecah seketika sampai mengeluarkan suara isakan yang terdengar jelas oleh Gibran.

Gibran mencoba menenangkan Azizah, ia menarik kepala Azizah ke atas dada bidangnya.

"Menangislah jika bisa membuatmu lebih tenang."

Tanpa kata, Gibran hanya mendengar tangisan Azizah yang kini sedang bersandar pada dadanya.

Malam mulai menyapa, namun Gery belum menampakkan batang hidungnya di rumah sakit, meskipun Azizah sudah mengirimkan beberapa pesan melalui aplikasi hijaunya.

"Azizah, malam semakin larut, coba kamu hubungi Gery lagi."

Gibran perlahan mengambil jarak antara ia dan Azizah.

Gibran mengusap air mata Azizah dengan jarinya. Azizah hanya mengangguk, kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

*Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi*

Nada itu membuat Azizah tak bernafsu untuk menghubungi suaminya lagi.

Sudah puluhan bahkan mungkin ratusan kali Azizah menghubungi Gery, namun tak pernah tersambung.

Malam kian larut, dan Gibran mulai kedinginan dengan baju yang masih setengah basah, di tambah AC rumah sakit membuat ia menyilangkan kedua tangannya di atas dada karena dingin.

"Kak Gibran kedinginan, ya?" Gibran menoleh.

"Ga apa-apa, nanti kalau bajunya kering juga enggak."

"Gimana mau kering, Kak. Ini kan ruangan AC, lebih baik Kakak pulang aja, ga apa-apa kok, makasih udah nganterin terus nemenin Zizah."

Suara Azizah masih sangat terdengar sendu.

"Aku gak mungkin ninggalin kamu sendiri disini Za. Aku temenin kamu!"

Malam ini, Gibran seolah menemukan detak jantungnya kembali setelah sekian lama sempat terhenti.

Malam yang semakin larut namun tak membuat keduanya hanyut dalam mimpi indah, mereka menghabiskan waktu dengan saling bertukar cerita yang membuat Azizah sejenak menghentikan aktivitas tangisannya.

Gibran sangat menghibur Azizah disaat ia membutuhkan seseorang untuk membantunya lebih kuat menghadapi masalah ini.

Dinginnya ruangan ber-AC ditambah baju yang masih sedikit basah, tak membuat Gibran lemah dihadapan Azizah. Ia cukup merasa hangat ketika menatap wajah Azizah yang kini berada di dekatnya.

Lalu kemana Gery...?

Sampai semalaman tidak pulang dan mematikan ponselnya.

Dasar Gery...

1
SM Channel
novel aku yang ini, kok, hilang dari akun aku, ya?
Labuh Ardianto
kapan up LG....??? LG seru nih
SM Channel: dah tamat, Kak!
total 1 replies
Putri Handayani
aku mampir ya Thor jangan lupa mampir juga di ceritaku cinta yang terhalang
SM Channel: 👍👍👍😍😍😍
total 1 replies
MouthofMexico
Yok jangan kasih kendor updatenya!
SM Channel: insyAllah.. kak
total 1 replies
Waria
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
SM Channel: gak dosa ini kok Kak, kalo cuma banyak nawar...hihi
total 1 replies
angels_basket
cerita ya bagus tapi harus lebih hati hati dengan tulisanya. jangan sampai salah Dan tertukar.
SM Channel: makasih atas masukannya Kak.
total 1 replies
coastbycoast
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
SM Channel: asiap Kak
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
SM Channel: ...😊😊😊...
total 1 replies
floufrouu
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 😙👍👍
SM Channel: udah 63 episode Kak..💓💓💓
total 1 replies
arata ryuka
ehehehe cover novel nya hampir mirip punya ku hehehe,tapi gapapa semangat ya bikin nya😤💪
arata ryuka: iya kak gapapa santai aja hehehehe😆😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!