"Catatan Akhir Sekolah” bercerita mengenai 4 orang yang merupakan sahabat, mereka selalu Membuat masalah di sekolah dan mereka selalu bersama-sama apa pun keadaannya, kisah yang mana suatu ketika salah satu dari mereka yang mempunyai wajah tampan.
Ia selalu memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan- perempuan yang suka dengannya, dan ketika salah satu dari perempuan itu ada yang benar-benar tulus mencintainya, tapi ia tetap saja memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan itu, hingga pada akhirnya ia menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridho pradana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Catatan Akhir Sekolah 6
"Emangnya kenapa, muka lu aja kalau gua lihat-lihat mirip sama Mutiara, dan biasanya kalau mirip itu jodoh."
"Lu mau tahu kenapa, simpel jawabannya Lif, karena cinta gak bisa di paksakan."
Bahkan juga ada yang pernah berkata kepadaku kalau aku adalah mantannya Mutiara, dan aku terkejut mendengar hal itu.
Teman-temanku juga banyak yang meminta nomor telepon Mutiara kepadaku, karena menurut teman-temanku rumahku dan rumahnya Mutiara itu berdekatan, dan aku juga pernah bilang kalau Mutiara itu adalah teman lamaku.
Mungkin mereka berasumsi kalau aku mempunyai nomor telepon Mutiara, padahal sama sekali tidak.
Setelah itu aku merasa rindu kepada Febry, dan aku ingin melihatnya.
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya saat aku sampai di sekolah, aku melihat teman-temanku sedang heboh membicarakan tentang murid perempuan cantik, tapi bukan Mutiara.
Perempuan itu adalah teman sekelasnya Lia, dan menurut teman-temanku dia tidak kalah cantik dengan Mutiara.
Aku penasaran dan aku mulai mencari tahu siapa perempuan itu, setelah aku mengetahuinya, perempuan itu bernama Risma, tapi menurutku dia biasa-biasa saja.
Justru ternyata malah dia yang suka denganku, dan dia juga sering memperhatikanku, saat aku sedang makan di parkiran bersama Team Rangge.
"Coba deh lu liat ke lantai 2, itu kayanya Risma ngeliatin lu mulu?"
"Perempuan begitu mah gua kedipin juga dapat Pull."
"Bukti in lah."
Tapi aku sama sekali tidak mempunyai perasaan apa pun terhadapnya, aku hanya ingin membuktikan kepada teman-temanku, kalau aku bisa mendapatkan perempuan yang sedang banyak idolakan teman-temanku itu.
Setiap hari aku selalu Chattingan dengannya, dan setiap kali aku Chattingan, aku selalu merayu dia dengan rayuan gombalku.
Ternyata setiap kali aku merayu dia lewat pesan, dia selalu memposting isi pesanku dan aku di privasi agar aku tidak bisa melihat.
Keesokan harinya saat aku sampai di sekolah, dan aku baru saja duduk di bangku kelas, tiba-tiba Toink menegurku.
"Eh Do lu sering balas pesan sama Risma ya, di post Do, isi pesan lu sama Risma di stori?" tanya Toink, sambil menatapku.
"Mana coba lihat," jawabku, sambil melihat ke arah telepon Toink.
"Ya kan...lu jauh in Risma ya Do, lu kan ganteng, lu sama yang lain aja, atau gak sama Mutiara cocok deh sumpah," kata Toink, sambil meyakinkan aku agar aku menjauh dari Risma.
Aku terdiam, dan aku tidak peduli dengan perasaannya Toink, karena itu bukan urusanku.
Setelah itu aku kirim pesan kepada Risma dengan tujuan untuk mengajaknya pulang bareng bersamaku, dan dia mau.
Saat aku makan di tempat biasa berkumpul bersama Team Rangge yaitu di parkiran sekolah.
Risma selalu melihat ke arahku dari atas lantai 2, aku juga melihatnya dan aku memanggilnya
”Nanti aku tunggu di depan gerbang sekolah ya?” tanyaku, dengan nada yang sedikit teriak.
”Iya Do, siap he he he,” jawab Risma, sambil tersenyum.
Saat bel pulang berbunyi aku langsung menunggu dia di depan gerbang sekolah.
Setelah dia naik ke motorku, tiba-tiba Febry melintas di depanku, Febry menatap ke arahku dengan tatapan mata yang sangat amat dalam menurutku.
Aku merasa senang dan aku berharap Febry cemburu.
Saat itu teman-temanku yang melihat aku dan Risma berboncengan dia menggodaku.
"Mantap Do," kata semua temanku, sambil tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya saat aku di sekolah Toink menegurku lagi, karena dia melihat aku dan Risma berboncengan, dan dia cemburu.
”Do lu jauh in lah Risma, lu tahu kan kalau gua suka sama Risma!” tegur Toink, dengan nada kesal dan kecewa.
“Iya Ink tenang aja, gua bakal menjauh dari Risma,” kataku, yang sedang tidak mood.
"Makasih ya Do,” kata Toink, sambil tersenyum.
Setelah itu Risma kirim pesan kepadaku.
"Nanti bareng lagi gak Do?" tanya Risma.
"Enggak deh Ma, maaf, soalnya gak enak gua sama Toink, dia kan suka sama lu, gua gak mau ngerusak hubungan pertemanan gua sama dia," jawabku, dan terdiam.
Risma juga sudah mengetahui kalau Toink itu mencintainya, karena Risma adalah teman satu SMP nya Toink.
”Iya gak apa-apa Do,” kata Risma, dengan nada kecewa.
Tapi mau bagaimana lagi aku sadar, aku juga harus memikirkan perasaannya Toink, dan tidak egois.
Aku juga sebenarnya tidak suka dengannya, aku hanya ingin mendapatkan popularitas dan membuktikan kalau aku bisa mendapatkan dia, perempuan yang sedang banyak di idolakan oleh teman-temanku itu.
Saat aku sampai di rumah, dia kirim pesan lagi kepadaku, dan sepertinya dia masih berharap kepadaku.
"Do lu gausah pikir in perasaannya Toink, gua juga gak suka sama dia, gua cuma anggap dia teman aja kok, gak lebih," ungkap Risma.
Aku terdiam, dan tidak membalas, lalu setelah itu Lia juga kirim pesan kepadaku, dan sepertinya dia cemburu melihat aku dan Risma berboncengan.
”Ridho kemarin bareng sama Risma ya, Ridho lagi dekat ya sama Risma?” tanya Lia, cemas.
“Enggak Lia," jawabku, dengan perasaan bersalah.
Aku langsung mematikan telepon, karena menurutku, aku berada di posisi yang serba salah, dan kalian pasti paham kalau ada di posisiku.
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya sekolahku akan melaksanakan ulangan kenaikan kelas, dan sekolahku selalu mempunyai budaya tersendiri yaitu selalu rutin melakukan Razia rambut saat pertengahan ulangan, sampai hari akhir ulangan.
Aku, Guntur dan Ipul saat itu terkena Razia, tapi hanya sedikit, dan tidak sampai botak.
Setelah aku selesai ulangan, aku langsung menutupi kepalaku dengan memakai topi, karena malu terlihat oleh perempuan-perempuan yang ada di sekolahku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat sekolahku masuk seperti biasanya yaitu pagi, aku selalu memakai topi saat aku keluar kelas, karena aku malu dengan kepalaku yang hampir botak.
Saat aku pulang dan aku turun ke lapangan, tiba-tiba dari arah belakangku, ada kakak kelas yang menggandeng tanganku.
Ternyata dia adalah kakak kelas yang sangat mengidolakanku, dan dia berkata kepadaku.
”Kamu mah tetap aja ganteng, meskipun agak botak he he?” kata kakak kelas, sambil tersenyum ke arahku.
Aku juga tersenyum ke arahnya.
Lalu perempuan-perempuan yang masih berada di atas lantai 2 dan 3, dia tersenyum, dan menggodaku saat melihat tanganku di gandeng oleh kakak kelas.
”So Sweet bangat sih Do, cie cie cie,” goda perempuan perempuan yang masih berada di atas lantai 2 dan 3, dengan nada berteriak.
Karna Kakak kelas yang menggandeng tanganku itu cukup terbilang cantik dan banyak di idolakan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
... PENTAS SENI...
Hari itu adalah hari Sabtu, tiba-tiba saat jam istirahat, Pak Yusuf memanggilku.