Bagaimana jika dirimu dihadapkan diantara dua pilihan yang sulit?
Itulah yang dialami wanita cantik bernama Maya, terjebak cinta diantara dua bersaudara.
Aiden yang berjuang dan membantunya kembali bangkit pada trauma masa lalunya
Alden cinta pertama Maya dan ayah dari anaknya
Siapakah kira kira yang mendapatkan hatinya?
*Lanjutan cerita dari Story of Maya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Yang Sama?
🌷🌷🌷
Setelah membersihkan badannya Maya keluar dari kamarnya dengan memakai baju santai dengan rambut di cepol ke atas. Dia sudah bertekat harus bersikap tegas dengan Aiden agar pria itu tidak bertindak seenaknya lagi padanya. Setelah makan malam ini dia berharap tidak pernah bertemu dengan Aiden lagi.
Sementara Aiden dengan sikap dinginnya masih berkutat pada layar ponselnya di sofa ruang tamu, dia pikir Maya masih berada di kamarnya.
Karena merasa Maya begitu lama, dia segera berdiri dan melangkah ke dapur untuk mengambil minum, jujur saja saat ini tenggorokannya sudah mengering butuh air untuk membasahinya.
Saat sudah mau sampai ke arah dapur, dia tertegun ternyata Maya sudah berkutat di dapur itu. Wanita itu sudah sibuk mencincang bumbu dengan sangat lihai. Aiden mematung di tempatnya menurutnya saat ini Maya begitu seksi memakai baju santai apalagi rambutnya yang di cepol ke atas. Lagi-lagi Aiden tidak bisa menahan dirinya dia mendekat perlahan dan dipeluknya tubuh Maya dari belakang.
"Akhhh" Maya berteriak karena kaget.
"Ya ampun, kau membuatku terkena serangan jantung ya!" sengit Maya.
Tapi Aiden tidak peduli dia tetap memeluk Maya dari belakang sambil membenamkan wajahnya ke ceruk leher wanita itu.
"Pria gila! Geli! Lepaskan!" protes Maya.
"Semakin kau berontak, semakin aku tidak ingin melepasmu," bisik Aiden di telinga Maya dan itu sukses membuat jantung Maya berdesir.
Maya sudah pasrah, dia tetap melakukan aktifitasnya memasak walaupun sangat risih karena Aiden mulai menciumi lehernya.
"Astaga! kau membuatku tidak nyaman," ronta Maya.
"Aku suka aroma tubuhmu," ucap Aiden.
"Bagaimana dengan pertanyaanku tadi?" sambung Aiden.
"Pertanyaan apa?" tanya Maya ketus.
"Menikahlah denganku, Maya," ucap Aiden dengan membalikkan tubuh Maya kini keduanya bertatapan.
"Kau sepertinya harus dibawa ke rumah sakit jiwa, kau benar-benar tidak waras! Bagaimana mungkin kau mengajakku menikah sedangkan kita baru bertemu kemarin!" teriak Maya.
"Tak masalah, kita bisa mengenal lebih jauh setelah menikah," ucap Aiden santai.
Maya menggelengkan kepalanya masih tak percaya ada makhluk aneh seperti ini.
"Aku tidak ada waktu untuk bercanda, jangan ganggu aku! Aku ingin menyelesaikan semua ini agar kau cepat keluar dari rumahku!"
Maya mulai jengah maksimal, dia cepat-cepat melanjutkan acara masaknya.
Aiden yang melihat itu hanya tersenyum tipis, dia tidak beranjak dari tempatnya. Melihat Maya fokus memasak menjadi hal menarik untuknya saat ini.
Setengah jam Maya akhirnya menyelesaikan masakannya. Disusunnya di meja makan hasil masakan itu, ada bistik daging kentang, sayur capcay, dan terakhir tempe goreng tepung.
"Maafkan aku, hanya bisa memasak ini karena bahan di rumahku hanya ini yang tersisa. Aku tidak tahu cocok atau tidak dengan seleramu," ucap Maya pada Aiden yang saat ini sudah duduk di meja makan.
Sedangkan Aiden hanya menatap semua makanan itu tanpa ekspresi. Tapi dia mulai mengambil nasi dan lauk yang dimasak Maya. Awalnya dia ragu-ragu tapi sejurus kemudian dia makan dengan lahap.
"Pelan-pelan tidak ada yang akan mengambil makananmu," tegur Maya.
"Uhuk-uhuk" Aiden tersedak, buru-buru Maya mengambilkan minum untuknya.
Aiden segera meminum air itu hingga tandas.
"Ya ampun, kau seperti tidak makan selama sebulan lamanya," ucap Maya terkekeh.
"Aku sudah lama tidak memakan masakan Indonesia," sahut Aiden.
Setelah makan selesai Aiden tak kunjung pulang dia malah duduk santai di ruang TV milik Maya.
Maya mendengus pelan lalu dia ikut duduk di samping pria itu.
"Hei, pulanglah sekarang! atau nanti kita di grebek oleh warga disini karena aku ketahuan memasukkan pria yang bukan suamiku di dalam rumah," ucap Maya dengan nada lembut agar Aiden mau mengerti.
"Maka menikahlah denganku," jawab Aiden enteng.
"Ya ampun lagi-lagi berbicara seperti itu," dengus Maya.
Aiden tiba-tiba menaruh kepalanya di pangkuan Maya, saat Maya ingin berontak Aiden menahan tangan Maya dan menaruhnya di kepalanya.
"Sebentar saja! jangan bergerak," titah Aiden.
Sejenak suasana berubah menjadi hening sampai Aiden membuka suaranya.
"Kau tahu aku dari kecil selalu merasa dibedakan oleh keluargaku, keluargaku lebih sayang pada kakakku, mereka memperlakukannya bagai raja karena anak pertama yang akan menjadi calon pemimpin perusahaan. Karena itu aku tidak akur dengan keluargaku dan memilih sekolah di luar negeri, disana hidupku sangat bebas aku bertindak semauku. Aku seperti tidak mempunyai tujuan hidup hingga aku memutuskan kembali ke Indonesia."
"Sesampai di Indonesia, ternyata segalanya berubah keluargaku sudah bisa menerimaku. Sebenarnya mereka sudah menerimaku sejak lama tapi aku yang tidak mau membuka diriku, sampai papaku dengan tulus minta maaf padaku. Aku akhirnya diberi tanggung jawab untuk mengelola perusahaan yang ada disini."
"Banyak wanita yang bolak balik hadir dihidupku tapi tidak satu pun yang membuatku tertarik, tapi saat melihatmu jantungku berdebar tak karuan bahkan wajahmu selalu terngiang di kepalaku. Kau mungkin menganggapku gila tapi aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku saat dekat denganmu."
Aiden mulai menegakkan badannya kembali menggenggam tangan Maya.
"Aku memang bukan lelaki baik-baik tapi aku akan berusaha jadi yang terbaik untukmu. Kau wanita pertama yang bisa membuatku mencari tujuan hidupku yaitu membahagiakanmu."
Maya yang mendengar hal itu tercengang, pria yang pelit bicara sekarang bercerita panjang lebar tentang masalah hidupnya.
"Maya, menikahlah denganku jadilah wanitaku, istriku dan ibu dari anak-anakku," ucap Aiden mantap.
"A-- aku.. A--ku"
"Ssssttt! jangan jawab sekarang kalau kau masih ragu, aku tidak menerima penolakan!" Aiden berkata sembari menaruh jari telunjuknya pada bibir Maya.
Aiden membelai rambut Maya lembut,"Kita bisa pacaran kalau kau belum mau menikah, bagaimana?"
Maya seakan dibuat mati kutu oleh sikap Aiden saat ini. Mendadak otaknya beku tidak bisa berfikir apa-apa.
"Bagaimana sayang?"
Mendengar kata sayang jantung Maya kembali berdesir, perasaan dulu saat bersama Alden dirasakannya kembali saat ini. Apakah perasaan ini perasaan yang sama?
"Maya" bisik Aiden ditelinganya.
"Hm" Maya hanya bisa memejamkan matanya.
Dengan ragu Maya mengangguk pelan yang mana membuat Aiden tersenyum simpul.
Tanpa ragu Aiden memagut bibir wanita yang saat ini resmi sudah menjadi kekasihnya itu. Maya yang mulai terbuai dengan sentuhan Aiden pun membalas ciuman Aiden, mereka saling menghisap, ******* saling bertukar saliva satu sama lain.
🌷🌷🌷
awalnya ngira Maya bakalan balikan lg ma Alden, secara ada pesan Aiden yg nyuruh buat jagain Maya dan anaknya ke Alden..
mungkin kakak author bingung jg nentuin mau ngilangin tokoh yg mana..
secara Aiden dari dulu selalu merasa dianaktirikan ma keluarganya, sedangkan Alden dah puas ngerasain cinta ortu dan Sinta pada awalnya..
jadinya kakak author mau ngasih keadilan jg buat Aiden biar sama2 bahagia..
jadi ceritanya turun ranjang ini mah ya..
tetep keren ceritanya walopun di puncak konflik bikin nyesek bacanya..
dan pada akhirnya jati diri author keluar di akhir2 cerita 😁😁😁🤭🤭🤭
g usah season 3 ya kak, kasian Aiden ma Maya biar happily ever after..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰😍🤩