Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari hari tanpa mama
keesokan harinya, gus ilyas dan alif pamit untuk pulang. karena alif banyak sekali jadwal tausiah yg tertunda.
"Alif, om ardy boleh menanyakan beberapa pertanyaan kepadamu?" papa nadia berbicara kepada alif dan mempersilahkan gus ilyas dan alif duduk di sofa
"iya om, silahkan" jawab alif sambil menganggukkan kepalanya
"tentu alif sudah tau persoalan perjodohan mu dengan nadia kan? alif sudah melihat nadia, bagaimana nadia menurutmu?" tanya papa nadia, hatinya juga dag dig dug
"Nadia sangat cantik om, dia sosok gadis yang ceria, abi dan umi bilang nadia juga sosok yang cerdas dan pintar" jawab alif dengan tegas
papa dan om ilyas pun saling memandang dan senyum
"apakah kamu mau menikahi nadia?" papa nadia melanjutkan pertanyaannya
"Alif pasrah keputusan abi dan umi, karena alif yakin abi dan umi akan memilihkan istri tebaik untuk alif" jawab alif dengan lugas.
"Alhamdulillah.." papa dan gus ilyas terasa lega mendengar jawaban alif dan senyum sumringah karena gembira.
"alif, bolehkan om minta sesuatu kepadamu?" papa nadia menyambung bicara nya lagi
"Jika Alif bisa memberikan nya untuk om ardy, maka alif akan memberikan secara sukarela" jawab alif sambil tersenyum
"persoalan kemaren malam di meja makan, apakah kamu menuruti permintaan nadia dengan mengirimkan rekaman suara mu ketika mengaji setiap hari? bukan hanya mengaji ketika kamu bersholawat pun tak mengapa." pinta papa dengan wajah penuh harap
"baik om, InsyaAllah alif akan mengirimkan suara alif, tetapi tidak bisa janji setiap hari akan mengirimkan nya. alif juga manusia ada sifat lupa, dan takut tidak sempat untuk merekamnya karena terlalu banyak jadwal yg harus alif isi nanti di pesantren" alif menunduk malu wajahnya merona.
"baiklah, om ardy juga tidak memaksa, se sempatnya alif saja, kirim ke nomor WA om ardy ya" papa sangat senang karena alif bersedia
"baik om" jawab alif..
"alif, bawa semua koper keluar kita akan segera berangkat, takut terlamabat" perintah gus ilyas.
"ardy, seperti nya perjodohan ini bisa dilanjutkan" gus ilyas merasa bahagia
"iya il, tapi tunggu hingga tahun depan setelah nadia lulus kuliah, biar bisa bantu mengajar disana, nadia ambil jurusan sastra, gak papa kan il" mata papa berkaca-kaca takut gus ilyas tidak menyetujui nya.
"baiklah il, aku juga harus mengajari alif untuk meng-handle semua di pesantren, karena aku ingin sedikit istirahat, alif sudah cukup belajarnya hingga S2" jawab gus ilyas
"oke, setelah nadia lulus, aku akan bawa dia ke Surabaya, aku akan mengambil cuti panjang dan berlibur kesana sekalian membahas tentang kelanjutan hubungan ini" papa menyambung bicaranya.
gus ilyas dan alif pun pulang, nadia, papa, dan rio mengantarnya ke bandara.
____
hari-hari berlalu, kesedihan nadia dan rio berangsur-angsur hilang.
mereka beraktifitas seperti biasanya meski terkadang terasa sepi tanpa mama.
nadia dan rio mencoba saling melengkapi dan mengisi. sejak mama mereka meninggal papa nadia slalu pulang lebih awal dari biasanya.
bulan bulan berlalu, alif slalu mengirimkan suara mengajinya kepada papa nadia. nadia sangat senang, dan memutarnya ketika hendak tidur.
suara alif benar-benar membuat nadia sangat tenang. rio yang sudah tau akan rencana papa untuk menjodohkan kakak nya pun juga sangat senang melihat nadia suka mendengarkan suara calon suami nya, tetapi papa Melarang keras rio mengatakan hal tersebut kepada nadia.
ko lama up nya...🙃🙃