Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.
Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.
Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.
Rahasia?
⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.6
Setelah Farhan mengambil barang barang Syeira,Farhan langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit.
Setelah beberapa menit berkendara akhirnya Farhan sampai di rumah sakit dan langsung memikirkan mobilnya di parkiran dan dia pun segera menuju ruang rawat Syeira.
Saat sampai diruang rawat Syeira,Farhan melihat Syeira yang masih setia memejamkan kedua matanya.
Farhan pun meletakkan dua koper milik Syeira di samping sofa setelah itu dia pergi dari ruang rawat Syeira dan menuju ruangan dokter.Ketika Farhan masuk, Farhan melihat dokter tersebut sedang sibuk dengan kertas yang ada di depannya.
"Selamat siang dokter,maaf mengganggu waktunya" ucap Farhan sambil menghampiri tempat sang dokter.
"Ah,iya selamat siang juga tuan Farhan,ada yang bisa saya bantu" ucap sang dokter."Saya akan membawa cucu saya Syeira ke luar negeri".
"Baik tuan saya akan memeriksa nona Syeira lagi,kalau kondisi nya kuat untuk perjalanan jauh maka bisa dibawa hari ini juga,tetapi kalau kondisi nya masih lemah tuan tidak bisa membawa nona Syeira sekarang" jawab sang dokter panjang lebar,Farhan pun hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban
Farhan dan sang dokter pun keluar menuju ruang rawat Syeira,setelah sampai sang dokter langsung masuk dan memeriksa kondisi Syeira,sedangkan Farhan menunggu di luar ruangan agar tidak mengganggu dokter yang sedang memeriksa Syeira.
Setelah beberapa menit,sang dokter pun keluar, Farhan yang melihat sang dokter keluar pun segera menghampiri nya.
"Bagaimana?" tanya Farhan.
"Kondisi nona Syeira sudah lebih baik dari sebelumnya,dan nona Syeira sudah bisa melakukan perjalanan jauh,nanti saya akan menyuruh dokter dan beberapa suster untuk ikut perjalanan agar bisa membantu menjaga nona Syeira" jawab sang dokter,
"Permisi Tuan, kendaraan sudah siap" ucap sekretaris Farhan yang tak lain adalah Dodi."Ya kamu bawa barang-barang saya dan Syeira ke dalam jet" perintah Farhan."Baik tuan" Asisten tersebut pun membungkukkan badan dan segera pergi dari sana.
"Bisa dibawa sekarang?" tanya Farhan."Bisa Tuan,saya akan memanggil beberapa perawat untuk membantu nona Syeira" jawab dokter lalu pergi dari hadapan Farhan.
Setelah menunggu beberapa menit,dokter pun datang dengan beberapa perawat di belakangnya.
"Saya akan memindahkannya sekarang Tuan" ucap sang dokter."Iya" dokter dan beberapa perawat tersebut pun segera masuk ke dalam ruang rawat Syeira dan segera mendorong brankar Tiara menuju atap rumah sakit.Saat sampai di atap rumah sakit Farhan pun masuk ke dalam jet pribadi nya,dan disusul Dokter dan beberapa perawat yang mendorong brankar Syeira.Jet pribadi Farhan pun melaju dan terbang di udara.
***
Sedangkan di kediaman keluarga Falensia semua berkumpul di ruang keluarga,setelah makan malam.
"Ma Syeira dibawa pergi sama kakek" ucap Revan pada Diana sang Mommy.Diana yang mendengar ucapan Revan pun kaget.
"Dibawa kemana?" tanya Diana."Revan gak tau ma" ucap Revan menundukkan kepala."Kakek tadi ngasih ini ke Revan" ucap Revan lagi sambil memberikan amplop berisi surat dari rumah sakit.
Diana pun menerima surat tersebut dan membukanya,betapa terkejutnya Diana saat membaca surat tersebut, sampai tak terasa jika air matanya jatuh begitu saja.
"Ini gak mungkin" ucap Diana lirih.David yang pun penasaran dengan isi kertas tersebut pun mengambilnya dari tangan Diana dan membacanya.
"Ini penyakitnya tidak terlalu parah" ucap David dengan entengnya.Diana yang mendengar perkataan suaminya pun menjadi marah.
plakkk!
Diana menampar David dengan sangat kencang hingga sudut bibir David berdarah.
"Kamu itu tidak bisa disebut sebagai ayah yang baik,dari dulu kamu selalu mengabaikan keberadaan Syeira di rumah ini" ucap Diana marah.
"Aku bukanya mengabaikan Syeira,tapi aku hanya ingin dia menjadi anak yang mandiri" ucap David."Mandiri?, kamu gak lihat Syeira selama ini tersiksa karena tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarganya,dan sekarang Syeira mempunyai penyakit leukimia tapi kamu malah bilang tidak terlalu parah, kamu memang bukan ayah yang baik" ucap Diana lalu segera pergi ke kamar.
"Revan kecewa sama daddy" ucap Revan lalu pergi ke kamarnya.
Dan kini tersisalah David dan Sisi yang sedang duduk di sofa ruang tamu."Sudahlah dad gak usah terlalu dipikirkan,dulu teman Sisi punya penyakit leukimia tapi sekarang sudah sembuh,bahkan katanya penyakit itu gak berbahaya" bujuk Sisi.
"Ya daddy tau itu,kamu memang anak daddy yang cerdas dan penurut" David pun memeluk Sisi dengan erat.
'Haha gitu aja percaya' batin Sisi tersenyum miring.
***
Keesokan harinya mereka sarapan bersama tanpa adanya canda tawa,semua terdiam sambil memakan makanannya.
"Permisi nyonya tuan,maaf kami mengganggu sarapan anda"ucap Bayu,supir Syeira."Ada apa?" tanya Diana yang masih fokus pada makanannya
"Maaf tuan ,nyonya saya dan istri saya mau mengundurkan diri" jawab Bayu."Loh,kenapa?" tanya Diana lagi.
"Kami disuruh tuan Farhan untuk menyusulnya ke luar negeri" kini giliran bi surti yang menjawab."Untuk apa?" tanya Diana lagi.
'dasar nyonya kebanyakan tanya' batin Bayu kesal.
"Semalam tuan Farhan bilang,katanya nona Syeira ingin kami ikut ke sana" jawab Bayu.
Diana yang mendengar itupun langsung mengalihkan pandangannya ke Bayu.
"Mereka dimana?" tanya Diana.
"Maaf nyonya kami tidak bisa memberi tahukan keberadaan nona Syeira ke nyonya" ucap Bi Surti.
"Kami pamit tuan,nyonya" ucap Bayu dan bi Surti kompak,lalu mereka keluar dan memasuki mobil yang sudah terparkir di luar gerbang,dan mobil tersebut pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Falensia.
Sedangkan Diana masih mematung ditempanya."Sudahlah mom jangan terlalu dipikirkan nanti mommy malah sakit"ucap Sisi.
"Iya mom,nanti Revan sama Daddy akan lacak keberadaan
Syeira dan kakek Farhan" ucap Revan dan hanya diangguki kepala oleh Diana
ditunggu up nya