Azara Amora adalah gadis cantik berambut panjang dan bertubuh pendek
Bryan Jason Willy, cowok tampan, bertubuh tinggi,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurdahlia Awani hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 5
Aku sedang asik menggeser-geser beranda di facebook. Sedikit membosankan, tapi cukup seru untukku yang saat ini sedang gabut. Memang begitu banyak pesan yang masuk, hingga ponselku tak pernah berhenti bergetar.
[Abang, sayang]
Busett! Aku dikejutkan dengan pesan dari Ara di whatsapp, gadis ini mungkin sudah kerasukan setan. Aku segera membuka dan membalas pesannya.
[Iya sayang?]
Aku mengetik dengan tawa yang menggelegar, jiwa buayaku keluar sekarang.
[Haha, kena lo!]
Vangke!
Aku mendatarkan wajahku, ketika melihat balasannya. Ternyata bukan Ara, melainkan Ari, ia mungkin sedang menjahiliku sekarang.
[Wah, awas lo!]
Entah apa yang merasukiku, hingga berani mengetik kata-kata mengancam untuk Ari. Ya bodo amatlah!
"Kak!" Aku menghempaskan ponselku, sesekali mengusap dada karena terkejut oleh teriakan Mak lampir, siapa lagi? Kalau bukan Anissa, yang tiba-tiba memasuki kamarku.
"Huft ... Bisa nggak sih, kalau masuk itu izin dulu?!" tanyaku, dengan nada sedikit tinggi. Anissa memutar bola matanya malas, lalu melipat tangannya.
"To the point aja! Lo mau ngapain?" tanyaku dengan malas.
"Lo pacaran ya, sama Ara?"
Ukhuk! Ukhuk! Ukhuk!
Aku langsung terbatuk. Yang benar saja? Aku kira Anissa akan melupakan kejadian siang tadi. Tenang Bryan, tenang! Lo harus bersikap tenang!
"Apaan sih, s-siapa yang pacaran? Seharusnya gue yang nanya sama lo. Lo pacaran kan sama Davin?" sontak Anissa salting mendengar pertanyaanku. Haha, mampus!
"G-gue ...,"
"Yan! Temen kamu dateng tuh!" Aku langsung bangkit dari dudukku, ketika mendengar teriakan Mami. Aku segera keluar dari kamar, menuruni anak tangga satu-persatu dan menemui ketiga kurcaci yang sedang menunggu di ruang tamu.
"Ngapain kalian malem-malem kesini?" tanyaku langsung.
PLAK!
Mami langsung menjitak kepalaku. Tatapan tajam ia keluarkan, aku hanya mengusap kepalaku yang terkena jitakannya.
"Kamu ini! Temen datang, malah kayak gitu!" Aku menghembuskan nafasku, lalu tersenyum ke arah Mami.
"Iya, Mi, iya. Jangan marah-marah mulu dong, nanti keriput lho," ucapku lembut. Mami hanya menggeleng lalu berlalu pergi.
"Hihihi, makanya jangan kek gitu, Yan." Ketiganya tertawa kecil. Aku mendatarkan wajahku, lalu ikut duduk.
"Ada apa kalian kesini?" tanyaku, mereka hanya menggeleng.
"Cuma pengen main aja, gabut dirumah," jawab Karell. Sambil meminum jus jeruk yang sudah dihidangkan oleh Mami tadi.
"Kak, pinjem HP!" tiba-tiba saja Anissa datang menghampiriku.
"Ukhuk! Ukhuk!" Kulirik Karell yang sedang terbatuk, Vino yang sedang menganga, hingga air yang ia minum keluar habis dari mulutnya, nyamuk ataupun lalat yang lewat, mungkin akan masuk, sementara Argian tak pernah berhenti menatap Anissa. Seperti inikah, mereka ketika melihat gadis cantik?
Anissa tersenyum ke arah ketiganya. Apa Anissa tidak mengenal mereka lagi? Padahal saat kecil, Anissa dan ketiganya sering bermain.
"Lo nggak inget mereka?" Anissa mengangkat sebelah alisnya, lalu menatap mereka, dan sedikit berpikir.
"Astoge! Gue lupa! Kak Karell, Kak Vino, dan Kak Argian, kan?" Anissa tersenyum seraya duduk.
"Busset! Anissa cantik bett," Karell berbisik di telingaku. Mungkin karena sudah lama tidak bertemu.
***
Aku sudah siap untuk bersekolah. Aku pun menuruni tangga satu-persatu menuju ruang makan untuk sarapan, semua anggota keluarga sudah berkumpul sekarang.
"Morning semua," sapaku, sambil mencium pipi Mami dan Papi. Biasa, mencari perhatian Mami dan Papi, karena sejak kemarin Mami hanya terus memarahiku karena kesalahanku, jadi, aku akan memperbaiki kesalahanku. Hehe, anak solleh gitu.
"To, sayang," jawab Mami dan Papi. Ehe, senangnya aku mendapat perhatian mereka.
"Tumben, pagi-pagi ceria amat," ucap Anissa. Aku menjulurkan lidahku mengejeknya. Hello! Aku juga kesayangan mereka keless!
"Ya serah gue lah! Masbulo?" tanyaku sewot, lalu duduk dan mengambil roti.
"Udah-udah, jan bertengkar," kini, Papi membuka suaranya. Sementara, aku dan Anissa ngeyel, dan terus saja saling melototi, bahkan saling menjulurkan lidah.
#Bersambung
anak" bryan kak gimana ketemu sama anak sabahat papanya😁😁
jangan lupa mapir di KARYA ku yaaa🙏❤️🖤
awas az klo Bryan sampe luluh
lucu
semangat thor lanjutin up nya. di tunggu epsd selanjutnya, aku suka dengan ceritanya, menarik😍