Hai readersss... ini karya ketigaku...
ini sequel dari my love.. cerita cinta anak dari Dev dan Viki yaitu Leonardo smith..
Leon mewarisi perusahaan sang ayah di negaranya.. sedangkan Alex kembarannya mengurusi perusahaan sang ayah di new york...
Leon lebih menyukai tinggal di ranch daripada di kota. Jadi dia hanya akan ke perusahaan sebulan sekali.
Leon memiliki sifat cool dan itu membuat para wanita tergila gila padanya.
Leon tidak pernah mempermainkan wanita meskipun banyak wanita yang mengejarnya.
Hazel del ville adalah seorang artis cantik yang sedang naik daun. Dia selalu bermasalah dengjan mantan pacarnya yang selalu berselingkuh.
Itu karena Hazel tidak pernah mau melakuukan hubungan sex sebelum menikah. Hazel tidak peduli meskipun banyak yang mengatakan dia wanita kuno.
Jangan lupa like nya ya ❤❤❤
ig author @zarin.violetta
(Proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#6
Leon tampak duduk di dekat ranjang Hazel.
"Kapan dia akan sadar... dia benar benar membuatku repot.. huffttt", ucap Leon kesal.
Leon tampak memperhatikan garis wajah Hazel.
Wanita yang cantik... sangat cantik bahkan... kenapa dia harus repot repot mengejarku.. bukankah dengan kecantikannya dia mampu mendapatkan pria manapun...dasar wanita bodoh... batin Leon.
Leon tertidur di sofa ketika Hazel membuka matanya.
"Dimana aku?aaahhh..kenapa kepala dan kakiku sakit sekali", lirih Hazel.
Leon mendengar rintihan Hazel. Dan terbangun lalu menghampiri ranjang Hazel.
"Kau sudah sadar? sekarang hubungi kerabatmu.. aku tidak bisa menjagamu terus nona", ucap Leon datar.
"Kau... bagaimana aku bisa berada disini.. dan luka ini.. bagaimana aku bisa terluka? ", tanya Hazel bingung.
"Kau tertabrak mobil karena tidak melihat lampu merah, ini pakailah ponselku untuk mengubungi teman atau kerabatmu", ucap Leon sambil menyodorkan ponselnya.
"Aku tidak hafal nomernya.. dimana ponselku", jawab Hazel yang masih menahan sakit di kepala dan kakinya.
"Ponselmu yang ada didalam tas terlindas ban mobil", jelas Leon dengan wajah datarnya yang tampan.
"Kepalaku pusing... aku ingin tidur", ucap Hazel lemah.
Leon merasa kasihan dengan wanita yang dianggapnya gila ini. Lalu membiarkan gadis itu tertidur lagi.
Ponsel Leon berbunyi. Dan itu dari sang Mommy.
"Oh God.. jangan bilang uncle Paul menceritakan pada mommy", gumam Leon.
"Ya Mom... ada apa.. aku sibuk", jawab Leon.
"Sibuk menjaga seorang wanita yang kecelakaan gara gara dirimu HA???? Mommy akan sangat marah jika sampai terjadi sesuatu dengan gadis itu Leon...tanggung jawablah.. rawat gadis itu sampai sembuh...kau akan berurusan dengan Mommy jika kau membiarkannya!!!MENGERTI!!!! ", teriak Viki dari seberang telepon.
Leon hanya mendengarkan ocehan mommynya sambil menjauhkan ponsel dari telinganya karena sang Mommy berteriak keras.
"Ya...yaaa.... sekarang tutuplah teleponnya.. aku akan menjaganya", ucap Leon malas.
"Ingat pesan Mommy Leon... INGAT!! ", teriak Viki lagi.
"Oh my... oke mooommm...! ", jawab Leon lalu menutup panggilan teleponnya.
Leon mengusap wajahnya kasar.
"Hariku benar benar sial hari ini... aaahhh.. seharusnya aku tidak ke kota hari ini", kesal Leon.
Karena sudah malam, Leon tertidur di sofa kamar perawatan Hazel sampai pagi.
Dan terbangun ketika cahaya matahari masuk ke sela sela gorden kamar.
"Kau sudah bangun? ", Tanya Hazel yang ternyata sudah terbangun terlebih dahulu.
Meskipun penampilannya babak belur, di hati terdalamnya merasakan bahagia karena Leon menemani dan menjaganya.
"Terima kasih... kau sudah menolong dan menjagaku", ucap Hazel sambil tersenyum.
"Kau masih bisa tersenyum dengan keadaanmu yang seperti itu? ", cibir Leon yang masih kekeh dengan sikap dinginnya.
"No problem.. asal ada kau disisiku", jawab Hazel Sambil memperlihatkan cengirannya.
"Kecelakaan itu membuatmu lebih gila lagi sepertinya... ", balas Leon.
Lalu Leon beranjak ke kamar mandi.
Hazel mengamati seluruh gerakan Leon.
Dia memang benar benar tampan... aku jadi ingin menciumnya... aahh bagaimana rasanya dicium olehnya.. Ya Tuhan kenapa pikiranku sekotor ini jika ada didekatnya.. batin Hazel.
"Ya Tuhan... aku belum menghubungi Merry.. dia pasti sangat khawatir dan marah kepadaku", ucap Hazel.
Setelah keluar dari kamar mandi, Leon melihat Hazel tampak memakan sarapan paginya.
"Kau mau? ", tawarnya pada Leon.
Leon hanya memggeleng.
"Oiya.. bolehkah aku meminjam ponselmu.. aku ingin menelepon managerku", ucap Hazel.
"Kau kan tidak tau nomernya.. bagaimana bisa menelepon", balas Leon.
"Oh iya.. aku lupa.. hehehe.. ", jawab Hazel yamg masih menikmati sarapannya.
"Dimana dia menginap.. aku akan menelepon hotelnya", tanya Leon.
"Di Smith Corp resort", jawab Hazel.
semangat thor...