Bella Anastasya Wijaya. Seorang gadis yang dulunya seorang artis terkenal, namun karena sebuah masalah dia harus mundur dari dunia artis nya, dan fokus sekolah saja.
Elang Saputra, kakak kelas, sekaligus keyos yang nantinya akan menjadi pasangan hidup Bella. Namun itu semua tidak berjalan dengan semudah hayalan. Karena hanya author yang maha membolak-balik kan jalan ceritanya, hehe😁
Novel ini bukan hanya tentang percintaan, tapi juga persahabatan yang pastinya akan membuat siapapun iri membacanya (author nya aja iri, hehe)
Solidaritas tinggi dan kekonyolan yang luar biasa menjadi bumbu pelengkap persahabatan mereka. Ada yang terjebak cinta juga dalam persahabatan mereka😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
First Love yang Tragis
flashback on
"Sorry ya bel, gue pulang dulu, ada urusan mendadak. Mama dirumah sendirian, gak enak badan katanya." Gio mengatakan nya setelah menerima pesan di hp nya.
Bella hanya mengangguk mengiyakan. Namun dia juga curiga, padahal mamanya Gio sedang diluar negeri. Gio berbohong dengan alasan yang tidak tepat.
Bella memutuskan untuk mengikuti Gio, dia penasaran apa yang membuat Gio berbohong dan buru-buru pergi. Bella bergegas keluar kafe dan memberhentikan taksi.
"Ikuti mobil di depan ya pak"
"Siap mbak."
15 menit perjalanan, Bella sempat bingung, akan kemanakah Gio pergi. Bella terkejut saat mobil Gio berhenti di sebuah hotel milik papa Bella. Dengan cepat Bella membayar taksi lalu membuntuti Gio.
Matanya membelalak saat melihat ada wanita dengan pakaian minim dan dandanan menor sedang menunggu Gio, wanita itu bergelayut manja di lengan kekar Gio.
"Sayang lama deh, aku kan udah nunggu dari tadi"
"Maaf ya sayang, ada masalah dikit tadi'
"Apa ?? Sayang??"
Lalu mereka check in. Bella berusaha menepis semua pikiran buruk tentang Gio. Setelah Gio dan wanita itu masuk, Bella bergegas ke meja resepsionis.
"Mbak, orang barusan ada perlu apa?" Bella langsung to the point.
"Oh yang barusan ya mbak. Biasa lah mbak. Bulan madu. Kata cowok nya mereka baru menikah, jadi kami mengizinkan mereka untuk satu kamar"
Bagai tersambar petir, pengakuan resepsionis barusan membuat Bella mematung. Hatinya sangat hancur sekarang. Berkeping-keping, remuk, hancur, berantakan, kacau, bercampur menjadi satu. Cinta pertama nya sungguh tragis.
Orang yang Bella anggap berbeda dan sempat dianggap sempurna, ternyata breng**k. Air mata sudah tak bisa ditahan nya, dibiarkan lolos keluar dengan deras nya. Tanpa sadar, Bella maremas dadanya. Sakit, hanya itu yang dia rasakan.
"Mbak baik-baik saja kan?" Resepsionis tadi bingung melihat perubahan Bella. Dua melambaikan tangan nya ke depan mata Bella.
Bella menghapus air mata nya kasar. "Seorang Bella gak boleh nangisin cowok breng**k. Oke Gi, lo sendiri yang buat gue kayak gini. Lo buat gue merasakan yang namanya jatuh cinta, dan lo juga yang buat gue merasakan patah hati. Lo berhasil membuat gue menjadi wanita terbodoh di dunia. Setelah ini kita putus. Dan jangan harap hidup lo akan tenang."
Air mata tadi yang sempat keluar, langsung Bella hapus, karena Bella memang bukan type cewek yang akan terus-menerus menangis saat ada yang menyakiti hatinya. Justru dia akan membalas perbuatan orang yang menyakiti hatinya dengan sangat kejam. prinsipnya adalah hari ini puaskan menangis, tapi besok dan seterusnya jangan sampai ada 1 tetes pun air mata yang menetes. Karena hari esok adalah hari pembalasan
"Mbak jangan b*d*h deh, harusnya tadi liat buktinya dulu kalo emang mereka sudah menikah. Ktp, buku nikah, cincin, atau mungkin foto pernikahan. Banyak cara kan."
Resepsionis tadi sempat terkejut dengan ucapan Bella, bagaimana jika tindakan nya salah. Bagaimana jika mereka bukan suami istri.
"Sekarang saya kasih mbak pilihan, mbak kasih kunci cadangan kamar mereka dan saya tidak akan membesarkan kasus ini atau mbak melindungi perbuatan mesum mereka dan saya akan pastikan mbak dipecat detik ini juga. Mbak tau Robi wijayanto? Itu papa saya, jadi saya gak pernah main-main dengan ucapan saya."
glek...
Resepsionis itu menelan ludah nya dengan susah payah. "apes gue, kenapa gue harus ada di tengah masalah ini. Dan ini juga, anak pak Robi serem banget coyy"
Bella menyadari ketakutan resepsionis, terlihat jelas dari wajahnya. Bella menampilkan senyum licik nya.
"Kalo mbak masih mau hidup dengan tenang, turuti apa mau saya, setelah ini kita lupakan kejadian ini, biarkan hanya kita yang tau"
Resepsionis itu hanya mengangguk lalu mengambil kunci cadangan dan memberikan kepada Bella.
"Ayok ikut aja mbak, akan saya tunjuk kan bahwa ucapan saya tidak akan bohong. Memergoki orang yang mesum, ini akan sangat seru."
Mbak resepsionis hanya menurut patuh kepada Bella. Mereka berjalan berdua menuju kamar yang dipesan Gio.
"Mbak yang buka pintu nya ya. Saya memotretnya, ini pasti akan sangat seru" Bella menampilkan seringai licik nya.
ceklekk....
Pintu terbuka dan menampilkan 2 insan yang sedang melakukan hubungan badan. Beruntung nya, tubuh mereka ditutupi selimut jadi tidak nampak tubuh mereka di hp Bella.
Resepsionis tadi syok dengan apa yang dilihat nya. Dan Bella masih setia dengan hp nya. Rupanya kedatangan Bella dan resepsionis ini tidak menawarkan Gio dan wanita. Entah karena kedatangan Bella yang pelan atau Gio dan wanita nya yang terlalu menikmati, hingga tak sadar dengan gerebekan yang terjadi. Mereka masih asik melanjutkan aktifitas nya.
"Gimana mbak? Saya gak bohong kan?" Suara Bella membuat Gio dan wanitanya menoleh kaget.
"Hay dadah dadah dulu dong, gue ngidupin kamera nih. Gue setia ngevideo in loh. Ayo senyum, jangan masang wajah kaget gitu dong" sumpah demi apapun, Bella terlihat sangat keren.
Kalau wanita lain yang memergoki pasangan nya sedang bercumbu dengan wanita lain, sudah pasti dia akan marah besar. Tapi tidak dengan Bella. Caranya terkesan elegan dan keren.
Gio nampak ingin berdiri menuju Bella, namun dia urungkan saat melihat dirinya sedang telanjang, tidak mungkin dalam keadaan seperti ini Gio menghampiri Bella.
"Oh iya gi, sebelum gue nutup nih video, gue mau bilang kita putus, bye" Bella meninggalkan Gio, dia berlari tak tau tujuan nya kemana.
"Ahhh, bego banget sih lo bel. Kenapa bisa cinta sama cowok brengsek sih. Kenapa lo nganggep dia cowok baik" Bella berteriak sambil menjambak rambut nya, mengeluarkan semua yang ada di hati nya.
"mbak jangan teriak-teriak dong, berisik banget sih. Gak malu apa diliatin banyak orang" Ibu-ibu tampak menghampiri Bella lalu meninggalkan nya ke arah sepeda motornya sendiri.
"Asem tuh ibuk, gak tau orang lagi galau apa yak" Bella menyusuri jalanan tanpa tau arah, hatinya sangat hancur sekarang, dia sangat rapuh.
Mungkin tadi bisa berlagak sok kua dengan tidak nampak lemah di hadapan Gio. Tapi dia juga hanya manusia biasa yang bisa merasakan sakit , apalagi dengan cara seperti ini.
ting..
Notifikasi dari hp nya. Dilihatnya nama Gio yang muncul. Sebenarnya Bella sangat malas untuk membuka nya, tapi dia juga penasaran.
From: Gio
Sorry bel, mungkin gue emang lelaki bre****k. Gue sadar gue gak pantes buat lo. Maaf udah nyakitin perasaan lo. Gue terima keputusan lo untuk memutuskan hubungan kita, karena gue emang gak pantes buat lo yang terlalu sempurna. Gue terlalu hina bel, dan gue sadar itu.
DEG
Apa ini? Gio tidak ada usaha sedikit pun untuk mempertahankan hubungan nya dengan Bella. Bahkan dia tidak mengelak sedikit pun dengan penghianatan yang baru saja Bella liat. Ini artinya Gio mengakui bahwa tuduhan Bella benar adanya.
Dengan perasan kecewa, marah, sedih, hancur, rapuh, Bella mencoba berpikir jernih, langkah apa yang akan diambil selanjutnya.
Bella langsung memblokir semua akun sosial media Gio dan foto atau video mereka berdua. Setelah itu dia bangkit dari keterpurukan nya, berdiri mencari taksi dan menaiki nya.
*******
"Papa mana ma?" tanpa ba bi bu Bella langsung menanyakan keberadaan papa nya.
"Ya ampun sayang kamu kucel banget sih, ada apa?" Mama Bella terlihat panik melihat penampilan anak nya yang acak-acak an dengan mata yang masih terlihat sembab.
"Ada apa princess??" papa Bella tiba-tiba muncul.Dia kaget melihat kekacauan anaknya.
"Duduk dulu deh ma, pa" Bella bertekad untuk memberi tahukan pada orang tua nya.
"Ada apa sih sayang?" Mama membelai lembut rambut Bella.
"Nih kalian liat deh" Bella memperlihatkan video di hp nya pada orang tua nya. Orang tua nya nampak kaget.
"Kurang ajar, beraninya keluarga Wijaya nyakitin hati anak semata wayang papa."
"Kamu tenang sayang, sekarang juga papa akan memutus kerja sama perusahaan kita."
"Mama juga akan nyabut saham di usaha arisan berlian mama nya Gio"
*******
Kabar kebangkrutan keluarga Wijaya sudah meluas, video seks Gio dan Wanita nya juga sudah beredar. Gio dikeluarkan dari sekolahnya, waktu itu masih SMP. Wanita yang merupakan seorang jalang sudah tak pernah dihubungi oleh Gio.
Gio frustasi dengan semua ini. Di keluarkan dari sekolah, keluarga yang jatuh bangkrut, diputuskan oleh Bella. Gio bertekad untuk membuat Bella menerima cinta nya lagi, untuk mengembalikan semua nya, dia tidak siap untuk hidup miskin.
Sore hari, Bella dan mamanya keluar rumah untuk jalan-jalan sore di sekitar komplek, tanpa mereka sadari, ada Gio yang menunggu nya
"Mama ambil hp dulu ya sayang"
"Iya ma, Bella tunggu di depan ya"
Bella menuju luar rumahnya, yang kebetulan sedang sepi, entah kemana pergi nya 2 satpam nya itu. Bella nampak acuh.
Sesampainya diluar, Bella diibekap dan pingsan oleh obat bius. Mama nya melihat kejadian penculikan tersebut, dia panik.
*******
"Aww kepala gue sakit banget" lirih Bella sambil memegang kepala nya.
"Udah bangun sayang?"
"Gio? Lo ngapain? Gue ngapain? ini dimana?"
"Kamu ini cerewet sekali ya sayang" Gio berjalan mendekat dengan seringai liciknya. Bella nampak ketakutan dan berjalan mundur. Namun kepalanya sudah membentur pinggiran ranjang.
Ya, mereka ada di sebuah kamar hotel. Gio sengaja membawa Bella ke tempat ini untuk melancarkan rencana busuk nya.
"Lo lo mau apa? Jangan mendekat. Gue jijik sama lo"Bella nampak sangat ketakutan.
"Hey sayang jangan takut, aku tidak akan menyakiti mu, kita akan ber senang-senang." Gio menyentuh wajah Bella yang sudah nampak pucat, ini untuk pertama kalinya Gio memegang wajah Bella.
Bella menangis karena takut, sudah dapat dibayangkan Gio pasti akan melakukan hal yang menjijikkan
"Jauhin tangan lo, gue jijik"
"Cara bicara mu kasar sekali sayang"
"Stop manggil gue sayang gi. Dan gue mau pergi sekarang"
Gio mencengkeram tangan Bella kuat.
"Menurut lah sayang, dan gue gak akan kasar sama lo. Gio wijaya dan Bella cyntia anastasya wijayanto, malam ini akan bersatu"
Gio mendekatkan wajahnya. Matanya masih setia memandang bibir mungil Bella. Semakin dekat, dan sangat dekat. untung lah Bella langsung memalingkan wajahnya ke kanan, sebelum Gio mencium bibir nya.
Hal ini membuat Gio kesal. Gio mencengkerang rahang Bella dengan kuat, untuk menghadap ke arahnya.
Dengan air mata yang semakin menjadi-jadi, Bella masih mencoba untuk menyadarkan Gio.
"Jangan gila lo gi, sadar. Ini bukan Gio yang gue kenal"
Bukan nya sadar, Gio malah makin marah, dia tambah mencengkeram rahang Bella dengan lebih kuat, membuat luka di rahang Bella karena kuku Gio yang lumayan panjang.
Bahkan darah dari rahang Bella menetes. Bella semakin menangis, bukan karena rasa sakitnya, tapi rasa takutnya.
"Ya gue gila bel. Dan gue gila karena lo."
Gio semakin mendekat ke arah Bella dengan tatapan laparnya. Bella menangis pasrah, tangan dan kaki diikat, membuatnya tak bisa apa-apa sekarang. Gio sudah siap dengan kepala yang sedikit di miring kan.
Dan, ciuman pertama Bella diambil Gio dengan cara yang mengenaskan. Gio tampak menikmati ciuman itu, berbeda dengan Bella yang merasa sangat hina sekarang.
Setelah puas dengan bibir Bella, Gio nampak melihat arah dada Bella yang membuat nya sangat bernafsu dari dulu. Dengan kasar dia menyobek baju Bella. Dan benar, dalam sekejap saja, Bella sudah tak mengenakan baju nya. Hanya ada bra yang masih melekat di tubuh bagian atasnya. Gio nampak sangat bernafsu melihatnya.
"Tolong jangan gini gi" Bella semakin menangis kencang dan suaranya lebih tinggi dari sebelumnya.
plak..
Gio menampar pipi Bella dengan kuat.
"Silahkan lo tampar gue, sepuas hati lo, tapi tolong jangan ambil kehormatan gue gi"
plak..
Gio menamparnya lagi dengan lebih kuat, hingga ada darah di pinggir bibir Bella.
"Gue udah bilang nurut aja bel, apa susah nya sih"Gio menarik rambut Bella dengan keras "Aww"
brakkk
Suara pintu di dobrak. Ternyata orang tua Bella dan polisi. Bella merasa sangat beruntung sekarang, penyelamat datang disaat yang tepat.
Polisi langsung menangkap Gio. Papa Bella terlihat marah dan berniat memukul Gio, tapi ditahan oleh polisi.
Mama Bella sangat terpukul melihat kondisi mengenaskan putri semata wayang nya. Dia menangis dan memeluk Bella.
"Bella takut ma, Bella sakit" Bella nampak menangis sesenggukan.
"Sekarang Bella tenang ya sayang, sudah ada mama sama papa"
Tak ada suara tangis lagi yang terdengar oleh mama nya, membuatnya panik. Ternyata Bella pingsan.
"PAPA AYO KERUMAH SAKIT BELLA PINGSAN. AAAAA..." Mama nya nampak histeris melihat kondisi Bella dengan wajah yang dipenuhi luka lebam darah.
flashback off
*******
"Gila, ternyata kisah cinta lo sadis banget bel"
"Iya gue juga gak nyangka cinta pertama lo ternyata kejam."
"Gue kira kisah cinta pertama gue aja yang kelam, ternyata lo juga."
Hanya sahabat cowok yang menanggapi, yang cewek tidak mampu berkata apapun, hanya mampu menangis.
"But now, I am happy guys, kan ada kalian" Bella tersenyum mencoba agar terlihat baik-baik saja.
"hmm terhura" Sinta merentangkan tangan nya. Bella, Sinta, Ajeng, dan Yuli pun berpelukan.
"Terharu nyet" Angga menjitak kepala Sinta pelan.
"Gue juga terharu" Diki mendekat dan merentangkan tangan nya.
Bima langsung menarik kerah baju Diki bagian belakan "Mau Kemana lo?"
"Mau peluk juga kak, kan gue juga terharu"
"Bilang aja lo mau modus"
"Kalian semua, ayok sini, gue bangga punya kalian" Bella menyambut nya dengan merentangkan tangan nya
Yuli melepas pelukan mereka, diikuti dengan yang lain. "Hujan udah berhenti, balik yuk"
"Kita gak balik kerumah masing-masing kak" Bella mengingat bahwa tadi sudah membuat janji dengan teman nya.
"Kenapa?"
"Kita diusir kak" Irfan menyentil dahi Diki, karena ucapan nyelenehnya barusan.
"Gak kak, kita mau nginep di rumah Bella, ntar malem mau BBQ an bareng"
Bima dan Yuli nampak semangat. "Ikut dong"
tanpa sadar mereka mengucap nya barengan.
"Ciyye kompak, uhuy"
"suit suit"
"Bau-bau jadian nih"
"Kalo jadian jangan lupa PJ ya kak"
"Anjir mereka yang kompak, gue yang baper"
Bella dkk kompak meledek Bima dan Yuli.
"Udah ah yuk pulang. bareng kita aja. Yang cewek naik mobil gue, yang cowok naik mobil Bima"
Abis ini kisah benci jadi cinta Bella dan Elang akan dimulai guys..
***thanks udah baca bab ini ya, jangan lupa like dan vote nya, Terimakasih..***
lanjutin dong Thor kok lama bener sihhhh
Terimakasih utk support kalian selama ini🤗
mohon maaf ya, karena suatu kendala author tdk bisa melanjutkan novel ini. Hp author ke restart, dan aku gk inget kata sandi email buat login di akun ini😭
Jadikan aku buat akun baru😉 Dimohon utk support di karyaku di akun yg baru ya, Terimakasih 😘
"Aku Hamil Anak Pacarku."
Mampir yuk ke ceritaku. Dijamin seru👌
Menceritakan kisah gadis SMA berprestasi yang hidupnya hancur karena mengandung anak pacarnya.
wih jejak ku disetiap bab ada,bakal ada yg protes ga sie,soalnya dinopel sebelah ada yg ngegas gara2 jejak aku berserakan disetiap bab,,🤣🤣🤣