NovelToon NovelToon
Dia Istri Pilihan Nenek

Dia Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Nikah muda
Popularitas:124.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gelora Hati

Halo semua. Saya penulis pemula.
Mohon dilike dan diberi masukan, supaya saya semangat menulis.

Saya tidak pernah pacaran, saya tidak tahu apa itu jatuh cinta. Yang jelas saya tahu, sekarang kamu istri saya. Itu berarti saya bertanggung jawab menjaga dan melindungi kamu.
- Gerald Alexandro Bramasta

Kamu ganteng tapi kamu begitu dingin. Aku tidak akan menaruh cinta di atas pernikahan ini.
- Gita Ayu Berlian

Cerita ini mengisahkan sepasang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di universitas yang sama.
Mereka dinikahkan oleh nenek kandung Gerald yang sudah dianggap nenek sendiri oleh Gita. Nenek baik, begitu Gita menyebutnya. Nenek yang memberi namanya.

Akankah Gita bertahan dengan kesalahpahahamannya di awal pernikahan ini? Atau apakah nanti justru dia yang terlebih dahulu mencintai Gerald?

Selamat menikmati!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelora Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Suami Macam Apa

Ayah dan bunda Gerald sedang berdiskusi tentang pernikahan yang akan digelar. Mereka mempersiapkan sebaik dan seaman mungkin. Mengingat pandemi belum berakhir, maka protokol kesehatan adalah hal terpenting dalam sebuah acara saat ini. Mereka memutuskan untuk melaksanakan acara di Sumatera Utara, di kota asal mereka. Selain untuk menghindari banyak tamu yang akan datang di Kalimantan, mereka juga ingin menikmati acara bahagia itu bersama orangtua tercinta, nenek Gerald.

Herman Dito, seorang pengusaha terkenal di daerahnya, memegang saham terbesar di beberapa perusahaan lain yang bergerak di bagian tambang batu bara. Mengembangkan usaha namun tak lupa dengan kesehatan bumi. Menambang dan menimbun kembali, itulah yang biasa mereka lakukan. Dia lulus dari salah satu kampus terbaik di negeri ini. Lahir dan besar di kota Medan Sumatera Utara, lalu merantau ke Pulau Kalimantan seusai wisuda. Menikah dengan Siti Azizah, lulusan ekonomi dan memilih untuk menjadi pendamping setia suaminya. Sesekali dia ikut membantu ke lapangan namun lebih fokus membesarkan satu-satunya buah hati mereka, Gerald Alexandro Bramasta.

Sejak kecil Gerald sangat dekat dengan sosok ayahnya, ayah yang dia banggakan kala itu. Wajah mereka pun nyaris tak ada bedanya, ketampanan Gerald sejatinya turun dari ayahnya. Gerald biasanya akan menghabiskan waktu bersama dengan ayahnya kala weekend itu tiba. Bahagia menyelimuti ayah dan anak itu. Namun semenjak kakeknya meninggal, mereka enggan untuk menyapa satu sama lain. Ada kesalahpahaman yang sampai saat ini belum diluruskan. Gerald terlanjur kurang menyukai ayahnya dan memilih untuk tetap diam. Termasuk saat ayahnya menawarkan salah satu perusahaannya, Gerald membisu dan malah membuka usaha baru dari nol.

Hal itu membuat ayahnya kesal. Sesekali dia akan memarahi dan membentak Gerald, namun dia lebih sering mengutuki dirinya yang malah tidak bisa menemani masa muda jagoannya itu. Tidak jarang mereka berantam, Gerald meninggalkan rumah, pergi ke luar kota untuk bermain bola, berbulan-bulan disana dan tidak pulang ke rumahnya. Namun dia sangat menyayangi bundanya. Baginya, hidupnya hanya untuk kedua wanita yang dicintainya, bunda dan nenek. Dia ingin menjaga dan melindungi mereka. Dia ingin menjadi kebanggaan keluarga. Dia ingin membuktikan bahwa dia mampu berdiri dengan kakinya.

Itu juga yang membuat Gerald tidak pernah pulang kampung bersama keluarganya. Biasanya dia akan mengunjungi neneknya di tengah malam, lalu kembali terbang pagi-pagi buta. Hal itu tak lain karna dia menghindar dari ayahnya yang sering datang ke Medan untuk survey usaha yang ditinggalkan Alm.kakek Gerald. Waktu yang tidak pas ini membuat Gita tak pernah melihatnya mengunjungi nenek. Dia selalu berpikir Gerald tidak mencintai nenek sebesar cinta nenek padanya.

" Ayah, anakmu sudah berjumpa dengan Gita. Tadi ibu meneleponku, ah so sweet yah, secepat itu mereka dipertemukan ", bu Siti memulai pembicaraan dengan suaminya yang tengah sibuk dengan koran di tangannya.

Dia tetap memilih diam dan mendengarkan istrinya bercerita.

" Apa ayah senang? Anak kita akan menikah ayah, kita akan punya cucu ", bu Siti teramat semangat sampai dia lupa dengan perkataannya pada Gita untuk menunda kehamilan.

" Saya senang tapi saya tak yakin anak itu mampu menjaga dan menafkahi anak orang. Dia sangat keras kepala ", pak Herman berbicara dengan tetap fokus pada korannya.

" Hush...Jangan bilang begitu. Gitu-gitu dia juga turun darimu yah, bunda yakin dia pasti bertanggung dengan ucapannya. Dia menyetujui pernikahan ini, ya walaupun dia melakukannya untuk menyenangkan hati neneknya tapi bunda yakin pasti akan tumbuh cinta diantara mereka berdua. Ayah lihat sendiri kan saat kita mengantar Gita ke bandara? Dia sangat lembut ayah, dia perhatian dengan orang di sekelilingnya ", Bu Siti tersenyum melanjutkan. Wajah Gita terngiang di pikirannya, dia sangat merindukan gadis cantik itu.

Ayah, Gita berangkat dulu ya. Ayah sehat sehat, titip nenek untuk Gita. Kata-kata Gita seketika muncul dalam benak pak Herman. Dia takjub dengan calon menantunya itu. Dia sangat mencintai ibu yang melahirkannya, nenek baik Gita. Pak Herman memeluk Gita dan membalasnya saat itu. " Iya nak, kamu juga sehat. Ayah sayang sama kamu ", tak sadar dia mengeluarkan kata-kata itu dengan air mata. Dia pernah hampir mempunyai seorang anak perempuan, calon adik Gerald. Tapi apa daya, di usia kandungan memasuki 7 bulan istrinya keguguran dan harus angkat rahim hingga membuat Gerald menjadi anak tunggal.

Gita memang sangat mudah tersentuh oleh apa yang dia lihat, apalagi dengan hal yang lembut dan adem. Jiwa melayani dengan setulus hati sudah dia biasakan sejak lalu, nenek baiknya selalu mengajarkan itu padanya. Dia akan menangis melihat kucing yang sakit, lalu akan mengobatinya hingga sembuh dan menemaninya. Dia punya hati selembut sutra, begitu kata nenek baiknya.

Semenjak kejadian malam itu, Gita dan Gerald belum pernah lagi berjumpa. Mereka hanya diam saat mengetahui kebenaran dan memilih untuk membisu sampai saat ini. Namun di lain sisi, sebenarnya mereka saling memikirkan hanya saja tidak saling tahu. Sejak saat itu Gerald sering tidak fokus dalam latihannya, wajah dan suara Gita selalu muncul dalam pikirannya. Kamu memang cantik tapi kamu bicara terlalu banyak. Apa nenek salah menilaimu? Saya kurang yakin dengan perkataan nenek yang menceritakan kelembutanmu , itulah yang selalu ia ucapkan dalam hati kala wajah Gita menari-nari dalam benaknya.

Sementara Gita, dia kecewa saat mengetahui bahwa pria dingin itulah yang akan menjadi suaminya. Tadinya dia berpikir akan menjadikan suaminya bak seorang sahabat yang asik diajak bercerita dan bercanda. " Ah kesal. Ganteng sih ganteng tapi kalau orangnya kayak es begitu aku gak mau nek.. Aku gak akan kuat berdebat dengannya setiap hari ", dia berteriak di kamar kosnya. Sia-sia sudah, persetujuannya tak mungkin lagi ditariknya. Nasi sudah menjadi bubur, dia hanya bisa pasrah untuk apapun yang akan terjadi ke depannya.

" Halo Git. Kamu sudah ambil tiket kan? Jangan lupa test PCR ya nak, pastikan aman di jalan ", suara mamanya membuyarkan emosinya saat ini. Iya, besok dia akan pulang ke kampungnya. Dia akan menikah disana, lalu akan kembali ke Bandung minggu depan untuk memenuhi jadwal magangnya. " Sudah mah, bunda yang mesan tadi. Aman mah, doakan saja ", Gita berusaha tegar menjawab telepon mamahnya.

" I love you nak, istirahatlah sekarang. Besok kabari mamah ", mamah menutup teleponnya.

Belum juga Gita meletakkan ponselnya kembali, terdengar suara pesan masuk.

Anak bunda yang cantik, kamu sudah lihat tiketnya kan? Besok jangan sampai telat di bandara ya, Gerald akan menunggumu disana.Maafkan calon bojomu nak, besok dia ada kegiatan sebelum kalian terbang, gpp kan kalau kamu berangkat sendiri ke bandara? Stay safe anak bunda, salam dari ayah ya cantik , bunda Gerald mengiriminya pesan.

" Lagi, sibuk. Calon suami macam apa itu ", kesal Gita lalu menutup ponselnya, mencoba memejamkan matanya hingga dia terlelap malam itu.

1
Yeni Anggraini
bagus
Maryati Horti
mulai bucin
Ika Indayani
kok maceeet
Ika Indayani
lanjutkannya mna
Diana Puntian
hahaha asyiknya ultah barengan.... lanjutkan thorrr
Srilestari Srilestari
smngt thor
Netty Ellyana M Tobing
berulang -ulang su baca, novel ini, nyata banget, kpn dilanjutkan thor, udh sethn Thot, apakah Thor sehat,
Netty Ellyana M Tobing
bacanya selalu, selalu, takut sy td kebagian ceritanya, ayo Thor, semangat, tulisan mu, sederhana, kpn di lanjutkan. misyou Thor.
Netty Ellyana M Tobing
knp tdk dilanjutkan thor
aurora
lanjut thor
Author SUPERSTAR
Semangat thor lanjutnya, ditungguin readernya...
Lina Supriyadi
lanjut
Neng Win
kpn lanjutannya ?jngan lama"!
Baki Wahi
Lanjutkan
Netty Ellyana M Tobing
kpn ya dilanjut nya,
Ibnatus Sakdiyah
wau keren ceritanya
Bunga Syakila
😆😆😆😆
Bunga Syakila
menyimak
putr!
lanjut dong kak
Nita
lanjut up kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!