Cuplikan
Kisah seorang gadis yang di tukarkan oleh kedua orang tua nya untuk melunasi hutang perusahaan Ayahnya
Hidup penuh penderitaan tak jadi masalah baginya
Karena hal itu ia harus menjadi tahanan dari pria arogan bernama Dirga
Awal kehidupannya memang lancar lancar saja tapi karena sebuah kesalahpahaman membuat hidupnya berubah 360°
Ia semakin menderita
Akankah ia bisa bertahan demi tujuannya atau menyerah ?
Penasaran ? ikuti ceritanya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny_ren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6.
-
Sore hari Dirga pulang dari kantor ia pulang bersama dengan asisten nya , di sepanjang perjalanan tidak ada percakapan hingga kini mereka tiba di halaman mashion milik Dirga
Mereka turun dari mobil masuk ke rumah , Dirga berjalan di depan dan Bayu di belakang mereka menuju lantai 3 dimana kamar Dirga berada
" Sore Tuan ." Sapa Pak Rio selaku kepala pelayan di situ ia membungkuk hormat kepada majikan nya
" hmm , panggil gadis itu ke ruang kerja ku ." Ucap Dirga
" baik tuan ." Ucap Pak Rio kemudian ia berlalu mencari keberadaan Azizah
Dirga dan Bayu melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti
Terlihat Azizah baru selesai shalat Asar ia merapikan mukena nya dan menyimpannya
Tok....tok....tok
" nona apa anda di dalam." Teriak Pak Rio dari luar kamar sambil mengetuk pintu
" iya pak . "Ucap Azizah ia bergegas membuka pintu kamarnya
" ada apa pak." Tanya Aziz sopan
" nona di panggil tuan di ruang kerja nya. " Ucap Pak Rio
" Tuan sudah pulang ya ."
" iya nona ."
" baik pak , kalau boleh tau di mana ya ruang kerja Tuan Dirga." Tanya Aziz jujur ia belum tau semua isi rumah ini dengan detail
" mari saya antar nona." Ucap Pak Rio Aziz mengangguk dan mengikuti Pak Rio dan belakang hingga tiba di depan pintu ruang kerja milik Dirga hanya orang tertentu yang bisa masuk ke situ
Pak Rio izin undur diri dan segera pergi meninggalkan Azizah di situ sendiri , dengan ragu ragu Azizah mengetuk pintu
" Tuan bolehkan saya masuk." Ucap Azizah
" hmm." Terdengar sautan dari dalam , Azizah menarik handel pintu dan membuka nya , ia masuk dengan menunduk
" duduk ." Perintah Dirga dingin , Azizah tak berkata apa apa iae menuruti perintah Dirga dan duduk di tempat yang ada
" Sudah kau baca tugas dan peraturan nya." Tanya Dirga
" s..sudah tuan ." Ucap Azizah
" Bagus , turuti semua kemauan ku ." Ucap Dirga menyeringai
" Baik tuan." Azizah hanya menunduk tak berani menatap Dirga
-
-
-
Dirga di ikuti Azizah pergi menuju kamar Dirga , dengan sedikit canggung dan rasa takut ia menyiapkan segela keperluan Dirga mulai dari melepas sepatu baju , menyiapkan air , memilih baju dan memijat
Semua ia lakukan dengan sedikit rasa takut , ia jarang sekali berada di dekat pria membuat ia tak biasa
Azizah baru selesai menyiapkan air kemudian Dirga mandi beberapa menit kemudian Dirga keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya
Azizah terperanjat kaget dan segera memalingkan wajahnya
Dirga hanya diam tak memikirkan keberadaan Azizah ia menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian nya
Dirga keluar dari walt in closet dan menuju tempat tidur nya
" keringkan rambut ku." Ucap Dirga melempar handuk kecil ke Azizah
" baik tuan." Azizah hanya bisa patuh dan menurut ia tak punya hak melawan atau menawar
Azizah mengeringkan rambut Dirga dengan lembut hingga selesai
" Kau boleh keluar ." Ucap Dirga setelah Azizah selesai mengeringkan rambut nya
"permisi tuan." Ucap Azizah ia segera keluar dari kamar tersebut setibanya di pintu ia baru bisa bernafas lega bisa keluar dari kandang singa mengerikan tersebut
Azizah menuju dapur terlihat para pelayan tengah sibuk dengan urusan nya masing masing mereka baru akan memulai masak memasak
" Ada yang bisa saya bantu nona." Tanya Pelayan ramah
" apa aku bisa membantu sesuatu." Tanya Aziz ia bosan terus terusan di kamar
" tidak usah nona ." Ucap Pelayan tersebut
" tapi aku bosan ." Mohon Aziz
" tetap tidak bisa nona , jika nona bosan nona bisa ke samping rumah di situ terdapat perpustakaan kecil ." Ucap Pelayan tersebut
" ya sudah ." Azizah berlalu ia memilih mengeliling mashion tersebut untuk berkenalan agar suatu saat nanti tidak tersesat
" rumah ini sangat luas tapi kenapa hanya ada tuan Dirga dan temannya itu ." Batin Azizah bertanya tanya , rumah sebesar ini hanya di penuhi para pelayan yang jumlah nya puluhan setiap jenis pekerjaan
Ia duduk di bawah pohon rindang di taman menikmati suasanya sore yang menyejukkan tiba tiba ia merindukan kakaknya dan sahabat nya
" Aku rindu kalian." Walaupun baru berpisah tapi berbeda kehidupan membuat rasa rindu cepat datang dan menghantui nya , air mata yang sudah kering kembali muncul dan mengalir dengan deras
" Ma Pa Ka aku rindu kalian semua , aku ingin bersama kalian hiks...hiks. dimana kalian sekarang ." Ucap Azizah menangis sesegukan menutup muka nya dengan kedua telapak tangannya
Aziz masih saja menangis tersedu sedu hingga pelayan datang memberi tau jika ia di panggi oleh Dirga
" Nona anda tidak apa apa ." Tanya Pelayan tersebut memegang bahu Aziz sontak Aziz menoleh dan menghapus air matanya
" enggak koq mbak ada apa ." Ucap Aziz tersenyum
" nona di panggil tuan di kamarnya ." Ucap Pelayan wanita tersebut
" ya sudah aku kesana dahulu mbak ." Ucap Aziz berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju kamar Dirga ia menghapus sisa air matanya dan berkali kali menghela nafas berat berkali kali
kamu pasti kuat , kamu udah pernah terpuruk sekarang kamu harus bangkit Semangat . batin Azizah menyemangati dirinya sendiri ia mengetuk pintu setelah di perbolehkan , ia masuk dan mendapati Dirga tengah fokus pada laptop di hadapan nya
" Permisi tuan ada apa tuan memanggil saya . Ucap Aziz bertanya pada intinya
" hmm buatkan saya kopi . Ucap Dirga tanpa menatap Aziz
kenapa harus aku Tuan sombong . Batin Aziz protes tapi ia tetap melaksanakan nya
" manis atau pahit tuan. Tanya Aziz
" jangan terlalu manis . Ucap Dirga
" baik tuan . Ucap Aziz
"jangan terlalu manis berarti kan pahit , astafirullah Tuan"
Aziz menuju dapur ia menngambil gelas " ada yang bisa saya bantu nona ." Tanya Pak Rio
" tidak pak saya hanya membuatkan tuan Dirga Kopi ." Ucap Azizah tersenyum
" baik lah nona saya permisi ." Ucap Pak Rio berlalu
Kopi untuk Dirga telah selesai Aziz membawa nya ke kamar Dirga ia mengetuk pintu dan masuk
Lalu meletakkan kopi tersebut di meja
" ini tuan kopi nya." Ucap Aziz
" hmm." Dirga berdehem dan mengambilnya ia meniup dahulu lalu meminum nya
apa ini
Byyyyuuuuurrrr
-
-
-
-