ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertama kerja
"deg..."
mata mereka saling bertemu, Edward sedikit terkesima melihat penampilan Nayla yang terkesan Natural..
" cantik..." gumam Edward
"Edward...." sapa Nayla
" Nay..." ucap Edward
" jadi kamu Direktur disini,, maaf aku tak mengetahuinya"
" jadi kalian sudah saling mengenal? " tanya Alan " bagus lah aku tak perlu lagi mengenalkan kalian, semoga kamu betah kerja disini" ucap Alan
" ya..kami sudah saling kenal" jawab Edward" "kamu boleh keluar Alan aku ingin bicara pada Nayla menjelaskan apa yang harus dikerjakan nya disini"
Alan mencebik " modus...." sambil berjalan keluar ruangan, sebelum menutup pintu Alan masih sempat menjahili Edward " hati-hati Nay, bos nya galak" ucap Alan langsung mendapat tatapan tajam Edward, Alan buru-buru menutup pintu ruangan Edward
Nayla hanya tersenyum menanggapi kejahilan Alan pada Edward
" saya tidak menyangka akan menjadi bawahan anda pak?" ucap Nayla
" bila kita berdua jangan panggil aku pak, aku belum begitu tua"
" tapi kamu atasan ku, dan lagi ini dikantor"
" ada pengecualian buat mu,jangan panggil aku pak, saat kita berdua"
" baik lah pak, he... Ed...tunjukan tempat ku bekerja, seperti nya berlama-lama di ruangan mu yang nyaman ini membuat ku lupa akan tugas ku" ucap Nayla
Edward terkekeh mendengar penuturan Nayla
dan mengajak nya keluar ruangan
" Stel tolong antar kan ibu Nayla keruangan ya, mulai hari ini dia akan bekerja di kantor ini" ucap Edward pada Stella
Stella segera beranjak dari tempat duduk nya dan mengajak Nayla untuk menuju ruang kerjanya
" huf...bertambah lagi saingan ku, tapi kelihatan nya wanita ini masih muda dan polos, tidak akan mungkin pak Edward tertarik, jelas-jelas aku yang cantik dan seksi saja tidak dilirik apalagi Dia" batin Stella
Edward terus menatap pada Nayla yang berjalan menuju Lift
" kenapa harus dia....apakan ini hanya kebetulan, atau kah dia memang dikirimkan tuhan menjadi jodohku, di dekatnya jantungku selalu berdegub kencang, perasaan macam apa ini" batin Edward
Nayla yang memasuki ruangan dengan didampingi Stella memperkenalkan diri
" maaf mengganggu" ucap Stella " Ini ada karyawan baru yang akan membantu kalian disini, ayo kenalkan diri mu"
" hay...saya Nayla,,,saya pindahan dari kantor cabang, mohon bantuan nya semua..." ucap Nayla
" ayo silahkan duduk disini " ucap Sarah salah satu staf di sana
Nayla mengikuti arahan Sarah
" aku Sarah kamu bisa panggil aku Mbak Sarah karna aku paling tua dan lama disini, dan ini Dito, ini mas Edi dan ini Sandra kita satu Tim disini,bila ada yang tidak kamu mengerti bisa bertanya pada kami" jelas Sarah
" makasih mbak, kalau dianak cabang gak sebanyak ini dalam satu ruangan mbak" cerita Nayla
" ya..iya Nay,,ini di kantor inti jadi dalam satu tim paling sedikit 5" ucap Dito yang di angguk kan teman mereka yang lainnya
"kamu sudah menikah Nay?" tanya Sarah
"yeah....keduluan deh dengan mbak Sarah, padahal aku baru mau nanya? ucap Dito
Nayla tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
" duh....telat lagi ne,," celetuk Dito
" telat apanya?" tanya Edi
" telat ketemu Nayla,dia sudah punya suami" jawab Dito dengan wajah lesu
mereka tertawa melihat ekspresi kecewa Dito
" dasar....buaya...semuanya aja ditanya" celetuk Sandra
" kamu cemburu yang" tanya Dito
" yang..yang...pala lu peyang, enak aja cemburu" jawab Sandra
" mana bisa buaya sama kadal disamain, beda spesies" jawab Edi
" mmmhhhh...Mas Edi gak boleh gitu loh, karna mas Edi udah punya istri aja di rumah makanya gak mau sama gue,kalau belum pasti ngejar -ngejar gue" ucap Sandra
" ngaca San, istri mas Edi jauh cantik dari lo.." jawab Dito
"maaf ya Nay, kamu baru masuk sudah di suguhi pemandangan begini, tiap hari kamu juga akan terbiasa kok Nay" ucap Sarah
" gak apa mbak, malah asik denger nya,kalau di cabang cuma beberapa orang di ruangan lagian juga semua pada serius gak seperti disini" jawab Nayla
" disini bisa serius juga Nay, saat pak Alan dan pak Edward memantau"
" masa mbak,memang nya pak Edward galak mbak? tanya Nayla
" beh...bukan galak lagi beb,tapi kalau lagi marah kaya monster" celetuk Dito
" huf...jaga omongan, entar dia lewat baru tau rasa loh" jawab Sandra
Dito menutup mulut nya melihat kiri-kanan lalu mengusap dada
" aman..... beb"
hari ini pekerjaan Nayla cukup banyak karna dia harus mempelajari semua nya, beruntung Nayla orang yang cerdas sehingga dengan mudah mempelajarinya..
hari menunjukan pukul 5 sore, Nayla dan teman-teman yang lain segera keluar ruangan menuju parkiran...
" kamu pulang sama siapa Nay?tanya Dito
" he...Nayla itu bini orang, jangan dipepet terus donkkkk" ucap Sandra
" kok..jadi loh yang sewot sih, Nayla aja gak marah, iya gak Nay? " tanya Dito
Nayla hanya tersenyum menanggapi perdebatan dua teman nya ini
" gue duluan mbak, taksi nya udah datang" ucap Nayla pada Sarah
" yah...kan gara-gara loh ni, Nayla jadi pulang duluan" Dito menunjuk Sandra
"loh mau jadi Pebinor?"tanya Sandra
" enak aja loh, kali aja nanti Nayla cerai sama suami nya,gue bisa masuk tu deketin Nayla"
" do'a Lo jahat banget Dit, udah ah gue duluan suami udah jemput, makin ngaco omongan loh.mas Edi, Sandra duluan ya, jangan diladeni ucapan Dito San,ntar kalian jodoh loh" ucap Sarah berlari kearah suaminya
mereka saling pandang dengan pemikiran masing-masing lalu berpisah untuk pulang.