NovelToon NovelToon
Sebuah Pernikahan Hangat

Sebuah Pernikahan Hangat

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Encha

Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..

Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.

Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cantik,,

Moza berada di kamarnya dia bermain ponsel barunya yang baru saja di belikan Leon untuknya,,

Ponsel keluaran terbaru dan sudah pasti harga yang sangat mahal.

Tok,, tok,,

" Permisi Nona, Tuan sudah menunggu di meja makan " Ucap Melia

" Ya Melia, Aku segera turun terima kasih "

" Sama sama Nona "

Moza meletakan ponselnya dan berjalan keluar, terlihat yang sudah berada di meja makan,,

" Selamat malam " Ucap Moza tersenyum dan duduk di samping Leon

Leon terus menatapnya,,

Semakin hari Moza semakin terlihat cantik bahkan senyuman membuat Leon selalu terbayang.

" Kenapa, apa ada yang salah denganku " Ucap Moza saat menyadari jika Leon terus menatapnya

" Tidak,, makan lah yang banyak tubuh kamu terlalu kurus "

Moza menatap Tubuh nya, dia pun memanyunkan mulutnya dan mengambil makanan.

" Selamat makan " Ucapnya dan Leon mengangguk

Mereka menikmati makan malam bersama dengan tidak bersuara hingga akhirnya mereka pun selesai.

Moza langsung beranjak dan tanpa sengaja tangannya menyenggol gelas hingga terjatuh..

Prang..

" Tetap di situ " Ucap Leon saat melihat Moza akan membersihkannya

Moza kaget dan kembali berdiri, namun tiba tiba Leon langsung membopong tubuhnya.

Moza yang merasa kaget langsung mengalungkan kedua tangannya dengan wajahnya yang menatap pria yang saat ini menggendongnya.

" Astaga Nona Moza " Ucap Melia melihat Leon membopong tubuh Moza.

Melia mengira jika kaki Moza terkena pecahan gelas.

" Kamu bereskan semua " Ucap Leon berjalan meninggalkan meja makan

Moza terus menatap wajah Leon yang begitu dekat, bahkan tanpa di sadari Moza mengagumi Leon yang sangat tampan.

" Astaga, kenapa laki laki ini begitu tampan "

Leon mendudukkan Moza di atas sofa, dia pun langsung berlutut untuk melihat kaki Moza.

" Apa yang kamu lakukan " Ucap Moza

" Saya hanya melihat apa kaki kamu terkena pecahan gelas atau tidak "

" Tidak " Ucap Moza menarik kakinya dia merasa tidak enak dan lagi pula kakinya bahkan sama sekali tidak terkena pecahan gelas.

Leon duduk di sampingnya, dan membuka Laptopnya yang memang sudah berada di meja.

Sedangkan Moza terus menatapnya, dia benar benar bingung dengan sikap Leon yang begitu baik kepada nya.

" Leon,, " Ucap Moza

" Hem " Ucap Leon tanpa menoleh dan terus menatap layar laptopnya

" Apa sebelum nya kita pernah bertemu "

Leon menghentikan kegiatannya dan menatap Moza namun kembali menatap Laptopnya

" Tidak " Jawab nya singkat

" Terus kenapa kamu begitu baik dengan aku padahal kita sama sekali tidak kenal "

Leon tidak menjawab dia terus melakukan kegiatannya.

" Leon,, "Ucap Moza karena Leon tidak menjawabnya

" Leon jawab " Lanjut Moza dengan wajahnya mendekat

" Apa kamu ingin tau alasan nya " Ucap Leon dan Moza mengangguk

" Lupakan " Ucap Leon membuat Moza kesal dan dia langsung menyilang kan kedua tangannya.

Leon meliriknya dan senyuman tipis terlihat di wajah tampannya.

" Baiklah kalau begitu,, besok aku mau pergi dari sini " Ucap Moza membuat Leon langsung menatapnya tajam bahkan membuat Moza takut dengan tatapan membunuh Leon.

" Pergi,, Apa kamu akan kembali ke rumah Paman kamu dan kembali di siksa mereka " Ucap Leon dengan sedikit meninggikan ucapan nya.

Moza kaget karena baru pertama kalinya dia melihat Leon semarah ini kepadanya.

" Bu - Bukan begitu " Ucap Moza menunduk

Leon mengusap wajahnya, dia tidak sadar telah membentak Moza dan membuatnya ketakutan.

" Maaf saya tidak bermaksud membentak kamu" Ucap Leon kembali menatap Laptopnya

Sebenarnya Leon tidak ingin Moza kembali menderita oleh keluarga Pamannya, sudah cukup mereka mengambil harta peninggalan orang tua Moza dan menyiksanya dulu namun kini Leon sudah berjanji untuk menjaganya dan membahagiakannya.

Tiba tiba terdengar seseorang yang menangis, Leon menoleh dan ternyata Moza menangis di sampingnya.

Leon mengusap wajahnya kasar dia pun langsung menatap Moza.

" Jangan menangis,, Saya minta Maaf sudah membentak kamu "

Moza menatapnya, Leon merasa ikut sedih di saat melihat Moza menangis.

Dia pun mengusap air mata di wajah Moza.

" Jangan lagi menangis " Ucapnya lembut dan Moza mengangguk.

Leon kembali mengusap air mata di wajah Moza,,

" Sudah malam, kamu istirahat "

" Aku belum mengantuk "

" Baiklah,, " Ucap Leon mengacak rambut Moza

Moza mengusap wajahnya, dia pun menatap Leon yang kembali fokus dengan Laptopnya.

Entah mengapa dia merasa sangat nyaman bersama Leon, Leon sangat baik kepadanya bahkan selama dia tinggal di sana semua keperluannya selalu di sediakan.

-

Malam semakin larut,,

Leona pun meregangkan kedua tangannya yang sangat pegal.

Dia menoleh dan terlihat Moza yang ternyata sudah terlelap di samping nya.

Leon terus menatapnya, wajah imut dan cantik membuat Leon suka memandang nya.

" Kamu,, gadis kecil yang berhasil membuat Saya seperti ini Moza " gumamnya.

Leon pun membopong Moza dengan sangat hati hati agar tidak membangunkan nya dan membawanya menuju kamar.

Di turunkannya tubuh Moza di atas ranjang,,

Leon kembali menatap nya, benar benar cantik gumam Leon terus menatap Moza yang terlelap.

Leon menarik selimut dan menyelimuti tubuhnya.

" Selama malam gadis kecil, mimpi Indah " Ucap Leon mengusap rambut Moza dan mengecup keningnya.

Leon mematikan lampu kamarnya dan berjalan keluar meninggalkan Moza yang sudah berdamai dalam tidurnya.

1
Anonim
Plot twistnya leo be**ong ternyata
Anonim
Ya Tuhannn kalo mau nulis inggris coba digoogle dulu jgn bikin mata org katsrak. Fix. Bkn fik.
Qilla
terus moza kayak gitu terus pelakor ganas lho ya lebih ganas dari pada virus
Qilla
wes,sampun ,udah gitu aja
Qilla
telalu naif jadi gimana gitu
Qilla
gag menghargai jeri payah alm orangbtuamu dong ,terlalu pasrah
Qilla
keluarga pamanya belum di apa apain muncul mira ,nexs siapa lagi ,jgan blang endingnya cukup dgan kata maaf dan ikhklas
Qilla
kok belum ada tindakkn seolah menikmati sekali hinanan dan cacian mereka
Isna mansur
keren ceritanya thor.. mantap...👍👍👍
Suci Imas Sadah
sweet abs
Mita Karolina
“Tidak akan kembali membuatnya menangis”. Emang dulu pernah berbuat jahat?
Santi Langgawi
sangat bagus 🥰🥰🥰🥰
Santi Langgawi
wiiii senangnya jika jumpa orang seperti lion. 🥰🥰🥰
Julian Ivan
Cinta tumbuh dengan sendiri nya, tapi harus di tempat kan dengan yg benar, jangan suami org, jangan tunangan org, atau pacar, itu tidak benar, merusak hubungan orang tidak baik, karena akan ada akibat(karma) kepada kita atau ke anak kita ntar! Nya
Julian Ivan
Mira cocok nya Rio tuh.
KING'Tozis - Fingerstyle Ndr
so swetyiii♥️🌹😂
Cheng xiao
mkan tuh cinta, seneng bgt trkungkung dlm cinta yg tak terbalas! kyk g ad cow lain aj renata🤣
Muhammad Ruslan
up lagi dong thor
Har Tini
next lanjut
Har Tini
leon sdh berjanji menjaga moza selama ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!