Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .
Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .
Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Allen masih menatap monitor laptopnya sembari menautkan jari jemarinya guna menopang dagunya . Manik matanya seakan enggan berkedip ketika melihat perkembangan perusahaan yang ia pimpin kini berkembang sangat baik . Siapa sangka jika pria berusia 21 tahun itu mampu mengangkat perusahaan kecil peninggalan mendiang ayahnya menjadi sebuah perusahaan yang besar dengan koneksi dimana-mana . Hanya sebagian kecil yang tau , bahwa seorang James Vallentino alias Allen adalah seorang Presiden Direktur di perusahaan itu .
Namun Allen terbilang jarang datang ke perusahaan itu karena ia tidak bisa membiarkan Theresa sendirian di rumah terlalu lama . Allen hanya akan datang jika ada sesuatu yang penting dan mendesak . Tetapi , belakangan ini ada Anne selalu menemani Theresa sehingga Allen punya waktu untuk datang ke tempat itu .
Tok tok tok
" Masuk ! " Titah Allen mempersilahkan orang yang berada di seberang pintu itu untuk masuk .
" Tuan , seseorang ingin menemui anda " Ucap salah seorang staff yang baru saja memasuki ruangannya itu .
Allen mengangguk pelan seraya merapihkan susunan dasinya . Terlihat seorang wanita dengan pakaian formalnya berjalan memasuki ruangan itu setelah staff tersebut meninggalkan ruangan .
" Allen , tolong jangan memecatku secara sepihak " Wanita itu bermohon seraya memajang wajah sedihnya .
" Aku pemilik perusahaan ini dan kau hanyalah bawahan ku , aku berhak memecat bawahan ku ketika mereka membuat kesalahan dan kau sudah membuat kesalahan besar " Tegas Allen pada wanita yang merupakan mantan sekretarisnya itu .
" Apa salahku ? " Nada bicara wanita itu kini terdengar lebih tinggi dari sebelumnya .
Allen beranjak dari tempat duduknya dan mendekati wanita itu . Matanya tak henti-hentinya menatap wajah tirus dengan balutan make up tipis itu .
" Tunjukkan rasa bersalahmu itu walau hanya sedikit saja nona . Membocorkan identitasku kepada para mafia itu sungguh tidak lucu . Apalagi dengan memberi obat perangsang pada minumanku , agar aku terlibat skandal nantinya . Itu perbuatan yang merugikan dirimu sendiri Claudia " Ucap Allen seraya tersenyum sinis .
" Bu - bukan aku yang membocorkan identitasmu . Dan kau menodai ku secara sadar Allen . Aku sedang mengandung anakmu " Elak wanita yang bernama Claudia itu .
" Jika aku melakukan hal itu secara sadar , maka aku bukan melakukannya dengan mu . Wanitaku jauh lebih menarik dibanding dirimu . Dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya " Ketus Allen yang mulai naik pitam dengan perlakuan Claudia .
" Tidak , kau harus menikahi ku " Ucapan Claudia kali ini terdengar memaksa .
" Katakan berapa jumlah uang yang kau ingin ? Aku akan segera memberikan cek nya dan kau boleh pergi dari sini "
" Aku tidak butuh uangmu "
" Kalau begitu keluar dari ruangan ku atau aku panggil petugas untuk menyeretmu pergi dari sini dengan cara yang memalukan " Kecam Allen seraya menatap Claudia dengan penuh amarah .
Tanpa pikir panjang , Claudia segera bergegas meninggalkan ruangan itu dengan raut wajah yang sangat kesal karena Allen . " Tunggu pembalasanku " Gerutu Claudia dalam hati .
🌫️
Drrtt...drrtt...
Ponsel yang berada di sakunya kini bergetar , dilihatnya nama seseorang yang tidak asing lagi baginya terpampang di layar ponselnya . Tanpa pikir panjang , Allen segera mengangkat telepon itu dan mendekatkan ponselnya ke arah kupingnya .
" Allen , pergilah ke rumahmu secepatnya . Rekan-rekan Antonio sedang menuju ke sana untuk menyelidiki keberadaan Antonio " Ucap Christopher dengan nada serius .
Allen langsung menutup telepon Christopher dan bergegas menuju ke kediamannya . Mobilnya melaju dengan kecepatan yang tinggi , batinnya resah , ia tidak mau bila para kelompok mafia itu datang kerumahnya dan akan menjadikan Theresa dan Anne sebagai sandera mereka .
Setelah sampai , Allen segera masuk dan menemui Theresa dan Anne .
" Theresa kemasi obat-obat mu cepat , kita akan segera pergi " Titah Allen dengan tergesa-gesa .
" Mau kemana ? " Tanya Anne yang dibuat panik oleh sikap Allen .
" Para mafia itu sedang menuju kemari , aku tidak ingin kalian terlibat . Kita harus segera pergi dari sini . Tidak perlu kemasi barang-barang kalian yang lain , waktu kita tidak banyak " Jelas Allen .
" Ayo cepat ke mobil , kita harus meninggalkan rumah ini segera " Allen segera berlari menuju mobilnya di ikuti Theresa dan Anne . Secepat mungkin Allen memacu laju kendaraannya itu agar mereka tidak bertemu para mafia itu .
" Apa yang terjadi ? " Tanya Anne penasaran .
" Para mafia itu datang dan akan menyelidiki keberadaan Antonio . Tidak mungkin aku melawan mereka yang jumlahnya banyak , aku juga tidak ingin kalian berdua menjadi korban atas perlakuan mereka " Jawab Allen sembari fokus mengemudikan mobilnya .
" Kakak , kita akan kemana ? "
" Untuk malam ini kita akan menginap di villa milik ayah , Theresa "
Terlihat jelas dari raut wajah Allen , ia sangat khawatir akan keselamatan kedua wanita yang tengah bersamanya itu . Batinnya gelisah walaupun sebelumnya ia telah menduga bahwa ini akan terjadi .
" Maafkan aku yang telah membuat kalian terjebak dalam situasi seperti ini " Ucap Allen lirih .
" Ini semua karena ayahku juga . Jadi jangan menyalahkan dirimu seperti itu " Anne mengerti apa yang di rasakan Allen saat ini . Semua ini di lakukannya untuk menjaga orang-orang yang begitu berharga baginya . Di balik sikap Allen yang dingin , ia punya rasa peduli dan kasih sayang yang besar .
Jantung Anne berdegup kencang tak karuan , sorot matanya tidak mampu menyembunyikan rasa kagumnya terhadap sosok Allen walaupun dalam situasi genting seperti ini . " Tenanglah Anne , kau hanya mengaguminya bukan mencintainya " Gumam Anne dalam hati .
🌫️
" Sudah hampir pagi , tapi mataku belum bisa bekerjasama untuk tidur . Ada apa dengan aku ini " Gerutu Anne seraya beranjak dari tempat tidurnya .
Anne duduk di tepi kolam dengan angin dingin yang menerpa lembut wajahnya . Sungguh pemandangan yang indah dan suasana yang tentram , namun Anne masih saja terjaga tanpa ada rasa kantuk sedikit pun .
" Ann " Suara bariton itu membuat Anne terlonjak kaget .
" Mengapa kamu belum tidur ? " Tanya Allen seraya duduk tepat di samping Anne .
" Entahlah , mungkin aku insomnia " Jawab Anne .
Suasana menjadi hening seketika . Allen hanya menatap wanita yang mulai tertunduk dengan gelagat malu-malu di sampingnya itu . Sekilas Allen tersenyum melihat tingkah Anne yang seakan salah tingkah dibuatnya .
" Apa aku mengganggumu ? " Tanya Allen penasaran .
" Ti-tidak , sama sekali tidak " Jawab Anne dengan terbata-bata .
" Ann , tinggallah lebih lama lagi bersamaku " Ucap Allen tiba-tiba .
" Seharusnya aku yang bertanya apa bisa aku tinggal bersama kalian ? Aku tidak tau harus kemana lagi " Balas Anne .
Allen menarik nafasnya dalam-dalam kemudian meraih tangan Anne dengan lembut . Mata Anne membelalak kaget dengan apa yang dilakukan Allen barusan . Jantungnya berpacu seiring dengan rasa gugupnya .
" Jangan buat aku menunggu dirimu untuk yang kedua kalinya , sudah lama aku menyukaimu . Jauh sebelum kau mengenalku "
" Apa maksudmu ? aku membuatmu menunggu ? " Tanya Anne yang dibuat bingung oleh perkataan Allen barusan .
" Menunggu hubunganmu selesai dengan Frans bukan waktu yang singkat . Aku tidak ingin kau dimiliki siapapun lagi " Ucapan Allen seakan menampar keras batin Anne dengan semburat kebahagiaan .
" Menikahlah denganku Ann . Dan jangan pernah pergi meninggalkanku lagi "
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???