NovelToon NovelToon
Harris & Raya

Harris & Raya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:620.8k
Nilai: 5
Nama Author: bulanseptember

Area 21+

🌸🌸🌸

"How damn you are Naraya."

Naraya terdiam cukup lama berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit mendung dan memikirkan nasib hidupnya yang jungkir balik hanya dalam waktu semalam.

Tepat dihari kelulusannya diterima disalah satu Universitas ternama di kota A, Naraya harus menerima kenyataan pahit. Naraya akan dijodohkan dengan Harris. Padahal setahu Naraya, Harris adalah kekasih kakaknya sendiri yaitu Nadira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulanseptember, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Hari Pertama : Cicak Yang Malang

“Kenapa senyum-senyum?” Renata melihat Naraya yang menghampirinya.“Harris bisa makan malam disini?”

“Nggak tau Mi” Naraya cemberut.

“Kamu tidak ada baju yang lain lagi sayang?” Renata menyidik penampilan Naraya, rambut diikat tinggi berantakan. Sepertinya setalah mandi tadi Naraya lupa untuk menyisir rambut. Baju yang terlihat jorok dan tidak layak pakai.

“Itu bekas iler kamu?” Renata menaikan sebelah alis matanya, menunjuk jarak jauh bagian dada Naraya , banyak pulau-pulau buatan.

“Ganti baju!” Perintah Renata.

“Nggak pantes pake baju itu dimeja makan, jorok!” Tambah Renata.

Ting tong ting tong

“Nah itu pasti Harris Mi.” Naraya buru-buru menghindari perintah Renata ketika mendengar bell rumahnya berbunyi.

Sebenernya siapa yang datang di jam makan malam begini. Apa iya benar Harris yang datang, Naraya masih saja ragu.

Pintu dibuka perlahan oleh Naraya, nampaklah Harris datang dengan pakain santainya. Bahkan Harris menggunakan celana pendek dan sendal jepit. Oh Naraya lupa, bagi Harris Rumahnya ini sudah seperti rumahnya sendiri. Naraya geleng-geleng Kepala.

“Kenapa?”

Harris ingin tahu kenapa Naraya geleng-geleng kepala melihatnya. Padahal dia sendiri yang menyuruhnya untuk datang kesini.

Kini giliran Harris yang memperhatikan penampilan Naraya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Dan sama Harris juga geleng-gelang kepala.

“Why?” Tanya Naraya.

Naraya tersenyum di dalam hati melihat Harris geleng-geleng kepala. Pasti Harris jijik melihat penampilannya. Untung belum ganti baju, pikirnya.

Naraya sengaja mengorek-ngorek hidungnya mencari harta karun terdalam, Naraya ngupil persis dihadapan Harris. Setelah dapat yang ia cari dilemparnya ke arah cicak yang sedang santai menempel di dinding rumah, dengan sengaja ia memperlihatkan ketiak bolongnya.

“Hahaha, rasain lo! Makan tuh upil gue.” Naraya berbicara dengan cicak.

Harris diam saja memperhatikan, sebenarnya dia menahan agar tidak tertawa.

“Siapa Ray?” Renata menghampiri, karena putri keduanya ini lama sekali tidak kembali-kembali.

“Oh, Nak Harris. Sini masuk sayang." Renata menggandeng Harris masuk kedalam rumah. Naraya mengekor dibelakang. Hampir masuk dapur Renata berhenti mendadak. Naraya otomatis menabrak punggung Harris.

“Aduh!” Naraya memegang keningnya, keras juga punggung Harris.

“Kalau jalan lihat-lihat Raya." Marah Renata.

“Sekarang kamu ke kamar, ganti baju!” Renata masih ingat perintahnya tadi. Dan itu sukses membuat Naraya sebal. Dia melangkahkan kakinya ke kamar dengan menggerutu.

Sedangkah Haris, dia tersenyum tipis memperhatikan calon tunangannya itu, sangat lucu.

***

Didalam kamar Naraya melihat jam dinding, terlihat jam 8 malam. Kemudian dia mengamati sekeliling kamarnya yang sangat berantakan.

Lemari pakaian yang terbuka dengan banyak serakan baju didepannya. Sepatu kuliah didepan pintu kamar mandi. Meja rias yang berantakan dan jangan tinggalkan ranjang yang selimutnya? amburadul.

Tanpa basa basi Naraya memungut pakaiannya, dimasukan asal kedalam lemari. Naraya mengambil sepatunya dan meletakkan di rak sepatu samping lemari. Naraya merapikan meja riasnya secara asal-asalan.

Besok sabtu baru jadwal beres-beres kamar yang sesungguhnya, sekarang sekedarnya saja yang penting terlihat rapi. Naraya melipat selimut besarnya dengan susah payah. Dia juga sebenarnya tidak suka keadaan kamar yang berantakan seperti ini.

Urusan kamar memang tanggung jawab pemiliknya, tidak ada bantuan ART. Itu adalah peraturan mutlak yang dibuat oleh Renata.

“Astaga!” Naraya terkejut, melihat Harris berdiri diambang pintu, dengan sebalah tangannya memegang handle pintu.

“Nggak sopan, ngapain kesini?” Naraya melotot, tetap berdiri di samping ranjang tempat tidurnya, dengan tangan yang memegang selimut setengah terlipat.

Harris berjalan masuk, memperhatikan kamar Naraya yang dicat warna biru muda.

“Ganti baju lama banget, Mami suruh aku panggil kamu." Harris duduk di sofa yang terletak didepan ranjang Naraya.

“Gimana gue bisa ganti baju kalo lo disini”. Naraya melanjutkan acara lipat selimut yang tertunda. Dia tidak terpengaruh dengan adanya Harris di kamar.

“Aku tidak bernafsu melihat kamu. Cepatlah! Kita turun sama-sama." Harris terlihat tegas dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Gak nafsu? Bagus! Berarti dia udah mulai ilfeel sama gue." Naraya berkata dalam hati. Dengan senyum tipis dibibirnya. Senyum yang masih terlihat jelas oleh Harris.

Demi menjalankan misi sukses 100 %, Naraya bertekad akan terus menambah kadar keilfeelan Harris terhadapnya. Naraya dengan santai membuka lemari pakaian, dan seketika baju-baju tadi terdorong keluar hingga berserak dilantai.

Naraya tidak kaget sedikitpun, diambilnya salah satu baju tidur terusan yang tergeletak dilantai. Naraya berjalan kesisi ranjang, dan meletakkan baju tidurnya di ranjang.

Tanpa malu sedikitpun Naraya menarik keatas baju tidur lusuhnya melewati kepala hingga terlepas sempurna. Naraya mensugesti dirinya sendiri bahwa saat ini dia sedang berada di pantai, mengenakan bikini dan siap untuk menjangkau ombak pinggir pantai.

Apak kabar Harris? Harris mencoba menenangkan gejolak didalam dirinya. Pantat seksi itu, payudara padat itu, yang seolah ingin keluar dari dalam bra, dan terakhir tubuh putih mulus terlihat jelas walau hanya dari samping.

Harris ingin menerkam Naraya sekarang juga, ingin mencium bibirnya, meremas payudaranya, mengecup kasar kulit lehernya, Harris ingin memuaskan juniornya yang mulai membesar didalam celana.

“Tidak!” Harris menjerit didalam hati. Dia mengingatkan diri sendiri untuk tetap tenang. Ya, dia harus tetap tenang.

Naraya mengenakan baju tidurnya. Baju tidur yang jauh lebih layak daripada tadi, mengakhiri fantasi liar Harris.

“Udah, ayok!” Naraya melengos pergi terlebih dulu dan Harris pun bergegas mengikuti Naraya.

***

Semua sudah duduk dimeja makan, Naraya duduk disamping Harris.

Sejak awal acara makan malam dimulai perhatian Harris hanya tertuju kepada Naraya. Naraya duduk bersila diatas kursi, jadi hanya Harris lah yang mengetahui kelakuan tidak pantasnya itu.

Sesekali bahkan Naraya menggaruk jari-jari kakinya disela-sela dia mengunyah makanan. sungguh menjijikkan, ini adalah level jorok tertinggi bagi Harris.

Harris menelan makanannya dengan susah payah. Bukan karena makanannya tidak enak, tapi dia sudah mulai mual. Harris mencoba untuk nyaman, dia tidak ingin membuat Renata dan Johan tersinggung.

Harris meminum sedikit air putih yang tersedia dihadapannya.

"Kok udah minum? makanannya gak enak ya? ini aku loh yang masak?" Naraya.

"Hahahaha!!" Naraya tertawa keras didalam hati. Bisa dilihatnya bahwa misi berhasil, ia yakin Harris semakin ilfeel melihatnya.

Uhuk!

Harris tersedak, apa iya Naraya yang masak? dari awal dia sudah tidak percaya ketika Naraya berkata bahwa dia membantu Renata di dapur.

Tidak mungkin dia sanggup makan lagi jika benar ini makanan hasil tangan Naraya. Tangan bekas upil, tangan bekas menggaruk-garuk jari-jari kaki.

"Tidak!" Harris menjerit didalam hati.

"Pelan-pelan sayang, mana mungkin ini masakan Naraya. dia hanya bagian melihat saja. semua ini Nadira yang memasaknya, mami hanya membantu sedikit-sedikit" Renata bercerita dengan senyum dibibirnya.

Dan senyum Naraya pun semakin mengembang, secara tidak langsung Renata sudah membantu misinya. Dengan begitu Harris akan tahu, bahwa Naraya tidak bisa memasak otomatis tidak akan bisa menjadi istri yang baik. Karena Naraya tau, Harris sangat menyukai masakan rumahan, apalagi masakan buatan Renata.

Memang pilihan awal Harris untuk memilih Nadira sebagai kekasihnya adalah pilihan yang benar. Nadira 100 % mewarisi kemampuan memasak Renata.

1
pink magenta
oh cintanya ama si raya toh bukan ama diraaaa wkwkwk
pink magenta
ini kenapa jawabannya begini yak?
Nurlaela
up terus...menarik bgt ceritanya
Vanni Sr
ko gada yaa cerita selena dn kris
chaaa
memperjuangkan cinta sih oke2 aja Ray..tp gak gini jg lah.malah jadi agresif bgt..sampe cium2 laki.jadi perempuan 'mahal' itu lbih baik dr pada ngemis2 cinta gini.
chaaa
segitunya Lo Ray ngemis cinta laki2..
Melly Hapitasari
ok banget
Jalma Listya
keren
She uchull: kak, mau tanya siapa yang plagiat karya saya?
total 1 replies
AsnitaParassa Tabang
naraya kok k gk ada hrg diri nya sbagai perempuan huu
AsnitaParassa Tabang
Haris ma egois
Afrilho
masih menyimak
Afrilho
alur yg bagus mulai....
Diana Lestari
wow visual nya okok thor
Riska Wulandari
d tinggu karya karyanya terbarunya kaka..
penasaran banget cerita Selena -Kris tapi knpa g lanut lagi kak??
Riska Wulandari
hareudang2 Krissss..🤣🤣🤣
Riska Wulandari
akhirnya..lega..🥰
Riska Wulandari
biar g lupa rasanya??🤭🤭
Riska Wulandari
Selena sama Kris aja ya thor,,kayaknya cocok..
Riska Wulandari
hanya beberapa trilliun saja!!
horrang kaya mah bebas yah thorr..😁🤭
Riska Wulandari
🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!